Di sekolah SMP harapan,ada murid baru bernama Nina dia pindahan dari SMP TaRuNa.sebab kepindahannya karena ikut sang ayah yang tugas di pindahkan tempat kerjanya dari kantor
"Anak-anak hari ini kita kedatengan murid pindahan ,seorang perempuan,silakan perkenalkan dirimu." kata bu guru mempersilakan
"Hallo teman-teman kenalin nama saya Nina,Umur saya Sebelas tahun salam kenal" kata Nina memperkenalkan.
"Salam kenal juga Nina Selamat dateng di kelas kami," sapa anak-anak satu kelas kompak
"Silakan duduk di bangku itu,Nina!" Ibu guru menunjuk bangku kosong yang ada di depan
"Bu kenapa Nina harus duduk di bangku itu?," tanya seorang anak cewe.
"Emangnya tidak boleh duduk di situ!ada apa!" bu guru balik bertanya
"Iya bukannya bangku itu sudah lama di biarkan kosong!" kata anak yang lainnya lagi
"Sudahlah kalian semua diam,biarkan Nina duduk dan kita mulai pelajarannya!" jawab bu guru tegas
Dengan sejuta pertanyaan dalam hati,Ada apa dengan bangku ini,Nina pun duduk,dan Nina melihat sekeliling kelas semua ekpresi wajah mereka sungguh menghawatirkan.saat Nina mulai duduk dia melihat hal aneh.dalam ingatannya
*"T̮o̮l̮o̮n̮g̮ l̮e̮p̮a̮s̮i̮n̮ s̮a̮y̮a̮,d̮i̮ s̮i̮n̮i̮ d̮i̮n̮g̮i̮n̮,d̮a̮n̮ m̮e̮n̮y̮a̮k̮i̮t̮k̮a̮n̮ t̮o̮l̮o̮n̮g̮ a̮m̮p̮u̮n̮i̮ s̮a̮y̮a̮,s̮a̮y̮a̮ l̮a̮p̮a̮r̮"*
Suara itu bergema di telinga Nina dan sekelebat bayangan seorang anak laki-laki sedang di buly.oleh beberapa anak lainnya.
"Nina,Nina,kamu tidak dengar ibu memanggilmu!" tanya ibu dengan suara keras
"Eh,i-iya bu maaf saya sedang tidak pokus" jawab Nina binggung dengan apa yang terjadi
"Eh lihat dia baik-baik saja,bukannya selama ini banyak anak yang kesurupan setelah duduk di bangku itu!" bisik Rima pada Hesti
"Iya juga yah,kok bisa sih,apa dia punya kekuatan!" bisik Hesti juga.
Ajaibnya padahal sudah bicara bisik-bisik tapi dengan jelas Nina mendengar pembicaraannya.
"Hayo anak-anak kita buka buku pelajaran matematikannya,di kerjakan tugasnya dari halaman satu sampe lima!" ibu guru memberi perintah
Semua langsung menuruti perintah guru dan tenang menggerjakan soal tanpa berisik satu pun,Semua murid mengerjakan dengan tenang kecuali Nina,dia sering mendengar suara-suara aneh seperti seorang yang minta tolong
"*T̮o̮l̮o̮n̮g̮ a̮k̮u̮,..t̮o̮l̮o̮n̮g̮...t̮o̮l̮o̮n̮g̮ a̮k̮u̮...a̮k̮u̮ m̮o̮ḫo̮n̮ t̮o̮l̮o̮n̮g̮ a̮k̮u̮*'
Suara misterius itu terus mengema menganggu konsentrasinya.sesekali Nina teriak dan melihat ke arah belakang tapi tidak ada siapa-siapa hanya mendapat teguran dari guru
" Siapa Kamu terus apa yang bisa aku bantu"teriaknya
"Nina kamu kenapa berisik sekali,ganggu yang lain.!" omel bu guru
"Eh i-iya bu maaf saya ngelamun" Nina mencari alasan.
Semua tenang lagi saat tenang ini suara itu tedengar lagi.Begitu seterusnya sampai jam istirahat Nina mencoba bertahan,pura-pura tidak dengar apa-apa padahal telinganya sanggat terganggu
Jam istirahat semua murid berhamburan keluar kelas,saat Nina sedang sibuk merapikan bukunya ke dalam tas Nina terkejut melihat sosok pria bersandar di depan pintu melambai ke arahnya seakan menyuruh Nina untuk menggikutinya,Terpaku Nina Menatap ke arahnya,sosok itu sangat menyedihkan matanya seperti tidak pokus ke satu arah,saat Nina hendak menghampirinya.
