Gelap...
Sunyi...
Bertemankan sinar rembulan yang tampak menyorot mata-nya dari balik jendela bertirai kain putih tipis.
Hawa dingin seakan membekukan tubuh-nya yang telah di ikat dengan seutas tali ke sebagian dari tubuh bagian tengah.
Tubuh kecil-nya di ikat di sebuah tempat duduk bermodel kuno, serta mulut pun juga di tutup menggunakan sehelai kain. Sehingga ia tidak bisa lagi untuk berbicara, barang satu kata pun.
Dia hanya bisa menggoyang-goyangkan tubuh-nya agar bisa terlepas dari ikatan tersebut. Namun nihil, ikatan tersebut lebih erat dari dugaan-nya.
Mata-nya mulai mencari-cari sesuatu, dia mencari sesosok pria yang tengah membawa-nya kemari.
Namun, hanya kegelapan dan kesunyian yang ia dapat.
Kini dia hanya bisa mematung.
Tidak lama, muncullah seorang pria memakai topeng dan mulai mendekat kepada gadis yang tengah di ikat-nya itu.
Ia yang melihat pria tersebut merasa ketakutan, tubuh-nya menggigil. Kringat dingin mulai membanjiri wajah cantik-nya.
Pria bertopeng pun lanjut saja dan dengan seketika sudah berada tepat di depan wanita tersebut. Dan mulai membuka ikat kain yang membungkus mulut wanita tersebut.
Ana: siapa kamu??
Pria bertopeng: ha ha ha (dia tertawa lepas, dia senang melihat wanita itu ketakutan)
Sang pria bertopeng mulai mengeluarkan pisau yang ada pada saku jaket-nya.
Di perlihatkan pisau itu tepat di depan wajah wanita tersebut.
Ana: tidakkk....apa yang akan kamu lakukan pada ku??
Sekali lagi pria bertopeng tersebut hanya tersenyum, dan mulai menggerakkan pisau tersebut mulai dari dahi sampai di leher wanita tersebut.
wanita tersebut semakin ketakutan, mata-nya terpejam, mendapat perlakuan itu.
Akhir-nya pria bertopeng mulai berbicara.
Pria bertopeng: kamu tau, hal apa yang paling aku benci dari kamu??
Ana: aku....aku...ngak nggerti maksut kamu.
Pria bertopeng: sok cantik!! cihhh...kenapa pula dia bisa memilih kamu. (seringai-nya sambil terus memainkan pisau-nya ke leher ana)
Ana: tolong...maaf kan aku, aku ingin keluar dari sini.
Pria bertopeng: apa??ingin keluar?? setelah semuanya??hah.(bentak-nya kepada wanita tersebut)
Ana: aku..aku sungguh tidak mengerti apa maksud mu. Tolong...lepas kan aku.
Pria bertopeng: ingin aka lepas kan. ha ha ha. Ini yang aku ingin kan.
Mulau lah pria itu mengangkat pisau-nya ke udara dan mengarahkan nya ke perut sebelah kiri wanita tersebut.
"Jlebbbb...."
Sebuah tusukan mendarat tepat di perut-nya. Darah segar mulai mengalir dari perut-nya dan mengotori baju-nya.
Rasa nyeri, sakit tidak terhingga merasuk ke tubuh-nya. Tangan-nya yang masih di ikat tidak mampu untuk menutup luka tersebut.
Alhasil hanya kesakitan yang ia rasakan.
pria tersebut mendekat dan membuka ikat tali tersebut. Seketika wanita tersebut ambruk ke lantai yang cukup kotor. sepertinya ruangan tersebut jarang di huni.
Entah tidak terurus atau mungkin sudah tidak terurus. Pokok-nya gambaran-nya hanya berdebu, dekil, berjamur dan begitu menyeramkan jika di sebut dengan sebuah rumah.
Ana mencoba bergerak dan menutup bekas tusukan-nya dengan tangan-nya.
Pria bertopeng: kamu nggak penasaran dengan ku?? (mulai membuka topeng yang sedari tadi di pakai-nya)
Mata ana serasa terpaku melihat orang yang tengah ada di depan-nya. Yang tengah menusuk-nya tanpa rasa bersalah.
