PART 1
MISI PENYELAMATAAN
Suasana kelas XI-2 pagi itu layaknya medan perang yang membeku. Di papan tulis, **Pak Yahya**, guru matematika yang kumisnya saja sudah cukup membuat nilai siswa anjlok, sedang menuliskan turunan fungsi trigonometri dengan dentuman kapur yang mengintimidasi.
"Selesaikan ini dalam lima menit. Yang tidak bisa, silakan 'bertapa' di luar," suara Pak Yahya datar, tapi dinginnya sampai ke tulang.
Di pojok belakang, sebuah koalisi unik yang menamakan diri mereka "Jeding GenZ" berisikan 5 sekawan dengan karakteristik yang berbeda ada Victor,Mike,Deka,Bayu,Valen sedang beraksi dengan cara masing-masing
*Victor** membetulkan letak kacamatanya yang melorot. Jemarinya menari di atas kertas, bukan sekadar menghitung, tapi mencari celah. Sebagai keturunan Tionghoa dengan otak encer dan jiwa bisnis yang mendarah daging, Victor melihat peluang di tengah penderitaan temannya.
"Bay, mau jawaban nomor tiga sampai lima?" bisik Victor pada Bayu. "Ceban aja, atau ntar istirahat gue yang bayarin bakso tapi lo kerjain tugas Sejarah gue minggu depan."
**Bayu** yang sedari tadi cuma menggambar grafiti abstrak di meja, langsung sumringah. Penampilannya yang sangar dengan seragam keluar dan rambut agak berantakan memang bikin dia terlihat seperti penguasa sekolah, tapi di hadapan Pak Yahya, Bayu hanyalah butiran debu.
"Deal, Cik! Lo emang *investor* terbaik gue," sahut Bayu sok keren, meski tangannya gemetar menyalin jawaban Victor.
Di sebelah mereka, **Deka** malah asyik bergumam sendiri. Kacamata Deka tampak berkilat terkena cahaya lampu kelas. Dia sedang dalam fase "menjadi" tokoh utama anime *action*.
"Yare yare... limit ini tidak ada apa-apanya dibanding kekuatan persahabatan," bisik Deka pelan, lalu tiba-tiba dia melakukan gerakan tangan *handseal* ala ninja sebelum menulis angka.
**Mike**, yang duduk tepat di depan Deka, hanya melirik datar tanpa ekspresi. Mike adalah definisi *cool* yang sesungguhnya—pendiam, tapi dialah tiang penyangga grup ini. Saat pensil Deka patah karena terlalu bersemangat memerankan karakter anime, Mike secara refleks menyodorkan pulpen cadangan tanpa menoleh sedikit pun.
"Fokus, Dek. Jangan sampai Pak Yahya pakai jurus *domain expansion*-nya buat ngusir lo," ucap Mike pelan tapi menusuk. Deka langsung kicep.
Di barisan depan, **Valen** tampak tenang. Sebagai sosok ambivert yang populer, dia adalah jembatan antara kaum "pencari keributan" di belakang dengan aura serius di depan kelas. Dia sangat mahir Bahasa Inggris, namun otaknya juga cukup tajam untuk melibas soal Pak Yahya.
Saat Pak Yahya mulai berjalan berkeliling, Valen dengan ramah sengaja bertanya tentang soal nomor satu, sekadar untuk mengalihkan perhatian sang guru agar tidak menoleh ke arah Bayu yang sedang sibuk menyontek.
"Excuse me, Pak Yahya? *I'm a bit confused about this variable here...* Apakah ini harus dikalikan dengan konstanta dulu?" tanya Valen dengan aksen yang sangat fasih dan senyum ramah.
Pak Yahya berhenti, terkesan dengan kesopanan dan kecerdasan Valen. "Pertanyaan bagus, Valen. Begini penjelasannya..." lalu pak yahya menjelaskaan pertanyaan valen dengan senyuman.....
1Jam berlalu ....KRINGGGGG.....KRRINGGG....KRINGG tanda jam istirahat sekolah berbunyi ...
Bel istirahat berbunyi. Pak Yahya keluar kelas setelah memberikan "hadiah" tugas tambahan. Victor langsung berdiri, menepuk-nepuk pundak teman-temannya.
