Ada masa ketika aku benar-benar tidak tahu harus membawa hidup ini ke mana.
Aku sudah mencoba berbagai hal, mengejar beberapa keinginan, dan membuat banyak rencana. Sebagian berjalan baik, sebagian lainnya berhenti di tengah jalan. Ada juga yang bahkan belum sempat dimulai karena keadaan memaksaku memilih sesuatu yang berbeda.
Dari luar, mungkin tidak ada yang terlihat berubah. Aku masih pergi bekerja, masih bertemu orang-orang, masih sesekali tertawa ketika ada sesuatu yang lucu. Hari-hariku berjalan seperti biasa, seolah tidak pernah ada apa-apa.
Padahal, aku tahu betapa banyak hal yang sudah kulewati untuk sampai di titik ini.
Ada keputusan yang pernah kusesali, kesempatan yang terlewat, dan beberapa kegagalan yang membutuhkan waktu cukup lama untuk kuterima. Aku pernah merasa hidupku berhenti sementara orang lain terus melangkah jauh di depan.
Aku sempat bertanya, sebenarnya apa yang sudah kucapai?
Pertanyaan itu tidak selalu punya jawaban.
Namun suatu malam, ketika melihat kembali perjalanan beberapa tahun terakhir, aku menyadari sesuatu yang selama ini luput dari perhatian.
Aku memang belum mendapatkan semua yang kuinginkan, tetapi aku juga bukan orang yang sama seperti dulu.
Aku sudah belajar menghadapi hari-hari yang tidak sesuai rencana. Aku belajar menerima bahwa tidak semua orang akan tinggal, tidak semua kesempatan datang dua kali, dan tidak semua usaha langsung menghasilkan sesuatu.
Yang paling penting, aku belajar untuk tidak meninggalkan diriku sendiri hanya karena hidup sedang tidak berjalan seperti yang kuharapkan.
Mungkin itulah alasan aku masih bertahan sampai sekarang.
Bukan karena semuanya mudah, tetapi karena setiap kali merasa sudah tidak sanggup, selalu ada sedikit bagian dalam diriku yang berkata bahwa mungkin besok keadaan akan berbeda.
Dan kalau besok ternyata masih sama, aku akan mencoba lagi.
Tidak perlu terburu-buru.
Aku hanya perlu melangkah sejauh yang mampu kulakukan hari ini.
Sebab setelah begitu banyak hal yang terjadi, ada satu hal yang akhirnya benar-benar kusadari:
Aku mungkin belum sampai di tempat yang kuinginkan, tetapi aku masih di sini. Dan selama aku masih di sini, masih ada kesempatan untuk memulai lagi.