Siapa Sangka Hanya Berawal Dari Boneka Malah Menjadi Malapetaka.
-
Namaku Naoko Takeuchi. Aku Berusia 10 Tahun. Aku Tinggal Bersama Ayahku Yg Merupakan Seorang Dokter Ahli Bedah. Aku Merupakan Anak Piatu Karena Ibuku Sudah Meninggal. Ibuku Meninggal Karena Suatu Hal Yg Tidak Aku Mengerti.
Hari Ini Adalah Hari Ulang Tahunku Yg Ke 10 Tahun. Dihari Ini,Ayah Tidak Pergi Bekerja,Melainkan Menghabiskan Waktunya Dirumah Bersamaku.
Ayah Membelikan Ku Kue Ulang Tahun Rasa Coklat Yg Bertuliskan Ucapan Selamat Ulang Tahun Untukku. Ayah Juga Memberikan Ku Kado Istimewa.
Saat Ku Buka Ternyata Isinya Adalah Sebuah Boneka Anak Perempuan Yg Sudah Lumayan Usang. Mulai Dari Rambutnya Yg Acak"an Dan Seperti Terbakar,Matanya Yg Juling Dan Hampir Lepas,Organ Tubuh Yg Tidak Utuh,Dan Pakaiannya Yg Sobek.
Jujur Aku Agak Kaget Dengan Hadiah Dari Ayah Kali Ini. Aku Tidak Mengerti Kenapa Ayah Memberikanku Ini. Aku Pun Melamun Cukup Lama Karena Memikirkannya.
Setelah Itu,Aku Tersadar Dari Lamunanku Karena Ayah Mengagetkanku. Ayah Tertawa Melihat Ekspresi Wajahku Yg Kaget Tersebut. Aku Pun Sedikit Cemberut Pada Ayah.
"Ayah! Jangan Tertawa! Tidak Lucu,Tahu!" Bentakku. "Hahaha,Habisnya Putri Kecil Ayah Ini Melamun Sih,Kenapa Melamun Sayang? Tidak Suka Hadiahnya?" Ucap Ayah.
"Umm Tidak Kok Yah,Aku Hanya Kepikiran Soal Ibu,Aku Kangen" Jawabku. "Ah,Begitu Ya. Maaf Ya,Sayang. Ayah Mengerti Perasaanmu" Ucap Ayah.
Tiba Tiba Ayah Pergi Dan Mengambil Sesuatu. Setelah Itu,Ayah Kembali Dengan Membawa Sesuatu. "Sayang,Ini Untukmu" Ucap Ayah. Aku Sontak Kaget Dan Bertanya. "Apa Ini,Yah?" Tanyaku.
"Ini Adalah Liontin Dari Ibumu, Didalamnya Ada Foto Kalian Berdua,Mungkin Kalau Kau Kangen,Kau Bisa Memandang Liontin Ini" Ucap Ayah.
Aku Sangat Bahagia Hingga Tak Sadar Air Mata Sudah Membasahi Pipiku. Aku Mengambil Dan Memandangi Liontin Itu. Kemudian Aku Pun Memeluk Ayah. Dan Ayah Membalas Pelukanku.
Setelah Itu,Aku Dan Ayah Makan Bersama. Kami Menghabiskan Banyak Waktu Bersama Hari Ini Karena Besok Ayah Sudah Kembali Bekerja.
Tak Sadar Karena Lama Berbincang,Akhirnya Waktu Sudah Menunjukkan Sore Hari. Aku Mengakhiri Pembicaraan Dengan Ayah Dan Segera Pergi Mandi.
Setelah Itu,Aku Tidak Sengaja Melewati Ruangan Pribadi Ayah. Aku Mengintip Sedikit. Samar" Aku Melihat Sesuatu Yg Aneh. Tapi Aku Berlalu Pergi Begitu Saja.
Aku Masuk Kekamarku Dan Segera Menaiki Ranjang. Kemudian Ku Lirik Jam Yg Sudah Menunjukkan Pukul 11.00 Malam. Aku Pun Memutuskan Untuk Tidur.
