BUYUT RONGKE
Karya: Radhitya Permana
Angin malam yang menyayat kulit telanjang tak menjadi soal bagi para pemuda yang bermain gaple di sebuah gardu, tepatnya di Kampung Jatihurip, Cisayong. Ocehan para pemain gaple serta nyanyian jangkrik sontak meluluhkan keheningan malam seketika, kebekuan malam kini mencair oleh kehangatan yang timbul dari beberapa cangkir kopi hitam dan suasana kekeluargaan. Ujang, salah satu pemuda yang selalu menjadi panutan bagi yang lainnya, tiba-tiba membicarakan anaknya Pak Dodi yang tak kunjung pulang sampai larut malam seperti ini.
"Ngomong-ngomong anaknya Pak Dodi kemana ya sudah malam begini katanya tak kunjung pulang." Tanya Ujang dengan penuh penasaran.
"Ah...Paling juga masih bermain di rumah temannya." Ujar Asep tanpa menghiraukan hal tersebut.
"Mungkin anak itu bermalam di rumah temannya tapi belum meminta izin kepada orang tuanya." Sambung Heri merespon Ujang.
Didit pun tak ingin ketinggalan menjawab "Bagaimana kalau anaknya Pak Dodi itu diculik oleh seseorang ?"
"Sebaiknya kita tidak usah berpikiran yang tidak-tidak, kita do'akan saja semoga anak itu cepat ditemukan dan pulang ke rumahnya dengan selamat." Jawab Ujang.
Tak lama kemudian ada Pak RT menghampiri para pemuda tersebut, beliau memberitai pemuda-pemuda itu perihal yang sama seperti yang baru saja Ujang dan kawan-kawan bicarakan. Pak RT mengajak mereka keliling kampung malam ini untuk mencari anaknya Pak Dodi yang belum juga pulang. Mendengar ajakan tersebut, Ujang beserta kawan-kawan ikut bersama Pak RT blusukan ke sekitar kampung. Sudah hampir setengah jam pencarian dilakukan, namun tak kunjung membuahkan hasil, sontak terdengar suara ribut-ribut dari arah selatan, tidak lain ternyata suara teriakan warga yang salah satu diantaranya adalah Pak Dodi. Pak RT dan para pemuda akhirnya menghampiri kerumunan warga tersebut, ternyata tujuan mereka berteriak keliling kampung sama-sama untuk mencari orang hilang.
"Apakah bapak-bapak sudah ada informasi atau perkembangan dalam pencarian anaknya Pak Dodi ? " Tanya Ujang.
"Belum Jang, keadaan semakin gawat karena bukan hanya anak saya saja yang menghilang begitu saja, tapi anak-anak yang lainnya juga, bahkan ada beberapa orang dewasa yang ikut hilang secara misterius juga." Jawab Pak Dodi.
Malam semakin larut, bulan pun enggan menampakkan purnamanya, dinginnya malam menusuk hingga ke tulang rusuk warga Kampung Jatihurip, kini hanya ada ketegangan, semua dibelenggu kebingungan, memikirkan jalan keluar atas permasalahan ini, Ujang mengusulkan supaya orang-orang yang terlibat dalam pencarian ini dibagi menjadi beberapa kelompok agar berpencar saat pencarian, usulan Ujang pun disetujui dan dilaksanakan. Sekarang mereka harus lebih akurat dan teliti lagi dalam pencarian orang-orang yang hilang secara misterius ini.
Tim pencarian sudah terbagi, mereka sudah siap untuk melakukan pencarian lagi. "Mmmbbeeee..." terdengar sangat jelas suara domba mengembik begitu kerasnya, namun tak diketahui berasal dari mana suara tersebut, tak ada yang menghiraukannya. Namun Ujang baru engah, kalau di kampung ini sebenarnya tidak ada yang mempunyai domba atau hewan ternak lainnya, sepengetahuannya, di kampung sebelah pun tidak ada yang memilikinya, tapi entahlah. Belum sempat berpencar, Didit kebelet buang air kecil, tapi masalahnya di sekitar sini tidak ada tandas, terpaksa Didit harus menyelesaikan urusannya di balik bangunan kosong yang kumuh berbentuk persegi panjang bekas kandang kerbau.
"Buyut rongke....buyut rongke.....buyut rongke.....!!! Teriak Didit sambil berlari terbirit-birit menuju ke arah kerumunan dengan nafas yang terengah-engah.
Nafas yang tidak bisa dikontrol, bibir yang begitu gemetarnya dan keringat dingin yang mulai membasahi ketakutannya, membuat Didit tidak bisa berkutik dan mengutarakan sepatah kata pun.
Buyut rongke, begitulah masyarakat di sini menyebutnya, semua warga yang terlibat dalam pencarian langsung berpikir dan mengait-ngaitkan kehilangan banyak orang ini dengan buyut rongke, mereka mengira buyut rongkelah biang kerok atas semua kejadian ini. Ketakutan semakin menjadi dan menyelimuti tim pencarian serta perasaan panik mengiringi mereka pula. Di saat situasi seperti ini, Pak RT dan Ujang mencoba berusaha untuk menenangkan semua orang, namun emosi Heri tak bisa dibendung.
