Roy dan Rian adalah sahabat sejak kecil,sahabat dari mereka duduk di bangku Taman anak-anak,sampai kini sudah kelas Satu SMA,Rian bercita-cita menjadi seorang musisi yang terkenal.hari ini adalah hari jadi Rian yang 17tahun.
"Aduh Rian ultah lagi,kasih hadiah apa yach?" Gumam Roy sendiri
Roy masuk ke dalam sebuah toko alat musik,Karena memang sahabatnya suka musik,setelah mencari-cari tidak ada yang cocok,Roy mencoba untuk pindah toko,tapi saat Roy hendak pergi,Roy melihat sebuah Gitar yang begitu indah tampilan luarnya,Roy pun kembali masuk,
"Wah Gitar ini begitu bercahaya,pasti Rian bakalan suka nih!" ujarnya sendiri
"Mba tolong bungkus Gitar ini,yang rapih soalnya buat hadiah!" katanya pada pelayan toko.
"Baik mas tunggu sebentar yach!" uncap pelayan.
Setelah gitar di bungkus rapi Roy pun pergi meninggalkan toko dan bersiap untuk ke rumah Rian.sampainya di rumah,Roy meletakan Gitar di Ruang tamu dia lihat jam.
"Ah,masih ada waktu satu jam lagi,sampai acaranya di mulai aku mandi dulu deh,!" katanya
Saat Roy sedang asyik mandi,Roy berkali kali mendengar suara Gitar yang sedang di mainkan.
Jreng...jreng...
"Akh,suara apa ini!kok suaranya buruk sekali siapa yang memainkan gitar seburuk ini!" katanya pada diri sendiri.
Roy pun segera keluar kamar mandi,dan bersiap lagi-lagi suara itu terdengar bahkan lebih keras dari tadi
JRENG...JRENG...JRENG.
Roy menyibak tirai jendelanya mencari suara itu,dia menggira kalo tetangganya yang sedang main Gitar.
"Sumpah nih orang ga bisa main Gitar apa?jelek banget suaranya!" omelnya sendiri.
Roy pun segera menyelesaikan perkerjaannya dan berlari ke ruang tamu untuk mengambil Hadiahnya dan segera pergi tapi lagi-lagi saat hendak turun kebawah Roy mendengar suara Gitar Untuk yang ke tiga kalinya.
JReng...JReng...Jreng...
Suaranya terdengar sangat dekat,Roy pun jadi merinding dan merpercepat langkah kakinya.
"Asli angker banget sih nih rumah,ga ada orang tapi tadi ad yang maenin Gitar,sedangkan Gitar cuma ini ga ad lagi ini juga udah terbungkus rapih kok bisa sih!" Roy mulai ketakutan sendiri,
"Akh bodo,emang gue pikirin,pokonya gue harus segera pergi ke tempat Rian dan kasih nih Gitarnya" katanya sambil membawa Hadiah dan pergi ke luar.
Saat Roy mengendarai mobilnya.lagi terdengar suara Gitar.JReng...jreng...jreng.Roy melihat ke arah hadiah milik Rian,dia pun mulai merinding.
*Gila masa sih Gitar ini bunyi sendiri tapi mana mungkin?*gumamnya
Untuk menghilangkan rasa takutnya Roy menyalakan musik dan mempercepat laju mobilnya,saat sampai di rumah Rian Roy pun segera berlari membawa Hadiah di tengah jalan Roy menabrak seseorang.
Bruukk...
"Eh,ma-maaf ga sengaja,lagi buru-buru!" katanya panik
"Roy napa sih loh,lari-lari kaya lagi di kejar setan!" ucap wanita yang di tabraknya.
"Ini lebih serem dari pada setan!" ujarnya berlalu masuk.
Si cewe punya binggung melihat tinggah aneh Roy.setelah sampai Ruangan Roy pun menyerahkan hadiahnya pada Rian.
"Rian mamen,happy bitday boy,nih hadiah loh!" kata Roy sambil menyerahkan hadiahnya,Roy tidak menyeritakan kejadian jangkal tadi,dia tau sifat sahabatnya bakalan di ledek habis-habisan kalo tau.
"Tensk ya Roy,apa nih?kayanya Gitar ya! tau aja sih loh barang paforit gue!" kata Rian menerima pemberian Roy.
