Bertemu dengan nya adalah suatu hal yang indah. Waktu yang kami jalani memang hanya sementara tapi bagiku itu sangat indah. Walau aku sudah melupakan dirinya tapi hatiku masih belum bisa menerima orang baru untuk menempatinya.
°•°•°•°•°
Bima kekasihku kami bertemu tepat pada puasa tahun ini. Kami hanya sebatas saling berbagi tadarusan waktu itu,tapi semakin lama kami semakin dekat hingga memutuskan memiliki hubungan.
Kami memiliki kenangan indah , tadarusan bersama, kami slalu bersama-sama ketika puasa itu. Pada saat hari raya tiba pun aku diajak olehnya berkunjung kerumahnya. Tepat saat itu kami sudah memiliki hubungan .
Hari raya ke-7 aku harus balik ke kotaku karena memang disini bukan tempat tinggal ku. Aku disini hanya menjaga mama ku yang sakit dan akan diobati disini. Hingga aku bisa bertemu dengan nya menjadi teman ku bahkan lebih dari itu.
Karena aku akan pergi , kami memutuskan untuk menjalani hubungan LDR dan aku harus siap akan itu.
Hari demi hari kami jalani dengan status LDR . Aku kembali ke kotaku hanya untuk mempersiapkan segala barang-barangku karena rumah kami sebenarnya telah pindah ke kota lebih jauh lagi daripada kota tempat ku kini.
Disini aku tinggal di rumah saudaraku adik dari mamaku. Disini juga hubungan cinta kami disaksikan oleh saudara-saudaraku.
Kami sering komunikasi lewat telponan, walaupun itu terjadi hanya pada malam hari tapi aku senang. Karena dia masih ingat untuk memberiku kabar.
"Assalamualaikum" ucapnya lewat telpon. "Waalaikumsalam" jawabku. "Maaf ya aku baru ngabarin kamu"keluhnya padaku. "Gak apa-apa , aku ngerti kok kamu kan juga punya kesibukan" ujarku agar dia tidak merasa bersalah. " Makasih ya sayang kamu udah ngertiin kondisi aku" ujar nya . " Iya sayang aku juga gak bisa paksain kamu untuk terus hubungi aku , aku gak boleh egois , gimana pun kamu itu juga punya kesibukan bukan cuma aku aja yang butuh kamu" ujarku sambil tersenyum dibalik telpon. " Sayang kamu tau gak aku berharap kelak kita disatukan , makasih banget sayang kamu bener-bener ngertiin aku" ujar nya dengan nada memohon. " Sayang kamu gak perlu bilang makasih , aku bersyukur bisa dapatin kamu. Semoga aja kita disatukan, udah sayang kamu Istirahat ya aku tau kamu capek." Ujarku dan akhirnya telpon mati setalah dia mengucapkan kalimat malam untukku.
Begitulah hari-hari yang slalu kami jalani , disisi lain aku ingin berlama-lama mengobrol dengan nya. Tapi disisi lain aku tidak ingin dia sakit karena tidak istirahat dengan cukup.
°•°•°•°•°
Minggu berganti minggu kini aku sudah tiba dirumah ku sendiri. Kota yang jauh dari tempat dia tinggal. Senegara tapi tidak sekota. Bertemu memang masih bisa tapi tidak tau kapan waktu itu tiba. Untung saja tempat dia tinggal itu adalah kampung mamaku. Jadi aku bisa bertemu dengan nya setiap pulang kampung ketika lebaran ditahun selanjutnya. Aku berharap semoga bertemu lagi.
Bulan pun silih berganti kini hari raya idul adha telah menyambut umat muslim. Disaat bersamaan Bima berpamit padaku untuk marantau sehari setelah lebaran idul adha. Tetapi aku heran sekaligus membuat pikiran ku bertanya-tanya. Pamitnya ini membuatku akan merasa jauh dari dirinya. Tapi aku menghapus pikiran itu dan mencoba tenang dan berpikir positif.
Pada malam itu kami video call , karena dia ingin berpamit padaku.
"Sayang bentar yaa" ucap disebrang telpon.
Aku menunggu nya hingga dia muncul lagi dilayar handphone ku. " Sayang aku besok akan pergi merantau sama temenku. Kamu doain ya supaya aku selamat. Dan maaf kalau nanti jarang ngasih kabar ke kamu. Aku sayang kamu. Love you sayang jaga kesehatan yaa. Udah dulu ya sayang bayy. Assalamualaikum" ujarnya dan aku hanya memberi ekspresi senyum kecil tetapi dengan perasaan yang bercampur aduk saat itu juga.
Lima hari berlalu dia tidak pernah memberi kabar semenjak dari video call itu terjadi. Aku sempat menyerah karena mengira dia sudah memiliki perempuan lain. Tapi tiba-tiba malamnya dia memberiku kabar , aku sangat senang tetapi ada yang aneh, dia cuek seakan tidak peduli padaku yang sudah menunggu kabar dari dia. Hingga pada saat itu juga aku memutuskan hubungan dengannya tetapi dia malah mengiyakan nya. Aku sedih tetapi aku bisa apa.