"Ayo ke kantin! Tenang, hari ini gue lagi untung dari jualan *item* game semalam. Gue traktir siomay semua!" seru Victor.
"Wih, ini baru ketua kelas bayangan!" seru Bayu heboh, sambil merangkul Mike yang hanya mengangguk tipis.
Deka melompat dari kursinya, "Mari kita rayakan kemenangan ini bagaikan setelah perang di Marineford!"
Valen tertawa kecil melihat tingkah mereka. "Guys, jangan lupa besok ada kuis Bahasa Inggris. *Don't expect me to save your skin again* ya!"
Mereka pun berjalan keluar kelas. Meski sifat mereka bak langit dan bumi—dari si kutu buku materialistis, si introvert wibu, hingga si jagoan kelas—di bawah bayang-bayang Pak Yahya, Jeding GenZ tetaplah satu tim yang solid.
part 2
BROO EGIL
Suasana kantin SMA Garuda siang itu seperti biasa: bising, panas, dan penuh aroma soto. Di meja pojok—"singgasana" resmi geng JEDING Genz—kelima anggotanya sedang berkumpul dengan aura yang kontras satu sama lain.
Victor, si jenius bermata sipit dengan kacamata bertengger di hidungnya, sedang sibuk menghitung margin keuntungan dari bisnis top-up game miliknya. Di sampingnya, Mike duduk menyender dengan wajah datar bin cool, hanya mengangguk singkat saat beberapa siswi lewat menyapa. Sementara itu, Deka yang juga berkacamata, malah asyik melakukan pose ala Gojo Satoru sambil menggumamkan mantra "Tenjo Tenge Yuiga Dokuson"
"Lu tau gak dengan nada menekan Miesabi artis ikonik itu
Balik lagii coeekkk" nada bayu sembari menunjukan ponsel kearah mike dan valen...
"Bay, jangan berisik banget lah. Gue lagi ngitung dividen nih," tegur Victor pada Bayu, si cowok gempal yang sedang tertawa heboh sambil sesekali memukul meja.
Hidup itu harus berisik!" balas Bayu santai. Valen, sang ahli bahasa Inggris yang ramah dan ambivert, hanya tersenyum tipis sambil merapikan rambutnya yang memang terlihat paling keren dan so cool seantero sekolah.
Tiba-tiba, suasana terinterupsi oleh kehadiran seorang cowok yang masuk ke kantin dengan energi yang meledak-ledak.
Si Energi Tanpa Batas
" WHAT'S UP EVERYBODY?!" teriak cowok itu sambil melambaikan tangan ke arah siapa saja. Namanya Egil. Dia berjalan dengan langkah energic dan senyum yang bisa menerangi satu kelurahan.
Egil tak sengaja tersandung kaki kursi meja JEDING Genz. Bukannya marah atau malu, dia malah melakukan putaran balet kecil dan mendarat tepat di depan Mike.
"Waduh, hampir saja aku melakukan tactical roll! Halo kawan-kawan keren! Aku Egil, si pencinta persahabatan!" seru Egil ramah.
Mike hanya menatapnya datar. "Duduk," ucap Mike singkat, namun entah kenapa suaranya yang berwibawa membuat Egil langsung menarik kursi.
Proses "Rekrutmen" Dadakan
Victor melihat Egil dari balik kacamatanya. Otak pebisnisnya langsung berputar. "Gaya lo unik. Punya relasi luas?"
"Luas banget! Dari penjual cilok depan gerbang sampai Pak Kepsek, semua teman gue!" jawab Egil semangat.
"Menarik," gumam Victor. "Gue butuh orang kayak lo buat jadi public relations bisnis gue. Marketing berjalan."
Deka tiba-tiba menaruh tangannya di pundak Egil dengan tatapan serius. "Lo... suka anime?"
"Gue suka semuanya! Gue suka energi! Gue suka pertemanan yang melampaui batas kekuatan persahabatan!" balas Egil meledak-ledak.
Deka langsung berseri-seri. "Fix, lo punya aura protagonis shonen."
