ALLIA
Allia adalah mahasiswa di salah satu Universitas terkenal di kota J, Allia mengambil jurusan kedokteran dan tidak lama lagi Allia menyelesaikan pendidikannya.
Allia dengan wajah cantik, kulit mulus dan pintar, tidak ada lelaki yang tidak ingin memiliki hatinya salah satunya Seokjin selama ini Seokjin diam-diam menaruh hati pada Allia namun Seokjin belum ada keberanian untuk mengutarakan isi hatinya, Seokjin sadar kalau dirinya tidak sebanding dengan cowok-cowok yang selama ini juga menyukai Allia.
Seokjin hanyalah anak dari keluarga yang sederhana Seokjin menempuh kuliah di Universitas dan jurusan yang sama dengan Allia itu semua karena Seokjin mendapatkan beasiswa dari kampus karena prestasinya yang sangat luar biasa.
"Allia kamu di panggil Dosen tuh, salah satu siswi memanggil Allia yang sedang ngobrol bersama sahabatnya di taman kampus.
"Oh iya makasih ya, jawab Allia.
" Kamu di panggil Dosen untuk apa li, tanya siska sahabat Allia.
"Gak tau, sambil mengangkat bahunya Allia berdiri dan meninggalkan Siska.
"Eh ini siapa yang bayar Li.." yaaah main tinggal aja.
Allia menuju ruang Dosen yang ternyata Seokjin sudah lebih dulu berada di ruangan itu.
"Permisi pak... Allia masuk ke ruangan Dosen.
"Silahkan duduk Allia, Dosen mempersilahkan Allia duduk di sebelah Seokjin. Seokjin merasa grogi berada di sebelah Allia.
"Ada apa bapak memanggilku? Tanya Allia.
" Begini Allia kampus kita mau mengadakan penelitian untuk akhir semester dan bapak menunjuk kamu dan Seokjin yang jadi panitianya, Dosen menjelaskan tujuannya memanggil Allia dan Seokjin.
"Aku dan Seokjin pak? Allia terkejut dengan usul Dosen.
"Tapi pak apa tidak ada mahasiswa lain yang bisa jadi panitia, kenapa harus aku yang bapak pilih? Tanya Seokjin.
"Kamu dan Allia adalah mahasiswa terbaik di kampus ini makanya bapak memilih kalian berdua untuk jadi panitia.
"Ta-tapi pak... Allia mencoba untuk bernegosiasi.
"Bapak sudah memutuskan jadi kalian tinggal menjalankan saja.
"Ba-baik pak... Seokjin dan Allia akhirnya menerima keputusan Dosennya.
Allia dan Seokjin mengurus semua kebutuhan untuk penelitian, dengan kegiatan ini Seokjin dan Allia akhirnya semakin dekat mereka sering saling komunikasi untuk membahas kegiatan penelitian kampus ini.
"Bagaimana Allia apa semuanya sudah siap semua? besok kita akan berangkat kehutan untuk mencari bahan penelitiannya. Seokjin bertanya pada Allia.
"Semuanya sudah siap semua dan bahan makanan juga sudah beres. Jawab Allia.
Keesokan harinya semua mahasiswa yang akan berangkat untuk mengikuti penelitian sudah berkumpul di kampus dan bersiap2 untuk menaiki bus yang sudah di sediakan oleh pihak kampus. Allia dan Seokjin duduk di jeretan bangku yang sama.
Di tengah perjalanan mereka ngobrol.
"Seokjin setelah selesai nanti apa kamu akan melanjutkan ke S2 lagi? Tanya Allia.
"Aku juga belum tau kalau aku masi di berikan kesempatan dapat beasiswa mungkin aku akan melanjutkan. Jawab Seokjin.
"Pasti kamu masi bisa dapat beasiswa itu, kamukan salah satu mahasiswa terpandai di kampus ini. Allia memuji prestasi Seokjin.
"Kamu bisa saja Li, masi banyak mahasiswa yang lebih pintar dari aku di kampus ini. Seokjin merendah.
"Tapi aku yakin kok kamu pasti dapat beasiswa lagi. Oh ya kalau misalkan kamu dapat beasiswa lagi bagaimana kalau kita lanjutkan kuliahnya di luar saja terus kita ambil universitas yang sama lagi. Allia memberi ide pada Seokjin.
