"GASS KERJAAAA!!" teriak Rafi sambil menekan tombol "mulai kerja" di aplikasi ojek online miliknya. Usianya baru dua puluh sembilan tahun, namun dia sudah jadi CEO dari perusahaan startup teknologi yang lagi hits – aplikasi berbagi kendaraan bernama "GO-RIDE.ID" yang baru saja merambah pasar nasional. Tapi yang tidak tahu siapapun, sosok "Rafi Pengemudi Ojek" yang lagi viral di TikTok dan Instagram itu bukan orang lain kalau bukan Rafi sendiri, sang bos besar perusahaan nya.
Ceritanya dimulai ketika Rafi merasa bahwa timnya terlalu fokus pada angka dan target pasar, tanpa memperhatikan pengalaman pengguna sebenarnya atau kondisi pengemudi yang menjadi tulang punggung bisnisnya. Suatu hari, saat scrolling TikTok, dia melihat video seorang pengemudi ojek yang menangis karena harus bekerja sampai larut malam hanya untuk bisa menyekolahkan adiknya. Video itu langsung bikin hatinya terasa sesak – dia tidak pernah menyangka bahwa di balik kesuksesan aplikasi yang dia buat, banyak pengemudi yang masih berjuang keras seperti itu.
Tanpa memberitahu siapapun di kantor, Rafi memutuskan untuk "turun ke medan". Dia pakai kostum total berbeda – rambut yang biasanya rapi dibuat jadi gondrong ala anak muda, pakai hoodie oversize, celana jogger, dan sepatu sneakers bekas yang dia beli dari toko thrift. Nama samarnya? "Abang Ojol Ganteng" – nama yang dia buat sendiri karena merasa lucu dan mudah diingat. Dia bahkan beli motor bekas tahun 2020 dengan uang sendiri dan belajar bikin konten TikTok buat akunnya agar tidak mencolok.
Hari pertama kerja langsung bikin Rafi kesel banget – macet parah di jalan Sudirman, salah jalan sampe ketemu rute satu arah, bahkan ada penumpang yang kelamaan tunggu sampe cancel pesanan. Tapi dia nggak menyerah! Malahan mulai bikin video konten tentang pengalaman jadi ojol – mulai dari keluhan macet, cerita unik sama penumpang, sampe tips buat hemat bahan bakar. Dalam seminggu aja, akun TikTok-nya udah punya 50 ribu follower dan video-nya sering masuk FYP!
Salah satu penumpang yang bikin Rafi ngga bisa lupa adalah seorang cewek muda bernama Chika yang jadi mahasiswi kuliah sore dan kerja paruh waktu jadi konten kreator makanan di Instagram. Chika sering naik ojol Rafi waktu mau ke kuliah atau ke lokasi syuting konten. Dia nggak pernah nyangka kalau pengemudi ojol yang sering bikin dia ketawa dan kasih masukan kreatif itu adalah CEO dari aplikasi ojol yang dia pake setiap hari.
"Abang Rafi nih, emang kreatif banget ya! Kalau jadi konten kreator pasti langsung terkenal deh!" ujar Chika suatu hari saat mereka macet di jalan. Rafi hanya bisa senyum dan bilang, "Kalau jadi konten kreator kayak kamu kan harus punya skill editing yang bagus, aku aja males belajarnya hehe." Padahal sebenarnya Rafi itu ahli banget sama teknologi dan bahkan pernah bikin aplikasi editing video kecil yang cukup terkenal di kalangan mahasiswa.
Melalui Chika, Rafi mulai kenalan sama banyak orang dari kalangan Gen Z – mulai dari mahasiswa, pekerja muda, sampe konten kreator kecil yang lagi berjuang meraih impian. Dari mereka, Rafi tahu banyak hal yang tidak pernah dia dapat dari rapat kantor: pengemudi ojol sering kesusahan karena biaya operasional yang tinggi, banyak pengguna yang kesel sama sistem penilaian yang tidak adil, dan banyak konten kreator kecil yang kesusahan mendapatkan kesempatan karena algoritma yang cenderung ke konten besar.
Rafi juga mulai ngeliat masalah dari sisi pengemudi – banyak yang kerja dari pagi sampe malam hanya buat dapetin uang cukup, ada yang harus makan hanya sekali sehari buat nyisain uang buat keluarga, bahkan ada yang harus nginap di kamar kontrakan yang sempit karena uang sewa yang mahal. Semua ini bikin Rafi berpikir keras – kenapa aplikasi yang dia buat untuk membantu orang malah bikin sebagian pengguna jadi lebih susah?
Suatu hari, video Rafi yang lagi cerita tentang kesusahan pengemudi ojol jadi viral banget – dapet 2 juta view dan banyak yang komen dukung bahkan ada yang mau donasi. Tapi yang bikin Rafi kaget adalah salah satu karyawan perusahaan nya yang kebetulan nonton video itu langsung nyadar kalau itu adalah bos mereka! Dalam sekejap, berita "CEO GO-RIDE.ID menyamar jadi ojol online" langsung trending di Twitter dan berita utama di portal berita daring.
