06.03 PM
Bandung 1986
"Suittt suittt". Bagas tengah bersiap siap untuk pergi ke kantornya, meskipun dia sudah dewasa dia memiliki hobi yang sedikit nyentrik yaitu bersiul di manapaun dan kapanpun dia berada.
"Bagas! Ibu sudah bilang jangan bersiul seperti itu..tidak baik lhoo!" . Teriak ibu bagas sambil menuruni anak tangga lalu memberikan bagas sekotak bekal makanan
Bagas tidak menghiraukan perkataan ibunya "Suitt suittt"
*Pletak*
ibu bagas menoyor kepala anaknya itu dengan wajah kesal
"Aduhh ibu!.. Sakit ini kepala bagas!". Ringis bagas mengusap kepalanya
"ibu ngomong bukan tanpa alasan bagas! kakek dan nenek buyut kita memberikan larangan seperti itu pasti ada asal usulnya!"
"Ahh ibu itu mah takhayul!.. Jaman sekarang mana ada orang mati di makan hantu gara gara bersiul, kalo pun ada nanti bagas pites hantunya pake siku hiattt.. hiatt"
Ibu bagas hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah anaknya yang sudah berancang ancang seperti petinju go international.
"Sudah berangkat sana! nanti kamu kesiangan di marahi bos mu lagi! Jangan sampe kamu di pecat ya! nyari pekerjaan di jaman sekarang itu susah"
Bagas mengangguk anggukan kepalanya paham "Iya iya.. Aku berangkat kerja dulu ya buk, Assalamualaikum". Pamit bagas mencium lengan ibunya
"Wa'alaikumsalam, Hati hati ya nak! jangan ngebut bawa motornya!"
"IYA BUK DAHHHHH". Teriak bagas dari kejauhan
"Ehh si bagas kebiasaan helm nya ketinggalan". Ucap si ibu melihat helm bagas yang tertinggal.
.
00.29PM
Di kantor bagas
"Gass! kamu gak pulang? udah larut malem loh nanti takut ada apa apa kamu di jalan kalo terlalu malam" Ucap rio teman magang bagas di kantor.
kini di kantor hanya tersisa bagas dan temannya saja.
"Bentar lagi yo, Si gendut berkepala botak Jamal bener bener memperbudak aku hari ini! Mentang mentang aku masih magang dia ngasih aku tugas se enaknya!". Sarkas bagas merasa kesal
"Hahaha.. Nanti kamu kualat loh gas! ngata-ngatain orang tua" Cekikik rio
"Ya sudah aku pulang duluan ya gas!.. Jangan lama lama di sini nanti ada yang nemenin! hahaha". Gurau rio lalu pergi dari sana
"Dihh dasar bocah sableng!" Rutuk bagas.
.
01.43PM
*Tikk tikkk tikkk*
Bagas masih mengetik komputernya dengan keadaan mata setengah mengantuk
"Duhh ngantuknya.. Sedikit lagi selesai nih semangat bagas!". Gumamnya menyemangati diri sendiri
beberapa menit kemudian
"Ughhh. Akhirnya selesai juga". Bagas meregangkan badannya yang letih lalu bangkit dari kursinya
dia bergegas membereskan barang barang nya lalu melihat jam di tangannya
"Wahh sudah pukul dua dini hari saja, ibu pasti khawatir di rumah".
Bagas pun pergi menuju parkiran tak lupa mengunci kantornya.
Dia menyalakan mesin motornya lalu berangkat pulang.
di gerbang dia menyerahkan kunci kantornya ke pak satpam
"Ehh gas, baru mau pulang? Ini udah larut banget lho". Tanya pak satpam setengah ngantuk
"Iya pak tejo, udah kemalaman nih ibu pasti khawatir di rumah"
Pak tejo hanya mengangguk anggukan kepalanya "Kamu pasti di sulitkan sama pak jamal lagi ya.."
"Hahaha sudah biasa saya pak". Jawab bagas pasrah
"Yaudah kalo gitu saya duluan ya pak, Selamat bekerja". Ucap bagas lalu pergi dari sana.
"Bagas bagas". Lirih pak tejo lalu kembali tidur.
.
Di perjalanan pulang
Di sepanjang perjalanan, bagas berusaha menahan rasa kantuknya dengan bersiul
"Suittt suittt"
Saat dia melewati Jembatan angker dekat komplek nya
*Wushhh* Tiba tiba angin berhembus kencang.
dia merasa tengkuk lehernya menjadi sangat berat begitu pula dengan jok belakangnya seolah-olah bagas membawa seorang penumpang yang tak di undang.
"Suitt... Suittt"
Bagas langsung terdiam mematung. Dia baru saja mendengar sebuah siulan balasan dari belakangnya
"Wahh gak beres nih". Batin bagas
dia berusaha mengalihkan rasa takutnya dengan bersiul semakin keras "SUITT SUITTT". mungkin saja dia salah dengar pikirnya
Namun anehnya beban di tengkuk lehernya malah semakin memberat saja bibirnyapun tiba tiba memonyong kaku tidak bisa di gerakan sedikitpun seolah-olah menjadi mati rasa dan membeku
Bagas menjadi sangat panik, dia kehilangan keseimbangan tubuhnya, matanya tiba tiba menjadi gelap seolah-olah ada yang menutup kedua penglihatannya.
Di sepanjang perjalanan dia terus melaju kencang dengan keseimbangan yang tidak teratur berbelok kesana kemari kehilangan keseimbangan karena tidak bisa melihat. Untung saja jalanannya sudah sepi
Sampai akhrinya
*TIN TINNNNNN*
Sebuah mobil Pick up datang dari arah yang berlawanan
*BRAKKK*
Kecelakaan pun tidak dapat di hindarkan.
Motor yang bagas tumpangi remuk tak berbentuk
Bagas sendiri terbang setinggi 10 meter dan tersangkut di atas pohon seolah olah ada yang menariknya ke atas sana
Si supir pick up turun dari mobil dengan wajah kagetnya.
"Aduhhh nika remuk kiyeu motorna gustii nu agung, kumaha atuhhh (Aduhh sampe remuk begini motornya ya tuhan, bagai mana ini)". Si supir panik dengan wajah menahan tangis, keringat bercucuran deras dari tubuhnya padahal udara sedang dingin.
"Iyeuu teh kamana jelemana?? (Ini kemana orangnya??)".Bingung si supir yang hanya melihat motornya saja.
*Tess tess*
Darah bercucuran deras dari atas pohon tempat bagas tersangkut
"Getihh!! (Darah!!)". Lirihnya bergetar
Melihat darah yang bercucuran banyak, si sopir mencoba melihat ke asal darah itu muncul
"ARGHHHHH". Jerit si sopir lalu pingsan tak sadarkan diri di tempat.
Rupanya dia melihat mayat bagas yang sudah mati di sana dengan keadaan yang sangat mengenaskan . Di mana bagas tengah tergantung di atas pohon dengan dahan kayu tajam nan runcing menembus mulutnya sampai ke bagian belakang kepalanya, Matanya melotot lebar seakan-akan ingin keluar dari tempatnya. Dan di sampingnya berdiri seorang wanita berkulit pucat dengan wajah yang sudah sangat rusak parah dan sudah di penuhi oleh banyak belatung dia juga memiliki rambut hitam panjang yang menjuntai, melayang mengenakan sebuah daster putih kotor sambil tersenyum menyeringai seram kemudian cekikikan menatap mayat bagas.
"Khikhikhikhikhi".
END.
By-Ls'MHRT
-Viona