Bayu yang dari tadi melihat dengan gaya "sangar"-nya, akhirnya tertawa keras. "Hahaha! Gue suka gaya lo yang heboh! Gak kaku kayak Mike atau si pelit eeeeeh, maksud gue materialistis kayak Victor!"
Valen menimpali dengan bahasa Inggris yang fasih, "I think you'll fit in perfectly with us, Egil. You bring the balance we need."
Selamat Datang di JEDING Genz
Victor menutup buku catatannya. Sebagai bos yang paling 'bermodal', dia mengangkat tangannya.
"Oke, karena hari ini kita dapet anggota baru yang energinya bisa buat nyalain lampu sekecamatan, semua makanan hari ini... Gue yang traktir!"
"Sikattt!" teriak Bayu paling kencang.
"Arigato, Victor-sama," sahut Deka sambil membungkuk ala wibu
Mike hanya memberikan jempol pendek—tanda pengakuan tertinggi darinya. Egil yang merasa sangat diterima langsung berdiri di atas kursi (sebelum ditegur ibu kantin).
"OWH I YO! JEDING GENZ SEKARANG PUNYA RADIASI ENERGI POSITIF!"
Sore itu, kantin SMA Garuda menjadi saksi terbentuknya formasi baru. Dari si pinter materialistis hingga si friendly yang super energik, JEDING Genz kini resmi makin lengkap, makin random, dan pastinya makin tak terkalahkan.
Part 3
TITIK KUMPUL
****Suara dentum musik dari lapangan sekolah terdengar samar-samar sampai ke kamar mandi cowok di pojok bangunan. Di luar, seluruh siswa sedang merayakan **Ulang Tahun Sekolah** dengan berbagai lomba dan bazar. Namun, bagi geng ini, keriuhan di luar hanyalah pengalih perhatian untuk rapat yang jauh lebih mendalam
|Valen| Rambut klimis, so cool ,pinter . | Ketua Rapat (The Leader)
|Victor| , kalkulator berjalan, hobi traktir. | Investor (The Banker)
|Deka| wibu garis keras, random. | Seksi Khayal (The Otaku)
|Bayu|sangar, tukang bikin heboh. | Divisi Kerusuhan (The Hype-man)
|Mike|sangat bisa diandalkan. Eksekutor (The Reliable)
|Egil| Energik,super ceria. Humas (The Moodmaker)
"Alright, guys. Focus," ucapnya dengan aksen Inggris yang sempurna. "We need a solid plan for Sunday. Jangan sampai wacana doang."
**Bayu** langsung menggebrak pintu bilik kamar mandi yang kosong. "Pantai! Pokoknya harus pantai! Gue pengen teriak sekencang mungkin biar jiwa nakal gue terlampiaskan!"
"Terlalu bising, Bay," potong **Mike** dengan nada datar tanpa ekspresi. Dia bersandar di tembok sambil melipat tangan."Gue saranin pantai. Suasana tenang, indah. gue lama kepantai dan gue bisa pastiin semua logistik aman di tangan gue."
**Victor** membetulkan letak kacamatanya yang berkilat. "Gue udah hitung profit dan biaya. Kalau kita ke pantai, gue ada kenalan pemilik villa deket Pantai. Gue bisa dapet diskon 30%. Sisa duitnya? Tenang, gue traktir steak pas malam minggu nanti".
Di pojok ruangan, Deka tampak komat-kamit sendiri. Ia sedang membetulkan posisi kacamatanya dengan jari tengah, persis karakter penjahat di anime.
"Hmph... Pantai adalah tempat di mana takdir berkumpul," gumam Deka pelan, lalu tiba-tiba berteriak, "Gomu Gomu no... Sunblock!"
Ia mengeluarkan botol pelindung matahari dari saku seragamnya seolah-olah itu adalah senjata rahasia."
"DEK JIWA AMAN "?,tanya **MIKE** sambil melihat kekonyolan deka
"Woi! Kenapa rapat nggak ajak-ajak gue?!" seru Egil yang berjalan membawa secarik kertas berlari dengan gaya suara yang langsung mencairkan suasana kaku Mike.
"Lu kemana aja gil? tanya valen sembari merapihkan tatanan rambutnya".
. "Gue barusan menang lomba makan kerupuk di lapangan! Hadiahnya voucher bensin! Pas banget kan buat liburan kita?"
