Sebelum semuanya berakhir .
Sentuhlah setiap inci yang ada dalam diriku ,ukir setiap sentuhan itu hingga menjadi jejak dirimu yang tak bisa ku lupakan .
Karna di setiap tarikan nafas tanpa mu di sisiku nanti ,semua akan terasa sesak .
Kecuplah setiap celah yang ada pada ku ,isilah dengan cinta mu yang tak terbatas itu .
Semua akan terasa sunyi tanpa mu ,suara desahan itu akan menjadi melodi kerinduan ,yang membuat cinta menjadi sebuah hukuman .
Jangan berhenti dalam satu sentuhan ,bawalah aku dalam dekapan ,lalu sentuhan ,kecupan ,dan desahan itu menyatu menjadi sebuah nyanyian perpisahan .
Sebelum aku pergi .
Bisakah ku tulis sebuah kisah tentang kita ?,sampai malam kisah ini berakhir ,bahkan tanpa kata perpisahan .
Bukankah dari awal kisah ini bukan tentang kita ,aku hanyalah piguran di dalam nya ,yang mencuri mu dari si pemeran utama .
Jadi nikmatilah aku ,hingga menit terakhir kisah ini berakhir .
** ** **
Ana claudia ,seorang mahasiswi pintar yang kurang beruntung ,dia besar di panti asuhan dan hanya keberuntungan yang membuat nya bisa kuliah sampai S2 jurusan kimia murni .Sejak masuk universitas Ana memilih meninggalkan panti asuhan lalu tinggal di asrama kampus yang sewa nya lumayan terjangkau .Bukan hanya keberuntungan yang dia miliki ,Ana juga tergolong mahasiswi cerdas dan berbakat dia terpilih menjadi asisten salah satu dosen berpengaruh di kampus .
"Ana jangan lupa siapkan materi untuk besok bahan nya sudah saya kirim lewat e-mail "
"Baik pak "
Chandra lukas pradana ,dosen yang menjadikan nya sebagai asisten .Umur mereka terpaut lima tahun ,dia adalah dosen paling berpengaruh di universitas ini ,tentu saja dia pintar dan berpengalaman tapi yang lebih membuatnya berpengaruh adalah karna dia adalah anak pemilik universitas ini ,Ana cukup beruntung bisa menjadi asisten nya ,karna bayaran nya lumayan banyak dan bisa membantu biyaya hidup nya .
Awalnya berjalan lancar tak ada yang aneh dengan hati nya ,Ana sebaik mungkin bekerja profesional tanpa melibatkan perasaan nya ,tapi hari demi hari perasaan di hatinya mulai berubah ,Pak Dosen itu terlalu baik pada nya ,Ana tau dia memang baik pada semua orang tapi berada lebih dekat dengan nya membuat perasaan itu muncul .
Dia tampan tinggi dan kaya ,siapa yang tak suka pada nya ,apalagi sikap nya yang baik dan mudah bergaul dengan siapa saja .
"Kamu duduk saja Ana printer nya agak lemot "
Siang itu Pak Dosen manggil untuk memberinya bahan materi kelas hari ini .
"Mau es americano ?"
"Trimakasih pak "
Setelah membuatkan nya minuman ,Pak Dosen itu kembali ke tempat duduk nya ,menatap nya dengan tatapan lembut nya seperti biasa .
"Ana kamu sudah punya pacar "
"Uhukk uhukk "
"Kamu tak apa-apa "
Kenapa dia mendadak menanyakan itu ,membuat nya panik dan salah tingkah .Dia memberi Ana sebuah sapu tangan untuk mengelap bibir nya .
"Saya tak pacaran pak"
"Benarkah ,apa tak ada orang yang mendekati mu ?"
"Sejauh ini tidak "
"Hmmm padahal kamu cantik "
Cantik ,benarkah ?.Selama ini Ana hanya fokus kulaih dan kerja dia tak pernah punya niat untuk berkencan dengan siapapun hingga tak pernah memperhatikan penampilan nya .
Hari demi hari setelah itu ,hubungan mereka semakin dekat ,Chandra merasa nyaman jika berada di dekat Ana ,meskipun gadis itu kaku dan dingin dia selalu bersikap realistis tapi tulus ,selama ini banyak mahasiswi yang mendekati nya karna tau dia kaya ,tapi berbeda dengan Ana ,meski punya kesempatan lebih karna menjadi asisten nya dia tak pernah melewati batasan selalu bersikap profesional.
"Ana materi nya sudah saya kirim ,untuk sementara gantikan saya mengajar "
Ada apa dengan nya sudah seminggu ini dia tak datang ke kampus ,Ana sangat penasaran tapi apa hak nya untuk tau masalah pribadi nya itu .
Sepulang dari kampus Ana langsung mengganti pakaian nya ,sudah lebih dari dua minggu ini dia kerja tambahan di sebuah club malam ,dia terpaksa mengambil pekerjaan itu karna harus segera mengganti laptop nya yang sudah sangat jelek .
