Seorang kakek penjaga makam telah berkali-kali melihat seorang gadis muda yang begitu sering mengunjungi salah satu makam yang berada di sana.
Gadis itu terlihat anggun namun dalam sorot matanya menyimpan banyak kesedihan dan penyesalan. Saat gadis itu beranjak pulang, si kakek menghampirinyna dan memberi salam.
"Waalaikumussalam warahmatullah," balas si gadis sembari tersenyum.
"Siapa gerangan pemilik makam ini, dan menegapa Nona begitu sering berkunjung?" tanya si kakek.
Gadis itu beranjak dan berkata kepada si kakek, "Yang berbaring di makam ini adalah seorang pemuda yang tidak puas pada satu orang wanita saja, katakanlah dia playboy dalam bahasa anak muda jaman sekarang.
Dia kemudian dipertemukan dengan seorang wanita yang sama dengannya yaitu wanita yang tidak puas hanya dengan dirinya seorang. Memang benar ayat yang berbunyi Al-khabiitsaatu lilkhabiitsiina wal khabiitsuuna lilkhabiitsaati wath-thayyibaatu li-ththayyibiina wath-thayyibuuna li-ththayyibaati uulaa-ika mubarrauuna mimmaa yaquuluuna lahum maghfiratun wa rizqun kariim."
Selesai melantunkan surah An-Nur ayat 26 yang berarti wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik untuk wanita-wanita yang tidak baik pula, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula. Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (syurga).
Gadis itu duduk di depan gerbang makam di susul oleh si kakek.
"Aku mengunjunginya karena dia memiliki kisah asmara yang begitu menakjubkan," sambung gadis itu sambil memandang lurus kedepan.
"Kisah seperti apakah yang begitu hebatnya membuat seorang gadis cantik seperti Nona, rela meluangkan waktu untuk mengunjungi sebuah makam?" tanya si kakek penasaran.
"Jika kakek berkenan, akan aku ceritakan kisah pemuda tersebut." Tukas si gadis tanpa beralih pandang.
Kakek itu mengangguk mengiyakan.
"Seperti yang kakek ketahui bahwa pemuda yang berbaring disana adalah seorang yang tidak setia pada satu orang wanita saja," gadis itu mulai bercerita.
Kisahnya bermula dari sebuah pertemuan yang tidak disengaja dengan seorang wanita yang sedang mengantar saudaranya ke sekolah. Setiap hari pemuda itu memperhatikan dirinya mengantar jemput saudaranya, hingga pada suatu hari pemuda itu memberanikan diri untuk meminta nomer kontak wanita tersebut. Dengan senang hati wanita itu memberikannya.
Untuk pertamakalinya pemuda itu mencoba menelfon si wanita dan mengajaknya berkenalan lebih jauh sekaligus menambah ilmu yang belum diketahui-nya karena kebetulan wanita itu menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan bidang keperawatan.
Setelah lama berkomunikasi, pemuda itu tahu bahwa nama gadis itu adalah Annisa Indah Wahyuni dan dia biasa memanggilnya Indah. Dari komunikasi yang kian akrab akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu, dari pertemuan itu mereka merasa saling cocok dan merasa nyaman saat mengobrol.
Setelah beberapa lama kenal akhirnya mereka memutuskan untuk mengikat sebuah hubungan yakni menjadi pasangan kekasih. Awal-awal pacaran hati mareka dipenuhi dengan cinta, setiap bertemu meraka selalu bercanda dan tertawa bersama. Mereka juga saling mengenalkan saudara dekat mereka hingga terjadi sebuah kejenuhan yang berakhir pada perselingkuhan.
Wanita itu menjalin hubungan dengan sudara si pemuda yang benama Muhammad Risal. Hal yang serupa juga terjadi pada si pemuda, dia juga menjalin hubungan diam-diam dengan saudara si gadis yang bernama Nur Heri.
Hubungan yang begitu bercabang ini berlangsung lama tanpa ada salah satu diantara mereka yang saling mengetahui kebenaran. Jadi si pemuda dan wanita itu menjalin dua hubungan disaat yang bersamaan. Hingga pada suatu hari terkuaklah perselingkuhan masing-masing dari mereka dan berakhirlah hungan meraka saat itu juga.
Namu kisahnya tidak hanya sampai di sini, setalah mereka memutuskan hubungan. Pemuda itu yang bernama Muhammad Emil. Dia juga putus sekolah kemudian memutuskan untuk bekerja mencari nafkah.
Dua bulan dia menghilang tanpa kabar di hadapan wanita yang bernama Indah itu. Setelah sipemuda kembali dari rantauannya. Dia langsung menemui Indah untuk mengajaknya kembali seperti dulu.
Dia ingin wanita itu tetap menjadi miliknya, karena wanita itu memiliki perasaan yang sama pada Emil maka mereka memutuskan untuk kembali bersama sebagai sepasang kekasih. Keduanya kembali seperti dulu tanpa mengungkit masa lalu.
Setelah satu minggu kembali menjalin hubungan, pemuda itu memberi sebuah foto pada si gadis. Itu hanya sebuah foto biasa yang diberi tulisan oleh Emil namun tidak pernah wanita itu sangka bahwa takdir begitu hebat memberi kejutan. Ternyata foto itu adalah pemberian terakhir Emil untuk Indah.
Kakek pasti berfikir bahwa Emil kembali meninggalkan indah. Yah memang benar Emil meninggalkan Indah, dia meninggalkannya untuk terakhir kalinya dan selama-nya.
Emil meninggal dunia kerena mengalami kecelakaan naas yang merenggut paksa hidupnya dan mungkin seperti itulah garis hidup untuknya. Kakek juga pasti bertanya apa yang terjadi dengan Indah bukan?
Awalnya Indah tidak tahu tentang kecelakaan itu sampai dia melewati rumah kediaman Emil dimana bendera putih berkibar disana. Dari sanalah dia tahu bahwa orang yang di cintainya kembali meninggalkannya.
"Dia benar-benar pergi untuk selamanya." Si gadis mengakhiri ceritanya.
"Lalu dimana gadis bernama Indah itu? Apa yang dilakukannya sepeninggal Emil?" tanya si kakek kembali penasaran.
"Wanita itu memutuskan untuk melanjutkan hidupnya dengan membawa cintanya, menanti takdir seperti apa yang akan dihadapinya dikemudia hari," tukas si gadis sambil berdiri dan melangkah pergi meninggalkan kakek itu tanpa memberi tahu bahwa gadis bernama Indah itu adalah dirinya.
Biarlah kisahnya seperti itu, dia tidak ingin orang lain tahu bahwa dirinya pernah mencintai seseorang dengan cara yang salah.
"Nona tunggu! Kata-kata apa yang di tulis Emil dalam fotonya?" teriak si kakek.
"Aku pamit, maaf jika aku pernah bersalah dan melukai perasaan-mu. Harus aku akui bahwa kamu yang terbaik tapi bukan untuk-ku." Jawab si gadis tanpa menghentikan langkahnya dan kemudian menghilang dari jarak pandang si kakek.
*Tamat*
Sekedar berbagi kisah dari seorang teman yang pernah menceritakan nyatanya kisah cinta yang sebenarnya.
Jika berkenan, silahkan mampir juga di Novel saya.
SALAM HANGAT DARI PENULIS ^_^