Tepuk tangan meriah dan sorak sorai meriah didalam ballroom mewah hotel berbintang saat mewahnya pernikahan Reno dan Ratna .
" Uuuhhhh.. cuit..cuitt". Sorak para undangan beserta keluarga kedua mempelai saat menyaksikan pasangan yang sudah resmi menjadi suami istri itu saling berciuman mesra dihadapan undangan .
" Aku mencintaimu Ratna ". Ucap Reno lantang menggunakan mikropon.
" Aku juga sangat mencintaimu Reno" balas Ratna tak kalah semangatnya .
Reno menatap wajah Ratna intens ,hangat dan syahdu.
" Aku berjanji akan membahagiakanmu sayang"
" aku percaya itu ".
Setelah berciuman dan berpelukan erat ,Reno mengangkat gelas setinggi kepalanya dan berkata dihadapan undangan.
" Mari bersulang untuk kebahagian kami".
"Mari..yeah". Bunyi suara gelas nyaring saling bertabrakan serentak diruangan mewah itu bernuansa putih seakan melambangkam kebahagian dan kesucian cinta kedua mempelai.
Tanpa mereka sadari seorang lelaki tampan duduk diantara meja tamu ,dari tadi ia menyaksikan kebahagian wanita yang sangat dicintainya menikah dengan lelaki pilihannya . Dia adalah Simon lelaki berkharisma ,kaya raya dan rupawan .apa yang dia miliki saat ini sangat kontras dengan nasib percintaannya yang rapuh dan sial.
" Semoga kau bahagia Ratna sayang , aku akan selalu memantaumu". Batinnya dengan sudut bibirnya yang bergerak tipis dan dingin.
Setahun pernikahan Ratna dan Reno ,terdengar kabar dan sampai ketelinga Simon bahwa Reno meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak.tanpa banyak berpikir ,ia segera berangkat menuju kediaman Ratna . Sesampainya disana suara tangisan dan jeritan dari Ratna beserta keluarga Reno memecah pemakaman Reno ketempat peristirahatan terakhirnya.Simon terpaku melihat kesedihan Ratna dengan wajah yang ditekuk ,mata bengkak dan pipi memerah. Ingin sekali ia menghiburnya ,namun tak bisa apa kata orang nanti ,ia juga harus menjaga martabat Ratna didepan keluarga Reno.Setelah para pelayat pulang ,Simon menghampiri Ratna, wanita itu menatap Simon dingin ,tak bersuara.
" Saya turut berdukacita Rat". Ucap Simon menyalam tangan Ratna.
" TerimKasih mon".
Lalu tiba- tiba seorang wanita tua namun masih cantik dia adalah pertiwi ibunya Reno. Ia menatap dingin Ratna ,menelisiknya sampai ketulang ,tatapan itu membuat Ratna merinding.
" Sesuai Adat turun temurun ,karena kamu menikah dengan putra saya namun tidak memiliki keturunan ". Ucapnya dingin namun sarat akan makna .
" Dan putra saya sudah meninggal ,kamu harus segera pergi dari rumah ini ,karena sudah tidak ada ikatan lagi." Sambung ibu Pertiwi membuat Ratna tertunduk sedih ,air mata keluar tanpa diminta. Simon yang mendengar pengusiran halus ibu Pertiwi menahan geram .
" Tapi saya harus kemana bu ,saya tidak punya siapapun selain Reno " ucap Ratna dengan memohon .
" Saya tidak mau tahu ,pergi dari sini .kamu sudah tidak ada ikatan di keluarga ini".
Beberapa jam kemudiam Ratna sudah mengambil barangnya dari rumah Reno ,ia menyeret kopernya ,saat dihalaman ia terpaku melihat Simon masih menunggu bersandar dimobilnya .
" Kenapa kamu belum pulang". Ucap Ratna
Simon menatap Ratna lembut ,ia memegang jemari Ratna .
" Rat , cintaku padamu masih sama ,tidak berkurang malah bertambah ". Ucap Simon tulus.
" Untuk yang kesekian kalinya .aku mohon jangan tolak aku . menikah lah denganku ".
" Disisa hidupmu ,aku berjanji akan membahagiakanmu ".
Ratna terpaku mendengar setiap permohonan Simon yang tulus,ia akui lelaki ini sangat tampan dan baik.Simom adalah temannya sejak kuliah dan bahkan menjadi saksi atas cintanya dengan Reno.Ratna bahkan sudah berkali- kali menolak cinta Simon namun sampai saat ini yang bahkan dirinya sudah menjadi janda sekalipun,Simon masih mencintainya ,menunggunya dengan sabar .
" Aku menerimamu Mon ,namun kau jangan terlalu berharap banyak untuk mendapatkan cintaku ".
" Cintaku sudah milik Reno sepenuhnya dan tanpa terbagi lagi ". Ucap Ratna.
Simon tersenyum ia membelai kepala Ratna sayang .