**Valen** tersenyum tipis, tetap terlihat *cool*. "Pas banget, Gil. Kita baru aja mau mutusin liburan ahkir pekan ke pantai."
PADA AHKIRNYA....
1. **tujuan liburan **:PANTAI
2. **Transportasi:** Mobil pribadi (Voucher bensin dari Egil).
3. **Konsumsi:** Ditanggung penuh oleh Victor sang pebisnis.
4. **Hiburan:** Bayu yang bikin heboh, Deka yang BERPOSE ala Anime , dan Valen sebagai pemimpin acara liburan ahkir pekan kali ini ...
"Deal ya?" tanya Valen memastikan.
"DEAL!" jawab mereka serempak, kecuali Mike yang hanya mengangguk singkat dan Deka yang sibuk merapal mantra hujan ala kobo kanaeru
Mereka pun keluar dari kamar mandi khas bau karbol dan satu per satu, kembali ke lapangan untuk menikmati sisa perayaan ulang tahun sekolah dengan senyum penuh rahasia. Akhir pekan ini akan jadi sejarah!
Part 4
MAEN ASIK
Jam 5 pagi, mobil Fortuner hitam milik Papahnya Victor udah parkir depan gang. Bayu dateng pake jaket kulit padahal panas, “Biar sangar, bro.” Egil bawa koper segede gaban, isinya 80% ciki dan 20% baju.
Deka datang terakhir, napas ngos-ngosan sambil gendong body pillow bergambar karakter rambut biru. “Dia harus ikut. Namanya Aqua. Dia nggak bisa sendirian di kos.”
Mike cuma ngelirik, lalu balik baca buku _Sapiens_. Valen udah siap dengan kacamata hitam dan caption IG: _“Vitamin Sea with the boys ”...
Saat diperjalanan hanpir 1jam ..
Tiba-tiba Bayu teriak, “Berhenti! Kencing! Kencing!” Victor panik, “Di rest area lah Yu!” Bayu: “Udah di ujung, Vic! Kalau keluar di sini, tamat riwayat villa kita!” Satu mobil ngakak sambil panik cari botol kosong.
Deka sepanjang jalan nulis fanfic di HP: _“Hari ini aku dan suamiku, Mike, pergi ke pantai...”_ Mike yang duduk di sebelahnya nggak sengaja lirik, langsung merinding. “Deka. Hapus. Sekarang.” Deka: “Ini cuma fiksi, Bung.”
Valen jadi DJ. “Guys, what song do you want? I can sing Ed Sheeran or bring you some 2000s vibes.” Victor: “Setel aja yang penting nggak bikin ngantuk. Gue nyetir nih.”
2 jam kemudian, mereka nyampe. Pantai Semilir beneran kayak surga. Pasir putih, air biru, sepi, cuma ada warung kelapa sama villa kayu di tepi pinggiran jalanan pantai ..
Victor sibuk check-in dan langsung borong 2 meja seafood di warung. “Makan dulu. Tenaga harus full kalau mau maen asik.”
Deka naruh Aqua di kursi pantai, dipakein kacamata. “Sayang, lihat tuh sunset-nya indah ya. Nanti kita foto ya.” Mike yang lewat langsung pura-pura budek.
Sore itu ada turnamen voli dadakan. Bayu + Egil vs Victor + Valen. Mike jadi wasit, Deka jadi cheerleader buat Aqua. Bayu smash-nya nggak ada akhlak, pasir sampai terbang ke muka Valen.
Valen: “Bayu! Are you trying to kill my face? This face is an asset!”
Bayu: “Asset apaan, Len? Asset negara?”
Egil ketawa keguling-guling sampe kecebur laut.
Mike yang dari tadi diem akhirnya turun main pas skor 20-20. Sekali spike, langsung menang.
Dan dalam babak terhakir selesai permainan mike kembali ke tempat duduknya dan membuka bukunya kembali.
Malamnya, Victor nyalain api unggun. Egil bawa gitar, fals tapi pede. Bayu mulai cerita dan mike asik dengan sate satean didepan api unggunya
Valen nunjuk langit, “Look, the stars. In London, you can’t see this.” Egil nyeletuk, “Di London ada kamu, Len. Bintangnya pindah ke muka lu semua.” Ngakak lagi satu pantai.
