Aku menemukan seorang manusia yang cukup unik. Kalau tidak salah, aku pernah menolak kehadirannya berkali-kali. Tapi dia tetap tenang. Dia tetap ada di sampingku. Meskipun, hatiku dimenangkan beberapa kali oleh anak manusia lain.
Dia cukup unik, kami berteman sejak kecil. Dulu, dia juga salah pemenang duniaku. Dulu, dia juga adalah partner terbaikku. Dulu, dia adalah jenaka yang menjadi pelangi di dalam skenarioku.
Patah hati yang entah berapa kali? Dia lagi-lagi datang padaku. Seolah membawa payung, yang memayungi aku ketika derasnya hujan mencoba mengguyurku. Dia adalah anak manusia yang berani mendatangi aku ketika terpuruk.
Dia berkata padaku, sambil merendahkan tubuhnya. Sambil tetap membawa payung di salah satu tangannya. Sembari memayungiku. Dia menatapku lekat. Kami berada dalam sunyi. Tatapannya begitu teduh. Ada sesuatu di dalam kedua bola mata itu. Dia berkata,
"Gak apa, memang mungkin dia itu ditakdirkan menjadi temanmu. Bukan, pasanganmu! Kamu gak perlu sehancur ini. Karena manusia baik seperti kamu, akan ada masanya memiliki hadiah paling indah dari Tuhan!"
Dia tersenyum padaku. Hatiku ditenangkan dia hari itu. Dia adalah manusia yang benar-benar berkali-kali melihat sisi lemahku. Sejujurnya aku menyayanginya. Cuma, ada banyak hal yang harus kamu yakinkan ke aku. Kalau memang kamu menginginkan aku di dalam duniamu.
_______
✍️ Pesan kecil, yang jarang banget aku utarakan ke orang lain. Siapapun yang aku sebut di sini. Aku yakin banget, kamu pasti paham siapa kamu di kehidupanku dan apa peranmu.
Tolong yakinkan aku sekali lagi, kalau memang Tuhan kirim kamu buat aku. Tolong tepis semua hal yang memenuhi kepalaku sekarang. Biarkan aku melihatmu, sesuai versimu yang lebih baik lagi.