Suatu hari, ada seorang cewek bernama Erischa, orangnya ceria, murah senyum, dan pendiam. Dia sedang berjalan jalan di pagi hari menghirup udara segar.
Ketika dia selesai berjalan jalan sekaligus berkeliling, akhirnya dia balik pulang. Namun pada saat dia berjalan melewati danau, dia melihat seseorang yang sedang duduk di bangku. Dia pun menghampirinya.
"Permisi, apa boleh aku duduk disini?" kata Erischa bertanya pada seseorang yang sedang duduk di bangku dekat danau.
"ya, silahkan duduk saja" jawab seseorang itu.
"Boleh kita berkenalan? nama kamu siapa?" kata Erischa bertanya kepada orang tersebut.
"Nama aku Andryano, kalau kamu siapa?" jawab seseorang itu dan balik bertanya.
"Nama aku Erischa, salam kenal" jawab Erischa.
Setelah berkenalan mereka pun mengobrol. Mereka terlihat sangat senang satu sama lain. Obrolan mereka tidak ada habisnya hingga Erischa lupa untuk pulang.
"Apa aku boleh menjadi temanmu?" kata Andryano bertanya.
"Tentu saja boleh.. Aku pulang dulu yahh, sampai bertemu lagi.. Bye" jawab Erischa sambil tersenyum dan mengakhiri perbincangan mereka.
Setelah pertemuan mereka itu, mereka jadi saling bertemu dan berbincang bincang. Lama kelamaan mereka pun menjadi sangat akrab dan dekat.
'ku tak pernah merasa sebahagia ini, entah kenapa hatiku merasa senang ketika ada dia, entah kenapa aku merasakan jika dia hadir hanya untukku, aku merasa seperti dia adalah orang yang spesial bagiku, aku merasa jadi nyaman jika bersama dia, aku jadi ingin tetap bersamanya dan entah kenapa aku tak ingin kita berpisah' ucap Erischa yang berbicara dalam hati.
3 bulan pun berlalu. Mereka pergi ke sebuah taman yang terdapat air mancur. Mereka pergi membeli gulali didekat situ tapi cuman 1 saja. Mereka duduk di bangku menghadap air mancur yang ada di tengah taman.
"Andry kenapa kau tidak membeli gulali? kau tidak suka yah?" tanya Erischa kepada Andryano.
"Aku suka.. tapi takutnya tidak akan habis karena aku tidak terlalu suka makan makanan yang manis manis" jawab Andryano.
"Kalau gitu makan punyaku bersama, setidaknya sekali saja" ucap Erischa.
"Okay" ucap Andryano sambil tersenyum.
Mereka pun makan bersama. Mereka tidak tahu jika orang orang yang berjalan melewati taman memperhatikan mereka. Orang orang mengira mereka adalah sepasang kekasih yang sedang berpacaran.
Erischa selalu tertawa jika bersama Andryano. Andryano sering menceritakan cerita lucu kepadanya.
"Huk.. huk.. hukk..." Bagian cerita yang lucu membuat Erischa tersedak.
"Eris kau baik baik saja?" tanya Andryano sambil memberikan air.
"Aku baik baik saja, aku terlalu banyak tertawa hingga aku pun tersedak" ucap Erischa sambil tertawa kecil.
"Baiklah.. kalau begitu habiskan minum mu lalu kita akan pulang sambil berkeliling keliling" ucap Andryano. Erischa menjawabnya dengan anggukan kepala.
Mereka pun berkeliling.
"Andry kapan ulang tahunmu?" tanya Erischa.
"Ulang tahunku bulan september, kalau kamu?" jawab Andryano sambil bertanya balik.
"Kalau aku bulan juli" jawab Erischa.
"Berarti tinggal 2 minggu lagi" ucap Andryano.
"Ya" jawab Erischa.
Sudah sampai depan rumah Erischa. "Sudah sampai masuklah" ucap andryano. "Kalau begitu hati-hati dijalan.. Bye Andry" ucap Erischa. "Bye Eris" ucap Andryano.
Kata akhir yang yang diucapkan, membuat Erischa tidak ingin mengatakannya lagi dan tak ingin mendengarnya lagi dari andry.
Ia merasa tidak ingin berpisah dengan Andry, dia ingin tetap berada bersama Andry. Kata akhir itu membuat perasaannya tidak enak.
Malam pun tiba. Erischa tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ia merasa ada yang tidak beres dengan hatinya.
Lama kelamaan, akhirnya dia sadar dan mengerti bahwa dia memiliki perasaan spesial kepada andry, perasaan spesial yang muncul tanpa dia sadari, perasaan spesial itu adalah dia telah jatuh cinta kepada andry.
