hari sudah mulai sore, matahari sudah mau terbenam di barat bertanda sang malam sebentar lagi datang,, mobil yang membawa ku dan keluarga ku berhenti di sebuah rumah model lama dan sederhana.
Aya, ibu dan aku sudah turun dari mobil melangkah ke rumah sederhana yang mempunyai halaman dan teras kecil itu, ayah membuka pintu dan kami pun masuk kedalam dengan membawah tas kami,, rumah itu sudah bersih dan sudah terisi perabotan rumah tangga karna beberapa hari lalu ayah menyuruh beberapa pelayan kami untuk mbersihkan rumah itu..
waktu sudah menunjukan pukul 19.00. waktu nya kami makan malam. ku bantu ibu untuk menyiapkan makanan ke meja makan. waktu makan pun tiba selesai makan seperti biasa, Kami akan mengobrol sebentar di ruang keluarga sebelum kami istrahat di kamar...
topik pembicaraan malam ini i, tentang sekolah ku dan perkerjaan ayah sebagai dokter di desa itu.
setelah selesai apa yang akan kami lakukan besok tiba saat nya kami untuk istrahat.
ku buka pintu kamar ku,, kamar yang sederhana yang tidak sebesar, kamar ku yang di kota,, ku liahat seluruh, kamar ku yang dindingnya ber warna putih itu,, ada ranjang kayu di lengkapi kelambu ala desa, di sampingnya ada meja kecil terbuat dari kayu, dan ada lemari kayu. ku buka lemari itu ada beberapa baju sudah tersedia di sana,, mata ku masih mengabsen seluruh kamarku. sampai lah mata ku melihat ada sebuah jendela tua yang terbuat dari kayu di sana, lama aku menatapnya, entah kenapa aku seperti terhipnotis. beberapa saat kemudian kurasa ada yang aneh pada diriku bulu kuduk ku berdiri.. ku tepuk pelan ke dua pipiku untuk menyadarkan pemikiran ku, ku langkahkan kaki ku dengan cepat naik ke atas tempat tidur untuk tidur.
Ku tutup ke dua mata ku untuk tidur,, mungkin karna efek capek perjalanan jauh membuat diriku tertidur dengan mudah..
tenggorokanku terasa kering membuat tidur nyeyak ku terganggu, ku buka mata ku dan ku ambil gelas yang berisikan air di meja kecil samping ranjang ku itu. ku minum air itu hingga habis. aneh tidak biasanya aku minum sebanyak ini di waktu malam hari. ku taruh lagi gelas itu ke tempat semula dan melanjutkan tidur ku..
ku pejamkan mata ku untuk tidur, ku balik tubuh ku ke kiri ke kanan, ku lakukan berkali kali tapi rasa ngantuk lenyap begitu saja. mata ku tidak mau ter pejam meski sudah ku pejam kan ber kali - kali. ku lirik jam di meja kecil samping tempat tidur jam menunjukan jam 1 dini hari, ku letakan kembali jam itu ke meja..
ku pejam kan lagi mata ku untuk waktu yang lama.. sampai ter dengar suara tok..tok..tok..
aku terbangun dan duduk di tempat tidur ku singkirkan rambutku ke belakang telingaku dengan kedua tanganku, untuk sesaat suara itu hilang,, aku hendak untuk tidur lagi, belum sempat ku rebahkan tubuhku suara itu terdengar lagi.
tok..tok..tok.. ku tajam kan pendengaran ku,, dan benar suara itu ada lagi tok..tok... tok... kali ini suaranya tidak hanya tok..tok... kreek.... kreek... kreekkk....
jantungku sudah berdebar tidak teratur tubuh ku sudah berkeringat bulu kuduk ku sudah berdiri
merindig seluruh tubuhku,, itu yang kerasakan ingin rasanya aku pergi ke kamar Ayah dan ibu ku tapi seluruh tubuhku terasa lemas dan tidak bertenaga..
tokk...tokkk...tokkk... dan kreekk... kreekkk... kreekkk
entah berapa lama suara itu ku dengar,, ku kumpulkan tenaga ku untuk ber diri tapi tidak bisa. rasanya seluruh tubuh ku lemas mungkin karna rasa takut dan panik ku..
