"Happy.. birthday... to me."
Malam ini.. adalah hari ku.
Lebih tepatnya.. lima menit lagi.
Hari yang dimana aku datang di dunia ini.
Hari dimana orang orang sekitar ku menanti ku membuka mata. Menanti tangisan ku.
Selamat ulang tahun untuk diriku.
Selamat merayakan di tengah sunyi dan gelap nya malam kamar.
Hanya ada aku. kue sederhana.. dan lilin kecil yang menyala terang mengisi gelap nya kamar.
Terkadang.. Aku berfikir. Apa tujuan ku hidup di dunia ini?.
Apa hanya untuk bertahan?
atau bahkan untuk meraih prestasi. masa depan. atau sesuatu yang bisa membanggakan?.
Apakah.. aku memang tak di lahirkan dengan takdir yang sempurna?.
Maksudku... keluarga. apakah.. aku memang di takdir kan untuk.. terbiasa ditinggalkan?
Apa aku memang ditakdirkan untuk selalu pulang ke rumah yang sepi?
Lucu ya...
Kalau mengingat dulu aku adalah gadis kecil kesayangan mama dan ayah. Aku pikir semua nya akan terus seperti ini.
Aku pikir aku akan tumbuh besar bersama mereka.
Aku pikir aku akan melihat rambut Mama mulai memutih.
Aku pikir aku akan mendengar Ayah mengeluh soal punggungnya yang mulai sakit karena usia.
Aku pikir...
Aku akan selalu punya rumah untuk pulang.
Ternyata tidak.
kehendak Tuhan mengatakan sebaliknya.
mama apa kabar ya disana?.
Dan...
Apa Mama masih ingat kalau Mama punya seorang gadis kecil yang sekarang sudah tumbuh dewasa?
Gadis kecil yang dulu selalu memelukmu saat takut petir.
Gadis kecil yang dulu selalu bercerita apa pun sebelum tidur.
Gadis kecil itu sekarang sudah besar, Ma.
Tapi anehnya...
Semakin besar aku, semakin aku merasa sendirian.
Aku belajar menghadapi semuanya sendiri.
Belajar menyimpan tangis sendiri.
Belajar berpura-pura baik-baik saja.
Belajar tersenyum meski sebenarnya ingin menyerah.
menanggung segala masalah dengan tenaga nya sendiri.
dan.. apa kabar dengan ayah yang disana?.
apakah keluarga kecil ayah baik baik saja disana?.
pasti hidup rukun ya.. pasti.. sangat bahagia.
penuh canda tawa.
ga seperti aku yang sendirian disini.
dulu ayah bilang.. ayah akan selalu ada untuk aira. menemani aira hingga aira.. dewasa.
lalu.. apakah.. janji itu sekarang sudah terkubur dalam?.
apakah.. ayah sudah lupa ada aira?.
Apa Ayah pernah mengingatku di sela-sela kesibukannya?
Apa Ayah tahu kalau hari ini ulang tahunku?
Atau...
Tanggal ini sudah tidak berarti apa-apa lagi?
Terkadang... aku berfikir.
bagaimana caranya manusia bisa berubah seiring berjalan nya waktu?.
sebenernya.. apa yang membuat mereka seperti itu?.
Waktu?
Keadaan?
Atau karena mereka menemukan kebahagiaan baru hingga lupa pada yang lama?
Aku tidak tahu.
Aku benar-benar tidak tahu.
Jarum jam akhirnya tepat menunjuk pukul dua belas malam.
Aku menatap angka di ponselku.
00.00.
Aku resmi bertambah usia.
Aku tersenyum kecil.
"𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁 𝘂𝗹𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗮𝗵𝘂𝗻, 𝗮𝗶𝗿𝗮."
Suaraku terdengar pelan sekali.
Bahkan mungkin jika ada orang lain di ruangan ini, mereka tidak akan mendengarnya.