Keesokan, Erischa menunggu Andry di depan rumahnya seperti biasa. Namun dia tidak datang datang.
Dan akhirnya Andry menelpon nya, Ia mengatakan bahwa ia tidak bisa datang untuk beberapa hari. Erischa pun merasa sedih. Dia mengira bisa bersama sama Andry lagi.
Tapi ternyata dia tidak bisa datang, yang paling bikin dia sakit yaitu dia tidak akan datang bukan untuk sehari tetapi untuk beberapa hari.
5 hari pun berlalu, tapi dia belum juga ada kabar. Erischa terus menunggu dia didepan rumahnya.. pagi, siang, dan sore hari, tapi dia tidak datang.
Erischa bahkan menunggu telepon atau chat yang masuk, tapi tidak ada telepon maupun chat yang masuk dari Andry.
2 minggu pun berlalu. Erischa sudah bangun dari tadi subuh menunggu kabar dari Andry. Tetapi tidak ada kabar juga darinya.
'Andry kok kamu tidak mengabariku, kamu bilang bahwa cuma beberapa hari tetapi kok rasanya seperti sudah beberapa bulan tidak bertemu. Andry apa kamu lupa dengan hari ultah ku.
Hari ini adalah hari ultahku, hari yang aku tunggu tunggu dari lama. Ku ingin hari ini menjadi hari yang terindah dalam hidupku, tapi sepertinya tidak akan dehh.. kalau tidak ada kamu' ucap Erischa dalam hati.
Siang hari. Hp Erischa berdering, itu membuat lengkungan bibirnya terangkat membentuk senyum. Dia sangat bahagia akhirnya orang yang dia tunggu tunggu pun menelponnya.
"Halo, Eris" suara Andryano yang sedang memanggilnya lewat telpon. Suara itu membuat Erischa sangat senang bisa mendengar suaranya lagi.
"Halo, halo.. Eris apa kamu baik baik saja? kok tidak dijawab?" Ucap Andryano yang terdengar khawatir.
"ya Andry, aku baik baik saja" jawab Erischa tersenyum senang.
"Eris nanti sore jam set 4 kita jalan yuk" ucap Andryano.
"Ya, ok Andry" jawab Erischa.
Andry tiba didepan rumah Erischa, tetapi Erischa masih sibuk memilih pakaian. Akhirnya ia pun keluar. Andry yang lagi menunggunya, pun menoleh disaat gerbang pagar dibuka.
Andry melihat Erischa tampil sangat cantik walau hanya memakai riasan yang tipis. Erischa terlihat sangat ceria dengan riasan yang tipis itu, dia terlihat bersinar.
Mereka pun pergi berjalan jalan. Andry mengajak Erischa ketempat yang tak asing baginya. Tempat itu adalah tempat pertama kali mereka berjumpa.
Tapi ada perbedaan pada tempat itu, tempat itu penuh dengan hiasan hiasan dan balon balon, ada juga karpet yang diletakkan di rumput.
"Ayo silahkan duduk disini, Eris" ucap Andryano. Erischa hanya mengikuti apa yang disuruh Andryano kepadanya.
"Aku akan menutup matamu dulu yahh" ucap Andryano.
"Pada hitungan ke tiga buka penutup matanya yahh... 1.. 2... 3" ucap Andryano. Pada hitungan ketiga Suara Andryano terdengar kuat ditelinganya, itu membuat Erischa kaget dan cepat membuka penutup matanya.
Erischa melihat kue ultah di depannya yang tiba tiba muncul tetapi dia lebih tertarik sama sesuatu yang di berikan Andryano kepadanya.
Ia tidak sabar dan ingin membukanya tapi Andry menghentikannya.
"Eris.. jangan dibuka dulu.. kita rayakan ultahmu dulu baru kau bisa membukanya" ucap Andry.
"Okay" jawab Erischa sambil tersenyum.
Andry pun menyanyikan selamat ulang tahun dan tiup lilin kepada Erischa. Setelah itu Erischa menyuapi Andryano kue ultah.
"Eris.. buka mulutmu aku suapi kamu.. aaah.." ucap Andryano.
Erischa pun merasa sangat senang dengan kejutan yang dilakukan Andry padanya walaupun ini sederhana tetapi ini istimewa baginya.
'Bahagia itu sederhana yahh.. ku pikir Andry akan melupakan ultahku, ternyata tidak. Mungkin aku yang terlalu berfikir aneh aneh' ucap Erischa dalam hati.
