Kenalkan namaku Zira aku tinggal bersama ayah, ibu tiri dan tiga orang saudara tiriku. Ibu meninggal saat aku kecil, ayahku seorang pengusaha terkenal di Kota K dan 2 saudara tiriku bekerja di kantor yang sama dengan ayahku, dan soudaraku yang 1 lagi buka usaha sendiri. sedangkan aku bekerja di tempat lain aku sengaja bekerja di tempat lain agar aku bisa mendapat pengalaman baru.
Suatu ketika mobil ayahku mengalami kecelakaan, mobil ayahku masuk ke jurang saat ingin mengunjungi kantor cabang yang berada di luar kota. Mobil ayahku ringset sehingga ayahku di larikan kerumah sakit.
Setelah aku mendapat kabar dari supir ayahku aku langsung bergegas menuju rumah sakit, aku panik mendengar kabar kecelakaan ayahku.
"Ibu bagaimana keadaan ayah...? Tanyaku pada ibu tiriku.
"Ayah kamu luka parah Zi, ada pendarahan di otak skarang ayahmu lagi koma dan sedang di tangani dokter.
"Bagaimana bisa terjadi bu.."?
Zira bertanya pada ibunya sambil menangis...
"Ibu juga tidak tau Zi, Ibu tiri Zira ikut menangis.
Salah satu perawat keluar dari ruang UGD
"Keluarga Bapak Handoko... "panggil perawat.
"Iya saya suster, Jawab Ibu tiri Zira.
"Bagaimana keadaan ayah saya sus...? Tanya Zira dengan wajah khawatir.
"Ibu ke ruangan dokter saja nanti dokter yang menjelaskan.. jawab suster.
Zira dan ibu tirinya menuju ruang dokter.
Tok.. tok..
"Masuk.." jawab dokter yang berada di dalam ruangannya.
Merekapun masuk ke ruang dokter. Dokter memeriksa rekam medis ayah Zira dengan teliti.
"Bagaimana keadaan suami saya dok? Tanya ibu tiri Zira.
"Tuan Handoko mengalami pendarahan pada otak dan kaki sebelah kiri mengalami patah tulang, Tuan Handoko harus segera di operasi.
Mendengar penjelasan dari dokter Zira dan ibu tirinya menangis histeris mereka tidak bisa membendung kesedihannya.
"Selamatkan ayahku dok berikan ayahku pengobatan yang terbaik. Zira memohon pada dokter.
Ibu Tiri Zira tidak henti-henti menangisi suaminya, Zira mencoba menenangkan Ibu Tirinya.
Hanphone Zira pun berdering, Zira mengecek nomor kontak siapa yang menelfonnya.
" Kantor Polisi..."? Kenapa kantor polisi bisa menelfonku? Tanya Zira dalam hati.
Setelah mendengarkan penjelasan dari dokter Zira pun keluar dari ruangan dokter bersama ibu tirinya dan berpamitan dengan ibu tirinya untuk keluar sebentar. Zira berpesan pada ke tiga saudara tirinya kalau ada apa-apa segera menelfonnya.
Zira pun tiba di kantor polisi denga supir pribadinya.
"Permisi pak saya tadi menerima telfon dari kantor polisi dan di minta untuk ke sini. Zira menjelaskan maksud kedatangannya di kantor polisi.
"Silahkan duduk Nona Zira, polisi mempersilahkan Zira duduk.
"Terimakasih pak.. Zira duduk di salah satu kursi.
"Begini Nona Zira kami menemukan kejanggalan dalam kasus ini. Tali rem dari mobil Tuan Handokok putus dan putusnya karena di sengaja bisa saja ada seseorang yang sengaja ingin mencelakai Tuan Handoko. Polisi menjelaskan apa yang mereka temukan di tempat kejadian.
"Apa..."!! Ada orang yang mau mencelakai ayahku..? Zira sangat terkejut mendengar penjelasan dari polisi.
"Iya Nona itu menurut bukti yang tim kami temukan di TKP.
"Tapi siapa orang yang mencoba mencelakai ayah saya pak? Selama ini ayahku tidak punya musuh.
"Kami akan menyelidikinya dengan tuntas Nona serahkan saja pada kami. Polisi akan mengusut kasus ini.
"Baik pak tolong temukan pelakunya. Zira meminta pada polisi.
Zira pun kambali ke Rumah Sakit untuk melihat keadaan ayahnya dan betapa terkejutnya Zira, Zira tidak sengaja mendengarkan perbincangan Ibu Tiri dan ke tiga saudara tirinya kalau ternyata yang merencanakan semua ini adalah ibu tiri dan saudara tirinya, itu di karenakan mereka ingin menguasai semua perusahaan ayah Zira karena mereka tau sebahagian besar harta ayah Zira di atas namakan nama Zira.
Zira pun berjalan ke arah ibu tiri dan saudara tirinya sambil bertepuk tangan.
Plaak..plaaak..plaaak...
"Kalian semua hebat sudah mencoba ingin membunuh ayahku karena ingin menguasai semua hartanya kalian semua jahat, tidak tau diri ayahku selama ini telah menolong kalian tapi ini balasan kalin. Zira menangis dan sakit hati, Zira tidak percaya mereka bisa seperti itu pada ayahnya.
"Zira... kamu jangan salah faham dulu ini tidak seperti yang kamu kira. Ibu Tiri Zira mencoba membujuk Zira.
" Saya tidak mau terima alasan lagi dari kalian, kalian akan aku jebloskan ke penjara biar kalian membusuk di sana...!!
Zira tidak bisa menahan emosinya.
Polisi pun datang untuk menangkap mereka.dan membawanya ke kantor polisi.
Zira masuk ke ruangan tempat ayahnya di rawat, Zira menatap wajah ayahnya yang tergolek lemah di atas tempat tidur tidur Rumah Sakit, dengan peralatan medis yang menempel di tubuh ayahnya. Zira menangis sambil memeluk tubuh ayahnya.
Ayah cepat sembuh, jangan tinggalkan Zira sendiri. Zira tidak henti-henti menangis di depan tubuh ayahnya.
END