Rasa ini terus tumbuh dalam hatiku. Lebih mudah memaafkanmu daripada melupakanmu. sungguh itu berat.
Hari ini, aku menemukan diriku terbangun dengan air mata yang membasahi wajahku mengingat kembali apa yang kau katakan padaku kemarin.. membuat hatiku sakit.
Aku bangun dan langsung mandi.. ku pikir dinginnya pagi hari bisa membuatku sedikit melupakanmu...
Hari yang sama lagi, namun ada perasaan aneh yang menyelimuti gadis berusia 15 tahun itu.. dia adalah Clara Anastasya Devani. Seorang gadis dengan mata biru yang menambah daya tariknya. Dia baru putus kemarin saat pria itu mengajaknya pergi ke kafe yang ada di seberang rumahnya.
Tuttt tuttt tuttt..... suara ponsel Clara berdering menandakan ada yang menelfonnya. " Siapa yang menelfon malam malam begini " gumam Clara
Dalam telfon...
"Ouh kau, Halo sayang ada apa "ucap Clara
"Emm.. bisa kau datang ke kafe di seberang rumahmu.. ada yang ingin ku bicarakan " kata pria itu
" baiklah kevin aku akan datang "ucap Clara
Ya.. kevin. Dialah yang menghubungi Clara. entah apa yang akan mereka bicarakan disana.
" Clara disini... " kata kevin sambil melambaikan tangannya, kafe itu memang ramai di malam hari.
" Hah.. senang bertemu denganmu... hmm.. apa yang ingin kau bicarakan, sepertinya sangat penting " kata Clara sembari memperhatikan kafe yang ramai itu.
" Baiklah, namun sebelumnya berjanjilah padaku bahwa kau akan memaafkanku setelah ini berjanjilah. " kata kevin dengan serius
" Tidak biasanya kau serius seperti ini.. huft baiklah aku berjanji " kata Clara
" aku ingin mengakhiri hubungan kita " ujar kevin
" Tapi... kenapa, apa salahku.. katakan.. bagaimana kau bisa mengambil keputusan secara sepihak " kata Clara dengan lantang
" Aku dijodohkan oleh orang tuaku dengan sahabat mereka di amerika, aku tidak bisa menolak hal itu " ucap kevin
Bagai tertusuk panah, air mata mulai jatuh membasahi wajah gadis itu.. bagaimana tidak hubungan yang terjalin selama 7 tahun harus putus karena perjodohan.
" Tidak, kau tidak bisa melakukan hal ini padaku.. kita menjalani hubungan ini cukup lama, dan kau akan mengakhirinya begitu saja " ucap Clara dengan air mata yang terus membanjiri wajahnya.
" Maaf Clara aku tidak punya pilihan lain.. aku tidak bisa menolak mereka.. mereka adalah orang tuaku.. maafkan aku.. maafkan aku. ucap kevin terisak
Keduanya larut dalam kesedihan hingga Clara berkata..
" Pergilah... kejar dia.. mungkin dia lebih baik dariku.. aku selalu mengekangmu selama ini.. mungkin bersamanya kau bisa bebas.. " kata Clara
" Kita akhiri disini saja.. maafkan aku " ucap kevin lalu pergi dari kafe itu meninggalkan gadis itu.
Dengan sisa tenaga Clara menapaki jalanan dengan terisak hingga sampai di kamarnya.. ia menangis sejadi jadinya.. seseorang yang menemaninya selama 7 tahun tanpa pernah berpaling pada siapapun kini meninggalkannya sendirian.. Ya sendirian Clara tinggal sendirian selama 8 tahun karena orang tuanya meninggal karena kecelakaan dan dia tidak memiliki saudara karena dia adalah anak tunggal.. dan Kevin adalah orang yang menemaninya selama ini..
" Mungkin kau bukan milikku kevin, mungkin kau tidak ditakdirkan untukku.. terima kasih karena telah menemaniku selama ini.. terima kasih atas waktu yang kau berikan untukku.. memaafkanmu atas hal yang tidak kau inginkan.. aku bisa melakukannya.. namun melupakanmu adalah ujian terberat untukku.
ucap Clara.