Hari ini Rio, Tissa, Dani dan Melli akan mengunjungi sebuah Desa untuk menghabiskan liburan, mereka mendapatkan lokasi desa dari Google dan mereka memutuskan untuk mengunjunginya.
"Kita berdoa dulu sebelum berangkat, Melli kamu pimpin doa. Rio meminta Melli untuk memimpin doa.
Merekapun selesai berdoa menurut kepercayaan masing-masing.
Dan merekapun berangkat menuju Desa tersebut.
Mereka menempuh waktu sekitar 4 jam untuk sampai ke Desa itu dan harus berjalan kaki lagi sekitar 3 kilo untuk benar-benar masuk Desa terpencil itu. Sejak memasuki perbatasan Desa itu aura mistis sudah sangat terasa, suasananya tiba-tiba mencekam. Penduduk sekitar lebih memilih berdiam diri di dalam rumah, tidak ada keramaian.
Saat mereka tiba hari sudah mulai sore dan matahari sudah mulai tenggelam. Selama mereka di Desa itu mereka menginap di salah 1 rumah warga namanya pak warjo, pak warjo adalah orang yang di tuakan di Desa itu penduduk Desa sangat menghormatinya.
Malampun tiba suasana di Desa sangat sepi yg terdengar hanya suara hewan malam dan suara hembusan angin yg mengenai pepohonan. Sayup-sayup terdengar suara gemerincing lonceng Andong yang semakin lama semakin mendekat.
"Mell kamu dengar tidak suara itu? Tissa mencoba membangunkan Melli untuk memastikan suara yang di dengar Tissa.
"Suara apa Tiss kamu jangan aneh-aneh ya ini sudah tengah malam waktunya tidur. Melli memperbaiki posisi tidurnya dan melanjutkan tidur.
Tissa semakin memperbaiki pendengarannya untuk memastikan kalau dia tidak sedang mengigau.
Tissa memberanikan diri untuk berdiri dan menuju jendela yang berada di kamar yang dia tempati tidur.
Tissa mengintip dari balik kain gorden. Dan betapa terkejutnya Tissa melihat sebuah andong sedang berjalan tanpa kusir dan tanpa kuda.
Tissa lalu berlari menuju tempat tidur dengan wajah pucat.
"Mell.. Mell.. bangun dong, Tissa membangunkan Melli sambil berbisik dengan suara ketakutan.
Betapa terkejutnya Tissa saat mencoba membalikkan tubuh Melli ternyata tubuh itu adalah sosok nenek-nenek tua dengan perawakan sangat menyeramkan.Tissa pun berlari menuju keluar kamar sambil berteriak histeris ketakutan.
Rio,Dani dan pak.Warjo kelur dari kamar mereka dengan wajah kaget.
"Ada apa Tiss, kenapa berteriak tengah malam seperti ini kamu mengganggu orang beristirahat saja. Rio memarahi Tissa.
"Aku tidak lagi becanda Ri tapi Melli hilang, tadi dia tidur di samping aku pas aku coba bangunkan dia, dia berubah jadi sosok nenek-nenek tua yang sangat menyeramkan. Tissa menjelaskan pada Rio, Dani, dan Pak.Warjo.dengan wajah pucat.
"Nenek-nenek siapa Tiss, di sini tidak ada Nenek-nenek. Dani mencoba meyakinkan Tissa.
"Ada Dan tadi aku lihat dengan mata kepala aku sendiri, bahkan aku sempat membalik tubuhnya karena aku kira itu Melli, ayo kita masuk ke kamarku.Tissa mengajak mereka untuk mengecek kebenarannya.
"Tidak ada siapa-siapa Tissa, kamu liat sendirikan? Rio menunjukan pada Tissa kalau di kamar tidak ada sosok Nenek-nenek yang dia maksud.
"Tapi tadi ada Rio" Tissa berusaha meyakinkan mereka dengan apa yang dia liat tadi. "Tunggu dulu kalau begitu kemana Melli kenapa Melli tidak ada di kamar ini..?