Seokjin terdiam dengan ide Allia, Allia ingin lanjutkan kuliah lagi dengan universitas yang sama dengan Seokjin.
"Bagaimana dengan ide aku? Allia mengagetkan Seokjin.
"Boleh juga ide kamu. Seokjin menerima ide Allia.
" Deal ya kita lanjutkan kuliah bersama di luar negri.. Allia mengulurkan tangan untuk mengajak Seokjin berjabat tangan tanda setuju.
"Oke deal, Seokjin menyambut uluran tangan Allia.
Setelah lelah mengobrol panjang lebar akhirnya Allia tertidur dan kepalanya terjatuh di pundak Seokjin, Seokjin menoleh ke arah Allia dan memperhatikan wajah cantik Allia yang berada sangat dekat dengan wajahnya. Seokjin akhirnya menyadari kalau ternyata Allia itu orangnya baik, ramah, dan cepat akrab dengan orang sangat berbeda dengan pemikiran Seokjin selama ini terhadap Allia.
Tidak lama kemudian rombongan mereka pun sampai di tujuan, mereka semua turun dari bus Seokjin mencoba membangunkan Allia dari tidurnya.
"Allia bangun kita sudah sampai, Seokjin menepuk-nepuk pipi Allia dengan pelan dan Allia pun terbangun.
"Ah maaf aku tertidur di pundak kamu Seokjin, Allia merasa tidak enak pada Seokjin.
"Tidak apa-apa Allia. Jawab Seokjin sambil tersenyum.
Merekapun turun dari Bus dan bergabung dengan mahasiswa lainnya untuk membangun tenda.
Hari ini mereka tidak langsung menyusuri hutan untuk mencari bahan penelitian karena mereka tiba di lokasi sudah sangat sore, jadi malam ini mereka memutuskan untuk beristirahat saja.
"Allia dan beberapa siswa cewek berniat ke sungai untuk mengambil air namun Allia merasa takut jika tidak ada siswa cowok yang menemani mereka, dan mata Allia tertuju pada Seokjin yang sedang ngobrol bersama siswa cowok lainnya.
"Seokjin...!! Allia memanggil Seokjin. Dan Seokjin pun menoleh ke arah Allia.
"Ya ada apa? Jawab Seokjin.
"Temanin kami ke sungai yok kami takut kalau kami saja para cewek yang ke sungai untuk mengambil air. Pinta Allia.
"Baiklah... Seokjin menuruti pinta Allia.
Mereka pun pergi menuju sungai untuk mengambil air, di perjalan Seokjin dan Allia bercerita sambil tertawa dan tiba-tiba kaki Allia keseleo dan hampir jatuh dengan sigap tangan Seokjin menangkap pinggang Allia dan tangan Allia melingkar di leher Seokjin mereka pun saling berpandangan ada getaran-getaran aneh merasuki dada mereka, apakah di antara mereka telah timbul rasa cinta.
Dan akhrinya mereka tersadar setelah mendengarkan suara siswa cewek yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Maafkan aku Allia, apakah kaki kamu baik-baik saja? Tanya Seokjin dengan rasa khawatir
" Sepertinya kaki ku baik-baik saja Seokjin, terimakasih sudah menolongku. Allia dengan wajah malu-malu menjawab pertanyaan Seokjin.
"Kalau begitu ayok kita kembali ke tenda anak-anak yang lain sudah selesai mengambil airnya. Seokjin mengajak Allia kembali ke tenda.
Sejak kejadian tadi sore Allia merasa malu dan canggung berdekatan dengan Seokjin begitu pun dengan Seokjin.
Keesokan harinya semua siswa berkumpul di lapangan depan tenda mereka mengatur jalur-jalur yang akan mereka tempuh untuk mencari bahan untuk penelitian.
"Buat semua temen-temen aku harap kalian semua berhati-hati, perhatikan jalur-jalur yang sudah di sediakan, utamakan keselamatan, mengerti... Sebagai ketua panitia Seokjin memberikan arahan kepada teman-temannya.
"Mengerti..... jawab semua siswa.
