"Tunggu, Kak Adit – cerita ini kamu yang tulis ya? Beneran bikin merinding abis!" ujar seorang cewek muda yang lagi duduk di kedai buku kecil yang penuh dengan buku bekas dan cerita rakyat dari seluruh Indonesia. Pria yang sedang duduk di sudut ruangan itu adalah Adit Pratama – seorang penulis yang baru mulai dikenal karena cerita-ceritanya yang penuh dengan nilai-nilai budaya lokal.
Ceritanya dimulai ketika Adit merasa bahwa industri yang dia kelola mulai kehilangan makna. Sebagai CEO perusahaan penerbitan terbesar di Indonesia, dia merasa bahwa banyak karyawan yang kerja keras tapi kurang mendapat perhatian atau kesempatan buat berkembang. Banyak konten yang dibuat hanya demi viral tanpa memperhatikan nilai-nilai yang sebenarnya dibutuhkan pembaca.
Suatu malam, saat Adit lagi baca surat pembaca yang penuh dengan keluhan tentang cerita yang kurang bermakna atau terlalu fokus ke klik dan view, dia memutuskan buat melakukan sesuatu yang beda – menyamar jadi penulis lepas dengan nama samaran "Dito". Dia mulai kerja di kedai buku kecil yang punya banyak cerita rakyat dari seluruh nusantara, bantu antar buku ke toko-toko kecil yang sering dikunjungi pembaca muda.
Hari pertama kerja jadi penulis lepas langsung bikin Adit merasa seperti anak kecil yang baru belajar jalan – harus kerja keras dari pagi sampe malam, nemuin berbagai pembaca dengan cerita hidup yang berbeda-beda. Dia ketemu sama seorang cewek bernama Lia yang kerja jadi kurator buku kecil di perpustakaan daerah. Lia cerita banyak hal tentang betapa sulitnya cari ide cerita yang punya makna buat pembaca, terutama anak muda yang suka dengan cerita rakyat tapi kurang punya akses buat belajar lebih dalam.
"Dulu aku mikir cuma bisa kerja jadi penjaga buku aja," ujar Lia dengan suara yang lembut saat mereka lagi duduk di kedai buku kecil yang penuh dengan buku bekas dari seluruh Indonesia. "Tapi sekarang aku mulai punya harapan bisa jadi bagian dari cerita rakyat yang punya nilai budaya tinggi."
Suatu hari, saat Adit lagi antar buku ke toko kecil yang baru buka, mereka ketemu sama seorang pria yang bilang kalau dia adalah CEO dari perusahaan penerbit terbesar di Indonesia. "Aku mau bantu kamu buat jadi bagian dari industri yang punya nilai budaya tinggi," ujar pria itu dengan suara yang penuh makna.
Adit langsung terkejut dan mulai cerita tentang bagaimana dia kerja jadi penulis lepas buat cari inspirasi dari kehidupan masyarakat kecil yang punya cerita rakyat yang belum pernah diketahui banyak orang. "Kita harus bisa bantu mereka yang punya karya bagus tapi kurang kesempatan," ujar Adit dengan suara yang penuh tekad.
Di depan semua karyawan dan pembaca muda yang datang ke acara peluncuran buku baru, Adit ngumumkan beberapa program baru – mulai dari beasiswa buat penulis muda yang punya karya lokal, pusat tulis gratis buat mereka yang kurang punya akses, kerja sama sama komunitas penulis lokal yang punya nilai budaya tinggi.
"Saya belajar bahwa kekuatan cerita bukan dari angka tapi dari makna yang bisa buat banyak orang merasa ada harapan," ujar Adit dengan suara yang penuh makna saat acara peluncuran buku baru yang penuh dengan cerita rakyat dari seluruh nusantara. Banyak pembaca muda yang langsung merasa terinspirasi buat mulai menulis cerita sendiri dengan nilai-nilai lokal yang tinggi.
Lia yang baru mulai kerja sama sama Adit bilang kalau dia merasa sangat terbantu sama program yang dibuatnya. "Sekarang aku bisa kerja sama sama teman-teman buat bantu banyak orang yang punya karya bagus tapi kurang kesempatan," ujar Lia dengan suara penuh rasa terima kasih. "Terima kasih sudah mau bantu kita yang sering dianggap tidak penting!"
Setelah acara selesai, berita tentang CEO yang menyamar jadi penulis langsung viral di seluruh media sosial. Banyak penulis muda yang langsung mendaftar program beasiswa buat berkarya dengan nilai budaya tinggi. Adit sendiri tetap sering datang ke kedai buku buat bantu banyak orang yang ingin belajar menulis dengan penuh makna dan nilai lokal yang tinggi.
"Saya belajar bahwa sukses bukan dari uang atau kekuasaan tapi dari karya yang bisa buat banyak orang merasa ada makna hidupnya," ujar Adit dalam acara peluncuran buku baru yang penuh dengan cerita rakyat dari seluruh Indonesia. Banyak penulis muda yang mulai merasa ada harapan buat berkarya dengan nilai budaya yang tinggi dan bisa bantu banyak orang dengan karya yang penuh makna.