Hari ini aku tengah berdiri menatap sebuah rumah. Hatiku selalu merasa berbeda saat melihat rumah sederhana namun indah dan asri jika di lihat dari luar, tapi ada pepatah yang paling ku sukai yaitu " jangan lihat sesuatu hanya dari luarnya saja ". begitu pun dengan rumah ini. Namaku Wynn Rosele kalian bisa memanggil ku " Wynn".
Tanpa kusadari kini kaki ku telah melangkah meninggalkan rumah itu dan pergi ke taman kota. Tempat yang cukup ramai karena hari sudah sore, duduk di bawah pohon dengan beralaskan rumput hijau dan memandang ke sebuah danau buatan yang ada di taman ini. Cukup indah bukan, di pusat kota ini ternyata pemerintah sangat baik hati membuat taman yang indah di tengah padat nya bangunan bangunan tinggi yang menjulang dan padat nya penduduk.
Sepulang sekolah tadi niat nya aku pulang ke rumah namun, sepertinya sebelum itu harus ke taman dulu menjernih kan pikiran. " Wynn semangat!!" Ucapku menyemagati diri sendiri menguatkan tekadku untuk pulang ke rumah.
" Aku pulang ".
Sepi , sepertinya mereka belum pulang. Wynn memasuki kamarnya. Tidak lama terdengar suara - suara gaduh yang lama kelamaan terdapat suara teriakan dan jeritan
" Sepertinya mereka datang ".
Wynn memilih beranjak ke kasur menutup dirinya dengan selimut dan menulikan pendengaran nya memilih tidak menghiraukan kegaduhan , teriakan dan jeritan yang terjadi.
Di pagi buta dengan langkah perlahan aku pergi meninggalkan kamarku , sudah siap dengan menggunakan seragam sekolahku. deritan pintu terdengar lembut memecah keheningan.
Setelah dirasa aman dengan tergesa pergi meninggalkan rumah dan menuju tempat yang paling aman menurutku yaitu sekolah.
Matahari belum menampakan dirinya tetapi aku sudah sampai di depan sekolah ku. Pak Ilyas tengah membuka gerbang sekolah
" Silahkan masuk Nak." pria yang sudah berumur 50 tahun itu tersenyum ke arah ku lalu ku balas dengan senyum dan anggukan kepala.
Sekolah masih sepi pepohonan yang tertata rapih di sepanjang jalan dan bunga rambat yang terdapat di area pejalan kaki, lapangan sekolah yang luas. masih terlihat sunyi dan sepi. Ketika aku berjalan di lorong menuju kelas ku pun aku bisa mendengar langkah kaki ku.
Setiba nya di kelas aku langsung duduk di kursiku yang berada di paling depan barisan ke dua dari pintu. Karena masih terlalu pagi ku rebahkan diriku mencari posisi yang pas untuk tidur dengan menelungkupkan badanku di meja dan menyembunyikan wajah ku dengan kedua tangan.
Saat aku mulai terlelap suara derita kursi teedengar, ada seseorang yang duduk di samping kursi ku. Riddle, dia teman sebangku ku. Ini masih pagi kenapa dia sudah datang? sudah lah lebih baik lanjut tidur lagi. Wynn bergumam dalam hati.
Mimpi buruk itu kembali menghatuiku lagi segera membangun kan ku dari tidur. Kini kelas sudah ramai mereka sudah datang. Riddle duduk sambil membaca buku tak menghiraukan keramaian yang terjadi murid - murid satu persatu datang dan pembelajaran kembali dimulai.
Jam istirahat banyak siswa yang menuju kantin dan terdapat juga yang tetap berada di kelas termasuk dengan ku. Aku hanya duduk membaca buku di kelas. Sebuah apel merah ditaruh di atas buku yang tengah ku baca. Mendogkak kan kepala melihat siapa pelaku nya ternya Riddle.
" Makan".
"Tidak terima kasih".
"Wynn Rosele "
Oke, jika Riddle sudah memanggil nama lengkap ku berarti itu perintah yang tidak bisa di bantah.
" Iya, terimakasih Rid ".
Riddle tersenyum melihat Wynn yang memakan apel pemberian nya. Ia mengecup pipi tembem Wynn. Sedangkan sang korban hanya diam dan kembali memakan apel tanpa memperdulikan keadaan sekitar.
Hanya Riddle satu - satu nya sahabat Wynn di sekolah, Wynn adalah sosok seorang introvert. Dia selalu tidak mau membaur dengan lingkungan nya lebih senang dengan dunia nya sendiri. Riddle lah yang mampu mendekati Wynn sampai bersahabat seperti saat ini.
Riddle mengantar Wynn pulang. Mereka berjalan beriringan bersama melewati jalan.
" Wynn you never walk alone , i am always be here for you".
Riddle meraih tangan Wynn menggenggam nya erat. Wynn tersenyum sontak langsung memeluk Riddle.