"Terima kasih ya... udah bertahan sampai hari ini."
Entah kenapa, kalimat itu membuat dadaku terasa sesak.
Aku tidak pernah menyadari kalau bertahan hidup ternyata melelahkan.
Sangat melelahkan.
Ada hari-hari di mana aku ingin mengeluh.
Ada hari-hari di mana aku ingin dipeluk.
Ada hari-hari di mana aku ingin seseorang bertanya, "Aira capek ya?"
Tapi tidak ada.
Akhirnya aku belajar untuk menepuk pundakku sendiri.
Belajar menguatkan diriku sendiri.
Belajar mengatakan, "Nggak apa-apa. Kamu hebat."
Meski terkadang aku tidak benar-benar percaya dengan kata-kata itu.
Aku melihat lilin kecil di depanku lagi.
Apinya masih menyala.
Kecil.
Rapuh.
Sesekali bergerak tertiup angin dari jendela yang sedikit terbuka.
Tapi...
Ia tidak padam.
Entah kenapa aku merasa mirip dengannya.
Aku juga kecil.
Aku juga rapuh.
Aku juga sering hampir padam.
Tapi sampai malam ini...
Aku masih ada di sini.
Masih bernapas.
Masih bertahan.
Mataku mulai terasa hangat.
Aku mengusapnya cepat sebelum air mata itu benar-benar jatuh.
Padahal lucu.
Ini hari ulang tahunku.
Seharusnya aku bahagia.
Tapi ternyata menjadi dewasa adalah memahami bahwa tidak semua ulang tahun dipenuhi balon dan kado.
Ada ulang tahun yang dirayakan bersama banyak orang.
Ada juga ulang tahun yang hanya ditemani satu lilin kecil di tengah kamar yang gelap.
Dan malam ini...
Aku merayakannya bersama kesepianku.
Aku menghela napas panjang.
Lalu mendekatkan wajahku pada lilin itu.
"Satu permintaan aja, Tuhan..."
Aku terdiam.
Aku bahkan bingung harus meminta apa.
Karena terlalu banyak hal yang ingin kupunya.
Keluarga yang utuh.
Pelukan Mama.
Perhatian Ayah.
Atau...
seseorang yang bisa membuatku merasa tidak sendirian.
Pada akhirnya aku tersenyum kecil.
"Kalau memang aku harus hidup seperti ini... tolong bikin aku cukup kuat buat menjalaninya."
Lalu...
Aku meniup lilin kecil itu.
Cahayanya padam.
Kamar kembali gelap.
Dan entah kenapa...
untuk pertama kalinya setelah sekian lama...
aku menangis.
______________________________________
teruntuk kalian yang disana sendirian. yang merasa kenapa kalau hari ku ga bisa se meriah yang lain. buat kalian yang lagi merasa sendirian di tengah nya masalah masalah kalian hadapi. lalu kalian merasa lelah. kalian merasa... kenapa masalah ini gaada akhirnya.
tenang ya. sebelum itu tolong ucapin terimakasih buat diri kamu sendiri. makasih udah bertahan sejauh ini. makasih uudah ga milih udahan secepet itu. hidup emang keras. namun percayalah. akan ada saat dimana. bagian bahagia mu datang di tengah alur yang begitu berantakan. bertahan lah. karna kamu harus tau. apa yang ada di ujung sana setelah banyak nya badai yang kau lewati. aku disini. kamu ga sendirian.
sama aku. kalian gaperlu jadi sempurna. aku menerima segala keluh kesah kalian. semua masalah, semua jerih payahnya, semua lelah, dan semua tangis. bahkan disaat diri kalian sendiri membenci kalian. aku akan tetap disini. menjadi mendengar yang baik. cerita in semua ke aku. gaperlu runtut. karna aku tau. hidup kamu udah ga sesederhana itu buat di ceritain.
sini, cerita ke aku, bagi lelah mu. aku ada! 🤍