Hari yang dingin tanggal 24 Desember,salju putih bersih menutupi sebagian permukaan perumahan itu,para penghuninya sedang riang gembira dan saling bahu membahu mempersiapkan malam natal,sungguh pemandangan yang indah,lonceng lonceng berbunyi lirih ditiup angin dingin,hiasan warna warni akan terlihat dimana mana,lampu lampu kecil gemerlap siap menerangi jalanan dan rumah rumah di malam natal nanti.
Joe 13 tahun anak terakhir dari 5 saudaranya,dia sedang asyik membantu orang tuanya menghias pagar halaman rumahnya dengan lonceng kecil dan pita merah yang manis,sebelum kakak ke 4 nya yang 2 tahun lebih tua darinya yaitu Melvin tiba tiba menghantamnya dengan salju dari kejauhan
"Hahaha Joe yang bodoh!" kata Melvin ketika melihat Joe menoleh ke arahnya
Joe tak menghiraukan Melvin disana,dia melanjutkan pekerjaannya tadi dan dengan senang menghias pagar pagar itu kembali
Dan untuk kesekian kalinya Melvin menghantam Joe dengan bola bola salju yang dibuatnya,hantaman kali ini tak cuma satu,namun sangat banyak,hingga membuat lonceng lonceng di pagar itu terjatuh dan pita pita yang rusak
"Melvin!! Jika kau tidak ingin membantu,setidaknya jangan menggangguku!!" kata Joe yang kesal ketika usaha kerasnya dihancurkan oleh bola salju Melvin
Dengan kesal Joe meninggalkan pekerjaannya dan Melvin disana,dengan sangat marah dia menuju ke taman dekat rumahnya dan duduk menyendiri di bangku taman tersebut
"Huh!! Aku sangat lelah!" kata Joe mengeluh
"Hai Joe!! Apakah kau tidak membantu orang tuamu untuk menyiapkan natal?" kata Natalie yang mengejutkan Joe
"Oh kau Natalie! Kau mengejutkanku! Dan hai Roband..kalian sedang apa kesini? Dan apakah kalian juga tidak membantu orang tua kalian?" kata Joe yang melihat kedua temannya itu
"Hai juga Joe! Keluargaku sudah selesai bersiap" kata Roband yang duduk di samping Joe
"Aku juga! Aku juga! Aku sudah menghias pohon Natal di rumahku,aku yang memasang bintang di atasnya" kata Natalie dengan gembira
"Hemp!!"
"kau kenapa Joe?" tanya Roband
"Tidak,aku hanya kesal dengan saudaraku Melvin,dia menggangguku saat aku menghias pagar rumahku,padahal aku sudah berusaha keras untuk itu,kenapa dia selalu menggangguku? Apakah dia membenciku?" kata Joe bersedih
"Sudahlah,itu sudah biasa sebagai saudara,apa kau mau berseluncur!?" kata Natalie
"Aahh tidak! Aku terlalu lelah untuk berseluncur!" kata Roband sambil menyandarkan tubuhnya ke bangku taman
"Hemp! Apa kalian ingin mendengar cerita yang baru ku dengar dari orang tuaku tadi!?" kata Natalie yang berdiri di depan dua anak laki laki itu
"Cerita apa!?" kata Joe dan Roband yang hampir bersamaan
"Ini adalah kisah teror cemara berdarah di hari Natal! Aku mendengar ketika bibiku bercerita kepada orang tuaku kemarin saat mereka berkunjung!" kata Natalie sambil menggerak gerakan tangannya dengan penuh ekspresi menyeramkan
"Kau bilang cerita dari orang tuamu" kata Roband memotong cerita Natalie
"Tidak! Aku mendengar mereka berbicara hehe, tapi dengarkan ini!!"
"Baiklah baiklah!"
"Tempatnya di perumahan bibiku! Yang cukup jauh dari sini! Tahun lalu disanalah tempat teror cemara berdarah terjadi!"
"Malam hari ketika semuanya tertidur,pria misterius itu mendatangi rumah beberapa anak,dia telah mengawasi anak tersebut beberapa hari sebelum hari natal tiba! Dan jika dia menemukan anak tersebut berbuat nakal atau berbuat dosa! Maka malamnya yaitu tepat pada malam natal dia menculik dan membunuh anak itu,karena dia sangat benci anak anak yang berbuat jahat ketika hari hari menjelang Natal!"
"Pria itu akan melumuri pohon natal di dalam rumah dengan darah anak nakal tadi dan mendudukkan jasadnya di dekat boneka salju yang dia buat di depan rumahnya! Dan pagi harinya sebelum ada yang melihat pohon berdarah itu konon katanya jasadnya tidak akan terlihat! Dan jejak pria misterius itu sudah menghilang lenyap tanpa bukti apapun!"
