Riska memandang takjub kakak senior di tempat ia magang,tak pernah ada di pikirannya untuk menyukai laki laki pada pandangan pertama.
Riska dan Putri magang di salah satu kantor yang cukup terkenal mereka magang demi kelanjutan sekolah mereka.
Awal awal masuk magang ia acuh karena malas untuk keluar dari zona nyaman yang ia bangun tapi setelah cukup membiasakan diri ia cukup nyaman,Tak pernah ia duga ia akan terjebak dengan laki laki yang ia baru kenal.
Berawal dari ia membantu tugas kakak senior nya,di situ lah ia akrab dengan kakak senior yang ganteng humoris itu sejak itu ia sering banyak berbicara dengan kak kai.Riska menutup diri untuk tidak terjebak dengan kak kai, ia merasa rendah diri karena ia tak secantik teman temannya.
Riska bermodal kulit putih,hidung sedikit mancung,dan mata sipit seperti kebanyak orang cina,kalau orang yang tidak tau Riska pasti berpikiran ia non-muslim.
Aku memang menyukai kepribadian kak kai semenjak pertama melihat kak kai mataku terpaku atas kegantengan dan kepribadian kak kai,tapi aku segera menepis pikiran itu aku bersikap cuek dan menutupi kalau sebenernya aku memang menyukai nya.Mungkin hari itu tuhan sedang baik kepadaku entah ada angin apa yang membuat seorang kak kai meminta nomor handphone ku dan aku pun menyimpan nomor handphone ku di handphone nya.
Sejak saat itu aku mulai dekat dengan kak kai sering Telepon dan chatting dengan nya.
Kak Kai seperti memberi aku harapan untuk dekat dengannya,dan orang orang sukses memperhatikan kedekatan kami,mereka seolah-olah mendukung kami untuk mempunyai hubungan lebih serius.
Dan aku pun mengharapkan kedekatan kami benar benar akan serius tapi seminggu sebelum kak kai menjauh dari ku.
Ia melihat ku makan siang dan bercanda dengan kak aldo padahal kedekatan ku dengan kak aldo hanya sebatas kakak senior dan adik senior,seperti aku dan kak kai tapi kak kai salah mengartikan kedekatan kami entah karena cemburu atau bagaimana aku tidak mengerti dan dari situ lah kak kai tidak pernah menghubungi ku lagi ia seperti menjaga jarak dengan ku.
Aku hanya tersenyum saat kakak-kakak senior ku bertanya tentang kak kai yang mulai dekat dengan putri,yang tak lain sahabat ku sendiri.
Di saat aku sudah melupakan kak kai yang tak memberi ku kepastian, kak kai menelepon ku dan jangan tanya bagaimana senang nya aku dan hancur juga seketika ekspetasi ku tidak sesuai kenyataan,kak kai menelpon ku hanya sekedar untuk meminta nomer Putri.
Jangan tanya bagaimana hancur nya hatiku meski aku dan kak kai belum sampai mempunyai hubungan yang lebih serius tapi aku sebagai wanita mengaharapkan kepastian itu,dan ya aku tak seegois itu untuk tidak memberi nomer putri aku memberikan nya meski hatiku sakit melihat kedekatan mereka,entah maksud apa kai meminta nomer putri kepadaku padahal kakak-kakak senior pasti mempunyai nomer putri yang notabene nya cantik.
Di saat itu lah aku mulai menutup diri lagi,aku menjalani hari hari magang ku dengan nyaman meski terkadang melihat kedekatan putri dan kai memicu mood ku hancur tapi aku tak mempermasalahkan itu,mungkin dari awal kak kai mendekati ku hanya untuk meminta nomer putri secara langsung kepadaku yang memang notabene nya sahabat ku.