"Kau sudah datang ,kau sudah makan ?"
Dia Dori teman SMA Ana yang kebetulan pemilik club tempanya bekerja ,sebenarnya Dori bisa memberinya laptop baru dengan cuma-cuma tapi Ana tak pernah mau berhutang pada siapapun .Jadi dengan terpaksa dia membiarkan Ana bekerja ,tentu saja dengan pengawasan nya secara langsung .
"Aku sudah makan ,aku akan ganti baju dulu "
Malam kian larut ,club ini tutup menjelang subuh dan Ana sudah bisa pulang pukul 03:00 dini hari .
"Ana bisa antarkan pesanan ini ke ruang dua ,aku kebelet nih mau ke toilet"
"Oh ok "
Ruang private no dua ,setelah menemukan ruangan itu Ana mengetuk pintu nya beberapa kali ,tapi tak ada respon .Dengan ragu akhirnya dia membuka pintu itu dan mulai berjalan masuk .
"Permisi ini pesanan anda "
Seorang pria muda tampan dengan setelan jas mewah sudah hampir terkapar di kursinya ,dia dengan setengah sadar membuka matanya dengan berat .
"Pak Chandra ?"
Bagai mana bisa dia di sini .
"Akhh minuman ku ,tolong isi lagi gelas nya "
Dia sudah sangat mabuk ,kenapa dia bisa sampai begini .Ana mendekatinya dia akan bicara baik-baik agar Dosen nya itu berhenti lalu segera pulang .
"Pak sudah cukup ,Bapak sudah banyak minum "
"Chandra panggil aku itu ,kenapa kau selalu manggilku Bapak ,aku masih muda "
Bahkan dia sudah tak mampu bicara dengan jelas ,Ana bingung harus melakukan apa .
"Iya pokonya anda harus pulang ,ayo saya bantu "
Ana mencoba menarik tangan Chandra agar berdiri dan bermaksud mapahnya keluar ,tapi dia malah menarik tangan Ana ,membuatnya jatuh tepat di pangkuan nya .
"Kau Ana kan ,apa hanya halusinasiku lagi ?"
"Iya saya Ana ,ayo pak pulang "
Dia mencoba bangkit lagi ,tapi Chandra malah memeluk nya .Ana hanya terdiam dia sangat kaget dengan perlakun Dosen nya itu .
"Kau tau sangat nyaman berada di dekat mu ,bisakah kau selalu di dekat ku seperti ini ?"
"Pak anda mabuk ,ayo saya antar pulang "
Chandra menarik dagunya dan dengan cepat langung mencium bibirnya ,Ana lagi-lagi hanya bisa membeku ,dengan mata yang kini membulat sempurna .Dia seolah terhipnotis dengan tatapan lembut Chandra yang kini mulai memejamkan mata nya lalu mulai memainkan bibir tipis nya. Sedekat ini untuk pertama kalinya dia bisa melihat dengan jelas bagai mana wajah Chandra ,sejenak dia terpesona dengan ketampanan pria itu .Hidung mancung nya ,mata indah nya bahkan bibir tipis nya yang kini terasa sangat manis ,Ana menyukai nya .
Setelah malam itu semuanya berubah ,Ana mengantar Chandra pulang ke apartemen nya ,dulu dia pernah ke sana saat di suruh mengambil dokumen penting yang tertinggal jadi dia masih ingat di mana Chandra tinggal ,bahkan dia tak mengubah sandi akses pintu nya .Dengan tertatih dia membopong tubuh tinggi dan besar pria itu lalu menidurkan nya di ranjang king size nya ,setelah itu Ana hanya terdiam menatap lekat pria di depan nya .
"Ku harap dia lupa dengan kejadian tadi "
Di lepasnya sepatu yang masih menempel di kaki Chandra .
"Aku tak akan lupa ,bibir mu manis sekali Ana "
Chandra menahan tangan Ana yang hendak keluar dari kamar nya ,dengan kesadaran nya yang sudah lumayan pulih Chandra bangkit dan duduk .
"Aku menyukai mu ,bahkan sebelum kau menjadi asisten ku di kampus .Saat kau mengajukan diri sebagai salah satu calon asisten ku, tanpa berpikir lagi aku langsung memilih mu ,aku beruntung bisa melihat mu sedekat itu setiap hari "
Apa yang dia katakan ,Ana berpikir pasti Chandra masih mabuk .