"Hahhaha! Mana mungkin ada seseorang setega itu terhadap anak anak!" kata Joe
"Heiii!! Ini nyata! Anak dari tetangga bibiku namanya Garry,dia meninggal karena beberapa hari sebelumnya dia menggangu temannya dan melemparinya dengan salju sampai gadis itu terjatuh dan menagis! Dan pria itu tega karena dia gila!! Dia sangat gila!!" kata Natalie yang memperjelas intonasinya
"Hai Joe! Kakakmu Melvin dia juga sering berbuat nakal kepadamu! Jangan jangan nanti malam..." kata Roband kepada Joe
"Ahh tidak! Lagipula itu tidak nyata! Dan kalaupun nyata dia berada di sekitar tempat tinggalnya bibi Natalie dia tidak mungkin kesini" kata Joe
"Arghh jangan seperti itu! Pria itu terus berkliling setiap Natal! Setiap tahun tempat pembunuhannya berbeda beda!" kata Natalie
"Ahh tidak! Jangan berbicara seperti itu" kata Joe
"Tidak percaya ya sudahlah! Aku ingin pulang atau ibuku akan mencariku!" kata Natalie yang beranjak pergi
"Baiklah aku juga! Sampai jumpa kalian berdua!" kata Joe yang berdiri meninggalkan taman itu
Di tengah tengah udara dingin itu Joe berjalan pulang,dia memimikirkan cerita dari Natalie tadi,dia takut ketika pada malam nanti saudaranya Melvin benar-benar akan didatangi oleh pria misterius itu
"Tidak itu tidak nyata!" kata Joe yang kemudian berlari ke rumahnya
Dia melihat rumahnya yang sudah selesai dengan hiasan hiasan Natal tadi,dia melihat ayahnya yang membereskan kekacauan yang tadi
"Hai Joe,dari mana kau! Kulihat tadi Melvin merusak pekerjaanmu" kata ayah kepada Joe
"Emm sudahlah ayah,tadi aku cuma ingin pergi sebentar!"
"Hahaha sudahlah,ayo kita menghangatkan diri! Ibumu telah membuat sup yang hangat" kata ayah sambil mengusap ngusap kepala putranya itu
Makan malam hangat di keluarga Joe,mereka menyambut Natal dengan penuh rasa bahagia,semua telah kenyang dan mereka bersiap untuk tidur dan menyambut hari esok yang menyenangkan
Pagi harinya....
"Ayahh!!!!! Ibuu!!!!!" kata Rossy anak kedua dari keluarga itu yang berteriak histeris di ruang tamu
Semua segera berlari menuju ke ruang tamu,mereka melihat Rossy yang menagis ketakutan disana,di sudut ruangan terlihat pohon Natal yang kemarin sangat indah dan menyenangkan kini telah dilumuri oleh darah yang sampai menetes ke lantai
"Apa? Apa yang terjadi!?" kata mereka bingung
Joe sangat terkejut,dia tiba tiba mengingat cerita dari Natalie kemarin ditaman,dan dia semakin ketakutan ketika tidak melihat Melvin disana,dengan segera dia berlari menuju kamar Melvin,dan hasilnya nihil,Melvin tidak ada disana
"Melvin! Dimana dia!?" kata Joe dengan air matanya yang mulai mengalir
Dia teringat suatu hal dan langsung berlari menuju luar rumah,dan dia sangat tidak mengharapkan hal itu terjadi,di depan pintu dia terduduk lemas ketika melihat kakaknya Melvin berlumuran darah di samping boneka salju berpita merah itu,keluarganya lalu bergegas keluar menyusul Joe disana,mereka berteriak histeris ketika melihat Melvin yang sudah tak bergerak di halaman bersalju itu
Salju yang putih bersih menjadi berwarna merah di sekitar Melvin,ibu mereka berlari dengan penuh harapan mendekati pria kecil yang duduk di bawah boneka salju itu, dia terus berteriak memanggil nama Melvin disana,ayah menyusul ibu dan mencoba menenangkannya
"Melvin!" kata Joe lirih sambil menangis di pelukan ketiga kakaknya
Keempat anak itu menyaksikan salah satu saudaranya yang sudah tiada di hari yang seharusnya bahagia,mereka tak menyangka bahwa akan kehilangan saudaranya secepat itu
Tak lama kemudian polisi datang untuk menyelidiki kasus itu,namun mereka tidak menemukan tersangka atas pembunuhan Melvin,polisi mengatakan bahwa mereka mendapat 3 laporan yang sama pada pagi hari ini,hal tersebut membuat Joe semakin yakin akan cerita Natalie kemarin
Sore hari pada hari Natal yang seharusnya bahagia,berubah menjadi kesedihan di pemakaman Melvin,keluarganya masih belum percaya akan kejadian itu,begitu pula dengan Joe yang masih berada makam baru itu sendirian saat semua sudah pulang ke rumah
"Melvin maafkan aku! Maafkan aku! Seharusnya aku menjagamu tadi malam! Kenapa aku tidak menungguimu setelah tau cerita dari Natalie kemarin!! Maafkan aku!! Maafkan aku!! Jika bukan karena aku,kita pasti akan membuka kado natal bersama malam ini!!" kata Joe yang menangis dan menyesal atas kejadian yang sama sekali bukan salahnya itu
Hari semakin gelap dan Joe masih menangis di tepi makam kakaknya itu,dia masih merasa sedih dan sangat bersalah akan kematian kakaknya itu,dia seakan tidak ingin pulang dan tetap menemani kakaknya yang berbaring di sana,namun dia harus benar benar pulang,dengan berat Joe berdiri meninggalkan kakaknya sendirian disana
Joe berjalan pulang sendiri di remang remang sore itu,lampu lampu kecil mulai gemerlapan menghiasi sepanjang jalan menuju rumahnya,loncen lonceng berbunyi tertiup angin dan Joe sendirian menelusuri jalan itu menuju rumahnya,dalam hati kecilnya dia berjanji akan bersikap baik dan menjaga keluarganya agar dia tak kehilangan salah satu dari mereka untuk kesekian kalinya
...........................the and