Kenapa sih cowok tu gak ada yang tulus sama gue? udah sok keren, sok ganteng, malah main- main lagi.
Brenda adalah gadis yang masih duduk di bangku SMA, ia merupakan gadis yang cepas ceplos, bisa dibilang kalo ngomong gak suka mikir.
Ia memiliki dua orang sahabat yang slalu ada buat dia namanya Fixi dan Sena, namun sama lah mreka berdua juga suka ngelantur
"Ehh ada yang takut hantu gak?" tanya sena pada Brenda dan Fixi yang sedang duduk di atas meja kelas
"Ngapain takut sama hantu, emang dia ngigit" canda Fixi yang membuat Sena dan Brenda tertawa
"okeee, tadi kakak gue bilang kalo dia punya kaset film hantu, jadi gimana kalo malam ini kita nonton bertiga" usul Sena
"bolehh, udah lama kita gak nonton bareng" kata Brenda
"oke nanti jam 9 yaa, trus skalian kalian nginep di rumah gue" kata Sena
Rumah mereka memegang sangat dekat bahkan rumah Sena berada di sebelah rumah Brenda, dan Sebelah rumah Brenda adalah rumah Fixi. jadi yaa kayak rumahnya Spongebob, Patrick, dan Skwidwod. hehehe
Malam itu benar saja, mreka bertiga sudah siap dengan bantal, selimut dan cemilan, mreka tampak bersemangat untuk memutar film tersebut
"Udah nih, gua udah siap cpet puter" kata Fixi
"Tau nihh, apa judul nya?" tanya Brenda
"nihh, judul nya My Boyfriend Is a Ghost" kata Sena sambil menggoyangkan kaset tersebut
Setelah memasukkan laset tersebut kedalam DVD ia pun duduk di samping Brenda dengan cemilan di pangkuannya
Mreka menonton hingga larut malam sampai-sampai mereka tertidur di tempat tersebut
"Bangun.... Bangun..." kata Sena pada kedua temannya
"hahh?? jam brapa nih?" tanya Brenda
"Jam enam, buruan pulang, mandi, trus ganti pakaian, inget sekolah" kata Sena
Brenda dan Fixi pun pulang kerumahnya masing-masing. lalu berangkat ke sekolah bersama ayahnya masing-masing
Ketika pulang sekolah, ayah mereka bertiga tidak datang, mereka pikir ada kerjaan, lalu mereka bertiga memutuskan untuk berjalan kaki ke rumah mereka
Namanya juga jalan kaki pasti ada saja saat untuk beristirahat, kebetulan jarak rumah mereka dan sekolah agak jauh, di tambah harus melewati kuburan. tetapi mana mungkin takut kan mereka jalan kaki siang hari
Malahan mereka duduk di bawah pohon yang ada di depan kuburan tersebut atau di pinggir jalan
"oh ya, gimana film kemarin?" tanya Sena
"itu mah bukan film hantu, malahan film romantis" kata Fixi
"ia sihh hantu nya gak serem" tambah Sena
"Jangan kan serem orang hantu nya ganteng gitu" kata Fixi lagi
"Iyaa ganteng banget, kalo disini ya ada hantu yang ganteng nya kyk gitu, gue rela dah ikut ke alamnya mreka" kata Brenda yang membuat kedua sahabatnya tertawa
Lalu tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan mereka, ternyata itu adalah ayah Brenda. Mreka bertiga pun masuk ke dalam mobil tersebut
Di tengah jalan Brenda, Fixi, dan Sena mengipas-ngipaskan buku mreka, padahal udah ada AC mobil. tetapi mungkin mereka terlalu lelah
"Kok baru di jemput?" tanya Brenda pada ayahnya
"tadi habis ngelayat, anak teman papa meninggal" kata pak Tio papanya Brenda
"Hahh" teriak ketiga sahabat tersebut
"Kanapa?" tanya pak Tio yang agak terkejut dengan ketiga anak-anak tersebut
"jadi sebelum kita duduk di depan kuburan itu, ada yang baru aja selesai nanam mayat gituhh?" kata Brenda
"Sssttttt.... kamu pikir nanan benih" kata pak Tio
"ya serius nih omm?" tanya Sena
"ia, makanya berdoa dulu sebelum duduk di sembarang tempat" nasehat pak Tio
Mreka pun sampai di rumah mereka, Brenda langsung mandi, lalu makan siang, dan merebahkan tubuhnya di tepi ranjang
Hari itu adalah hari yang sangat melelahkan bagi Brenda, ia langsung tertidur dengan sangat lelap
Hingga ia terbangun karena sebuah angin yang bertutup ke arah nya. dan betapa kagetnya dia ketika membuka matanya
Ia melihat seorang laki-laki seumuran dirinya duduk di sebelahnya sambil menatap dengan senyuman ke arah nya
"Siapa lo?" tanya Brenda dengan nada yang sangat tinggi
"emang gak boleh gue disini?" kata laki-laki tersebut
"ya gak....." belum selesai ia melanjutkan kata-katanya seseorang terdengar mengetuk pintu
Brenda bingung ia tidak tau apa yang akan di fikiran oleh orangtuanya ketika melihat laki-laki di kamarnya