Ana: kamu...???
(flash back)
Terlihat dua orang pria yang telah ngekos bareng di sebuah rumah kos sedang asyik membersihkan kamar-nya.
Mereka adalah adi dan rama. Mereka telah tinggal di kos tersebut mulai dari tahun pertama mereka berkuliah di kota XXX. Dan kini tinggal semester terakhir mereka kuliah.
Mereka sangatlah dekat seperti surat dan perangko. Dimana ada adi di situ ada rama.
Baik di universitas, di rumah maupun di luar rumah. Bahkan ada rumor tentang mereka, bahwa mereka adalah pasangan gay.
Begitulah tanggapan rekan dsn para tetangga tentang mereka.
Hingga suatu ketika,rama mulai dekat dengan wanita seangkatan-nya bernama ana.
Adi yang notabene teman rama cuma menerima saja, saat di kasih tau rama bahwa ia telah berpacaran dengan ana belum lama ini.
Rama mulai sering membawa ana ke kos mereka untuk sekedar mengerjakan tugas, atau sekedar mengunjungi rama.
adi yang melihat-nya mulai risih. Pasal-nya dia juga tidak punya pacar dan hanya punya rama sebagai teman-nya.
Suatu hari adi memergoki rama dan ana sedang asyik berciuman di kos-an mereka.
Tampak rasa cemburu terlihat jelas di raut wajah-nya. Adi pun ingin segera pergi namun rama menahan-nya.
Rama: hay bro..santai kali, kami cuma sekedar ciuman. Tenang besok akan aku kenalin kamu ke seorang wanita.(menggenggam tangan adi seraya menahan-nya agar tidak pergi dan tetap ada di dekat-nya)
Adi: lepas ma..aku pergi saja, silah kan lanjutkan lagi acara kalian.(melepas genggaman tangan rama dan pergi keluar dari kos an)
Rama: bro...lho marah ya, oke besok gue kenalin lo sama cewek deh. (tetiak-nya dari dalam kos)
Ana: sepertinya dia marah sayang. (membenarkan lipstik di bibir-nya yang berantakan sebab ulah pacar-nya itu)
Rama: tenang, besok juga reda dia. Kita lanjutkan saja yang belum selesai.
Di tarik-nya tubuh ana kembali kedalam pelukannya, dan ya tau sendiri apa yang selanjut-nya di lakukan terhadap seorang pria kepada wanita-nya kan!!
*******
Beberapa hari berlalu semenjal hari itu, adi dan ana tidak pernah pasasan walau ana sering menghampiri rama di kos-an nya.
Tapi tidak dengan hari ini, di hari yang terik adi sedang melamun di teras kos dan tidak melakukan apa-pun. Hari ini diri-nya free setelah menyelesaikan skripsi-nya.
Entah apa yang di fikirkan oleh adi namun nyata-nya hadir-nya ana di sana tidak di ketahui-nya.
Sehingga timbul niat nia untuk mengagetkan-nya.
" dooorrrr...."
Di kejutkan-nya adi dengan suaranya yang lantang dan sedikit dorongan yang membuat-nya jatuh dari duduk jongkok-nya.
Seketika adi pun reflek berdiri dan jampir menarik ana dalam pelukan-nya. Namun usaha-nya nihil karena rama sudah dulu menghadang-nya.
Ana pun berlindung di belakang rama dengan sangat erat. Dari belakang ana menjulurkan lidah-nya seraya senang membuat adi bisa terkejut dan terjatuh seperti itu.
Rama: apa yang kamu lakukan di??(melindungi pacar-nya yang ada di balik punngung-nya)
Adi: dia...ah lupakan. (lanjut pergi, dan masuk serasa kesal kesan romantis mereka)
Rama: di...aku belum selesai bicara!! (rama pun juga bingung dengan sikap adi yang mulai berubah)
Rama pun berbalik dan memeluk pacar-nya tersebut.
