Kerajaan marlbrhon Dimimpin oleh seorang ratu cantik nan kejam bernama Lizabeth Gory.
Dimana setiap gadis harus tunduk dibawah naungan kerajaan milik lizabeth dibeberapa negara demi bertahan hidup.
Contohnya, antara masuk dan tidak masuk akalnya. Lizabeth menerapkan beberapa aturan seperti :
1) Tidak boleh melahirkan seorang bayi laki - laki.
Para gadis sangat terkejut mengetahui peraturan gila yang dibuat oleh sang ratu. Mereka bertanya - tanya, Jika tidak ada pria maka siapa yang akan menghamili para wanita?
Tentu, elizabeth mempunyai beberapa cara agar anak buahnya bisa hamil hanya menggunakan tongkat emas yang selalu ia bawa kemana - mana.
2) Harus melahirkan bayi perempuan.
Bagi lizabeth, Bayi perempuan adalah bayi paling ia idam - idamkan sejak dulu.
Karna dengan itu, kecantikannya semakin bertambah hanya dengan menggunakan rambut mereka sebagai tumbal.
*****
Empat kuda melaju cepat menerobos gumpalan salju supaya sang ratu cepat sampai ditujuan.
" Apa hari ini raja joss melakukan aksinya? " Tanya ratu lizabeth tanpa ekspresi kepada kurcaci yang menjabat sebagai anak buah terpercayanya.
" Raja joss tidak main - main ratu, dia ingin mendapatkan simbol emas itu kembali. " jawab kurcaci tersebut khas suara pelet.
" Jangan biarkan dia masuk kedalam kerajaanku! " perintah lizabeth dendam.
" Baik ratu, tapi kurasa dia akan kembali dan menghamili salah satu anak buah ratu. "
" Jangan biarkan dia menghamili anak buahku lagi, perintah semua gadis memasuki kastil dan kurung mereka! "
" Baik ratu! "
Dalam sekejap, 50 gadis perawan dipaksa masuk kedalam kastil. Mereka hanya bisa pasrah dengan kedua orang tua yang menangis menyaksikan anak mereka masing - masing diperbudak.
Salah satu gadis mencuri perhatian pangeran, nama pangeran tersebut adalah pangeran justin. Pangeran justin lahir dirahim elizabeth hasil pernikahannya dengan raja jerry.
Raja jerry merupakan pemimpin kerajaan Magarada, pria paling dicintai oleh lizabeth.
Pangeran justin terus menatap gadis malang itu lama. Sedangkan yang ditatap menunduk kebawah tidak tau jika sang pangeran tengah menatap dirinya.
" Ayo cepat masuk! " perintah pengawal keras.
Pintu kastil ditutup keras. Serentak semua gadis terkejut dan menangis.
" Ibu tolong akuu " tangis salah satu gadis sendirian dipojokan.
Gadis yang berhasil mencuri perhatian pangeran justin bernama Aliza mendekat kearah gadis yang sedang menangis.
" Kau kenapa? " tanya aliza.
" Aku tidak mau dikurung disini! " jawab soya.
Aliza tertegun. Ini pertama kalinya dia bergabung kedalam tumbal milik ratu lizabeth.
" Maksudmu apa? " tanya aliza penasaran.
" Ratu lizabeth licik, dia menggunakan kita sebagai tumbal demi mempertahankan kecantikannya. Aku tidak mau disini, aku tidak mau rambutku diambil. " tangisnya dengan tubuh merosot kebawah.
Aliza masih bingung. Sebeb, usianya sekarang adalah 15 tahun. Artinya ia memang harus mengikuti perintah ratu.
" Bisa kau jelaskan lebih dalam? " tanya lagi aliza sambil duduk dihadapan soya.
" Berapa usiamu? " tanya soya.
" 15 tahun. "
Soya tertawa mengejek.
" Kau mau menggantikanku? " tawar soya licik.
" Menggantikanku menjadi tumbal ratu, dia akan mengambil rambutmu lalu membontakkan kepalamu sampai kau menjadi jelek dan setelah itu kau bebas dibuang seperti sampah. Kau mau? "
Aliza tertegun tak percaya.
" Kau tak percaya? Haha usiaku 17 tahun. Perjalanan kita masih panjang. Kau harus melewati beberapa rintangan sebelum mencapai titik terakhir menjadi tumbal. "
" Kau berbohong? "
" Mengapa aku harus berbohong? Kau tau pangeran justin? Dia tampan sekali! Aku menyukainya. Beberapa cara aku lakukan agar bisa dekat dengannya, tentu dengan memberikan rambutku pada ratu supaya bisa mencuri hati pangeran. "
" Bukannya kau tadi menangis? "
" Aku menangis karna rambutku dan aku berhenti menangis karna pangeran justin! "
" Gila! " gumam aliza kesal.