"Dani.. coba cari Melli di kamar mandi. Rio meminta Dani untuk mengecek kamar mandi.
Selagi mereka bertiga panik dengan menghilangnya Melli, Pak.Warjo masuk ke kamarnya dan mengambil sebuah tongkat kayu yang panjang sekitar 1 meter lalu membawanya ke ruang tengah dan duduk dengan tenang.
"Apa kamu tadi mendengar suara lonceng andong? Tanya Pak.Warjo pada Tissa.
"Iya pak aku mendengarnya dan aku sempat mengintip dari jendela dan melihat andong tanpa kusir dan tanpa kuda pak. Tissa menjelaskan pada Pak.Warjo.
Pak.Warjo mulai membaca mantra dan menerawang apa yang terjadi pada Melli.
"Nyai Warsih meminta korban lagi, dia merasa terusik dengan kedatangan kalian.
"Nyai Warsih...? Siapa Nyai Warsih itu Pak? Tanya Dani.
"Nyai Warsih itu adalah penunggu Desa ini setiap ada warga asing yang datang ke Desa ini dia selalu merasa terusik dan meminta tumbal sangat jarang orang asing masuk ke Desa ini pulang dengan selamat dan Nona Melli sepertinya sudah tidak bisa di selamatkan. Pak.Warjo menjelaskan pada mereka.
"Apa..."!! Merekapun bertiga sontak kaget dan shock dengan perkataan Pak.Warjo barusan.
"Apa bapak yakin kalau Melli sudah tidak bisa di tolong lagi? Siapa tau saja Melli masi di sembunyikan di suatu tempat pak. Rio masi tidak percaya kalau Melli sudah tidak ada lagi.
Tissa pun menangis atas kehilangan Melli dengan tiba-tiba.
"Bagaimana kalau besok kita mencoba mencari Tissa di sekitar Desa sini. Dani memberikan usul untuk mencari Malli.
"Percuma saja kalian tidak akan bisa menemukannya, ini bukan yang pertama kalinya terjadi seperti ini di Desa kami sudah banyak pendatang ke sini menghilang tiba-tiba dan mayatnya tidak di temukan sampai saat ini.
Pak.Warjo menjelaskan.
"Rio... sebaiknya kita pulang saja, aku tidak mau mengalami hal yang sama seperti Melli. Rengek Tissa pada Rio dan Dani
"Tapi bagaimana dengan Melli kita harus bilang apa pada orang tua Melli? Dani bingung untuk menjelaskan pada orang tua Melli .
"Sebaiknya kita mencoba dulu untuk mencari Melli kalau kita tidak menemukan juga baru kita kembali ke kota.Bagai mana menurut kalian? Rio mengusulkan untuk mencari Melli.
"Iya aku setuju dengan usul Rio. Jawab Dani.
"Baiklah aku ikut saja dengan keputusan kalian Tissa pun menuruti usul Rio.
"Kalian tidak akan bisa menemukan teman kalian, pencarian kalian sia-sia saja, bapak sudah memperingatkan pada kalian. Kata Pak.Warjo.
"Kalau bapak tidak mau membantu untuk mencari teman kami, kami akan pergi sendir. Tegas Rio
"Tapi Rio.. kita mau mencari Melli kemana tengah malam seperti ini? Tanya Dani.
"Kita cari Melli di sekitar Desa ini sampai ketemu, kita tidak bisa diam begitu saja atas kehilangan Melli.
"Apa tidak sebaiknya besok saja kita mencari Melli? Dani mencoba mencegah Rio untuk mencari Melli malam ini.
"Kalau kalian tidak mau ikut biar aku pergi sendiri. Rio masuk ke kamar dan mengambil ranselnya.
"Rio.." apa kamu yakin? Tissa meyakinkan Rio dengan keputusannya.
"Iya aku yakin..! Rio keluar kamar sambil membawa ranselnya.