Rafi tahu bahwa udah waktunya buat ngaku dan melakukan perubahan. Dia langsung adain konferensi pers secara mendadak dan ngundang beberapa perwakilan pengemudi serta pengguna termasuk Chika untuk hadir. Saat Rafi muncul dengan penampilan aslinya – jas rapi dan rambut yang sudah diatur – Chika langsung terkejut sampe tidak bisa berkata apa-apa.
"Maaf ya Chika, dan maaf juga buat semua yang udah nemuin aku sebagai 'Abang Ojol Ganteng'," ujar Rafi dengan senyum yang sedikit malu tapi penuh tekad. "Aku sengaja menyamar karena aku merasa terlalu jauh dari pengguna dan pengemudi yang jadi jantung bisnis kita. Dari pengalaman jadi ojol selama ini, aku dapetin banyak pelajaran berharga yang ngga pernah aku dapat dari dalam kantor."
Di depan semua wartawan dan tamu undangan, Rafi mengumumkan beberapa perubahan besar yang bakal diterapkan di aplikasi:
- Biaya komisi yang diturunkan dari 20% jadi 10% buat semua pengemudi selama setahun ke depan
- Program "GO-START" buat bantu pengemudi yang mau jadi wiraswasta atau membuka usaha kecil dengan modal dan pelatihan gratis
- Fitur "SUPPORT CREATOR" yang bakal ngepromosikan konten kreator kecil secara gratis di aplikasi
- Sistem penilaian yang diperbaiki jadi lebih adil dan tidak hanya berdasarkan waktu antar
- Program kesehatan bagi pengemudi dengan memberikan asuransi kesehatan murah dan akses ke dokter umum
Chika yang masih belum percaya dengan apa yang terjadi akhirnya berdiri dan berkata, "Aku dulu kira abang Rafi itu cuma ojol yang baik hati aja. Tapi ternyata kamu adalah orang yang benar-benar peduli sama orang lain. Terima kasih ya sudah mau mendengar suara kita yang sering dianggap tidak penting!"
Setelah konferensi pers selesai, akun TikTok Rafi yang dulu namanya "Abang Ojol Ganteng" langsung jadi trending dan follower-nya melonjak sampe 500 ribu dalam sehari aja. Banyak pengemudi dan pengguna yang kasih dukungan, bahkan ada yang bilang kalau akhirnya ada perusahaan teknologi yang benar-benar peduli sama orang kecil.
Rafi juga langsung kerja sama sama Chika buat bikin konten edukatif tentang cara kerja aplikasi teknologi dan bagaimana bisa mengoptimalkan penggunaannya buat membantu usaha kecil. Mereka juga bikin program "GO-LEARN" yang memberikan pelatihan digital marketing dan pembuatan konten buat pengemudi yang mau mulai bisnis sampingan atau jadi konten kreator.
Beberapa bulan kemudian, aplikasi GO-RIDE.ID jadi salah satu aplikasi transportasi online yang paling banyak digunakan oleh kalangan muda di Indonesia. Banyak pengemudi yang berhasil membuka usaha sendiri lewat program GO-START, banyak konten kreator kecil yang mulai dikenal lewat fitur SUPPORT CREATOR, dan sistem yang diperbaiki bikin pengguna makin nyaman.
Rafi tetap sering kerja jadi ojol setiap akhir pekan, sekarang tanpa perlu menyamar lagi. Bahkan dia sering bikin live TikTok sambil kerja jadi ojol, ngobrol sama penumpang dan pengikutnya secara langsung. Dia bilang, "Kesuksesan bisnis bukan cuma dilihat dari omzet atau valuasi perusahaan aja, tapi juga dari seberapa banyak orang yang bisa kita bantu dan bikin bahagia."
Chika sendiri akhirnya jadi mitra resmi perusahaan Rafi buat bagian kreatif dan pemasaran untuk kalangan muda. Mereka sering kerja bareng buat bikin konten yang menarik dan bermanfaat, bahkan pernah bikin acara "NGOBROL BARENG OJOL" yang jadi ajang bagi pengemudi buat cerita dan kasih masukan langsung ke tim perusahaan.
"Sekarang aku jadi percaya kalau teknologi bisa jadi alat yang bikin hidup orang lebih baik," ujar Chika dalam salah satu videonya yang berkolaborasi sama Rafi. "Yang penting adalah orang yang buat teknologi itu punya hati yang peduli sama orang lain."
Rafi hanya tersenyum dan menambahkan, "Ya dong! Kita dari Gen Z kan harus jadi generasi yang bikin perubahan positif dong, bukan cuma sibuk cari duit dan jadi terkenal aja. Semua yang aku lakukan ini karena aku percaya kalau sukses sejati itu kalau kita bisa bawa kebaikan buat banyak orang!"