Keesokan Paginya,Aku Terbangun Pada Pukul 06.00 Pagi. Aku Pun Memutuskan Untuk Pergi Mandi. Setelah Itu,Aku Kembali Dan Berpapasan Dengan Ayah.
Sejujurnya Aku Ingin Menanyakan Tentang Ruangan Pribadi Ayah Dari Dulu. Tapi Aku Tidak Berani Melakukannya,Takut Ayah Akan Marah Atau Tersinggung.
"Wah,Selamat Pagi,Putri Cantik" Sapa Ayah.
"Pagi,Yah" Jawabku.
Aku Melihat Ayah Yg Sudah Berdandan Rapi Lengkap Dengan Jas Putih Dokternya. Aku Yakin Pasti Ayah Akan Pergi Bekerja.
"Ayah Sudah Mau Berangkat Lagi Ya? Kenapa Tidak Cuti Sehari Lagi Sih?" Tanyaku Menggoda Ayah.
"Hei,Jangan Dong. Nanti Ayah Dipecat Bagaimana? Terus Nasib Kita Nanti Bagaimana?" Tanya Ayah Balik Sambil Mengelus Kepalaku.
"Umm,Iya Deh Iya. Hati Hati Dijalan Ya,Yah" Ucapku.
"Iya,Tuan Putri Kecil" Celutuk Ayah.
Setelah Ayah Pergi Bekerja,Aku Pun Menghabiskan Waktuku Sendirian Dirumah. Aku Tidak Berangkat Sekolah Hari Ini. Rasanya Aku Lelah Sekali Karena Semalam.
Jujur Aku Masih Penasaran Dengan Ruangan Pribadi Ayah. Aku Pun Bertanya" Ada Apa Sebenarnya Didalam Sana? Tapi Pandanganku Teralihkan Dengan Melihat Boneka Yg Diberikan Ayah.
Aku Melihat Boneka Itu Tergeletak Dilantai Rumahku. Sangat Usang Dan Menyeramkan. Aku Merasa Boneka Itu Seperti Melirikku. Tapi Hanya Kuabaikan. Aku Memutuskan Untuk Tidur.
Tak Lama Kemudian,Aku Pun Terbangun. Saat Aku Membuka Mataku,Alangkah Terkejutnya Aku Melihat Boneka Tersebut Sudah Ada Diatasku. Aku Sontak Kaget Dan Segera Mencampakkan Boneka Tersebut Dari Kamarku.
Aku Sangat Kaget Bagaimana Bisa Boneka Itu Ada Dikamarku? Sedangkan Tadi Jelas Aku Melihat Boneka Itu Ada Dilantai Ruang Makanku.
Setelah Itu,Aku Mengunci Kamarku. Tiba Tiba Terdengar Seseorang Membuka Pintu Rumah. Dan Ternyata Itu Adalah Ayah. Aku Mengintip Dari Jendela Kamarku. Ayah Memungut Boneka Itu Dan Wajahnya Tampak Sedih.
Segera Aku Membuka Pintu Kamar Dan Menghampiri Ayah. Kemudian Aku Memeluk Ayah.
"Ayah,Maaf Ya" Ucapku.
Ayah Kaget Dan Berkata "Eh,Kenapa? Ayah Mengerti Mungkin Kau Tidak Menyukai Boneka Ini Karena Penampilannya Yg Seram Kan? Ayah Seharusnya Tidak Memberimu Ini" Ucap Ayah.
Aku Terdiam Sejenak. "Tidak Apa Kok Yah,Aku Suka Boneka Ini" Ucapku Sambil Tersenyum.
Kemudian Ayah Tersenyum Dan Berkata "Bagaimana Bisa Kau Menyukai Boneka Ini Sedang Kau Mencampakkannya Keluar,Sayang" Ucap Ayah.
Seketika Aku Kaget. Bagaimana Ayah Bisa Tau Aku Mencampakkan Boneka Ini?
"Kenapa Diam,Sayang? Kau Pasti Berfikir Kan Darimana Ayah Mengetahuinya?"
"Hahaha,Maaf Ya Sayang. Ayah Jadi Seperti Mengintrogasi Dirimu" Ucap Ayah Lagi Sambil Mengelus Pipiku.