" Terimakasih Riddle, tapi jika suatu hari aku pergi ke tempat dimana kamu tidak bisa ikut dengan ku. kumohon jangan mengejarku ".
Wynn melepaskan pelukan itu dan menatap ke arah manik mata Riddle, hanzel mata berwarna biru seperti lautan membuat Wynn ikut hanyut di dalam nya, tenggelam ke dasar terdalam dan membuat ia enggan beranjak pergi.
" Riddle Morsi, jika suatu hari kamu menemukan perempuan yang tulus mencintaimu, jaga dia baik - baik nanti bilang sama dia dulu ada perempuan sakit jiwa yang namanya Wynn Rosele nama dan kepribadian nya tidak sesuai dengan nama nya buga rose, dia nggak punya apa - apa di dunia ini, Wynn hanya punya seorang Riddle Morsi jadi tolong di jaga baik- baik soalnya Wynn sayang banget sama Riddle".
Setelah itu Wynn mengecup pipi Riddle dan berlari menjauh pergi menuju rumah nya. meninggalkan Riddle yang masih kaget karena ini pertama kalinya seorang Wynn mencium pipi nya. Riddle tersenyum dan berlari menyusul Wynn.
Wynn berhenti tepat di depan pagar rumah nya ia berbalik menatap Riddle.
" Wynn "
" Riddle terimakasih ya aku buru- buru nih "
Wynn langsung masuk ke pagar rumah nya sebelum itu ia tersenyum ke arah Riddle dan melambaikan tangan nya. Sampai akhirnya Wynn menghilang dari pandangan nya. Riddle menatap pintu rumah itu sebenar nya tadi ia ingin mengatakan sesuatu namun mungkin besok mereka bisa bertemu lagi dan Riddle akan menyatakan perasaan nya bahwa ia Riddle Morsi telah bertemu dengan perempuan yang ia cintai dengan tulus dan berjanji akan selalu ada bersama dengan Wynn Rosele selamanya.
Suara itu kini kembali terdengar, di bawah sana suara ribut-ribut, teriakan dan jeritan namun kini di Sertai suara benda pecah. Wynn sudah muak dengan semua ini. Ia sudah lelah dan putus asa akhirnya Wynn bertekad untuk mengakhiri suara itu.
Wynn menuruni tangga menuju lantai bawah dan disana suara itu berasal, sebuah vas buga terlempar nyaris mengenai kepalanya dan suara pecahan terdengar jelas. Tangisan , jeritan , teriakan , makian yang terlontar , amarah yang meguar di sana. Wynn muak melihat nya.
" Hentikan!!!"
Teriakan Wynn menghentikan suara perdebatan di keduanya papa dan mama nya memandang ke arah Wynn. Dilangkah kan kaki nya ke arah sang papa dengan wajah dingin nya ia tusukan pisau yang ia simpan di balik bajunya ke arah jantung sang papa. Pisau yang selalu ia simpan di kamarnya , ia selalu merasa aman jika ada pisau di kamarnya ia merasa tidak akan ada yang menyakitinya lagi.Sontak ia terkejut begitu pun sang mama yang hanya bisa diam karena keterkejutan nya.
" Papa sudah gagal menjadi pangeran nya Wynn dan juga sudah gagal menjadi raja di rumah ini, jadi berhentilah".
Wynn tersenyum ke arah papa nya. Pisau yang tertancap di cabut secara paksa. Harum aroma darah tercium manis. Wynn kini menatap sang mama yang tadi histeris melihat ia menusuk papa nya, senyum terukir di wajah nya. Wynn melangkah menuju sang mama kakinya sudah tergores karena terdapat pecahan kaca di sana namun tidak ia hiraukan. Mama nya mundur melihat Wynn yang mendekat , kini Wynn berhenti melangkah
" Mama sang Raja sudah putri kirim ke neraka, Ratu tidak akan bersedih lagi. kali ini Putri akan buat Ratu bahagia. "
Ketakutan yang di rasa kan sang mama melihat anak nya berubah menjadi monster mengerikan membuat ia berpikir untuk lari dari rumah ini. Melihat mama nya hendak kabur. Wynn melempar pisau dan menggores tangan sang mama. Wynn menghampiri mama nya,yang kini terduduk di lantai dan menarik rambut sang mama yang kini tengah menangis. menyeret nya ke tempat sang papa yang kini sudah mati kehabisan darah. Wynn mengambil pisau nya yang terlempar kemudian munusuk kan nya ke kaki sang mama. Jeritan kesakitan dan permohonan maaf terdengar seperti melodi indah yang mengalun di telinga Wynn. Wynn meninggal kan mamanya pergi menuju tempat perkakas ia menggambil martil dan kampak membawanya ke tempat eksekusi.