ku buka mulut ku untuk berteriak,, tapi tidak bisa rasanya suara ku tertahan di tenggorokan. tubuh ku sudah berkeringat dan perlahan air mata ku sudah jatuh dengan deras aku tidak tau saat itu rasanya aku tidak bisa untuk melihat hari esok...
ku tarik napas ku dalam - dalam dan ku hembuskan perlahan untuk mendapatkan kesadaranku,, ber kali-kali ku lakukan."tarik napas dan buang perlahan-lahan". nihil. rasa takut dan panik ku lebih besar, apalagi suara itu tidak mau berhenti.
tokk...tokk...tokk... kreeek...kreeekkkk...kreekkk
kurebahakan tubuh ku. kutarik selimutku menutupi seluruh tubuhku.. aku menangis sampai rasanya susah bernapas,, sambil ku berdoa dalam hati ku" God help me, hambamu takut." pergi tolong pergi,, jangan ganggu aku,, ku mohon ku katakan itu ber kali-kali,, tapi suara itu masih ada
tokk....tokk...tokk...kreeek...kreekkk...kreekkk
waktu sudah berlalu. sang Surya sudah memancarkan sinarnya tanda malam sudah pergi dan pagi datang...
ibuk ku masuk kedalam kamar ku untuk membangun kan ku.
pagi sapa ibu pada ku,, tumben udah bangun sayang kata ibu lagi,, sayang,, Bella panggil ibu, tapi tidak ada jawaban dari ku, hinga akhirnya ibu memegang bahu ku. dengan seketika aku berteriak. "ahh, tolong pergi aku tidak mengganggu jangan ganggu ku. aku mohon" sambil mengis..
ibu kaget dengan apa yang ku katakan. kali ini ibu memeluk ku.. untuk sesaat aku memberontak di pelukan ibu ku,, entah apa yang ku pikirkan mungkin karna suara semalam membuat ku takut,, tapi ibu tidak menyerah dia memeluk ku sambil mengusap-usap kepalaku dengan penuh kasih sayang hingga membuatku tenang..
ibu melepaskan pelukannya, saat aku sudah tenang ibu duduk di depan ku, dia menghapus air mataku sambil bertanya, kenapa??? ada apa sayang???? kenapa pagi-pagi sudah menangis??? sesaat ku tatap ke dua mata ibu ku dengan intens, sampai suara ibu ku terdengar lagi. cerita sama ibu, kamu kenapa.. kutarik napasku dalam- dalam dan ku hembuskan..
nak,, ya buk jawab ku,, mmm aku berpikir sejenak untuk memulai ceritaku dari mana,, nak ayo cerita kata ibu,, ia buk aku akan cerita tapi ibu harus percaya. kata ku pada ibu.
ibu tersenyum pada ku, cerita dulu kata ibu.
mmm akhirnya ku ceritakan apa yang terjadi pada ku semalam, dan ku lihat wajah ibu ku saat terdengar suara tawa ibu ku...
ibu,, kata ku, aku serius, tidak bercanda. tapi ibu masih tertawa. aku pasang wajah cemberut ku pada ibu,, ibu terdiam dari tawa nya dan di lajutkan makannya jangan "baca novel horor " gini kan jadinya.. omel ibu ku sambil beranjak ke lemari ku untuk menyiapkan seragam sekolah ku,, sana mandi nanti telat kata ibu..
Bu aku serius,, ibu kok tidak percaya sama anak sendiri kata ku,,
cepat sayang mandi nanti kamu telat,, kamu murid baru loh,, kata ibu dan di lanjutkan,, kan malu, baru masuk sudah telat . ibu berkata tanpa menghiraukan kata ku..
dengan malas ku langkah kan kaki ku, ke kamar mandi untu mandi pagi itu...
di ruang makan kami sudah berkumpul untuk makan sarapan, selesai itu ayah mengantar ku ke sekolah terlebih dahulu sebelum dia pergi ke klinik desa untuk berkerja...