Aku Merasa Ada Yg Aneh Dengan Tangan Ayah Lebih Tepatnya Jarinya. Dia Mengelus Pipiku Dengan Jarinya Yg Berdarah.
"A..A..Ayah Apa Kau Terluka?" Tanyaku.
Ayah Kaget Dan Berkata "Eh,Iya Kau Benar. Ternyata Jari Ayah Terluka" Ucap Ayah Sambil Tersenyum.
"Kenapa Bisa Terluka,Yah? Ayah Tidak Berhati" Saat Dirumah Sakit Ya?" Tanyaku Lagi.
"Ah,Iya Sepertinya Begitu. Hari Ini Ayah Sibuk Sekali. Pasien Ayah Cukup Banyak. Termasuk Anak" Yg Seumuranmu Juga Ada" Ucap Ayah.
"Benarkah? Dia Sakit Apa Yah Sampai Harus Dioperasi?" Tanyaku Penasaran.
"Ah,Anak Itu Keracunan Makanan. Ibunya Bilang Dia Makan Coklat Yg Didalamnya Terdapat Racun Dan Zat Berbahaya" Jawab Ayah.
"Oh Iya,Naoko. Kau Juga Hati" Ya,Sayang. Jangan Makan Makanan Seperti Itu,Ayah Akan Beritahukan Hal Ini Juga Pada Semuanya Besok" Ucap Ayah Lagi.
"Baik,Ayahku. Oh Iya Yah,Luka Ayah!" Teriakku.
"Ah,Hahaha. Kau Membuat Ayah Kaget,Bu Dokter Kecil" Celutuk Ayah
"Ah,Ayah!" Rengekku Dengan Manja.
Setelah Itu,Malam Pun Tiba Dan Kami Memutuskan Untuk Makan Malam.
"Ayah,Daging Ini Enak Sekali! Rasanya Lembut Dan Manis,Ini Daging Apa,Yah?" Tanyaku.
Seketika Ayahku Terdiam. Kemudian Dia Melanjutkan Kata"nya Lagi.
"Ini Daging Manusia,Sayang" Jawab Ayah Seringai.
Aku Pun Terkejut Dan Segera Memuntahkannya.
"Eh,Apa Yg Kau Lakukan,Sayang? Ayah Hanya Bercanda,Ini Bukan Daging Manusia Kok,Ini Daging Sapi" Ungkap Ayah.
"Ahhhh,Ayah Keterlaluan! Aku Kesal!" Teriakku.
"Ah,Iya Maaf Ya. Ayah Bercandanya Keterlaluan,Ayah Minta Maaf Ya,Bu Dokter Kecil" Goda Ayah Lagi.
"Umm,Ayah Berjanji Tidak Akan Melakukannya Lagi?" Tanyaku.
"Iya,Bu Dokter Kecil" Jawab Ayah Sambil Tersenyum.
"Ok,Aku Memaafkan Ayah" Ucapku.
Setelah Itu,Aku Memutuskan Untuk Tidur. Sedangkan Ayah Ingin Bekerja Di Ruangan Pribadinya.
"Ayah,Aku Sangat Mengantuk. Aku Tidur Duluan Ya,Yah" Ucapku.
"Iya,Sayang. Selamat Malam Dan Semoga Mimpi Indah Ya" Ucap Ayah.
Pembicaraan Kami Berakhir Dengan Pelukan.
Setelah Itu Aku Masuk Kekamar Dan Mengunci Pintunya.
Tak Berapa Lama Kemudian,Aku Pun Terbangun. Aku Merasa Sangat Haus. Aku Pun Pergi Keluar Kamar Untuk Mengambil Air Minum.
Aku Heran,Tidak Biasanya Aku Haus Begini. Apa Karena Sup Daging Tadi? Pikirku.
Tanpa Berlama" Pun,Aku Segera Keluar Dan Mengambil Air Minum.
Saat Hendak Mengambil Air Minum,Aku Mendengar Suara Ayah Seperti Berbicara Dengan Seseorang Diruangannya.
Kemudian Aku Menghampiri Ruangan Ayah Yg Saat Itu Tidak Dikunci Dan Aku Sedikit Mengintip.
