Pagi hari yang sungguh indah sekali di sebuah kos kosan sederhana.
Di dalam sebuah kamar yang unik dan rapih terdapat seorang gadis yang masih terlelap dalam tidurnya.
Tidak berapa lama jam alarm di atas sebuah meja di samping tempat tidurnya pun berbunyi nyaring dan membangunkan gadis itu.
Sfx: Kriiinnggg
"Hoamm". Gadis itu pun langsung bangun dari tidurnya dan sesekali menguap serta merentangkan tangannya ke atas.
"Wah sudah pagi ternyata". Ucap gadis itu sambil melihat ke arah jam yang tergeletak di atas meja tersebut.
"Ku mandi dulu deh siap-siap untuk pergi ke kampus".
Gadis itu pun pergi ke dalam kamar mandinya.
Selang beberapa menit dia pun keluar dari kamar mandi dan segera berganti pakaian sesekali ber-make up agak tipis agar tampak segar.
Lalu gadis itu pun keluar dari kamarnya dan menuju dapur untuk memasak sesuatu.
"Hari ini aku masak apa ya untuk sarapan dan bekal ku ke kampus?". Ucap gadis itu pada dirinya sendiri.
Akhirnya dia pun membuat sarapan yang paling simpel yaitu nasi goreng dengan telur dadar dan untuk bekalnya dia membuat roti selai coklat kesukaannya.
Dia pun memasak dengan sesekali bernyanyi.
Setelah selesai memasak dia pun langsung menghidangkannya di atas piring dan duduk di meja makan dengan segelas jus segar.
Selesai sarapan dia pun bersiap-siap pergi ke kampus dengan memakai sepedanya.
"Akhirnya sampai juga di kampus". Ucap gadis itu sambil memarkirkan sepedanya.
Akhirnya gadis itu pun pergi menuju kelasnya di kampus tersebut dan bertemu dengan teman-temannya.
Sesampainya di kelas.
"Halo Mei sini". Panggil seorang teman gadis itu.
Yah gadis tersebut bernama Mei dia tinggal di sebuah kos kosan kecil di pinggir kota sendirian, dia berumur 18 tahun.
"Halo Vika". Ucap Mei menyapa temannya tersebut.
"Hei Mei hari ini sepulang kuliah antar aku yu ke pusat kota". Ucap Vika.
"Boleh deh aku hari ini tidak ada acara". Ucap Mei sambil tersenyum ke arah Vika.
"Wah makasih Mei". Ucap Vika.
"Sama-sama". Ucap Mei.
"Eh ngomong-ngomong Vika kamu ke pusat kota mau apa?". Tanya Mei.
"Ah itu aku ingin membeli sebuah hadiah ulang tahun untuk adikku". Jawab Vika.
"Oh begitu ya". Ucap Mei.
Akhirnya mereka pun mengobrol sampai bel jam masuk kampus berbunyi.
Tidak berasa akhirnya jam kampus Mei pun selesai.
Seperti jangjinya Mei pun mengantar Vika ke pusat kota menaiki mobil Vika, sepeda Mei sudah Mei simpan ke kos kosannya.
Sesampainya di toko tersebut, mereka pun masuk ke dalam toko tersebut.
Vika pun sibuk mencari hadiah ulang tahun untuk adik nya sedangkan Mei melihat-lihat.
"Wah cantik-cantik sekali toko pernak-pernik hiasan ini". Ucap Mei kagum.
Saat Mei sedang melihat ke arah jejeran cermin, mata Mei pun terpaku pada sebuah cermin kecil yang cantik berwarna biru berkilau dan dan berhiaskan sebuah mahkota kecil.
Lalu Mei pun mendekat ke arah cermin itu dan terpaku pada cermin tersebut
"Wah cantiknya". Ucap Mei.
Lalu Mei pun mengambil cermin itu dan melihat-lihat cermin tersebut.
"Hei Mei ternyata kamu disini aku tadi mencari mu". Ucap Vika.
Lalu Vika pun melihat ke arah Mei yang sedang memegang sebuah cermin yang terlihat sangat cantik dan indah itu.
"Hei Mei cermin itu cantik sekali". Ucap Vika.
"Iya aku juga suka sekali indah". Ucap Mei.
"Hei Mei kalau kamu suka kenapa kamu tidak membeli cermin itu saja". Ucap Vika.