ayah memboncengku dengan sepeda,, ia di desa ini hanya ada sepeda atau jalan kaki,,
sampai di sekolah seperti biasa anak sekolah laku kan,, aku mendapat kan 2 teman bernama Titin dan tuti, waktu istirahat tiba, kami ke kantin dan mulai lah mereka bercerita, tentang rumah yang aku tempati,, "cerita mereka sama seperti yang ku alami tadi malam" kata ku dalam hati..
waktu berlalu,, kami sudah duduk di meja makan,, selesai makan aku dan ayah, ibu seperti biasanya akan bercerita di ruang keluarga sebelum ber- istrahat..
aku beranikan ber suara, bu, yah malam ini aku tidur sama kalian ya,, pinta ku dengan muka yang memelas, tidak kata ibu,, aku bangkit dan duduk di antara ibu dan ayahku. ku rayu ke dua orang tuaku lagi sambil bergelayut di kedua tangan orang tuaku.. tidak kata ibu,, kamu udah besar loh sayang. kata ibu.
skarang aku sudah berada di dalam kamarku lagi. cepat cepat ku rebahkan tubuh ku di tempat tidur dan beberapa saat aku ter tidur. seperti kemarin malam,, malam ini aku terbangun tepat di waktu yang sama, kali ini aku bangun bukan karna haus, tapi karna rasa nguntuk ku lenyap begitu saja...
ku paksa mata ku terpejam,, beberapa saat suara itu terdengar lagi..
tokk...tokkk....kreekkk...kreekkk..kreekkk
ya Tuhan kata ku,, kenapa harus datang lagi seperti kemarin malam tubuh ku terasa lemas dan berkeringat air mata ku sudah jatu degan derasnya.. dalam hati aku berdoa supaya suara ini tidak ku dengar atau biarkan aku tidur.. itu doa ku.. akhirnya pagi pun datang...
hari berlalu begitu cepat tidak terasa sudah seminggu aku dan keluargaku tinggal di desa ini.. dan setiap malam ku lalui dengan suara suara tidak jelas yang berasal dari jendela tua itu.. kini tubuh ku turun drastis. aku terlihat kurus mungkin karna makan dan tidur ku yang bermasalah di karenakan setres dengan peristiwa setiap malam yang aku alami..
pagi sudah datang aku masih terjaga,, seperti biasa ibu membangunkan ku, tapi hari ini berbeda ibu begitu panik. setelah melihat ke adaan ku,
ibu berteriak memangil ayah,, dan beberapa saat ayah datang memeriksaku dan ayah beri obat pada ku...
aku terus bergumam "berhenti jangan ganggu aku" kata-kata itu terus ter ucap dari mulutku ber ulang ulang.. ibu begitu panik.
hari ini ibu siaga menjaga ku,, buk kita balik ke kota yuk,, aku tidak mau tinggal di sini kata ku pada ibu,, ku lihat ibu ku yang sudah menangis karna kwartir padaku. hari suda mulai malam..
malam ini ayah dan ibu tidur di kamar ku,, untuk menjagaku, malam sudah larut seperti biasa di tengah malam aku ter bangun lagi...
suara itu.. tokk...tokkk...tokkk...kreekkk.kreekkk...krekkk. terdengar lagi. tapi kali ini bukan hanya aku yang mendengarnya. ayah dan ibu juga ikut mendengarnya,, dan ku lihat ke dua wajah orang tuaku bergantian dan alangkah terkejutnya aku.. melihat nya,, ibu dan ayah ku sama seperti ku takut,, suara itu terdengar sepanjang malam. dan selama itu pula ayah, ibuku dan aku berpelukan sambil menyalurkan energi kami..
pagi tiba ayah menelpon seseorang dan hari ini juga ayah mengajak ibu dan aku kembali ke kota,, sampai ke kota aku di larikan ke rumah sakit dan untu waktu yang lama aku harus bolak balik ke dokter psikiater..
flashback
waktu ayah dan ibu mengetahui ke jadian itu, ayah dan ibu ber tanya, pada masyarakat di desa itu. dan alangkah terkejutnya ayah dan ibu setelah mendengar kejadian itu, ayah sampai tidak bisa mengontrol emosi nya ke pada ke pala desa, karna atas ke teledoran mereka sehingga membuat anak satu-satunya trauma.
END