Malam ini terhakir dipantai , mereka bikin lingkaran di pasir. Egil: “Oke, aturan main: nggak boleh bohong. Satu-satu ngomong apa yang kalian syukuri dari grup ini.”
Bayu: “Gue syukur punya kalian. Gue nakal, sering bikin masalah. Tapi kalian nggak pernah ninggalin gue.”
Egil: “Gue syukur karena kalau gue lawas, kalian ketawa. Kalau gue sedih, kalian juga ketawa... eh maksudnya ngehibur.”
Deka: “Aku... aku syukur karena walau aku aneh dan suka sama 2D, kalian tetap anggep aku manusia. Aqua juga titip salam.” Semua: “WOY!”
Valen: “I’m grateful because you guys make me feel... normal. Di luar aku harus jaim, harus perfect. Di sini aku bisa kentut sembarangan.”
Semua: “ANJIR LEN!”
Mike: “Kalian berisik. Tapi tanpa kalian, sepi.” Itu pujian tertinggi dari Mike.
Terakhir Victor. Dia diem lama. “Gue dari kecil diajarin bisnis. Untung rugi. Tapi dari kalian gue belajar... nggak semua harus dihitung. Ada hal yang dikasih aja, tanpa mikir baliknya. Kayak liburan ini. Kalian itu... investasi terbaik gue.”
Hening. Terus Bayu teriak, “ANJIR VIC BAPER!” Langsung perang pasir dimulai.
Pas pulang, mobil bau asin, kaki pada item, HP pada kemasukan pasir. Dompet Victor jebol, tapi mukanya puas. Deka tidur sambil meluk Aqua dan oleh-oleh gantungan kerang. Mike dapet inspirasi buat esai. Valen dapet 300 foto buat feed sebulan. Egil suaranya habis. Bayu... Bayu tidur ngiler di bahu Mike, dan anehnya Mike nggak nolak.
Sampe rumah, Victor nge-chat di grup: _“Next liburan ke mana? Semua gue yang atur. Syarat: harus tetep maen asik.”_
Grup itu emang isinya beda-beda. Ada yang wibu, ada yang pendiam, ada yang tajir, ada yang receh. Tapi justru itu yang bikin pas. Kayak puzzle. Beda bentuk, tapi kalau disatuin, jadi gambar paling indah.
Dan Pantai Semilir bakal inget: pernah ada 6 anak absurd yang ketawa paling kenceng, main paling asik, dan pulang dengan hati paling penuh.
Part 5
Ujian nasional Vs push rank
Senin pagi, XI-2 kayak abis tawuran sama logika.
Bu Dwi “Anak-anak, minggu depan Ujian Nasional. Ini penentu masa depan! Belajar!”
BAYU ngacung sambil ngupil. “BU! Masa depan bisa nego, tapi IMMORTAL NGGAK BISA! Itu _fix price_, Bu!”
Satu kelas: “HAHAHA.”
Bu Wali: “Bayu, please keluar. Now.”
Grup Maen Asik langsung rapat di belakang, judulnya: “Sidang Istimewa Land of Dawn”.
VICTOR nutup tab “Soal UN 5 Tahun Terakhir”. “Dengerin gua. Gua udah Mythic 48 bintang. Kurang 2 lagi Immortal. Ini tuh udah kayak panggilan alam. Alamnya Mobile Legend.”
DEKA meluk Aqua. “Sayang, kata Aqua ‘Kejar aja cita-citamu, UN kan cuma formalitas negara. Tapi Immortal itu formalitas hati’. Jadi aku pilih hati.”
Mike: “Deka, itu sarung bantal.”
Deka: “Sarung bantal yang punya visi misi, Mike.”
MIKE diem. Ngetik di grup: “Push.” Titik. Kayak palu Thor. Keputusan mutlak.
EGIL tendang meja. “SAH! Demi Tim Elit Global, kita ikhlasin Matematika! Remed mah belakangan! Kalo turun ke Legend, kita yang turun martabat!”