°•°•°•°•°
Sesudah kejadian berakhir hubunganku dengannya , dia mengabariku lagi tapi dia masih menjadi kekasihku , aku heran karena dia memanggil ku sayang padahal dia sendiri yang menerima hubungan kami berakhir.
Aku pun bertanya mengapa dia begitu membuatku heran dan ternyata ada kejadian dibalik berakhir nya hubungan kami. Dia pun menceritakan nya.
" Bukan aku yang mengabarimu sayang , akan aku jelaskan semua nya, begini aku merantau tetapi aku tinggal di rumah orang yang punya anak perempuan yang sudah bertunangan. Dia suka padaku , aku sudah menolaknya tapi dia slalu saja mendekati ku. Bahkan ketika ada tunangan nya, aku merasa tidak enak berada disini lagi tapi aku sudah terlanjur mendapatkan kerjaan . Aku belum bisa mengontrak rumah untuk tinggal makanya aku masih disini lagian ibunya sangat baik pada kami. Waktu itu aku memakai hp nya untuk mengabarimu tapi aku lupa mengeluarkan sosmed ku karena dia langsung menarik hp nya dari tanganku. Aku pikir dia akan mengeluarkan nya ternyata tidak . Maaf kan aku sayang. Tolong kamu ubahkan ya password nya biar dia tidak bisa memakai lagi." Bima bercerita sangat panjang yang membuat aku shock mendengar ceritanya. Aku takut akan berpisah dari dia dan dia memilih perempuan itu tapi aku tidak akan berpikir seperti itu karena kau tau Bima tidak begitu.
Berlalu setelah kejadian itu aku tidak pernah lagi mendapat kabar dari Bima,bahkan sebelum seperti ini dia sempat mengabarimu tetapi sangat singkat. Aku penasaran tapi password sosmed nya yang telah kuubah kemaren , telah terubah lagi mungkin saja dia mengubahnya agar aku tidak bisa tau apa yang dia lakukan.
Berhari-hari lamanya aku menunggu kabar dari nya tapi aku rasa dia memang tidak menginginkan aku lagi. Dari sini aku mulai untuk tidak memikirkan nya , aku berusaha untuk tidak memperdulikan nya.
Namun, selang tiga hari aku bertekad begitu dia mengabari ku. Tapi dengan keadaan sakit, aku sedikit merasa iba karena lantaran pun masih ada rasa untuk nya dihatiku. Aku berdoa untuk kesembuhan nya agar kami kembali seperti dulu apalagi sekarang dia sudah kembali ketempat asalnya dan tidak akan diganggu lagi oleh wanita menjengkelkan itu.
Tapi harapan ku musnah , dia sudah tidak mengabariku lagi , kabaran nya kemarin sebagai komunikasi terakhir kali bagi ku. Aku shock , aku menangis merasa bahwa takdir apa ini , mengapa harus dia. Aku tidak tau harus berbuat apa , kabar yang kudengar melalui adiknya itu membuatku seketika terdiam dan meneteskan air mata.
"Assalamualaikum kak Rahma" ucapnya lewat telpon."waalaikumsalam dek" jawabku." Ada apa dek tumben nelpon?" tanyaku penasaran,tapi aku heran mengapa jantungku berdetak kencang menanti jawabannya." Kak hiks hikss .. bg bima kk ..bg Bima meninggal"ujarnya dengan tangisan. Aku yang mendengar pun terdiam."Cuman mau bilang itu kak, ini mau penguburan nya kak , udah ya kak assalamualaikum" ujarnya mematikan sambungan. Aku masih terdiam tak mampu untuk membalas salam dari adik nya Bima.
Air mataku kini menetes , aku tidak mampu untuk terlihat tegar, mama ku pun menghampiri dan menanyakan padaku apa yang terjadi,aku menceritakan semua nya. Mereka mencoba untuk menenangkan ku, sampai akhirnya aku tertidur.
Terbangun dari tidur aku teringat padanya. Aku mencoba tegar , aku mencoba menerima segalanya, aku tau ini yang terbaik diberi Allah untukku dan dia.
°•°•°•°•°
Sebulan berlalu kabar tentang kepergian nya, aku slalu merindukan nya , semoga disana dia tidak melupakan ku. Semoga disana dia mendapat kan tempat yang indah, seindah suara nya bila mengumandangkan Adzan. Ingatlah Bima aku slalu mendoakan mu slalu mengingat mu.
Pernah pada malam ketika aku sedang merindukan nya, dia masuk kedalam mimpiku. Dia mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Dia mengatakan padaku bahwa aku tidak boleh menangisi nya lagi. Dia juga tersenyum padaku. Dia sangat bahagia ketika ada dimimpiku itu. Dia mendekatiku dan mengelus kepalaku. Aku sangat bahagia, semoga kamu slalu masuk ke dalam mimpiku Bima.
Begitulah kisah cintaku dengan nya sangat sebentar waktunya, tapi sangat banyak kenangan nya. Indah bahkan sangat indah kenangan yang kumiliki dengan nya. Aku sangat bahagia bertemu dengannya. Dan aku juga bahagia bisa mengikhlaskan nya.
Tamat.