CINTA YANG TIDAK DI SANGKA SANGKA
perkenalan
Aku mar
dan
Pak yan adalah keluaran pesantren dan menjadi orang yg mengajar ngaji di masjid yang tidak jauh dari rumahku, waktu itu dia sudah berkeluarga dan mempunyai seorang anak perempuan yang sekampung denganku
Setelah sholat magrib selesai. Saat itu, bermula biasa saja hari pertama pak yan mengajar aku belajar di masjid itu berbarengan dengan murid yang lainnya ada 5 org. yaya, nana, lina, caca, termasuk aku.
Pak yan mencoba mengetes bacaan Al-qur'an semua muridnya "baca sendiri sendiri. kamu dulu lin" kata pak yan sembari menoleh ke arahku. lalu aku membaca nya dengan sedikit gugup dan agak terbata bata. ^Maklum hari pertama^ dan seteleh selesai aku membaca, pak yan menyuruh membaca bergiliran dengan murid lainnya. Setelah semua selesai di tes, pak yan memberi pujian pada kami "bacaannya pada bagus, tingkatkan lagi ya supaya bisa lebih baik" "iya pak" sambil menunggu adzan isya kami dan pak yan pun juga suka ada yang di tanya kan atau bercerita supaya tidak canggung . Aku sering memimpikan pak yan aku pun bèrcerita dan memanyakan "pak aku sering mimpiin bapa tanda apa yah" . "mungkin ada ikatan batin mar" katanya "ikatan batin gimana? maksudnya bapa suka mikirin aku? " " bisa jadi mar hhe" katanya tersipu malu Tidak lama dari itu, adzan isya berkumandang. "udah adzan, bapa adzan dulu yah, besok lanjut lagi ngajinya assalamu'alaikum" "wa'alaikumsalam" jawab kami. Pak yan bergegas menuju mimbar untuk adzan. dan adzan sudah selesai kami pun sholat isya berjama'ah. Setelah sholat selesai kami pun pulang
keesokan harinya kami mengaji lagi dengan bersemangat. seperti biasa setelah sholat magrib selesai kita berkumpul "belajar apa hari ini pak" kataku kepada pak yan yang sedang menulis di papan tulis "belajar tajwidz mar, silahkan kalian tulis" katanya menjawab pertanyaanku sambil menyuruh kepada semua muridnya. setelah ngaji nya selesai seperti biasa kami pulang .
Setiap hari aku dan pak yan sering bertemu di masjid pada saat sholat subuh, dzuhur, ashar. Magrib dan Isya sudah tentu karena aku lebih suka berjama'ah di masjid. Pak yan selalu memberi ku senyum aku pun sebaliknya. Tapi entah kenapa setelah beberapa minggu mengaji dengannya perasaan lain muncul aku sendiri bingung padahal akupun sadar dia sudah mempunyai istri dan anak bahkan sekampung denganku.
magrib pun tiba, kita mengaji seperti biasa tapi waktu itu pak yan berpamitan pada kami,dia tidak bisa lagi mengajar di masjid ini di karenakan ada masalah dalam rumah tangganya "maafin bapak yah, klo selama belajar bapa kurang dalam mengajari kalian" katanya . "pak kenapa bilang kayak gitu? engga bapa udah maksimal dalam mengajari kami" kataku menjawab perkataan pak yan karna diantara murid nya aku yang paling besar. "maaf mungkin ini terakhir bapa mengajar kalian" katanya sembari tidak tega meninggalkan kami "hahh? kenapa pak" serontak kami kaget "iya, bapa juga dan kayanya gabisa tinggal lagi di kampung ini, bapa mau pulang ke kampung bapa lagi". "kalo gk ada bapa disini siapa lagi yang mau mengajari ngaji kami pak?" kataku menahan sedih "mungkin ada yang bakal gantiin bapa yang mengajari kalian lebih dari bapa, kalo ada yang mau di tanyain ini no bapa simpan aja" pak yan menyodorkan no handpone nya yang sudah tertulis di kertas pada ku. Dan seketika adzan isya, menghentikan obrolan kami. selesainya sholat isya, seperti biasa pulang. Tapi aku sengaja tidak pulang dulu aku ingin melihat pak yan lebih lama karna besok dan seterusnya tidak akan bertemu. Aku melihat pak yan sedang menangis dalam do'a nya tidak seperti biasanya sekarang sepertinya pak yan memang sedang benar benar bingung menghadapi masalahnya. Dan waktu sudah menunjukan jam waktunya harus pulang. aku pun pulang tapi sesampai ku di rumah entah kenapa hati ku begitu sedih saat ingat pak yan tidak lagi mengajar setiap magrib.
keesokan harinya....
Waktu magrib aku dan yang lainnya melihat masjid berharap ada pak yan. Dan pak yan hanya bercanda ternyata tidak ada. Aku ingat pak yan memberiku no handpone nya aku berinisiatif menelefonnya dan menanyakan keberadaannya "assalamu'alaikum pak ini mar" "wa'alaikumsalam mar"jawab nya "bapa dimana" "bapa lagi di tempat pekerjaan bapa, bapa titip murid bapa ke mar, mar ajarin mereka yang mar bisa yah". "insyaa Alloh pak" kataku "maafin bapa yah bilangin ke semua nya bapa terpaksa ninggalin kalian. Jangan tinggalin sholat dan ngaji "kata pak yan "iya pak, bapa juga sama terimakasih sudah mau mengajari kami" . "iya mar bapa titip anak anak murid bapa ke mar kalo tidak ada yang mengerti mar bisa tanya ke bapa" "iya pak terimakasih" . " bapa harus kerja lagi mar" . " iya pak assalamu'alaikum" . "Wa'alaikumsalam". pak yan mematikan tlponnya. Akhirnya kami pun memutuskan mengaji besok saja dan kami pun pulang. setelah di rumah dan berhubung sudah adzan isya aku sholat . selesai sholat aku membuka handpone ku. ternyata pak yan menghubungku lewat sms "maafin bapa bilangin kesemuanya mar bapa juga tidak mau seperti ini terpaksa" aku pun membalas " iya pak gpp, bapa baik baik disana" lama ke lamaan sms nya mengarah ke pak yan mengutarakan isi hatinya padaku yang selama ini dia rasa selama mengajariku mengaji. Tidak di sangka pak yan mempunyai perasaan yang sama denganku dan selalu memikirkanku. dia mencintaku katanya karena aku dan dia sejalan dalam agama. aku pun selalu sharing agama dengannya aku nyaman dengannya, dia pun selalu mengajaku bertemu di sela sela libur kerjanya. Aku pun meng iya kan tanpa murid yg lainnya mengetahui. Hatiku begitu senang, dan pak yan juga bilang padaku ingin menjadi pacarku tapi aku masih ragu, setelah aku jalani aku pun menyadari aku sangat menyayangi pak yan. Hubungan ku sama pak yan sudah berlangsung 1 tahun . sampai detik ini aku masih menunggu dia melamarku.