"Hai, kenalin nama aku Rima,dan ini Hesti" suara teman sekelas Nina menggagetkannya
"Eh,Ha-halo,aku Nina senang kenalan sama kalian" jawab Nina sambil melihat ke depan pintu tempat sosok tadi berdiri,tapi sosok itu sudah tidak ada.
"Kamu cari apa sih Nin,dari tadi liat ke pintu terus,lalu selama pelajaran kok kamu aneh!" tanya Rima melihat depan kelas juga
"Tapi hebat loh,Nina orang pertama yang duduk di bangku ini tanpa mengalami hal aneh kaya yang lain!" kata Hesti memberikan jempol.
"Memangnya ada apa sih dengan bangku ini!kenapa dari awal hanya kalian yang larang aku buat duduk di situ,yang lain diem aja?" tanya Nina heran,
"Kantin yuh tar aku ceritain!" ajak Rima.
Akhirnya mereka menjadi teman Nina,dan Hesti mengikuti Rima ke kantin.sepanjang jalan Hesti selalu bertanya pada Nina kok bisa Nina lewati jam pelajaran pertama dengan baik,Nina heran dengan pertanyaan Hesti dia hanya tersenyum
Dalam perjalanan ke kantin lagi-lagi Nina di kejutkan dengan sosok pria yang muncul tiba-tiba di pojok deket gudang yang tak terpakai,tentu saja Nina terkejut,saat di tanya ada apa oleh temannya Nina hanya tersenyum,sambil melihat terus ke arah gudang,sosok yang di lihat Nina melambai terus ke arahnya.
Di kantin Nina dan kawan-kawan langsung memesan makan dan minum,sambil menunggu pesanan sampai mereka berbincang.
"Tadi kamu mau cerita katanya,ada apa di bangku kosong itu?" Tanya Nina penasaran
"Iya Jadi gini Nin,kejadiannya tuh belum lama ini sekitar enam bulan yang lalu,jadi kita punya teman seorang cowo bernama parhan jadi dia punya kekurangan penglihatannya agak sedikit terganggu,sebelumnya bangku itu punya Damar,karena keterbatasan Parhan,jadi Damar suruh pindah ke belakang bangku nomer dua,nah sejak saat itu Damar jadi benci ma Parhan sering sekali bully Parhan,sampai suatu hari Parhan menghilang secara misterius ga ada yang tau dimana dia bahkan orang tuanya pun tidak tahu,"cerita Rima
"Terus yang lebih parahnya lagi,semenjak Parhan menghilang bangku itu kosong setiap kali ada yang mau duduk di situ pasti kesurupan,ngamuk ga jelas,terus kejadian-kejadian aneh terus terjadi dari tema-teman Damar yang tiba-tiba meninggal dunia,sampai pak guru yang nyuruh Parhan duduk di bangku itu pun meninggal,!" lanjut Rima
"Udah lah Rim jangan di lanjutin asli merinding gue,!" kata Hesti yang memang penakut.saat Hesti berkata merinding Nina melihat sosok pria itu lagi di bangku pojok kantin.
"Apa ciri-ciri pria itu,matanya tidak pokos satu arah,terus berkulit putih rambut sedikit gondrong!" kata Nina menyebutkan ciri pria itu.
"Nina dari mana kamu tau?bener semua yang kamu sebutin tadi ciri-ciri Parhan!" ujar Rima
Nina mendekat ke Rima dan Hesti sambil terus melihat sosok itu,yang terus menatap Nina
"Kalian percaya atau tidak,pria itu ada di sini.!" bisik Nina.
"AHh,Yang bener kamu Nin,jangan bercanda!" kata Rima memeluk Nina
"Iya Nin,aku merinding tau!" tambah Hesti ikut memeluk Nina.
"Sungguh aku tidak bercanda,dia duduk di pojok itu,dan sedang melihat ke sini,!" Nina meneruskan uncapannya.
"Mana kami tidak lihat!" kata Rima dan Hesti barengan.