" Cepet sembunyi" kata Brenda sambil mendorong laki-laki tersebut
Dan ibunya sudah membuka pintu begitu saja, Brenda sangat kaget ketika melihat ibunya, namun laki-laki itu sudah lenyap dari pandangan nya
"kamu teriak ke siapa?" tanya buk Tika ibunya Brenda
"a...ahh..ahahah aku tadi mimpi buruk" kata Brenda
"Makanya baca doa dulu doong" kata buk tika
"ya udah mandi sana, udah mau malam" kata buk tika dan menutup pintu kamar Brenda
"Kemana tuh cowok" gumam Brenda
"Disini" kata laki-laki tadi yang sedang duduk di ujung ranjang
"Lo kayak jin dehh, tadi gak ada sekarang ada" kata Brenda
"Jin?? jin apanya aku sembunyi di bawah ranjang ini" kata laki-laki tersebut
"Siapa lo? knapa lo kesini? dan dari mana lo datang?" tanya Brenda
"Nama gue Luwis, gue kesini mau nyari lu, dan gue masuk kesini dari.... tuh...." kata Luwis sambil menunjuk ke arah jendela yang terbuka
"Aneh, lu pergi sana, gue lelah banget, mau tidur" kata Brenda
"gue akan pergi kalo sama lo" kata Luwis
"ehh aneh lu ya, udah masuk diam-diam malah ngajak jalan lagi, tar kalo papa gue masuk mampus lu" kata Brenda yang menarik selimut nya untuk kembali tidur
"Biarin, biar dinikahin sekalian" kata Luwis
Brenda berusaha memejamkan matanya agar kembali tidur, tetapi tidak bisa. namun kemudian sebuah tantangan mengelus rambut Brenda hingga membuat nya mengantuk dan tertidur
Pagi harinya ia terbangun, ia tidak melihat Luwis di sekeliling kamar nya
"pasti mimpi" kata Brenda
"Mimpi apa?" kata Luwis yang tiba-tiba sudah berada di ujung ranjang
Brenda langsung berlari ke luar dan kaget karena menabrak seseorang di blakang nya
"Knapa lu?" tanya Sena ternyata yang ia tabrak adalah kedua sahabatnya Sena dan Fixi
Hari itu adalah hari Minggu, jadi mereka tidak sekolah
"Kalian mau ngapain?" tanya Brenda
"emang gak boleh, gue capek, ajak duduk di kamar lu doong" kata Sena
"ehh bentar, tau gak di kamar gue ada cowok'' kata Brenda gugup
"Haahhh?" teriak kedua sahabatnya
"sssstttttt brisik" kata Brenda
Mreka bertiga pun masuk ke kamar Brenda, Fixi dan Sena sudah sangat kepo dengan ucapan Brenda
"Mana?" tanya Sena yang tidak melihat siapa-siapa di kamar tersebut
Brenda beberapa kali memanggil nama Luwis, tetapi tidak ada kata apa pun
"lo mimpi kali" kata Sena
"ia nihh" tambah Fixi
"gak mungkin, gue gak mungkin salah" kata Brenda meyakinkan
"udah skarang lo mandi, makan, trus istirahat'' kata Fixi dan Sena lalu meninggalkan rumah Brenda
Setelah mandi dan makan, Brenda memiliki ide, ia pergi ke kamar kakak laki-lakinya yang masih di luar negri untuk mengambil kamera.
Kemudian kamera tersebut ia taruh ke dalam sebuah wadah bening. agar jika Luwis datang ia tidak curiga
Ia menaruh kamera tersebut di sebuah rak, yang menghadap ke ranjangnya. tak lama kemudian Luwis datang entah dari mana
"Gue mau tidur" kata Brenda
Luwis pun duduk di samping kepala Brenda dan mengelus rambutnya, Brenda terus saja memikirkan wajah Luwis yang sangat tampan dengan kulit putih nya
Hingga ia terbangun, Brenda melihat jam dinding nya yang menunjukkan pukul 02.00, dan ia juga tidak melihat Luwis
Brenda berlari ke arah rak untuk mengecek rekaman nya. dan benar saja yang ia lihat Luwis tidak terlihat juga di kamera tersebut
Kemudian ia dikagetkan dengan desisan angin dari blakang tubuh nya
"Kamu udah tau siapa aku sebenarnya?" kata Luwis dari blakang tubuh Brenda
"Apa mau kamu" kata Brenda yang membalikkan tubuhnya
"kamu bilang kamu akan ikut ke alam kqmi jika ada salah satu dari kami yang tampan? tidak kah aku tampan?" kata Luwis
Luwis pun menarik tangan Brenda dan menidurkan nya di ranjang nya, ia beberapa kali mencium Brenda dan BOOOM
Luwis menarik Brenda, tetapi ketika Brenda melihat ke ranjang, ia melihat tubuh nya masih tertidur di ranjang tersebut dengan menutup kan mata
" Skarang kamu bisa ikut" kata Luwis
Keesokan harinya pak Tio dan buk Tika berteriak histeris melihat anaknya yang tak bernyawa di atas ranjang
Dan Brenda harus menerima kenyataan bahwa dirinya sudah menggal dan harus tinggal dengan Luwis dah hantu lainnya
(Makanya guyss jaga ucapan)
Makasi udah mampir ✨