Rintik kecil menemani pagi ini, mawa yang sedang bergegas pergi melaju dengan Beat motor butut kesayangannya.
Dari jauh terlihat kendaraan milik noto terparkir didepan kedai.
Senyum noto mengembang sesaat melihat mawa telah tiba,
" Pagi cantiik, pengen sarapan apa?
" Pengen kopi saja, no sugar ya..
" Siap..
Jawab cindy sipenjaga kedai dengan sigap.
Semenjak reuni setahun yang lalu antara noto dan mawa semakin akrab, noto mengagumi mawa begitu juga dengan mawa yang sudah suka noto semenjak SMA dulu.
" Sluurrp.. Hheemm mantap kopinya
Celetuk mawa sambil tersenyum kepada noto
" Wa' semalam aku susah tidur, entah mimpi atau apa, aku seperti lihat beberapa kali skelebat bayangan
" Makanya jangan suka nonton film horor, ginikan jadinya
" Sumpah wa' aku seperti lihat bayangan tapi terlihat samar bermata merah
" Mau tidur jangan lupa berdoa, mohon perlindungan dari Gusti Allah
" Bisa jadi karna aku juga banyak pikiran wa'
Sambil menghela nafas panjang noto menatap langit matanya menerawang mengingat ingat kejadian kemarin²
" Apa siih, cerita doong..
Suara mawa memecahkan lamunan noto,
" Teman² dipelabuhan setiap bulan ada saja yang sakit, tadinya sehat tiba² drop sampai² ada yang tidak sadarkan diri wa'
" Mungkin faktor terlalu capek kerja dilapangan to', terik matahari bisa berubah menjadi hujan badai belum lagi tekanan kerja dari manajer,
Jawab mawa sambil melirik jam tangannya.
" Ayookk to' sudah hampir jam 8 ini waktunya kita nguli
Canda mawa sambil tertawa lalu bangun dari duduknya menuju parkiran sambil berpamitan kepenjaga kedai, noto yang masih ingin bercerita terpaksa bangkit dari duduknya menuju meja kasir membayar sarapan mereka.
Sebelum jembatan mereka berpisah, noto belok arah kekiri sedang mawa ke arah kanan, begitulah mereka hampir disetiap pagi menjadi moment bertukar cerita berbagi keluh kesah canda tawa serta kisah suka duka yang mereka alami.
" Klentiing,, klentiing !!
Notif pesan singkat masuk, mawa melirik ke hapenya lalu menyelesaikan stock barang yang tinggal 1 item.
" Wa' aku pulang duluan
Begitu bunyi pesan singkat dari noto, mawa mengerjitkan dahinya, tumben pikirnya apakah noto sakit atau ada keperluan lainnya.
" Hati² dijalan to'
Balas mawa, sambil masih penasaran ada apa dengan noto.
Rintik hujan jumat itu masih setia menemani hingga siang hari, noto melaju kencang dengan motornya ingin cepat sampai dirumah.
" Bruuukkk !!!
Noto membanting sepatu septynya diteras rumahnya, dengan sisa² tenaganya noto berusaha menuju kamarnya yang seharusnya bisa dilalui dengan beberapa langkah dengan kaki panjangnya, noto lelaki bertubuh tinggi dia dulu adalah atelit voly dimasa SMA dikagumi banyak wanita hari ini harus tumbang diruang tengah rumahnnya.
" Aaaahh sakiit sakiitt sakiit bangeet !!
Noto ambruk, tangannya berusaha menutup matanyannya yang terasa pedih
" Kenapa kak??
Teriak sena, tiba² keluar kamarnya karna mendengar suara rintihan kakaknya
" Sakit sakiit sakiiit sekalii !! Tolong carikan obat pereda sakit kepala atau nyeri sen
Bergegas sena mengambil obat dikotak p3k secepat mungkin dia meminumkan obat tersebut ke noto.
" Pelan² baringnya kak
Suara sena ditelinga noto semakin pelan seakan menjauh dari pendengarannya, sesaat noto terlelap dalam alam bawah sadarnya dia merasa seperti ada yang menindih dadanya terasa berat dan sesak nafasnya tersengal sengal, kepalanya serasa dipukul palu.
" Kenapa aku ini..