"Oh iya". Ucap Mei.
Lalu Mei pun melihat harga cermin itu dan ternyata harganya lumayan tak terjangkau untuk uang jajannya.
"Sayang sekali aku tidak jadi membelinya uangnya tidak cukup". Ucap Mei dan meletakkan cermin tersebut ke tempatnya semula.
"Kenapa Mei tidak jadi?". Tanya Vika.
"Tidak uangnya tidak cukup". Ucap Mei sedih.
"Ambil saja aku yang bayar ko". Ucap Vika.
"Eh jangan ini mahal". Ucap Mei.
"Tidak apa-apa bagiku itu lumayan terjangkau, dan juga anggap saja cermin itu hadiah dariku untukmu karena sudah mau mengantarku mencari hadiah". Ucap Vika sambil tersenyum.
"Eh tapi aku gak enak sama kamu Vika". Ucap Mei berusaha menolak karena tidak enak.
"Tidak apa-apa". Ucap Vika.
Vika pun mengambil cermin itu ke kasir, Mei pun terkejut dan Vika pun langsung membayarnya bersama dengan hadiah yang di belinya.
Akhirnya Vika pun sampai ke kossan Mei dan Mei pun turun dari mobil Vika.
"Wah makasih ya Mei untuk hari ini". Ucap Vika.
"Iya ku juga makasih atas cermin ini". Ucap Mei.
"Kalau begitu aku pulang dulu dah Mei". Ucap Vika.
"Dah Vika". Ucap Mei
Setelah mobil Vika pergi, Mei pun masuk ke dalam kosannya.
Lalu dia pun bersih-bersih badan terlebih dahulu dan mengganti pakaian.
Mei pun seperti biasa pergi ke bawah memasak untuk makan malam, lalu pergi ke kamar untuk belajar dan mengerjakan tugasnya.
Setelah itu waktunya untuk Mei pergi tidur.
"Hoammm hari ini benar-benar menyenangkan". Ucap Mei dan pergi ke tempat tidur.
Tapi Mei belum tidur dia masih penasaran dengan cermin yang diberikan Vika itu.
Mei pun mengambil cermin tadi yang masih terbungkus.
Lalu Mei membuka bungkusan itu dan mengambil cermin nya dia pun melihat ke cermin itu.
"Wah cantik sekali cermin nya". Ucap Mei kagum.
Pada saat Mei mencoba melihat dirinya di dalam cermin itu tiba-tiba ada sebuah cahaya menyilaukan matanya.
Sfx : Siiinggg.
"Apa Ini silau sekali". Ucap Mei
Cermin itu pun menyilaukan mata Mei dan membuat Mei terkejut, lalu secara tidak sadar Mei pun tersedot kedalam cermin itu.
Sfx : Gubrak.
"Aduh sakit sekali". Ucap Mei.
"Eh ini dimana?". Tanya Mei pada dirinya sendiri yang kebingungan.
Mei pun terjatuh di sebuah tempat yang entah ada dimana, tempat itu.
Di tempat itu pun di penuhi berbagai bunga yang cantik dan indah.
"Eh tempatnya indah sekali banyak sekali bunga". Ucap Mei kagum.
Tanpa Mei sadari, Mei pun melangkahkan kakinya menyusuri bunga-bunga itu.
Lalu Mei pun terkejut melihat seorang pria tertidur di salah satu bunga tersebut.
"Eh siapa dia?".Tanya Mei dalam hati.
Karena penasaran Mei pun akhirnya mendekati seorang pria tersebut.
Saat mendekati pria tersebut Mei pun terpaku dengan pria tersebut.
"Tampannya". Ucap Mei.
Pria yang tinggi, tampan, putih da berkilau menurut Mei.
Dengan memberanikan diri Mei pun mencoba untuk lebih mendekatinya karena penasaran dengan pria tersebut.
"Apakah aku harus membangunkan pria tersebut, untuk bertanya dimana aku sebenarnya". Ucap Mei dalam hati.
Pada saat Mei sudah mendekati pria tersebut dan akan membangunkannya tiba-tiba tangan Mei pun di tarik oleh pria tersebut Mei pun terkejut.
Lalu pria itu pun membuka matanya dan melihat Mei.
"Siapa kamu?". Tanya Pria tersebut kepada Mei.
Mei pun syok dan masih terkejut dengan apa yang terjadi.