Merekapun mulai memasuki hutan dan mulai mencatat apa saja yang mereka temui di dalam hutan yang bisa di jadikan bahan pelitian. Dan tiba-tiba hujan deras turun,petir pun menyambar
semua siswa berlarian mencari tempat untuk berteduh tidak sengaja tangan Seokjin menarik tangan Allia untuk mencari tempat untuk berteduh sesampainya Seokjin di sebuah gubuk Seokjin baru menyadarinya bahwa yang tadi lari bersamanya itu adalah Allia.
"Lho kok kamu bersama aku? Seokjin kaget dengan keberadaan Allia di sampingnya.
"Kamu yang menarik tanganku saat petir menyambar, jawab Allia.
"Benarkah...? Aku tidak sadar bahwa itu kamu yang aku tarik tadi.. Seokjin menjawab sambil tertawa.
"Terus teman-teman yang lain kemana? Allia mencari yang lainnya.
"Sepertinya mereka berpencar saat mendengar petir tadi, jawab Seokjin.
"Terus bagaimana dengan kita..? Apa kamu tau jalur arah kembali ke tenda? Tanya Allia.
"Semoga saja jalur-jalur yang sudah kita beri tanda tidak hilang terbawa air dan semoga hujannya segera redah.
Allia menggosok-gosokkan kedua telapak tanga agar tidak kedinginan, dan seokjin melihatnya.
"Apa kamu kedinginan? Tanya Seokjin
"Iya.. Allia menjawab pertanyaan seokjin sambil mengaggukan kepalanya.
"Sini kedua tanganmu aku bantu hangatkan. Seokjin menyatukan kedua tangannya ke tangan Allia sambil mengosok-gosokkannya agar tangan Allia merasa hangat.
"Bagaimana apa sudah merasa hangat? Tanya Seokjin.
"Sudah agak lumayan hangat, terimakasih Seokjin. Allia tersenyum pada Seokjin.
Angin berhembus begitu kencang yang membuat tubuh Allia merasa kedinginan. Dan tiba-tiba petir menyambar yang membuat Allia terkejut dan menyembunyikan wajahnya ke dada Seokjin yang berada di sampingnya. Seokjin pun dengan reflek memeluk Allia dan melindunginya. Allia bisa mendengarkan degupan jantung Seokjin yang sangat cepat. Allia merasa kehangatan dalam pelukan Seokjin. Allia mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Seokjin mereka berdua saling beradu pandang perasaan mereka tidak karuan ada benih-benih cinta yang mulai tumbuh pada mereka. Seokjin pun memberanikan diri untuk mengutarakan isi hatinya yang selama ini dia pendam.
"Allia... Seokjin dengan pelan dan sangat hati-hati menyebut nama Allia.
"Iya ada apa Seokjin.. jawab Allia.
Seokjin memperbaiki posisi duduknya ke hadapan Allia, sambil menggenggam kedua tangan Allia.
"A-apa kamu mau jadi pacarku? Sambil memejamkan matanya Seokjin mengutarakan isi hatinya. Seokjin akan menerima jika Allia menolak cintanya.
Allia terkejut mendengarkan kata yang baru saja di utarakan Seokjin. Wajah Allia berubah menjadi merah merona.
"Kalau kamu menolakku juga tidak apa-apa Allia setidaknya aku sudah mengutarakan isi hati yang selama ini aku pendam.
Jadi Selama ini Seokjin menyukaiku, Allia belum mengeluarkan kata sedikit pun untuk menjawab permintaan Seokjin dari tadi Allia cuma berbicara dalam hati sambil menatap wajah Seokjin.
"Kalau kamu belum bisa menjawabnya sekarang tidak apa-apa aku mengerti kalau ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal seperti ini.
Lalu jari Allia menempel pada bibir Seokjin yang dari tadi mengoceh sendiri.
Dengan suara pelan Allia menjawab permintaan Seokjin.
"Iya aku mau jadi pacar kamu Seokjin. Jawab Allia dengan wajah memerah karena malu.
"Benarkah kamu mau menjadi pacar aku Allia..? Perasaan Seokjin seperti ketiban durian runtuh perasaan yang selama ini dia pendam akhirnya terbalaskan juga.
Merekapun kembali ke tenda dengan membawa Cinta yang lagi hangat di hati mereka.
Akhirnya acara penelitiannya selesai dan semua anggota dan panitia bersiap-siap untuk kembali ke kota, Seokjin dan Allia kembali ke kota dengan membawa status baru sebagai sepasang kekasih..
END