VALEN dateng telat, bawa buku setebel bata. “Guys, _wait, wait_. Aku rasa kita harus... belajar dikit lah. UN itu _important_ banget buat _our future_, kan? Kita nggak bisa _just_ ninggalin gitu aja.”
Lima kepala noleh. Tatapannya nanya “Lu siapa?”.
Valen gugup: “...Tapi yaudah sih. _If you guys really want_ push rank, aku ikut aja. Tapi aku mau _pick_ Hayabusa ya. Soalnya _I’ve been training_. Udah _almost pro_, lah.”
Semua: “NAH GITU DONG, ANAK MAMI BRITISH KW!”
*2. Malam H-1 UN: Warnet Garuda Jadi Markas Ilegal*
Jam 8 malem. Warnet Garuda penuh kayak konser dangdut.
Line up Tim Elit Global “Jeding Genz”:
- VICTOR: Zilong – “Tombak depan. Murah tapi nusuknya sampe ke dompet.”
- DEKA: Angela – “Biar bisa masuk ke Victor. Lahir batin.”
- MIKE: Badang – “Tembok. Diem tapi sekali gebuk, pensiun lu.”
- BAYU: Balmond – “Hidup gua muter doang. Tapi damage-nya ada.”
- VALEN: Hayabusa...Konon katanya ...
Egil: “Aturannya gampang. Menang 2x, kita Immortal. Kalah 1x, besok kita masuk goa, belajar semedi.Deal ?”
Bayu: “DEAL! Tapi kalo kalah, Valen yang cuci piring. Dia paling kebanyakan gaya.”
Valen: “_That’s so unfair_! Tapi... _fine_. _For the team_, aku terima. _Let’s do this_.”
Ban-pick. Musuh ban Ling, Fanny. Aman.
Tiba-tiba...
“VALEN HAS PICKED NANA.”
Semua terdiam dan menatap Valen...
VICTOR: “LEN. SUMPAH DEMI SEMEN TIGA RODA. ITU NANA. KUCING. HAYABUSA ITU NINJA, COK. BUKAN KUCING KASIH PAW.”
VALEN: “ASTAGA! _My finger is so clumsy today_! _I swear_! Aku mau _pick_ yang lempar-lempar bintang ninja itu! _I thought_ Nana itu _the female version_, gitu! _You know_, _like equality_!”
BAYU: “EQUALITY MATAMU! HANABI YANG CEWEK! LU SEKOLAH DI HOGWARTS?!”
DEKA: “Aqua, tolong jelasin... pake bahasa planet Namex.”
MIKE buka kalkulator. “Win rate: 0,02%. Sama kayak kemungkinan gua disayang guru.”
Egil langsung tiduran di lantai. “Udah. Kita pulang. Ngafalin Pancasila aja. Ini mah bukan push rank, ini _push ourselves to the edge_.”.
Masuk game. Valen Nana, build-nya: Sepatu Mana, Buku, _and hope_. “Guys, _just calm down_. Aku bakal _support_ kalian _with all my heart_. Dan dengan... _this adorable cat_.”
Menit 2, Victor: “LEN! KELUARIN NAGANYA!”
Valen: “_Which one_ naganya? _The big button_? _The one with meow sound_? Oh ini!” Dia lempar Molina ke Buff Biru.
Victor mati. “LEEEEEN!!! GUA JADI TUMBAL BUFF?!”
Menit 5, Bayu: “VALEN _COVER_! GUA MAU MIDER!”
Valen: “_I’m coming, my lord_! _Have some healing_!” Dia nge-heal Balmond darah full.
Bayu mati di dalem turet. “NGAPAIN NGE-HEAL?! GUA BUTUH KUCINGNYA BUAT NGUBAH ORANG! SEKARANG GUA YANG JADI KUCING KETABRAK MOBIL!”
Menit 8, skor 0-23. Musuh chat all: “nana = win”.
Deka nangis di base: “Victor... _please come here_. Biar aku _ulti to you_... kita _die together_. _It will be beautiful_.”
Victor: “DEK, INI BUKAN NONTON ANIMEK ! INI KITA LAGI DI-AZAB!”
Mike pasang tembok. Musuh lewat samping sambil dadah. Mike: “...Oke.”
Menit 25. Nexus tinggal disentil. Musuh udah emote, udah recall gaya.
