Selvi seorang gadis yang memiliki paras cantik dan kaya, ia hidup sendirian di sebuah kastil di tengah hutan.
Ia hidup menyendiri sejak umur 5 tahun hingga umur nya yang sekarang , 12 tahun. Karena hidup nya di tengah hutan ia hidup menyendiri tanpa di temani siapa pun.
Bukan tanpa sebab ia bisa membangun Kastil mewah ini, ini tidak lain adalah harta milik ayah dan ibu nya. Kedua orang tua nya sudah meninggal sejak 7 tahun lalu.
Karena ia lah yang membunuh nya! Ia hidup tanpa kasih sayang dan penuh penekanan, penekanan membuat mental nya menjadi tidak waras lagi.
Ia menyukai darah, pembunuhan dan hal hal kejam lain nya. Ia tidak keberatan untuk membunuh hewan atau pun anak anak yang tidak bersalah.
Ada alasan di balik penyebab ia membunuh kedua orang tua nya , yaitu karena kurang nya kasih sayang yang di terima nya.
Dia selalu sendirian dan hidup tanpa kasih sayang, dia hidup bergelimang harta dan kemewahan terus terpapar di hadapan nya.
Perlahan lahan, ia menjadi melupakan apa itu kasih sayang dan tumbuh tanpa perasaan apa pun. Jika tubuh nya terluka ia akan diam saja.
Jika ia sedih ia akan menahan nya, jika ia senang ia akan biasa saja. Ia tidak tahu cara berekpresi hingga ia tumbuh seperti binatang yang hanya tahu cara makan dan tanpa perasaan.
Itu terus berlaku hingga saat ini, ia sedang duduk di balkon Kastil nya yang mewah tapi di liputi oleh aura kematian, kesepian, kebencian.
Ia mengambil panah nya dan berusaha membidik burung elang yang sedang terbang menuju ke arah nya. Tapi aneh nya, untuk pertama kali nya, ia gagal mengenai sasaran.
Ia pantang menyerah dan terus mengambil anak panah nya hingga anak panah nya habis dan elang itu tetap terbang menuju ke arah nya.
"Sialan! Apa yang terjadi pada ku? " Gumam nya dengan dingin dan datar.
"Kau tidak akan bisa mengenaiku sayang. " kata sebuah suara pria dari belakang nya.
Ia langsung membalik kan tubuh dan melihat ke arah pria itu, dia berusaha untuk memukul pria itu tapi selalu meleset.
"Sudah ku katakan, kau tidak dapat melukai ku, Eagle. " Kata pria itu dengan senyum ringan.
"Siapa kau?! Kenapa kau bisa berada di Kastil ku?! " Bentak nya.
"Karena aku mau. Coba lah untuk tersenyum karena dengan ekspresi mu yang datar itu akan membuat wajah mu 10 kali lebih jelek dari biasa nya. " Kata Eagle sambil menahan tangan nya.
"Tidak, aku tidak bisa melakukan nya. " Kata nya dengan datar.
"Kau bisa, seperti ini dan seperti ini. " kata Eagle menarik sudut sudut bibir nya.
"Nah, kan jadi nya cantik. " Kata Eagle sambil tertawa.
Akhir nya mereka berdua tinggal bersama dan hidup Selvi yang sebelum nya hidup tanpa perasaan kasih sayang berubah menjadi penuh kasih sayang.
Eagle datang dan memberi memberi banyak warna di dalam hidup nya. Sejak saat itu, bibir nya tidak pernah berhenti tersenyum.
Dia menyadari dengan kasih sayang hidup menjadi lebih bermakna, ia menjadi tujuan nya untuk hidup yaitu mencari kasih sayang.
END