Erischa pun mengingat sesuatu. Ia ingin sekali melihat apa isi kado dari Andry. Ia pun mengambil kado itu dan ingin membukanya. Namun Andry menghentikannya.
"Jangan buka sekarang.. lebih baik jika kau buka dirumah saja" ucap Andry.
"Emangnya kenapa Andry?" tanya Erischa penasaran.
"Tidak apa-apa.. cuma lebih baik jika kau membukanya di rumah aja.. jangan disini karena masih ada aku" ucap Andryano dengan gugup.
"Oke, baiklah Andry" jawab Erischa
Mereka pun bersiap siap pulang. Telah sampai di depan rumah. Erischa teringat sesuatu, ia tidak ingin mengeluarkan kata itu lagi.
"Sampai bertemu lagi, Andry.. hati hati dijalan" ucap Erischa sambil melambaikan tangan.
"Ya, sampai bertemu lagi Eris" ucap Andry membalasnya sambil melambaikan tangannya.
Erischa pun masuk ke kamarnya dan ingin membuka kado tersebut.
'Aku ingin membuka kado ini, aku sangat penasaran.. apa yang diberikan Andry padaku.. tapi aku pergi mandi dulu lahh..' ucap Erischa dalam hati.
Setelah selesai mandi, Erischa naik ke tempat tidur. Tadinya dia ingin membuka kado itu tetapi dia terlalu kelelahan jadi dia pun tertidur.
Pagi hari. Erischa pun bangun dan segera mandi. Setelah mandi, dia mengingat sesuatu bahwa dia lupa membuka kado tersebut. Dengan sangat cepat, ia pun membuka kado itu.
Ia melihat ada sebuah kalung. Mata kalung tersebut berbentuk matahari. Pada bagian depan tertulis Erischa, sedangkan bagian belakang mata kalung itu tertulis nama Andryano.
Ada juga gelang berbentuk matahari disitu ada tulisan. Tulisan tersebut ialah A & E.
Pada kado tersebut terdapat 1 kotak kecil lagi. Tepat disaat dia ingin membuka kado itu telpon dari Andry masuk. Ia pun mengangkat hpnya. Andry mengatakan bahwa ia tidak akan datang untuk 1 minggu kerumah Erischa. Erischa pun terkejut.
"Andry, ada apa? apa kau sibuk, jadi tidak akan datang menemuiku lagi selama seminggu?" jawab Erischa khawatir.
"Ya, aku.. sedikit sibuk jadi sabar yahh.. nanti kalau aku belum datang.. kau bisa datang menemuiku di rumahku yahh.. sampai bertemu nanti.. Erischa.." ucap Andryano dengan suara yang terdengar berat dan gugup.
"Kesibukan apa yang membuatmu tidak bisa datang?" tanya Erischa.
"Hmm.. nanti juga kau tahu.. saat datang ke rumahku.. dan satu lagi didalam kado itu ada 1 kado kecil.. kamu jangan membukanya dulu yahh.. janji.. kau bukalah.. sebelum mau datang kerumahku... okay, Eris" ucap Andryano terbatah batah.
"Oke, baiklah Andry, sampai bertemu nanti" ucap Erischa.
"Sampai bertemu nanti juga... Erischa ku yang imut" ucap Andryano.
Kata terakhir yang diucapkan oleh Andryano membuat Erischa berdebar debar. Ia terkejut sekaligus senang dengan panggilannya itu.
1 minggu pun berlalu. Erischa sangat menanti nanti hari ini tiba. Karena dia akan bertemu lagi dengan Andryano.
Ia bersiap siap untuk pergi ke rumah Andryano, tetapi dia melupakan sesuatu. Ia akan membuka kado itu sebelum pergi.
Erischa yang begitu penasaran apa yang ada didalam kado itu hingga dibungkus juga dan baru bisa membukanya begitu lama.
Ia pun terkejut, karena didalam kado tersebut berisi kertas kertas. Kertas tersebut terdapat tulisan.
Didalam tulisan tersebut berisi sebuah pernyataan selamat ultah, dan beberapa pernyataan yang mengejutkan.
Salah satunya yaitu
('Hai.. Eris dari dulu aku ingin mengatakan ini tetapi aku belum mempunyai keberanian. Aku takut kamu akan membenciku karena perasaan ini. Aku juga takut jika kau tidak mau bertemu denganku lagi.
Tetapi jika waktunya telah tiba. Aku akan mengatakannya langsung. Sayangnya, aku tidak bisa mengatakan langsung. Hanya lewat selembar kertas ini kau akan mengetahuinya. Sebenarnya sebelum berkenalan, aku sudah menyukaimu. Dari dulu aku diam-diam mengikutimu. Aku tidak mempunyai keberanian lebih untuk berbicara denganmu.