Di kantor ku mengadakan liburan tahunan dan kami sebagai anak-anak magang di wajibkan mengikuti acara itu, sebenarnya aku malas sekali mengikuti acara liburan itu pastinya malas bertemu kak kai dan yang ku dengar kak kai mengajak putri untuk pergi bersama,aku tak mempermasalahkan itu karena tidak ada hubungannya denganku dan akupun bisa pergi memakai kendaraan pribadi ku tapi sialnya memang tuhan sedang menguji ku ban mobil yang ku pakai bocor di tengah jalan dan tidak ada satupun kendaraan yang menolong ku dan yang pasti tidak ada satupun kendaraan yang melewati jalan ke villa yang sudah kantor ku booking karena memang kawasan tidak untuk umum,kesal sudah penderitaan ku aku hanya memandang jalan tak lama mobil melewatiku dan berhenti di depan mobilku ku,putri sahabatku keluar dari mobil itu dan ia menyuruhku untuk menumpang bersama nya dan kai.
Nasib-nasib ngeliat sahabat sendiri bahagia bercanda dengan kai,aku hanya diam membisu di jok belakang dengan handphone yang ku pegang,tak lama handphone ku berbunyi ,ada panggilan dari kakak senior yang tak lain kak aldo dan akupun mengangkat nya.
"Hallo"
"Masih dimana Ris"ucap aldo
"Jalan,bentaran lagi nyampe ko ka"
"Gue tunggu ya ris,kalo lu dah nyampe kabarain gue ok" ucap aldo
"Hmm"
"Ko hmm aja sih ris"ucap aldo
"Iyaa kakak senior aldo yang baik hati dan tidak sombong"
"Nah gitu gue seneng dengernya,gue tutup ya telpon nya ok bye"ucapnya dengan sepihak mematikan telpon ku.
Aku tak menyedari kalau putri dan kai mendengar obrolan ku dengan aldo.
"Siapa ris yang nelepon lu"ucap putri dengan penasaran.
"Kakak senior,ka aldo put nanyain masih dimana"ucapku dengan malas
"Gue denger lu deket ya sama ka aldo"ucap putri dengan tersenyum
"Halah cuman gosip ko put,nyantai gue masih suka betah ngejomblo put,kaya yang gatau gue aja lu mah sih"ucapku dengan meledek Secara tak sengaja mata kak kai dan aku bertemu sesaat di spion yang ia benarkan posisinya.
Seketika hening dengan ucapanku putri tidak membalas ucapanku,tak lama kami pun sampai di villa yang ternyata sudah di mulai dengan acara makan makan.
Aldo yang sedang menunggu ku, langsung menghampiri kami.
"Ko lu bisa numpang mereka sih ris"ucap aldo dengan heran.
"Mobil aku bocor ban nya di tengah jalan ka"ucapku dengan gemetar,ya gemetar kedinginan aku lupa kalau jaket ku tertingal di mobil di saat kak aldo akan memakai kan jaket nya di pundak ku,tapi sudah ada jaket yang bertenteng di pundakku yang tak lain jaket kak kai.
"Ehh kak kai jaketnya aku balikin aku gapapa ko ga pakai jaket"ucapku dengan tidak enak setelah melihat putri bengong melihat kak kai memakai kan jaketnya kepadaku.
"Pakai aja gue masih ada cadangan ko di mobil,yang itu buat lu aja"ucap kai dan berlalu pergi.
Eh tadi ia bilang apaa gue lu,sejak kapan kak kai ngomong gue lu ke aku ah sudah lah mungkin itu gaya dia sekarang ucapku dalam hati.
Sejak kejadian itu aku dan kak kai tidak pernah bertemu lagi,katanya sih ia keluar kota karena ada proyek baru tadinya aku mau mengembalikan jaketnya tapi ya sudah lah dia nya tidak ada ini.
Hari hari berlalu begitu cepat, tidak ada angin tidak ada hujan kak kai menghubungi ku setelah sekian lama ia menghilang dari daftar chatting ku.