"Keluarga ku sangat licik dan cerdik ,mereka tau aku menyukai mu ada mata-mata di kampus yang selalu mengawasi ku .Aku tak ingin mereka menyentuh dan menyakiti mu jadi aku menerima perjodohan itu ,aku tak menyukai nya yang aku suka adalah kau Ana ,aku mencintain mu "
Hubungan di antara keduanya mulai berubah ,Chandra mulai terang-terangan mengungkapkan rasa sukanya di depan Ana ,bahkan saat di kampus dan hanya ada mereka di ruangan dosen Chandra sudah tak segan lagi untuk memeluk nya .Dia bahagia dengan ini ,sejenak Ana seolah menjadi Cinderella yang beruntung di cintai Chandra sang pangeran .Hingga Ana sadar siapa dia ,kisah ini di tulis bukan untuk nya ,dia hanya piguran yang sekedar lewat di antara mereka .
"Kamu Ana claudia ?"
"Iya benar "
"Bisa kita bicara berdua "
Seorang wanita seusia nya tiba-tiba datang ke asrama ,dengan di balut pakaian bermerek dan mahal dia kini duduk berhadapan dengan nya .
"Aku akan langsung saja pada inti nya ,aku Laura tunangan Chandra ,kamu pasti tau dia sudah bertunangan kan "
Iya Ana tau kekasih nya itu sudah bertunangan semunggu yang lalu ,tapi Chandra sendiri yang bilang dia tak mencintai gadis pilihan orang tua nya .
"Jauhi dia ,aku tau kamu punya hubungan dengan Chandra ,aku tau dia hanya mencintai mu .Tapi cinta saja tak cukup untuk hidup bersama nya ,jauhi dia atau hidup mu akan berantakan "
Dia pergi setelah mengatakan itu ,Ana tak bisa membantah ucapan nya ,dia punya segalanya ,kekayaan ,wajah cantik dan kekuasaan .Bahkan sosok Cinderella pun tak pantas untuk dirinya ,Ana hanya upik abu yang lusuh .Jika harus meninggalkan Chandra ,maka izinkan dia menghabiskan malam ini bersama nya ,malam dengan penuh cinta untuk terakhir kali nya .
"Berhenti minun Ana ,kau tak biasanya mabuk begini "
"Malam ini sangat indah ,aku tak ingin melewatkan sedetik pun "
Ana bangkit dan mulai melangkah mendekati Chandra ,kini mereka hanya berdua di apartemen Chandra .Ana sengaja duduk di pangkuan nya lalu mulai mencium bibir Chandra lembut ,tangan nya mulai menjalar membuka setiap kancing kemeja yang Chandra pakai .Dia muali mengikuti Ana lalu memangku tubuh kecil kekasih nya dan menidurkan dia di atas ranjang .Setelah itu malam yang panas untuk pertama kalinya di hidup mereka di mulai ,Chandra mencumbui setiap jengkal tubuh nya dengan seluruh cinta ,Ana wanita satu-satunya yang akan mendapatkan tubuh nya .Hingga semua itu selesai dan pagi mulai datang ,tubuh mereka saling memeluk tanpa sehelai pakaian menempel pada kedua nya . Ana sengaja bangun lebih awal,dia mulai bangkit dan memakai baju nya ,di lihatnya lelaki yang begitu di cintai nya .
"Maafkan aku Chan ,aku percaya jika Tuhan menjodohkan aku dengan mu dia akan mempertemukan kita lagi "
Ana pergi tanpa meninggalkan pesan apapun .Menurutnya ini yang terbaik untuk hubungan mereka ,dia tak ingin menjadi wanita ketiga di dalam hibungan mereka .
Setiap hari Chandra mencari keberadaan nya ,dia menghilang dari kampus dan kota itu Chandra mencarinya seperti orang gila .Hingga dua tahun setelah itu dia terpaksa menikah dengan Laura ,pernikahan tanpa cinta itu tak pernah harmonis bahkan Chandra enggan menyentuh nya .
"Apa harus ke luar kota ,tak bisakah penelitian nya di lakukan di kampus kita ? "
"Jangan campuri urusan ku "
Lura tak pernah mendapat perlakuan baik dari Chandra bahkan sampai saat ini hampir dua tahun pernikahan mereka ,Chandra masih tak mau menyentuh nya .Dia tau suami nya itu mencintai wanita lain .
"Siapa pemilik perkebunan ini ,kita harus meneliti sungai yang ada di dalam lahan nya "
"Akh dia tinggal di rumah besar di atas bukit sana "
Hingga takdir mempertemukan mereka lagi ,Ana lari ke desa ini dia mulai usahanya sendiri hingga sukses dan punya perkebunan sendiri .
"Permisi ,kami datang untuk meneliti sumber air di desa ini ,dan kebetulan sungai yang akan kami teliti ada di lahan anda ,kami ingin meminta izin masuk ke lahan anda "
Suara ini ,Ana pikir dia hanya berhalusinasi karna sangat merindukan nya .
"Iya silahkan saja...Chan ?"
"Ana ?"
Chandra tak menyianyaikan lagi kesempatan itu ,saat ini yang selalu di impikan nya selama empat tahun kehilangan wanita yang di cintai nya ,dia langsung berlalri dan memeluk tubuh Ana dengan segenap kerunduan yang kini terbalas .