Tetapi kau sendiri yang datang padaku dan mengobrol. Aku sangat bahagia ketika kau tersenyum dan tertawa. Aku ingin selalu bersamamu, menjagamu untukku, membuatmu tertawa bahagia selalu. Kau adalah wanita pertama yang aku suka dari dulu. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu Eris') ucap Andryano lewat selembar kertas itu.
Dan pada selembar kertas berikutnya membuat Erischa sangat terkejut.
('Hai.. Eris. Aku ingin mengatakan sesuatu tapi ku mohon jangan marah dan membenciku. Jika kau menemukan surat ini artinya jangan melupakan aku. Ingatlah aku selalu, ingat bahwa aku ada didalam hatimu.
Walau kita berpisah begitu jauh. Jangan lupakan kenangan kenangan yang telah kita lakukan bersama. Aku menuliskan surat ini karena ingin memberitahukan bahwa sebenarnya sudah lama aku terkena penyakit. Penyakit ini sangat parah dan sulit disembuhkan, tapi aku bersyukur masih diberi nafas hidup.
Aku sudah tahu bahwa hidupku sudah tidak lama lagi. Makanya disisa hidupku ini, ku ingin membuatmu merasa senang dan ku ingin melihat tawamu yang ceria dan imut itu. Maafkan aku yahh... jika aku membuat kesalahan padamu. Dan maafkan aku, jika aku tidak memberitahu kamu soal keadaanku ini.
Aku hanya tidak ingin membuatmu khawatir kepadaku. Aku hanya ingin melihat senyum tawamu. Kau itu sangat imut dan cantik. Aku ingin memilikimu selamanya, tetapi sepertinya takdir berkata lain. Kita tidak bisa bersama. Jika kau ingin bertemu denganku, temuilah aku walau itu untuk terakhir kalinya.
Tapi jangan khawatir, kita akan bertemu lagi didunia lain. Kuingin kau tidak melupakan wajahku, namaku, bahkan diriku. Kuingin kau mengingatku selalu. Mungkin hanya ini yang bisa aku katakan padamu.
Selamat tinggal... Erischa ku yang imut. Sampai jumpa didunia lain, ku akan selalu sabar menunggumu datang. Sekali lagi Bye... Erischa ku') ucap Andryano lewat selembar kertas.
Erischa yang tadi membaca surat pertama itu merasa senang, tetapi disaat surat yang berikut dia merasa sangat sedih.
Saat dia membaca surat terakhir itu dia terjatuh ke lantai. Dia tidak bisa memaafkan dirinya, karena tidak memperhatikan keadaan Andry.
'Bagaimana bisa aku seperti ini. Seharusnya aku memperhatikan keadaan Andry. Tenyata selama dia tidak datang, itu karena dia lagi sakit, dia melawan penyakitnya sendiri.
Tetapi dia masih mempunyai waktu untuk memikirkan aku, memberikan kejutan kepadaku padahal dia lagi sakit parah. Aku sangat tidak berguna. Dia yang sakit bisa memikirkan orang lain. Sedangkan aku hanya memikirkan diri sendiri. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.
Andry tolong jangan pergi.. ku mohon jangan tinggalkan aku sendiri.. aku akan melakukan segalanya untukmu.. kumohon Andry' ucap Erlischa dalam hati sambil menangis tersedu sedu. Air matanya terus mengalir dan tidak berhenti henti.
Erischa pun dengan segera menghapus air matanya dan pergi kerumah Andryano dengan cepat.
Sesampai disana. Air mata yang sudah berhenti kini mengalir lagi dan kali ini air matanya tidak berhenti henti. Ia melihat orang yang dia cintai telah pergi. Surat itu ternyata benar. Didalam hati, Erischa tidak bisa memaafkan dirinya.
Erischa sudah pernah bilang bawah dia tidak ingin mengatakan kata itu lagi tetapi dia mendengar dan melihat kata itu pada selembar surat tadi. Dan kini dia membenci kata perpisahan.
Tetapi dia akan mengingat hari² kebersamaan dia bersama Andryano. Erischa sangat berterima kasih kepada Andry karena telah memberikan segala sesuatu untuknya. Hari Ultahnya itu menjadi hari yang terindah baginya dan tak akan dilupakan. Dia juga tak akan melupakan Andry.
~TAMAT~
Maaf jika cerita kurang bagus🐥
Sekian dan terima kasih🙋♂🙋♀🤸♂🤸♀