"Tapi tempat itu, tempat paforitnya parhan,dia selalu duduk di pojok situ" jelas Rima lagi
Nina terdiam karena mendengar suara lagi
"*T̮o̮l̮o̮n̮g̮ s̮a̮y̮a̮...d̮i̮s̮i̮n̮i̮ s̮a̮n̮g̮a̮t̮ m̮e̮n̮y̮a̮k̮i̮t̮k̮a̮n̮...d̮i̮n̮g̮i̮n̮ s̮a̮y̮a̮ t̮e̮r̮s̮i̮k̮s̮a̮ t̮o̮l̮o̮n̮g̮...g̮u̮d̮a̮n̮g̮ o̮l̮a̮ḫr̮a̮g̮a̮.t̮o̮l̮o̮n̮g̮*"
Nina segera berlari keluar kantin mengikuti sosok yang tadi di lihatnya,melihat temannya pergi Rima,dan Hesti ikut di belakang padahal pesanan belum datang.
"Nina tunggu kamu mau kemana tiba-tiba pergi?" panggil Rima
"Dia terlihat aneh,apa yang di bilang tadi di kantin itu sungguhan,tapi aku tidak lihat apa-apa,apa itu artinya Parhan juga telah meninggal!" Kata Hesti merinding
Nina terus berjalan tanpa menghiraukan temannya memanggil,dari kecil Nina memang bisa berinteraksi dengan hal gaib.Sampainya di gudang yang di tunjuk sosok tadi Nina berhenti
"Duh Nina kamu ngapain sih,lari-lari terus ngapain berhenti di sini.!" tanya Hesti
"Ini tempat apa?" Nina balik bertanya tanpa menjawab Hesti
"Ini gudang basket,yang udah lama ga ke pake,dan di tempat ini juga Damar sering menahan Parhan,tapi kami selalu berhasil menyelamatkannya," jawab Hesti
"Parhan ada di dalam kita harus menolong dia!" pinta Nina
"Ga mungkin lah Nin,waktu terakhir Damar ajak Parhan secara paksa,aku dan Hesti udah cek Gudang ini tapi ga ad orang!" jelas Rima
"Iya lagian kejadiannya udah lama lima bulan yang lalu!" sambung Hesti
Nina masuk kedalam tanpa menghiraukan uncapan temannya,saat pintu gudang di buka yang hanya di ikat dengan tali,tercium bau tak sedap dari dalam bau anyir darah,juga bau busuk
"umph,,bau apa ini,busuk banget!" ujar Hesti dan Rima
Nina terus mencari sumber baunya,saat di pojok deket jendela di dalam lemari baunya semakin tajam,saat Nina membuka pintu lemari betapa terkejutnya mereka tubuh seorang pria terjatuh.
Kondisinya sudah sungguh memprihatinkan,penuh luka lebam terus sedikit mulai membusuk dengan berceceran darah di sekujur tubuhnya.
"AkH,,,Ti-tidak mungkin Parhan,!" ujar Hesti
"Sadis,pantas kita waktu itu tidak menemukannya ternyata dia di kurung di sini!" tambah Rima lagi
Nina menyentuh tubuh Parhan,ingin tau apa yang terjadi,saat Nina menyentuhnya Nina bisa melihat masa lampau Parhan,kejadian mengerikan saat parhan di siksa oleh Damar dan tiga orang lainnya,di pukuli di tusuk matanya satu,hingga di siram air keras,sampai Parhan kehabisan tenaga tidak berhenti di situ Damar pun menggikat tumbuh Parhan dan membiarkannya terkurung di lemari sampai menemui ajal,Kematian tiga murid lain juga pak guru juga perbuatannya yang menuntut balas Nina menceritakan semua yang dia lihat ke Hesti dan Rima mereka menanggis,dan lalu melapor pada guru dan jasad Parhan pun di makamkan dengan layak,
Damar yang terus di hantui rasa takut,dan bersalah pun akhirnya menghembuskan napas terakhirnya,karena bunuh diri,Sedangkan sebagai permintaan maaf dari keluarga Damar untuk keluarga Parhan,orang tua Damar bersedia menanggung biaya masa depan untuk keluarga Parhan.
Akhirnya bangku kosong yang jadi masalah disekolah tidak lagi terjadi semua sudah normal,sesekali Nina di temui sosok Parhan hanya untuk menguncapkan terimakasih...
**___TAMAT___**
Note;ini hanya cerita karangan tidak benar-benar terjadi hanya untuk hiburan saja,
🎃Terimakasih👻