Setelah Itu,Aku Merasa Sangat Kaget Ternyata Ayahku Sedang Berbicara Dengan Sebuah Patung Boneka Yg Ternyata Adalah Ibuku.
"Hei,Sayang. Lihat Anak Kita,Dia Sudah Tumbuh Dewasa. Dia Bahkan Senang Menerima Hadiah Liontin Darimu. Apakah Kau Rela Kalau Aku Menjadikannya Seperti Dirimu?" Ucap Ayah.
Aku Serasa Ingin Teriak Tapi Tidak Bisa. Aku Takut Kalau Ayah Benar" Akan Melakukannya. Aku Berjalan Mundur Perlahan,Tetapi Ternyata Gelasku Menyentuh Meja Makan Dan Pecah.
Ayahku Mendengar Itu. Dia Segera Keluar Untuk Melihatnya.
Aku Bersembunyi Dibawah Meja Makan Dan Menahan Napas. Tapi Ternyata Hal Itu Disadari Oleh Ayahku.
"A..A..Ayah!" Teriakku.
"Kau Kenapa?" Tanya Ayah.
Aku Kaget Ayah Malah Bertanya Seperti Itu. Tetapi Ternyata Aku Salah. Ayah Ternyata Membawa Gergaji Mesin Ditangan Kanannya Dan Boneka Itu Ditangan Kirinya.
Karena Kondisi Ruangan Yg Gelap Aku Tidak Bisa Kabur. Kemudian Ayah Memperlihatkan Sesuatu Padaku.
"Kau, Akan Sangat Indah Kalau Dibuat Menjadi Seperti Ini" Ucap Ayah.
Ternyata Ayah Memotong Kepala Boneka Itu Dengan Gergaji Mesin Miliknya. Aku Sangat Ketakutan.
Ayah Segera Datang Dan Menghampiriku. Sekarang Aku Mengerti Kenapa Ayah Tau Bahwa Aku Mencampakkan Boneka Itu. Ternyata Didalam Boneka Itu Terdapat Kamera Pengawas.
"Ayo Kemarilah,Sayang. Jangan Takut. Sebentar Lagi Impianmu Untuk Bertemu Dengan Ibumu Akan Segera Terwujud" Ucap Ayah.
Aku Sangat Ketakutan. Aku Pun Sekarang Sudah Mengerti Kenapa Tangan Dan Jari Ayah Terluka,Ternyata Itu Akibat Dari Dia Memotong Dan Memutilasi Seseorang. Aku Juga Mengerti Kenapa Ibuku Meninggal,Itu Karena Ayah Telah Membunuhnya Dan Menjadikannya Patung Boneka Pajangannya.
Soal Sup Itu,Aku Juga Yakin 100% Bahwa Itu Adalah Daging Manusia.
Aku Berusaha Untuk Kabur Tapi Tetap Tidak Bisa. Ayah Segera Meraih Tanganku Dan Menyeretku Keluar Dari Meja Makan.
Kemudian Ayah Menyeretku Dengan Paksa Keruangannya. Lalu Sebelum Ayah Menjadikanku Sebagai Bonekanya,Aku Sempat Melihat Ruangan Ayah.
Ternyata Didalam Ruangan Itu Terdapat Banyak Sekali Mayat Manusia Yg Telah Dikeraskan Dan Dijadikan Patung Boneka.
Aku Sekarang Mengerti Bahwa Pekerjaan Ayahku Bukan Hanya Sekedar Dokter Bedah,Melainkan Ayahku Juga Adalah Seorang Pembuat Boneka Dari Tubuh Manusia.
Aku Mengerti Sekarang Kenapa Ayah Memberikan Boneka Itu Padaku. Karena Itulah Rencananya,Dia Akan Menjadikanku Seperti Boneka Itu.
Sejujurnya Aku Sangat Menyayangi Ayahku. Tapi Ntahlah Dengannya. Mungkin Inilah Cara Ayahku Menyayangiku. Dan Pada Malam Itu,Ayahku Benar" Menjadikanku Dan Mendandaniku Seperti Boneka" Lain Miliknya.
- Tamat -
Original Story By : MNH