sekolah adalah neraka bagi ku bagaimana mana tidak di sana tidak satupun yang mau berteman dengan ku hanya karena aku berbeda.
" hai kawan kawan .liat bukunya basah , liat juga di bawah lantainya basah karena keringat nya " ucap salah satu kawan sekelas ku.
mendengar itu semua seisi kelas merapat melihat ke arah ku dengan tatapan jijik " aku tak mau berjabat tangan dengan mu " kata salsa
aku hanya dia mendengar mereka membicarakan ku dengan tatapan mengejek.
diam hanya itu yang bisa aku lakukan. malu! pasti nya, siap yang tidak malu dengan ini buku yang selalu basah saat aku menulis terkadang lantai pun basah hanya karena aku menginjak nya Samapi sampai aku tak berani mencoba sandal yang mau ku beli di pasar karena takut sandal nya basah karena keringat ku.
hari Hari ku di sekolah kulalui dengan kesendirian menurut ku itu tidak masalah asal jangan ada yang mengejek ku nyatanya tidak . banyak anak laki laki di sekolah mengejek ku .
"pembawa banjir , sumber airnya, aneh dan banyak lagi ."
tapi suatu ketika di saat aku sedang sendirian phia dan Siska menghampiri ku. mereka duduk berhadapan dengan ku .
" kamu bawa bekal apa nov" tanya phia pada ku
aku yang di tanya pun menjadi gugup karena baru ini ada yang mendatangi ku "mie goreng sama telor" jawab ku singkat
"makan bareng yaa" ucap Siska
aku hanya mengguk membiarkan mereka makan bersama dengan ku. rasa nya aneh tapi cukup membuat aku gembira.
"boleh aku minta mie mu gak nov Keliatan nya enak " tanya Siska pada ku .
" boleh kok ambil saja kalau kamu mau " ucap ku dengan hati yang gembira karena akhirnya ada yang mau menyicipi bekal ku .
semenjak hari itu aku tidak sendiri lagi karena phia dan Siska mau berteman dengan ku. tandi nya kuira mereka sama seperti yang lain tapi mereka berbeda mereka 2 orang pertama yang mengagap ku dan mau berteman dengan ku.
walaupun yang lain masih mengejek ku tapi phia dan Siska tetap di samping ku. kadang juga mereka memarahi anak anak yang mengejek ku .
kita jadi sering main bersama bertukar bekal. dan yang aku suka tidak ada rasa jijik di mata mereka saat melihat ku.
"nanti jadi kan latihan senam di rumah ku " tanya phia pada dan sisika
"iya nanti aku ke rumah mu Pi. susul aku dulu ya sis baru ke rumah pia . "
sisika hanya mengangguk mendengar permintaan ku.
1 jam sudah kita melakukan senam di rumah pia untuk ujian praktek penjaskes dan setelah latihan dengan iseng aku bertanya sama pia dan Siska.
"kalian kenapa mau temenan sama aku" tanya ku sama mereka.
"gak papa cuman pengen temenan sama kamu " ucap phia
"emang ngapa gak ada yang salah kok temenan sama kamu"kata Siska pada ku .
"kalian gak jijik dengan ku. lihat lah telapak tangan ku berkeringat padahal tubuh gak berkeringat." ucap ku sambil memperlihatkan telapak tangan ku .
mereka berdua melihat telapak tanganku. " kita gak peduli sama hal itu " ucap mereka serentak .
"kamu tau gak nov ku kira kamu orang yang pendiam ternyata pas kita udah maen kamu itu cerewet banget " ucap phia pada ku
"iya iya bener banget itu tapi kalo kamu gak ada itu sepi kenapa karena phia anak nya pendiem " sahut Siska sambil menyegol pundak Phia.
" tapi kenapa ya kau kalau ketemu orang diem aja ya gak mau ngomong. dia ajak makan bakso kalau rame kamu gak mau harus nunggu sepi dulu baru mau kenapa kamu ini kenapa yang aneh malah bukan keringat mu tapi sikap mu yang ini " tanya phia pada ku sebelum dia pergi mengambil minum di meja.
aku hanya dia mendengar pertanyaan phia. semua ingatan dia sekolah kembali berputar ejekan hinaan tatapan itu semua masuk ke dalam kepala ku sampai rasanya ingin meledak.
"kok kamu melamun nov" sambil memukul lengan ku
"eem iya kok ngelamun ya."
"pertanyaan ku belum kau jawab Lo " ucap phia pada ku.
"Jawa Napa nov kepo ni " kepo Siska
" malu aja " ucap ku pada mereka ." aku takutkan mereka yang melihat ku menatap seperti anak anak di kelas menatap ku " ucap ku dalam hati.
puku 05:00
"aku sama siska pulang dulu ya" ucap ku berpamitan pada pia . sambil melambaikan tangan pada nya .
"semoga kita dapat nilai bagus ya dan semoga semoga kita lulus sekolah dengan nilai baik" celetuk Siska saat kita pulang bersama.
"iya semoga saja. semoga pas SMP kita satu kelas ya ". ucap ku pada Siska.
"ee kok gak terasa udah Sampek rumah kamu mau mampir gak "
" gak lah sis aku pulang aja nanti di marah ibuk." bye
ucap ku sambil melangkah ke rumah ku yang sementara lagi akan sampai.
"akhirnya sampai juga"kata ku saat sudah masuk ke dalam rumah .
"buk ibuk ." teriak ku mencari ibu
"di belakang" ucap ibu ku
aku berlari ke belakang dan melihat ibuku yang ternyata sedang megoreng telur.
"kenapa "
"buk kalau SMA aku mau bareng sama pia sama siska ya itu Lo pasir sakti ".
"jauh banget disini aja ngapa Lo " bareng yang laen temen mu .
" gak mau. aku gak mau bareng mereka aku sama siska sama pia aja " ucap ku memohon.
" yaudah iya tapi kalau nilai mu Bagus yaaa."
2 Minggu 14 Hary setelah percakapan ku dengan ibu dan sekarang aku sudah ada di SMA . bahagia! tentu karena hanya ada aku dan pia dan Siska yang ada di sini tapi sayangnya aku tidak bisa sekelas dengan pia aku sekelas dengan Siska.
hari hari ku di SMA sangat monoto aku hanya bergaul dengan Siska dan pia hanya bermain dan menghabiskan waktu dengan mereka.aku tahu di SMA tidak ada yang mengejekku menghinaku dan tidak ada tatapan jiji itu lagi tapi entah kenapa aku tidak berani memulai bersosialisasi dengan mereka bahkan sampai 1 tahun aku belum bisa mengingat semua nama teman sekelasku aku masih takut aku takut kejadian seperti dulu terulang lagi.
ketika 17 Agustus sekolah ku membuat lomba dan aku menjadi salah satu Perseta nya yang membuat aku haru berkomunikasi dengan anak sekelas ku tapi ternyata itu yang membuat ku menambah warna dalam hari hari ku karena satu hari itu aku bisa mengenal lili freza Ita Laila dan banyak lagi dari lomba lomba itu aku mulai dekat dengan anak perempuan di kelas ku. aku bisa merasakan ke kantin beramai beramai dengan Siska dan yang lain. mereka juga sudah ku beritahu tentang hiperhidrosis ku dan mereka tak mempermasalahkan nya walaupun aku masih tidak bisa dekat dengan anak laki di kelas ku tapi itu bukan masalah bagi ku .