Ia menghubungi ku sekedar untuk curhat tentang putri mencampakkan nya,putri sebenarnya sudah mempunyai laki laki yang ia suka dan ya aku tak mengerti jalan pikirnya kak kai untuk apa dia menghubungi ku sekedar untuk curhat tentang putri kepadaku,apa hubungannya ia yang patah hati dengan ku aku sebenarnya sudah tidak perduli dengan kak kai tapi melihat ia di campakan oleh putri hatiku pun merasa sakit. Sekuat kuatnya aku move on dari kak kai yang pasti masih ada terasa sedikit perasaan yang aneh tapi aku menampik itu dan tak berharap lagi untuk kak kai akhirnya sesi curhat kak kai yang patah hati pun selesai dengan aku yang tidak membalas chatting terakhir nya intinya aku tidak mau terlibat lagi dengan kak kai.
Akhir bulan yang sangat sangat malas,karena akhir bulan pasti kantor sedang sibuk sibuk nya mengumpulkan data data yang akan di serahkan ke kantor pusat.
Kak kai memanggilku untuk membantu nya mengumpulkan data data dan setelah selesai aku harus menyerahkan nya ke kak kai untuk di tinjau lagi saat aku ingin menyerahkan data itu kak kai yang menatapku berucap dengan tidak sadar ia berucap bahwa ia "Mencintaiku" dengan bingung aku pun tersenyum dan pergi meninggalkan kak kai yang tak sadar ia telah berucap begitu.
Aku pun tak memikirkan ucapan kak kai yang menurut ku aneh,ya aneh karena aku sudah tak mengharapkan kehadiran nya lagi dan aku benar benar sudah move on meski terkadang masih terpikir kan wajah yang tampan itu.
Secara tak sadar sejak kejadian itu ntah perasaan ku atau bagaimana tapi kakak-kakak senior ku seolah mendorong ku untuk menerima kehadiran kak kai lagi,setiap aku sedang bercanda dengan kakak senior cowoku pasti mereka berucap
"inget kai riska ntar kai cemburu loh"
" Apaasih hubungan ku dengan kai perasan udah ga ada apa apa lagi astaga"ucapku dengan nada kesal
Ya kesal karena tidak sekali dua kali mereka berbicara begitu,kadang aku pun tak habis pikir dengan ucapan mereka yang berucap
"Kai jatuh cinta lagi nih sama riska"
"Ada yang CLBK lagi ni cinta lama belum kelar"
Aneh aneh saja mereka ini,padahal aku dan kak kai tidak ada hubungan apa apa lagi sejak kai dekat dengan putri dan ya semenjak omongan omongan aneh itu tersebar luas.kai memang membuktikan omongannya
Ia memang mendekati ku lagi dengan segala cara nya, tapi aku dengan segala ke cuek an ku malah acuh dan malas meladeni kak kai yang hanya mempermainkan perasaan ku saja.
Dan setelah sekian lama kak kai berusaha mendekatiku lagi dan mengungkapkan perasaannya dulu ia menjauh dariku karena rasa cemburu yang berlebihan dan ia mendekati putri hanya untuk membuat ku cemburu.
"Terus dulu apa maksud nya kak kai curhat ke aku galau galau tapi cuman buat aku cemburu"ucapku dengan emosi
"Kamu tuh susah banget di bikin cemburu,ya salah satunya ngedeketin temen kamu"ucap nya dengan santai.
"Hah jadi kak kai cuman main main sama putri gitu!"ucapku dengan emosi yang meledak ledak.
"Ngga gitu ko,putri juga ngikutin sandiwara aku,dia cuman akting aja ris tenang gausah emosi gitu"ucap kak kai dengan terkekeh.
"Terserah lah,aku tuh udah cape sama sikap kak kai intinya aku ga akan mau kenal lagi sama kak kai"ucapku dengan emosi dan berlalu pergi meninggalkan kak kai.
"Ris...riss..riskaa jangan gitu dongg"ucapnya dengan mengejar ku.
Dan setelah kesalah pahaman kami selesai,kak kai benar-benar ingin hubungan kami seperti dulu lagi tapi aku meminta nya untuk memperjuangkan ku kembali baru kita bisa memulai hubungan yang lebih serius.
kalau ada salah paham jalan keluarnya kita harus berdialog jangan menyimpan perasaan curiga dan mengambil kesimpulan sendiri,berhenti bersikap kekanak-kanakan.
End