Rama: kamu tidak apa-apa?? (mengusap lembut rambut wanita pujaan-nya itu)
Ana: enggak kog, jangan marah sama adi. Aku tadi berusaha akrab dengan adi. Tapi seperti-nya dia malah marah.
Rama: iya, tidak apa. Kita sering salah faham. Tapi gampang baikan juga kog. Jadi kamu tidak perlu merasa bersalah.
Ana: yuk..kata mu mau ke kampus?? (mengajak rama untuk segera pergi)
Rama: oke, aku ambil tas dulu
Ana: oke
Akhir-nya mereka pergi dengan meninggalkan kekesalan pada diri adi.
******
Hari demi hari berlalau, hingga bulan telah berganti dengan tahun. Saat bersama dengan ana dan rama semakin lekat sampai seperti keluarga badi adi.
Kini mereka baru saja lulus dari perkuliyahan, ana dan rama memutuskan untuk lebih serius terhadap ana.
Rama ingin melamar kekasih-nya itu segera. Beda lagi dengan adi yang tetap jomblo dan tidak menjalin hubungan dengan wanita manapun.
Sudah puluhan kali, rama mengenalkan-nya dengan wanita-wanita cantik. Namun selalu saja ada alasan untuk-nya menolak.
Kini setelah lulus, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.
Dengan bekal alamat yang di berikan oleh adi, rama dan ana berniat untuk berkunjung ke rumah adi. Untuk menunjukkan bahwa mereka sudah tunangan dan ingin memberikan surat undangan pernikahan mereka.
Adi: ohh..rama, ana..silahkan masuk.
Rama dan ana: makasih
Mempersilahkan mereka masuk dan memberi mereka segelas minuman.
Adi: gimana kabar kalian. (dengan senyum yang sedikit di paksakan)
Rama: baik kog di, kamu sendiri baik kan??
Adi: ya..begini lah. Ada perlu apa kemari??
" taraaaa...."
Menunjukkan cincin yang ada di jari manis mereka berdua dengan senyum sumringah.
Ana: kami sudah tunangan..dan ini undangan untuk mu. Dateng ya ke pernikahan kita. (pinta ana dengan manja)
Adi: (hanya tersenyum tipis)
Rama: oke, kita pergi ya. Kami tunggu kedatangan mu. Awas saja nggak datang. Gue bunuh lo ha ha ha
Adi: iya, aku pasti akan datang.
Akhir-nya mereka pergi. Adi yang memegang undangan tersebut memanas dan meremas undangan tersebut saking kesal-nya.
******
Hari di mana rama dan ana bersanding di pelaminan pun terjadi, mereka berdua memakai jas dan gaun yang sangat cocok. Mereka tampak cantik dan ganteng.
Dengan berat hati adi datang ke pernikahan tersebut. Berbekal keberanian yang cukup besar, ia melangkah dan memberi selamat kepada kedua mempelai.
Setelah itu dia langsung keluar untuk mencari udara segar. Rama yang melihat itu pun berlari mengejar adi yang tiba-tiba saja pergi.
Ternyata adi cuma pergi ke depan dan sedang merokok. Rama pun mendekat dan mencoba membujuk adi untuk bergabung ke dalam.
Rama: trimakasih sudah datang ke hari bahagia ku. Aku sangat berhutang budi pada mu. Untuk semua nya mulai dari pertama kita ketemu sampai saat ini.
Adi: ngmong apa sih lo ma??
Rama: gue nggak bakal lupain lo kog, mesti gue dah sama ana. kita kan teman.
Andi: (tersenyum tipis)
Rama: yuk masuk (menggeret tangan adi untuk masuk)
Di sana tepat waktu-nya untuk ber-swafoto. Dengan geretan rama, akhir-nya adi ikut juga berfoto.
Rama dan adi di tepi, sedangkan ana berada di tengah-tengah mereka.
Pesta penikahan pun selesai dan berjalan dengan sangat baik.
*******
Beberapa hari kemudian adi mendapat kiriman foto mereka dari pernikahan rama dan nia.
Seketika amarah-nya memuncak, adi langsung cabut mengendarai mobil-nya menuju rumah kediaman adit dan ana.
