Di daerah tempat tinggalku ada pedagang bakso dan mie ayam. Di awali dari cuma dagang di emperan sebuah minimart dan cuma pemiliknya yang berdagang sendiri, sampai sekarang sudah dagang di sebuah ruko di dekat minimart juga dan sudah punya lima orang anak buah.
Menurutku citra rasa dari bakso dan mie ayamnya biasa aja, tapi anehnya pembelinya slalu banyak, dan tidak tanggung - tanggung bahkan dibulan puasapun banyak orang muslim baik cowok dan cewek yang makan bakso dan mie ayam disitu di siang bolong.
Pertanyaanku...
" jika yang perempuannya sedang halangan datang bulan, ah... masa sih satu RW ibu - ibunya dan anak mudanya halangan semua,?..
Dan bagaimana dengan yang cowoknya?.. apakah mereka juga pada berhalangan datang bulan juga?..
Pembelinya slalu antri, dari yang makan disitu sampai yang dibawa pulang .
Dan lebih aneh lagi, dimasa pandemi seperti sekarang, dimana - mana banyak pedagang yang mengeluh karena penjualanan menurun. Tapi sepertinya keadaan pandemi tidak berlaku untuk pedagang bakso ini. Pembelinya tetap antri.
Malam itu sekitar jam tujuh malam, anak - anakku mau makan mi ayam dan bakso di tempat favorit banyak orang itu. Sekalian mau cari tau, aku kabulkan deh permintaan anak - anakku makan mie ayam dan bakso di tempat itu.
Sesampainya di tempat itu, beruntung ada orang yang baru selesai makan, jadi aku dan anak - anakku bisa langsung duduk di tempat, ga perlu nunggu lagi.
Setelah memesan makanan, aku mencoba untuk mencari tau. Nah... ketemu juga !!..
Yang namanya gerobag itu pasti atasnya datar, tapi kenapa untuk gerobak yang ini ada seperti atap rumah - rumahan burung?..
Sedangkan dari luar, atap itu tidak terlihat karena mentok dengan tembok.
Datanglah pesanan di mejaku. Makananku ku bacakan Ayat Kursi di atas mangkuknya lalu ku tiup - tiup makanannya sebanyak tiga kali. Lalu kucoba.. aha... tidak enak.
Lalu kucoba punya anakku yang tidak kubacakan ayat kursi, waww... amaging... rasanya sangat nikmat.
Okeh.... ritual dimulai..
Kupejamkan mataku, dan kubuka mata bathinku
HAH !!!...
Oh my god... ada seekor burung hantu yang bertengger di atas atap yang menyerupai atap rumah burung itu di atas gerobagnya. Karena si pedagang jual mie ayam dan bakso, sudah pasti panci kuahnya ada dua, satu di sebelah kanan dan yang satunya disebelah kiri.
Itu Burung hantu menggeser ke pojok kanan dimana dibawahnya ada panci kuah baso, lalu si burung hantu itu mengeluarkan kotoran yang bulat - bulat dan jatuh ke panci kuah bakso, dan si burung hantu bergeser lagi kepojok sebelah kiri, dimana dibawahnya ada panci kuah mie ayam. Si burung hantu pun kembali mengeluarkan kotorannya yang bulat - bulat dan jatuh ke panci kuah mie ayam.
terus berulang - ulang hal itu dilakukan oleh si burung hantu, geser ke kiri mengeluarkan kotoran bulat - bulat, lalu geser ke kanan lagi dan mengeluarkan kotoran bulat - bulat lagi.
Wadidauuu... coba bayangkan.