Ternyata memutuskan untuk berkeluarga itu suatu hal yang sangat saya sesali. Saya kira setelah berkeluarga dan bersama dengan orang yang sangat kita percayai bahwa ia akan menjadi tempat paling nyaman untuk bercerita, berbagi pengalaman nyatanya tak seindah yang di bayangkan ketika kita salah memilih pasangan.
Ya, aku tau ini kesalahan ku . Sampai saat ini aku belum bisa merasakan bagaimana bahagianya menjadi seorang istri dari laki-laki pilihan saya sendiri. Mungkin jika aku tau kalau menikah, mempunyai seorang anak bakal secapek dan sangat merusak mentalku ini, aku tidak akan mau untuk mempunyai keluarga sendiri. Menjadi ibu untuk anak ku sangat menyenangkan, tetapi menjadi istri dari suami yang patriarki sangat amat saya sesali. Hanya ingin di layani tetapi tidak pernah mau membantu istrinya. Dia bilang pekerjaan rumah itu hal yang wajib dilakukan oleh istri suami tidak membantu, suami tugasnya hanya mencari nafkah.