Di tengah perjalanan, adi merobek foto tersebut menjadi dua. Dan mendekatkan potongan foto-nya dengan rama.
adi: kenapa kamu nggak memilih aku rama?? kenapa kamu malah memilih ana si cewek sialan itu!! (menggebrak setir mobil-nya dengan keras dan melaju dengan kecepatan ekstra)
(flash back end )
Kembali ke ana yang tengah mencoba untuk berlari dari psikopat adi ini. ana mencoba meraba-raba ponsel-nya namun adi sudah membawa-nya terlebih dahulu.
Adi: kamu cari ini?? (menunjukkan ponsel yang tengah di bawa-nya)
Ana: kembalikan...tolong..(dengan menahan rasa sakit-nya)
Adi: kamu mau telfon rama kan?? tenang, aku lagi baik hati. Akan aku sambungkan dengan suami mu yang baik itu.
" tut...tut..."
Telfon pun tersambung. Terdengar suara dari balik telfon tersebut. Ternyata adi sudah menekan tombol lodsepeker agar dia juga bisa mendengar siara rama.
Rama: sayang...kamu di mana?? kenapa seharian ini kamu tidak ada kabar??
Adi: ha ha ha..kamu tau ini siapa??aku adi bukan istri tercinta kamu.
Ana: rama...tolong aku (jerit ana dengan sekuat tenaga)
Rama: apa yang kamu lakukan dengan ana di??
Adi: tenang, aku hanya bersenang-senang sama dia. Lihat lah (menunjukkan keadaan ana yang penuh dengan darah akibat luka tusukan)
Ternyata sedari tadi ia sedang melakukan vidio call. Jadi terlihat jelas apa yang sudah terjadi pada ana.
Adi: kemari lah..selamat kan wanita mu. Atau akan aku bunuh dia.
Rama: siall...jangan macam-macam aku akan kesana. (dengan terburu-buru dia bergegas pergi menuju alamat yang sudah di serlok oleh adi)
Adi: jangan lama, aku sudah lama ingin membunuh dia di depan mu.
Ana mulai berlari, dengan darah yang semakin mengalir deras, mengotori lantai. Dengan santai-nya adi mengikuti arah kemana ana akan kabur.
Adi: lari lah...jangan sampai aku menangkap mu, atau kau akan tamat.
******
Dengan cepat rama mengendarai motor-nya menuju ke lokasi yang di kirim oleh adi. Nggak sampai 20 menit rama sudah ada di tempat tersebut.
Di sisi lain adi sudah mendapatkan kembali ana. Dia menyeret ana masuk ke dalam ruangan kembali.
Adi: kenapa penyelamat mu lama sekali, apa dia sudah nggak peduli sama kamu lagi. ha ha ha (tawa-nya begitu lepas)
Ana: nggak...nggak mungkin, dia pasti datang.(dengan napas yang sudah terengah-engah karena mengeluarkan darah yang begiti banyak)
Tanpa di sadari rama datang, dan menendang adi dari arah berlawanan sampai dia tersungkur. Namun dia malah tertawa.
Adi: siall...lo datang juga. (mengusap bibir-nya yang berdarah akibat tendangan rama tadi)
Rama: kamu memang gila, apa yang kamu perbuat dengan ana??
Adi: ya..aku memang gila. Gila karena kamu. kenapa rama??kenapa kamu tidak melihat ketulusan ku selama ini?? kenapa kamu malah memilih cewek sialan ini. (menunjuk ke arah ana yang tengah terkapar di pangkuan rama)
Rama: cukup, aku akan bawa dia pergi dari sini. (beralih bicara kepada ana). Tenang sayang aku akan membawa mu pergi.(mulai menggendong ana dan mulai beranjak)
Adi: rama...berhenti, atau aku akan membunuh-nya.
Rama pun tidak menggubris dan melangkah pergi. Adi yang geram langsung berlari dan mencoba menusuk ana kembali. Namun tiba-tiba...
"doorrrr..."
Suara tembakan pistol mengenai kaki adi dan langsung terkapar. Alhasil adi di tangkap polisi sedangkan ana telah di larikan ke rumah sakit oleh rama.
SELESAI