" Ratna ,Mulai hari ini Izinkan diriku menangkan hatimu .aku akan berusaha ". Ucap Simon yakin.
Beberapa bulan kemudian Simon sangat bahagia karena Ratna sudah sah menjadi istrinya .namun kebahagian itu sementara .Ratna memang istri yang baik ia rajin memasak , mengurus rumah dan melayani keperluan Simon .sudah dua tahun pernikahan mereka ,namun Simon tidak memiliki Ratna seutuhnya baik cinta ,jiwa ,raga dan tubuhnya .bahkan sejak menikah mereka sama sekali belum melakukan hubungan suami istri . simon tak ingin memaksa Ratna ,ia berusaha sabar untuk menunggu.
Hingga suatu ketika ,Ratna kecelakaan mobil yang dikendarainya saat ingin berziarah kemakam almarhum suaminya Reno . Ia mengalami patah tulang tangan dan kaki serta pendarahan internal yang diharuskan ia sekali seminggu transfusi darah .
Simon yang sabar dan telaten merawat Ratna istri yang sangat dicintainya itu . Mulai menyuapi makan ,terapi tulang bahkan sekali seminggu ia mendonorkan darahnya untuk Ratna .
Sudah sebulan Ratna dirawat dirumah sakit ,kaki dan tangannya belum pulih semua ,bahkan ia dikatakan dokter akan lumpuh. Namun Simon merawat dan menghibur Ratna agar tidak mudah menyerah karena ia pasti akan sembuh dan kembali seperti semula. Didalam kamar VVIP, Simon menyuapi Ratna makan, wanita itu menatap intens wajah Simon .
" Makasih Mon ,kamu sudah mau merawatku .walaupun selama ini aku..." Ucapan Ratna terputus .
" Ssstt.. aku suamimu ...aku sangat mencintaimu.. suka dan duka ,sehat dan sakit ,sedih dan gembira kau adalah tetap istriku ".
" Tapi aku sudah sangat keterlaluan padamu ".
" aku mau menikahimu ,namun...".
Bibir Simon menyentuh bibir Ratna yang dingin ,lelaki itu menciumnya lembut,hangat dan tidak menuntut. Ratna memejamkan mata. Ia terbuai sampai ciuman terlepas .
Setahun kemudian Ratna sembuh total ,ia sudah bisa berjalan,kaki dan tangannya sudah kembali seperti semula ,senyuman kebahagiaan terpancar pada simon. Ratna terharu dan sangat beruntung karena suaminya Simon dengan sabar merawatnya selama ia sakit.
Malam harinya ,Ratna menunggu suaminya Simon pulang kerja ,ia memakai lingerie tipis menampakan lekuk tubuhnya yang montok berisi .simon membuka pintu kamar ,ia terkejut sekaligus terpukau melihat penampilan istrinya Ratna. Ia menelan ludah pelan, jakunnya naik turun
" Sayang ,kau sedang apa ?" Tanyanya pura- pura polos .
Ratna menghampiri Simon ,tangannya merangkul leher suaminya ,wajah mereka berdekatan ,hingga hidung mereka saling menempel .
" Aku menginginkanku sayang ,Simon suamiku".
" Aku ingin menjadi istrimu seutuhnya ". Ucap Ratna manja dengan mata yang sayu . Simon yang merasa gairahnya dipancing ,ia merengkuh pinggang istrinya ,dan menciuminya tanpa ampun . mereka berdua merengkuh kenikmatan surga dunia ,dan mematraikan ikatan suami istri mereka dengan cinta dan gairah yang menggebu, tanpa ada paksaan.
Malam ini menjadi malam yang panjang bagi mereka setelah bertahun- tahun lamanya . Dengan nafas yang masih terengah kedua pasangan itu saling berpelukan erat walaupun peluh mereka masih berjatuhan karena menikmati setiap sentuhan yang teramat dalam .
" Makasih Mon ,sudah mau sabar menunggu cinta dariku " ucap Ratna tulus .
" Aku kan sudah janji padamu Rat, sampai kapanpun aku akan tetap menunggu balasan cinta darimu .dan aku yakin sekaranglah terlaksana ". Balas Simon.
Ratna mencium bibir Simon lama ,lembut namun sarat akan makna . Ia menatap wajah Simon suaminya berhati lembut .
" Dan sekarang kau berhasil sayang ". Ucap Ratna .
" Berhasil apa ?" Tanya Simon dengan dahi yang mengernyit namun tetap menatap istrinya lembut.
" Kau berhasil sudah memenangkan hatiku ". Jawab Ratna .
Simon merengkuh kembali pinggang Ratna ia memeluk istrinya erat ,dalam hati Simon bersyukur pada Tuhan karena kebahagiaan ini yaitu Ratna wanita yang sudah lama ia kejar akhirnya cinta terbalas sama besarnya ,walaupun melewati badai dan konflik yang beragam namun ia berhasil.
Mereka berdua pun melanjutkan percintaan mereka yang tidak ada bosannya,malah semakin bergairah dan menggebu.