Martil yang di pegang nya di pukul kan ke kepala mama nya, lalu Kampak memotong perut mama menjadi dua bagian kemudian
di ayunkan Kampak ke kepala papa nya sehingga terpotong kemudian ia memotong kaki dan menghancurkan tangan dan jari papa nya suara derakan tulang patah terdengar. kaki mama nya ia kuliti dan selesai suara gaduh itu sudah tidak terdengar lagi. Wynn sudah membuat Raja dan Ratu bahagia di neraka mereka semua akan berkumpul di neraka bersama - sama.Wynn menuju gudang dan terdapat minyak tanah di sana ia menyiram kan nya ke mayat mama dan papa nya kemudian ke dirinya sendiri lalu di siram membentuk lingkaran ke sekitar mereka bertiga lalu membakar sekelilingnya. Wynn tersenyum akhir yang bahagia bukan.
Api membakar mereka bertiga, warga sekitar tidak ada yang menyadari bahwa baru saja terjadi kasus pembunuhan karena mama dan papa nya sudah sering bertengkar hebat dan sudah di anggap hal biasa oleh warga sekitar dan ketika Wynn membantai mama dan papa angkatnya tetangga pun menganggap itu hal biasa. Api membakar rumah dan barulah warga sekitar panik dan memanggil tim pemadam kebakaran namun sebelum para tim pemadam datang warga berusaha memadam kan api yang membakar rumah.
Rumah yang terlihat asri kini hanya menyisakan puing- puing nya saja, garis polisi terpasang di sana.
Di pagi hari Riddle yang melihat rumah Wynn hangus terbakar dan terdapat garis polisi setelah menanyakan ke warga sekitar bahwa kemarin malam terdengar suara terikan lagi lalu terjadi kebakaran menurut polisi terjadi kasus pembunuhan karena di temukan tulang dari para korban. Riddle termenung ia menerobos garis polisi melihat rumah yang sudah tidak seperti terakhir kali ia kunjungi yaitu kemarin.
Wynn kini telah menjadi abu, cinta nya kini telah pergi. kemarin adalah pertemuan terakhir mereka dan kata - kata yang di ucapkan Wynn ternyata adalah salam perpisaha untuk Riddle. Seandainya ia tidak membiarkan Wynn pulang ke rumah ia mungkin tidak akan hilang kendali dan membunuh keluarga angkatnya, seandainya ia bisa menyatakan perasaan nya dan membawa Wynn untuk tinggal saja di rumahnya pasti saat ini ia masih bisa menikmati senyum Wynn dan bisa menjahilinya.Hanya sebuah kata seandainya yang kini hanya sebuah penyesalan.
Harusnya Wynn membawanya juga jika ingin meninggalkan dunia ini. Wynn nya yang baik hati , manis dan lugu. matahari nya yang bersinar. Hidup seorang Wynn penuh kisah tragis dengan meninggal nya kedua orang tuanya di umur nya yang masih kecil. Mereka di bunuh di depan matanya dengan tragis Wynn saat itu masih kecil ia hanya bisa menangis. Para pembunuh membawa Wynn kecil untuk di jual dan di jadikan budak kemudian ia di bawa oleh sepasang suami istri dan di jadikan budaka di sebuah club. Wynn tidak jarang di pukul dan di siksa kemudian ia di sekolahkan oleh pasangan suami istri itu yang ia pangil dengan mama dan papa nya. Usaha bar mereka mengalami penurunan dan terancam bangkrut tidak jarang mereka bertengkar dan memukuli Wynn. Ia tak mempunyai keberania melapor ke polisi karena ia berterima kasih karena walaupun mereka selalu menyiksa Wynn, mama dan papa nya masih menyekolahkan walaupun tidak jarang Wynn harus kelaparan karena tidak pernah di beri makan.
Riddle membawa abu Wynn yang kini telah ia simpan di dalam guci. Riddle membawa guci itu ke tebing yang menghadap langsung ke laut lepas.
" Wynn aku tidak bisa jika harus tanpa mu, namun jika aku dilahirkan kembali aku ingin di pertemukan dengan mu lagi , jatuh cinta padamu, dan ingin hidup dengan mu selamanya. Aku akan menyusulmu Wynn kamu lihat laut ini. Kamu bilang kamu sangat suka laut karena mengigatkan mu akan kedua bola mataku yang berwarna sebiru lautan dan membuat mu ingin jatuh dan tenggelam di dalam nya. Ayo Wynn kita jatuh bersama. "
Sambil memeluk guci yang berisi abu Wynn, Riddle menjatuhkan dirinya ke lautan membiarkan tubuhnya tenggelam jatuh ke dalam dasar lautan, sedikit demi sedikit paru- paru nya terisi air dan terasa sesak namun ia hanya tersenyum karena ia akan menyusul Wynn. Ini lah akhir kisah dari Wynn Rosele dan Riddle Morsi.