"Iya dong masa engga sih,kan loh sohib gue dari dulu ya ga!" ledeknya bangga.
"Rian buka dong hadiahnya,terus mainin deh buat hibur kita-kita iya gak!" bujuk salah seorang teman
"Iya Rian hayo maenin Gitarnya,!" timpal temen satunya lagi.
"Ok,ok gue maini yach khusus buat kalian nih yang udah mau hadir di party gue!" jawab Rian membuka bungkusnya,semua yang lihat terpanah dengan tampilan luarnya,seakan-akan memiliki daya tarik.
"Wah gila keren banget,Gitarnya!" ujar seorang cewe.
Rian pun maju kedepan teman-teman dan berdiri memainkan Gitar,tapi semua terkejut saat Rian mulai memetik senar,suara yang di keluatkan Gitar itu begitu sumbang dan jelek,semua yang nonton pada tutup kuping.
"Iihh apanih suaranya jelek banget,!" ucap cewe yng tadi di tabrak Roy.
"Iya yah kan biasanya Rian jago banget maen Gitarnya tapi sekarang jadi sumbang!"
Roy kaget mendengar suara Gitarnya,ini suara yang dari tadi dia denger di rumah dan perjalanan.
"Ternyata suaranya Bener-bener dari situ!" ucapnya sambil bergidik iseng.
"Ya mungkin butuh di seting lagi nih Gitar,agar lebih bagus!" ucap Rian pada teman-temennya.
Semuapun melupakan kejadian Gitarnya dan mulai parti,hinga larut jam sudah menunjukan pukul sebelas malam semuapun pulang,pesta selesai tinggalah Rian yang sedang membereskan ruangan berantakan banget.sepi ga ada orang.
Jreng...Jreng...Jreng...
Prang...Rian terkejut mendengar suara Gitar hingga gelas yang dibawanya jatuh.
"Si-siapa disana?dek kamu kah!" Panggil Rian,tapi ga ada yang membalas panggilannya.
Rian pun melanjutkan kegiatannya,beres-beres rumah dan melupakannya,JReng...Jreng...jreng...
Lagi terdengar suara gitar,Rian pun memeriksa ke ruang tamu tempat Rian meletakan Gitarnya.
Betapa terkejutnya Rian saat di ruang tamu dia melihat ada seorang pria sedang memainkan Gitarnya,tapi Rian tidak bepikir aneh-aneh.dia menggira kalo itu adiknya Dika,
"Dek,udah malam jangan main Gitar berisik,ganggu tetangga ga enak,hayo tidur" ajaknya.
Saat Rian hendak berlalu untuk pergi tidur betapa terkejutnya Rian melihat adiknya yang tertidur di kasur,*Kalo ini Dika,lalu siapa yang di ruang tamu tadi*pikir,Rian mulai merinding dan dia pun segera menarik selimutnya dan pergi tidur.
***🎸***
Keesokan harinya,Saat hendak sarapan.memang di rumah hanya tinggal Dika dan Rian,kedua orang tua mereka tinggal di luar kota ada urasan kerjaan.
"Dek,semalam kamu main Gitar kakak,yach!" tanya Rian
"Main Gitar!sejak kapan aku suka musik kak?" Dika balik bertanya.
Rian lupa kalo adiknya tidak suka musik seperti dirinya,dan semalam siapa yang main gitar,Rianpun makin merinding,aneh banget sih,saat Rian dan Dika siap berangkat ke sekolah,mereka ke luar rumah.
Rian hendak menyestater motornya Rian melihat di dalam rumah ada bayangan hitam,dia pikir itu Dika lalu teriak memanggil karena takut telat.
"Dika,cepat keluar kita ke sekolah takut telat!" panggilnya
"Kak aku disini,udah siap berangkat!" jawab Dika,
"Hah,loh dek sejak kamu di sini!bukannya kamu di dalam?" Rian kaget dengan kehadiran Dika
"Aneh banget sih,ngigau atau gimna aku udah disini sedari tadi,kita keluar rumah bareng kan!" ucap Dika
Rian makin merasa ada yang ga beres di rumahnya dia pun segera tancap gas motornya segera berangkat sebelum jadi tambah parah.
Sepanjang jalan Rian memikirkan kejadian-kejadian jangkal di rumahnya,di mulai dari suara gitar,orang yang sedang main gitar,dan pagi ini sesosok bayangan yang dia pikir adalah adiknya tapi bukan.
