Hari itu ternyata hari terakhir untuk kita.
Sejenak meluapkan segala hal yang menyesak didada.
Tanpa pesan tanpa kata, hanya diam seperti karang yang kokoh ditengah samudra
Membius keheningan.
Bersama merencanakan sesuatu yang ingin kita raih.
Namun nyatanya sang kehendak mutlak merencanakan diluar batas kita.
Yang memaksamu untuk menyepi dan menyendiri disudut ruangan pengap dan gelap
Tak pernah terbayangkan hari ini akan terjadi
Kita hanya mengikuti cara kerja semesta.
Akan ada hari esok tanpamu.
Dibawah langit dan diatas bumi penguasa kusimpuhkan badan dan lututku.
Ku tundukkan kepalaku
Ku tengadahkan ke2 tangan ciptaan semesta untuk memohon
Berharap diaamiiinkan permohonan ini.
Aku sadar, aku dan kamu adalah miliknya.
Dengan egonya aku berharap kamu kembali.
Kebodohan apa ini??
Ya, terdengar sangat bodoh karna masih belum menerima kejadian ini.
Lantas?? Ya sudahlah.
Segala sesuatunya sudah terjadi.
Semoga kau tenang disana.
Aku, kami dan kita semua bersama² memohon hal baik pada pencipta segalanya untukmu.
Menjadikan kamu kiblat permohonan dari kami para pemohon pada pencipta
Kini, kamu sendiri
Dan aku sendiri.
Kamu didoakan
Aku mendoakan
Semoga permohonan kami didengar oleh sang maha pendengar, dan dikabulkan oleh pengatur kehidupan
30.06.2006
D_dot.-09