"Mustahil bisa tenang dalam situasi seperti ini, Kita harus menangkap buyut rongke sialan itu ! Pokoknya orang-orang yang hilang harus dikembalikannya. "Ujar Heri diiringi amarahnya dengan urat-urat yang timbul lehernya.
Tanpa berpikir panjang, mereka yakin benar bahwa satu-satunya jalan keluar adalah dengan menangkap buyut rongke, pada akhirnya benar saja mereka memutuskan untuk memburu buyut rongke. "Mmmbbeeee...."suara itu terdengar (lagi) bahkan berkali-kali, dari segala arah, semua orang mengendap-ngendap bersiap untuk menyergap, tetapi hanya ada suaranya saja, mereka tidak menemukan wujud si buyut rongke. Dari kejauhan Heri dan Didit melihat siluet buyut rongke, mereka berlari mengejarnya, namun menghilang. Kala menengok ke belakang, ternyata buyut rongke ada di belakang mereka kemudian balik mengejar Didit dan Heri, mereka berlari entah kemana. Kini Didit dan Heri berada di tempat yang tidak diketahui, kabut tebal membungkus tubuh mereka dan mereka tidak dapat berkomunikasi satu sama lain.
Tim pencarian sangat menghawatirkan Heri dan Didit, orang-orang yakin sekali bahwa Heri dan Didit bernasib sama dengan orang-orang hilang sebelumnya. Dikekhawatiran itu, Asep dan semua tim pencarian pun memeriksa bangunan bekas kandang kerbau, tempat munculnya sesosok buyut rongke yang membuat Didit ketakutan. Padahal Pak RT sudah memperingatkan mereka agar jangan dulu bertindak apapun, tetapi mereka semua menyangkal karena dikerumuni amarah. Benar saja, mereka bernasib sama dengan Heri dan juga Didit. Dikejar lalu menghilang entah kemana, mungkin digiring buyut rongke lalu tersesat atau terjebak di dunia gaib. Hal serupa menimpa hampir semua tim pencarian yang terjadi secara berturut-turut pada waktu yang sama. Banyak sekali orang yang menghilang karena disesatkan buyut rongke, terkecuali Pak Dodi dan Ujang yang mendengarkan pekataan Pak RT. Sudah dini hari, buyut rongke tak lagi menampakkan batang hidungnya, entah apa yang diinginkan buyut rongke itu. Takut, panik, tegang, bingung, sedih dan marah, perasaan itu berkolaborasi serta bergejolak dalam diri tim pencarian yang hanya tersisa tiga orang saja, diantaranya Ujang, Pak RT dan Pak Dodi.
Khawatir hal serupa akan menimpa mereka bertiga, akhirnya mereka memutuskan untuk memikirkan strategi baru untuk menyelamatkan orang-orang yang hilang secara misterius sembari rehat sejenak di rumah Pak Dodi yang tak jauh dari sini. Takut kena sial dan dikejar buyut rongke, mereka diam-diam masuk ke rumah Pak Dodi lewat belakang yang ada kebun singkongnya. Saat berjalan, kaki Ujang tersandung sesuatu, ternyata itu anaknya Pak Dodi yang tergeletak pingsan di kebun singkong, mereka menggotong anak itu ke dalam rumah dan mencoba untuk menyadarkannya kembali.
Seusai anak itu tersadar dari pingsan, ia menceritakan secara kronologis kejadian yang dialaminya. Katanya ketika ia baru pulang bermain, anak itu melihat sosok makhluk aneh menyerupai hewan, yakni hewan domba berkepala harimau, si buyut rongke, sontak ia jatuh pingsan. Sebelumnya, beberapa temannya malah mengikuti makhluk aneh itu, akibatnya mereka hilang juga ditelan bumi. Karuhun di kampung ini pernah menyebutkan bahwa siapapun yang berurusan dengan buyut rongke, akan dibawa pulang (ke dunia gaib) bersamanya.
Jadi selama ini anaknya Pak Dodi tidak hilang, ia hanya tergeletak pingsan di kebun singkong belakang rumahnya, namun sekarang nyatanya yang hilang justru tim pencarian dan beberapa warga kampung lainnya. Kini yang menjadi tanda tanya besar yakni bagaimana cara mengembalikan warga yang hilang digiring buyut rongke ke dunianya, masalahnya dunia buyut rongke itu alam gaib yang berbeda dimensi dengan dunia manusia, hingga saat ini warga kampung yang selamat tidak tahu bagaimana cara mengembalikan warga yang hilang dan tidak mengetahui persis bagaimana nasib orang-orang hilang itu.
*Lantas apa yang akan kalian lakukan jika melihat atau bertemu dengan sosok Buyut Rongke? Tuliskan jawaban kalian di kolom komentar di bawah ini 👇
~TAMAT~
*Note: DILARANG KERAS PLAGIAT/MENJIPLAK KARENA SUDAH ADA UNDANG-UNDANG YANG MENGATUR TENTANG PLAGIARISME.
Mohon bantu Support Like Comment & Share
IG: radhitya_permana