***🎸***
Sampainya di sekolah Rian segera mencari Roy,ingin bertanya soal gitar itu.
"Hey Roy tunggu,!" panggil Rian melihat Roy yang mau masuk kelas
"Ada,apa?" Tanya Roy berhenti
"Gue mau tanya nih,lue dapet gitar itu darimana sih?" Tanya Rian
"Ya beli di toko lah!emang napa sih bagus yach gitarnya?" tanya Roy lagi bangga
"Bagus apaan,ambil balik tuh gitar,dari semalem gue ngalamin kejadian aneh tau,gue ngerasa ada yang salah ma tuh gitar!" jelas Rian.
"Akh serius lue!gue juga sebenarnya juga ngerasa ada yang aneh ma tuh gitar,tapi gue ga mau ambil pusing,gue kira cuma persaan gue aja ga taunya emang tuh gitar aneh yach!" jelas Roy.
Roy dan Rian saling tukar cerita pasal kejadian semalam,akhirnya mereka berdua sepakat mau dateng ke toko tempat Roy beli tuh gitar,dan hendak bertanya.
Jam pulang sekolah,semua murid udah pada bubar tinggal Rian dan Roy yang belum pulang mereka mau jalani niat mereka pergi ke toko musik.
***🎸***
Sampainya di toko musik Roy segera bertanya pada pegawai toko,tapi terkejut petugas yang kemarin bungkus kadonya ternyata tewas kecelakaan kata pemilik tokonya,dengan perasaan merinding mereka berduapun keluar toko.
"Buang gitar itu kalo,kalian mau selamat!gitar itu bertuan dan dia haus darah!" kata seorang perempuan pengemis
"Apa sih,ibu jangan nakut-nakutin deh!" ucap Rian
"CEPAT BUANG GITARNYA,KALAU PERLU BAKAR JANGAN SAMPAI ANDA MENJADI KORBAN SELANJUTNYA,CEPAT BUANG!" perintahnya makin keras
Roy mendorong tubuh Rian mengajaknya pergi,tanpa menjawab uncapan wanita pengemis tadi.
"Apa,maksudnya yach Rian kok gue jadi merinding sih!" kata Roy
"Ah di pikiran banget sih,cuma cewe gila aja di dengerin yuk balik kita butuh latihan!"ajak Rian
mereka pun kembali kerumah Rian untuk latihan,saat Rian masuk rumah Roy masih butuh untuk memarkir motornya saat mau masuk rumah Roy melihat ada sosok pria berdiri di dekat rumah Rian sambil berkata " Darahhh !" saat Roy hendak bertanya apa maksudnya pria tadi menghilang,Roy pun segera berlari masuk ke dalam rumah.
Mereka berdua pun segera latihan maen gitar di ruang tamu karena suara gitarnya jelek jadi berkali-kali berhenti,hingga Dika dateng dengan tangan terluka bersimbah darah,meminta kakanya untuk ambilkan obat,sambil menunggu kakanya datang Dika menyentuh gitar itu dengan tangannya yang terluka darahnya mengenai senar gitar
Rian pun memainkan gitarnya kembali,gitar yang telah terkena darah adiknya itu.Yang bikin mereka berdua terkejut mendadak suara gitar berubah menjadi merdu sekali indah,bahkan membuat siapa saja yang mendengar terpana,saat bekas darah Dika menghilang suara gitarnya kembali normal lagi.
Kejadian aneh ini terus berlangsung sampai tiga hari kemudian,Rian shok mendegar kabar tentang kematian adiknya yang kecelakaan di tabrak mobil,selama tujuh hari suara gitar berubah jadi merdu seperti saat darah Dika mengenainya,setelah tujuh hari berlalu suaranya kembali seperti biasa.
"Rian gue tau lu masih sedih atas kematian adek lu,tapi lue ga boleh begitu terus,lue harus semangat mengejar cita-cita lo!" hibur Roy sahabatnya.
Saat Roy menyentuh gitar Rian tangannya terluka dan menempel di senar gitar itu,lagi-lagi suara gitar berubah merdu.
"Aneh banget nih gitar,setiap kali ada noda darah di senar pasti berubah jadi bagus suaranya,tapi bekas darahnya kering suaranya balik lagi,apa nih gitar Haus Darah kali!" ledek Roy.
