Sinopsis: “Hotel Mawar Putih: Warisan Keluarga Hiro & Yuki
Lily dan Krisan adalah dua kakak beradik keturunan keluarga besar Hiro dan Yuki, pasangan legendaris yang dikenal sebagai pendiri dan pemimpin utama Perusahaan Hotel Mawar Putih, salah satu jaringan hotel paling mewah dan berpengaruh di Asia.
Sejak kecil, Lily dan Krisan tumbuh di bawah didikan keras keluarga mereka. Hiro, sang ayah, dikenal sebagai CEO visioner yang tegas dan dingin dalam bisnis, sementara Yuki adalah sosok ibu sekaligus penasihat utama yang cerdas, lembut, namun penuh strategi dalam mengelola perusahaan.
Setelah Hiro dan Yuki mulai menua, tanggung jawab besar diwariskan kepada kedua putrinya. Lily, sebagai kakak, menjadi pemilik utama dan pengambil keputusan tertinggi di Hotel Mawar Putih. Ia dikenal tegas, perfeksionis, dan sangat menjaga reputasi keluarga. Sementara Krisan, sang adik, dipercaya sebagai CEO yang mengatur seluruh operasional hotel dengan gaya kepemimpinan yang lebih hangat dan dekat dengan karyawan.
Namun di balik kemewahan Hotel Mawar Putih, tersimpan rahasia lama yang belum pernah terungkap. Sebuah konflik masa lalu keluarga Hiro dan Yuki yang berkaitan dengan pendirian hotel pertama mereka mulai kembali muncul ke permukaan. Persaingan bisnis, pengkhianatan internal, dan misteri warisan keluarga membuat hubungan Lily dan Krisan diuji.
Ketika sebuah hotel cabang baru dibuka, serangkaian kejadian aneh mulai terjadi—mulai dari kebocoran data perusahaan hingga insiden misterius yang mengancam reputasi Hotel Mawar Putih. Lily mulai mencurigai bahwa ada seseorang dari dalam keluarga yang berusaha menjatuhkan mereka.
Di tengah tekanan bisnis dan konflik keluarga, Lily dan Krisan harus memilih: mempertahankan warisan Hiro dan Yuki, atau mengungkap kebenaran gelap yang bisa menghancurkan semuanya.
Bab 1 – Masa Kecil Lily dan Krisan
Di sebuah rumah besar bergaya modern klasik yang dikelilingi taman bunga mawar putih, terdengar tawa dua anak kecil yang berlarian di antara jalan setapak batu. Matahari pagi menyinari lembut, membuat kelopak bunga berkilau seperti kristal
Lily, sang kakak, berlari lebih dulu sambil memegang pita putih di tangannya. Di belakangnya, Krisan berusaha mengejar dengan napas terengah namun wajahnya penuh kebahagiaan.