Soya yang mendengar aliza menggumam mengatakan dirinya gila, marah besar. Ia tak terima direndahkan. Dengan cepat dia menarik keras rambut aliza membuat gadis lainnya berupaya memisahkan mereka berdua.
" Lepaskan aku! " teriak aliza kesakitan.
Gubrakkk.
Pangeran justin menendang pintu sampai terbelah menjadi dua.
" Ada apa ini? " tanya pangeran justin wibawa.
Soya yang menyadari itu, langsung memulai aktingnya.
" Aduh pangeran, aliza menjambak rambutku. " sadu Soda.
" Tidak pangeran, soya menjambak rambut aliza duluan. " bela seorang gadis bernama diana.
" Pangeran, apa pangeran mempercayaiku? " tanya soya dengan mata berkaca - kaca.
" Pangeran, jangan percaya dia. Dia telah menuduh sembarangan. Kami yakin itu! " bela lagi diana.
" Kau! " ucap soya terputus tak mampu meneruskan perkataannya kembali.
" Aku berani sumpah bukan aku memulai duluan pangeran! " kata aliza percaya diri.
" Tapi kau menyebutku orang gila! " potong soya.
" kau memang orang gila! " desis diana.
Disinilah soya dan aliza berada.
Disebuah rumah gubuk dipenuhi sapi hitam. Mereka berdua dihukum pangeran membersihkan semua halaman sampai bersih.
" Ach..tanganku.. " rintih aliza kesakitan. Bersamaan dengan itu, pangeran datang menghampiri aliza.
" Kau kenapa? " tanya pangeran.
aliza menoleh keatas.
" Aku tidak apa - apa. " jawab aliza menyembunyikan rasa sakitnya.
" biar kuobati. " kata pangeran mengambil paksa tangan kanan aliza.
Soya yang melihat pangeran justin mengobati aliza, merasa cemburu. Wajahnya semakin memerah menahan amarah.
Tapi, ia tidak bisa berbuat apa - apa selain diam menatap kemersaan mereka berdua.
" Jangan terlalu ditekan, rasanya sakit. " kata aliza memejamkan mata agar rasa sakit akibat dioleskan getah putih tak terasa kulitnya.
" Pangeran, kakiku juga sakit. " adu soya berpura - pura menunjukkan ekspresi kesakitan.
" Ambilah setetes getah didalam lemari. Suruh pengawal mengantarmu kesana! " kata pangeran justin tanpa melihat soya.
Soya menggerutu menghentakkan kakinya melewati tempat aliza dan pangeran.
Sampai didepan, sigap pengawal kerajaan membuntuti kemana arah soya pergi. Soya tak tau jika dibelakangnya 4 pengawal mengikutinya.
' Bagus! Ini saatnya aku kabur! '
Secepat mungkin soya berlari mengelilingi semak. Pengawal yang menyadari soya kabur, segera mengejarnya hingga soya tak sadar ia menabrak kereta kuda milik ratu lizabeth tepat digumpalan salju.
" Siapa kau! " tanya ratu lizabeth menyeramkan. Dari arah belakang, pengawal pangeran justin berhenti tepat dihadapan sang ratu.
" Maaf ratu. salah satu anak buah anda melarikan diri dari kastil. " kata salah satu pengawal.
Mata ratu menyalang menatap soya tajam.
Berani - beraninya kabur dari ratu tanpa memberi alasan.
" Cepat masukkan dia kesumur! " perintah ratu lizabeth.
" Baik ratu. "
" Jangan ratu.. Maafkan saya ratu..maafkan sayaaaaa... " Teriak soya meronta - ronta.
Ratu tersenyum licik.
' Kau berani kabur, kau berani menanggung semuanya! '
Byurrrrrrr....
Soya dilempar kedalam sumur dipenuhi kodor besar.
" Tolong... Ampuni saya.. Ratu tolong... Pangeran... "
" Jangan mendekat, jangan mendekat... Tidakkkkk "
Sementara dipelosok jauh. Seorang ratu membuka lemari indah putrinya.
' Kenapa perasaanku tidak enak? '
" Ratu! " tegur pelayan wanita.
" Kau? "
" Iya. Perkenalkan, saya pelayan baru disini. Mari ratu. Saya dengan senang hati merias wajah anda. "
Tanpa curiga, ratu merry duduk didepan kaca riasnya dan mulai menutup mata membiarkan pelayan barunya menatap rambut dan wajahnya.