Tersentak Rian mendengar uncapan Roy dia pun teringat uncapan wanita pengemis itu,Rian pun membawa gitarnya pergi dan hendak menemui wanita itu,Roy mengejarnya dari belakang tapi langkah Rian lebih cepat,saat Roy hendak menyebrang sebuah mobil dengan kecepatan penuh menabraknya.
Brukk..."Akhhh...!"Roy terpental jauh
Rian yang mendengar teriakan Roy berbalik dan betapa terkejutnya dia melihat sahabatnya yang terbaring di aspal,Rian berlari menghampiri Roy.
"Royyy,bangun Roy gue mohon lue harus kuat jangan mati Roy bangun!" isak Rian
"Nak hayo kita bawa ke rumah sakit,mungkin bisa di selamatkan!" kata seorang kakek tua
"Iya kek,!" Rian membopong tubuh Roy yang tidak berdaya
"Jangan lupa bawa gitar tua itu bersamamu,kita harus hancurkan sebelum banyak memakan korban lagi!" Ujar kakek itu
Rian pun menuruti perintah kakek dan membawa Roy ke rumah sakit,Roy di rawat di ruang IGD,Rian segera ke taman mencari kakek tadi Rian butuh penjelasan tentang gitar terkutuk ini,beruntung kakek masih ada dan memang sedang menunggu Rian.
"Kek,memangnya ada apa dengan gitar ini!" tanya Rian
"Gitar ini membawa kutukan,seorang pemuda yang bermimpi ingin menjadi terkenal,tapi dia ambil jalan pintas,dia buat perjanjian dengan iblis,hanya dengan mengoleskan darah,gitar ini akan membawanya menjadi terkenal,sampai mengorbankan nyawa orang di sekelilingnya" cerita kakek
"Siapa saja yang darahnya mengenai senar itu,maka dia sudah di pastikan akan mati,dan menjadi tumbal pemilik asli gitar tuanya." kakek berhenti
"Lalu dengan cara apa kita menghentikan semua ini!" jawab Rian
"Bakar gitarnya,dimalam hari tidak bisa di siang hari,karena saat malam pemilik aslinya akan keluar!" ujar kakek
***🎸***
"Hentikan,jangan bakar gitarku kau menghancurkan mimpiku,maka bayarannya kau harus mati!" uncap pria itu parau
Rian terkecik kuat sekali tenaganya,Rianpun hampir kalah,tapi beruntung kakek segera datang menolong.
"Hentikan,Yuda kau menyakiti orang yang tak bersalah,kenapa mau menuruti nafsu iblis itu,sadarlah pergi hidup dengan tenang di alammu!" kata kakek menghentikan pria tadi
"Jangan ikut campur kakek ini urusanku,aku akan pergi tapi bersama orang itu!" kata sosok menunjuk ke Rian
"Nak jangan kau sakiti orang yang tak berdosa,pergilah dengan tenang ibu iklas dengan semua yang telah terjadi dan akan memaafkanmu!" kata wanita pengemis yang ternyata ibunya.
Terdiam pria itu,Rian melihat dia menaggis menatap ibunya.
"Baik ibu aku akan pergi maaf kan aku karena mengecewakan mu,dan membuat kesalahan maafkan aku!" ucapnya Bluss sosok tadi pun menghilang
Kakek segera merebut gitar dari Rian dan membakarnya,Samar- samar terdengar suara teriakkan dari dalam gitar "PANAS...PANAS..."
gitar menjadi abu.
Kakek menceritakan tentang kejadian 10 tahun lalu soal cucunya yang ingin menjadi terkenal,tapi dia tidak bisa main gitar,lalu di buly oleh teman-teman,dia membuat perjanjian gitar ini akan membuatnya jadi terkenal dengan memakan tumbal,sampai satu-persatu keluarganya meninggal nyawanya pun ikut melayang tapi tertahan dalam gitar itu,satu-satunya cara untuk membebaskannya hanya membakar gitar itu.
Malam panjang bagi Rian telah berlalu beruntung Roy masih bisa di selamatkan walau dalam keadaan koma,kini Rian bisa benapas lega,Rian sudah kehilangan adiknya,karena jadi tumbal gitar tua.Kini Rian harus menjaga Sahabatnya...
**___TAMAT__**
🎸Terimakasih🎸