Tissa dan Dani akhirnya mengikuti Rio untuk mencari Melli di tengah malam buta. Mereka menyusuri Desa hingga akhirnya mereka sampai ke sebuah hutan mereka berkeliling hutan sambil meneriakan nama Melli.
Tiba-tiba Tissa menarik lengan Dani dan menghentikan langkahnya.
"Sssstt apa kalia dengar suara itu? Bisik Tissa..
"Suara apa, Tiss. Tanya Rio
"Coba kalian dengar baik-baik. Bisik Tissa
"S su suara lonceng andong. Dani menebak suara yang di dengar oleh Tissa.
Mereka panik dan ketakutan, merekapun berlari menjauhi suara lonceng andong itu, di saat mereka berlari Tissa menyadari kalau Dani menghilang.
"Rio.." Dani kemana? Tissa panik.
"Bukannya tadi Dani di belakang kamu? Rio kaget dan mencoba mencari Dani sambil meneriakin nama Dani.
"Dani.i.i.i... kamu di mana? Teriak Rio.
"Daaaan... teriak Tissa.
Rio dan Tissa bergantian memanggil nama Dani namun tidak ada jawaban atau tanda-tanda keberadaan Dani.
"Terus gimana Rio, kita sisa berdua di tengah hutan ini. Tissa memegang erat lengan Rio dengan perasaan ketakutan.
"Kita terus saja berjalan sampai kita menemukan pemukiman warga. Rio mencoba membuat Tissa tidak panik.
Mereka melanjutkan lagi menyusuri hutan untuk mencari pemukiman warga tapi tidak menemukan hasil mereka hanya berputar-putar di hutan itu.
Dan terdengar lagi suara lonceng andong itu tapi kali ini suaranya semakin dekat dengan mereka.
"Rio..." Suara itu terdengar lagi dan semakin dekat. Bisik Tissa pada Rio dengan rasa takut yang luar biasa tangan Tissa gemetar.
Rio menarik tangan Tissa dan berlari menjauhi suara lonceng andong itu namun andong itu semakin mengejar mereka berdua dan tiba-tiba genggaman tangan Tissa lepas dari tangan Rio, Rio menoleh ke arah Tissa untuk menolongnya namun tidak sempat, Tissa keburu di tarik dengan andong itu dan di seret menjauh dari Rio, Rio mencoba mengejarnya tapi Tissa dan andong itu tiba-tiba menghilang.
Rio menjatuhkan tubuhnya di atas rumput dan menagis. Rio menyalahkan dirinya karena gara-gara dia teman-temannya satu persatu menghilang, kini hanya Rio yang tersisa, Rio melanjutkan menyusuri hutan untuk mencari jalan agar bisa keluar dari hutan ini.
Hari mulai terang tubuh Rio sangat lelah, langkah Rio tertatih-tatih karena kelelahan dan akhirnya Rio menemukan warga yang sedang mencari kayu bakar di dalam hutan.
"Pak.. tolong saya pak, saya ingin keluar dari hutan ini.
"Adik darimana, kenapa berada di dalam hutan sendirian? Tanya bapak itu
"Saya dan teman-teman saya mengunjungi sebuah Desa pak lalu tiba-tiba teman-teman saya hilang 1 per 1 pak. Rio menjelaskan pada bapak itu.
"Sebuah Desa? Apakah di Desa itu kalau malam hari terdengar suara lonceng andong? Tanya bapak itu.
"Iya betul sekali pak.." jawab Rio
"Astaga kenapa adik bisa sampai ke desa itu, desa itu desa arwah penghuni desa itu tidak ada yang manusia semuanya makhluk ghoib.
"Apa...!! desa arwah? Jadi yang saya tempati menginap semalam itu adalah rumah hantu...? Dan bapak yang bernama Pak.Warjo itu...?
Rio tercengang mendengarkan penjelasan bapak pencari kayu itu.
Sekujur tubuh Rio menjadi lemas Rio tidak percaya apa yang dia alami semalam bersama teman- temannya. Semua sahabatnya menghilang di desa itu. Rio menyalahkan dirinya sendiri
~END~