Valen udah pasrah. “Guys... _I’m so sorry_. Aku _the biggest burden_ di grup ini. Aku _should have just studied_...” Sambil merem dia asal pencet skill 2 ke semak depan base.
_PYINK!_ 3 MUSUH JADI KUCING. DIEM. MELO. GAK BISA APA-APA.
BAYU: “LAH?!” Otak kadal aktif. “MAMPUS KALIAN SEMUA!!!”
_TRIPLE KILL!_
Temen temen : “JINGANNNN!!!”
VICTOR: “LEN! SPAM KUCINGNYA! _YOU ARE THE MESSIAH_! _THE CAT GOD_! _THE CHOSEN ONE_!”
Valen: “_OH MY GOD OKAY_! _TAKE THIS CAT_! _AND THIS ONE TOO_! _FREE KUCING FOR EVERYONE_! _LIMITED EDITION_!” Molina terbang kayak promo 9.9.
DEKA: “VICTOR SAYANG _I’M IN_!” Dia ulti. Zilong + Angela = Zilong Beristri.
Victor: “BABAT HABIS! _FOR IMMORTAL_! _FOR UN YANG KITA IKLASIN_!”
MIKE: “...” Flash + ulti. Dua musuh sisa nempel di tembok kayak cicak. _SAVAGE_. Badang Savage. Pertama dan terakhir kali di muka bumi.
Musuh chat all: “NANA TAI”.
Valen: “_Hey, watch your mouth_! _And by the way_, itu kucing, bukan anjing. _Please learn biology_.”
Langsung _end_.
“VICTORY!”
VICTOR: “MYTHICAL IMMORTAL COOOOK!!!” Dia sujud syukur sampe jidat nempel layar.
Satu genz chaos: “NANA KUCING!!!”
BAYU nangis guling-guling. “GUA... IMMORTAL... PADAHAL NAMA-NAMA PLANET AJA GUA KIRA NAMA MINUMAN!”
VICTOR nangis juga. “Bintang ini... nggak bisa dibeli di toko bangunan. Tapi bisa didapet karena Valen salah pencet. Hidup absurd banget.”
DEKA: “Aqua! Kita sekarang _officially_ pasangan Immortal! Pernikahan kita diberkati Land of Dawn!”
MIKE senyum setengah mili. “...Bagus.”
VALEN masih syok. “Jadi... _I carried you all_? Aku? _With_ Nana? _The hero I picked by accident_? _Am I... actually smart_? Atau musuhnya aja yang _blessing in disguise_?”
Egil: “Lu itu _blessing and curse_ jadi satu, Len. Besok lu jangan ke sekolah. Ke Dufan. Minta dibalikin otak lu.”
Terus semua diem.
Karena UN. Jam 7.30. Besok.
Victor: “..._What time is it now_?”
Bayu: “...Kita udah telat belajar 2 semester.”
Deka: “Aqua, _can you please_ jokiin aku? _You’re my only hope_.”
Mike buka buku Matematika. Liat “Turunan”. “Turunan dari kemiskinan adalah kebodohan.” Tutup lagi. “...Gak jadi belajar.”
Valen: “_You know what guys_... _at least_ kita Immortal. Kita bisa _remedial with pride_. _With style_. _With a golden border_. Biar pengawasnya tau, kita bego tapi berprestasi.”
Egil: “Betul! Kalo remed kita MCL! Kalo lulus kita MCL! Jadi intinya... MCL adalah jalan hidup! UN itu cuma... _side quest yang annoying_!”
Besoknya UN. Victor gambar Zilong nusuk soal Matematika: “Mampus lu integral.” Bayu bikin rumus baru: “Balmond spin = Auto lulus? Tidak.” Valen: “_Dear_ Pengawas, _to be honest I prefer_ Nana _than_ Aljabar. _Sorry_.” Deka LJK-nya full gambar Aqua pake seragam SMA. Mike? Ngisi. Bener semua. Dia emang bug.
Hasil? 5 orang remed. 1 orang diwisuda jalur prestasi non-akademik.
*~Moral: UN bisa remed tahun depan. Tapi momen salah pick Nana terus bawa Immortal? Itu _once in a lifetime_, Bro~*