Pikir noto, perlahan noto membuka matanya samar² dia melihat sesosok mahluk berbulu dan berbadan hitam seperti duduk didadanya bermata merah menyeringai dengan air liur yang menetes netes, noto berontak badannya serasa kaku tidak bisa bergerak.
" Tolooong.. Toloong !! Senaa, papaa toloong akuu !!
Sena dan papanya berusaha membangunkan noto,
" Kak, kaaakk banguun kak !!!
" Noto, noto, notooo bangun nakk
Tapi noto malah terdiam tak bergetak, membuat sena dan papanya semakin panik. Tak ada cara lain selain membawa noto ke Rumah sakit.
" Klentiing.. Klentiiing !!
Dengan cepat mawa membuka pesan singkat yang masukk, karna mawa memang menunggu kabar dari noto,
" Mbak mawa, kak noto masuk rumah sakit, tidak sadarkan diri, sekarang diruang accu mereka memasang alat² bantu pernapasan buat kak noto, minta doanya ya kak.
Pesan singkat itu membuat hati mawa remuk, bila tahu akan terjadi seperti ini, aku tidak akan beranjak dari kedai itu untuk tetap bersama noto pikir mawa.
" Hallo sena mba mawa didepan
" Masuk saja mba, sena jaga sendiri , papa pulang ambil keperluan lainnya.
" Kreeekkk ..
Bunyi pintu dibuka sedikit berisik.
" Mba mawa, kak noto mbaaa..
Mawa memeluk sena berusaha menenangkan adik noto.
Noto melihat raganya terbaring dengan berbagai alat bantu nafas dimulutnya,
" Aku kenapa?
Noto berusaha mengusap wajahnya sendiri tapi jarinya tembus dari pipi kiri ke pipi kanan seolah menyadari noto menangis sejadi jadinya,
Setelah itu noto menatap satu per satu orang² yang sangat dicintainya, papanya adiknya dan mawa. Setelah itu pandangannya tertahan pada sosok yang ada disudut ruang, sosok mahluk itu lagi pikir noto, kali ini mahluk itu hanya memandangi noto dengan sorot mata merahnya yang tajam seolah ingin memangsa noto.
Hari berlalu dengan cepat tidak terasa hampir 1 minggu noto tidak sadarkan diri, jumat menjelang subuh detak jantung noto melemah tidak lama kemudian berhenti dengan tiba² membuat para dokter bekerja extra untuk menstabilkan keadaan, namun sayang usahanya sia².
" Hallo noto, aku disebelah petimu sayang, tenang dan damai dirumah barumu ya, aku pasti sangat merindukanmu,
Bisik mawa dengan mata sembabnya ke jasad noto yang seolah olah seperti orang tidur, lengkap dengan setelan jas hitam berdasi biru garis putih.
" Noto kamu tetap ganteng, bila ada kehidupan lagi setelah ini aku ingin memohon kepada sang pencipta agar kita ditemukan dalam keyakinan yang sama, aku akan meminta kepada sang semesta supaya kita disatukan dalam liang lahat.
Kali ini mawa berbisik sambil menyeka air mata tangan kanannya menggenggam kedua tangan noto.
Tiga hari setelah noto wafat, noto hadir didalam mimpi mawa, noto merangkul mawa membawanya kedepan satu pohon yang besar sekali, mirip pohon beringin. Noto menunjuk pohon itu seperti ingin memberitahu sesuatu, mawa melihat ada semacam kertas memo banyak tertancap disana yang mana tertulis nama² orang dan mawa melihat ada nama noto disana, sesaat mawa terbangun.
" Aaaahh hanya mimpii !!
Mawa berusaha mencerna arti mimpi tersebut, menarik benang lurus cerita² yang sudah diceritakan oleh noto semasa hidupnya.
" Jangan bilang noto dijadikan tumbal oleh para bos.. Aaaahh apa sii kamu wa'
Mawa menyadarkan dirinya sendiri dari pikiran² negatifnya.
" Heemmm .. Sudah jam 7.30 cepat banget
Gerutu mawa
" Wow, hot cuaca pagi ini..
Mawa meraih kacamata hitamnya tancap gas menuju tempat kerjanya, melewati jalan² yang sering dilewatinya bersama noto. Senyum sambil terus menahan kesedihan hampir jatuh titik air mata mawa segera dihapus dengan ujung jilbabnya.