Aku seorang wanita janda beranak dua, walaupun janda tp di setiap tempat kerja aku mengaku masih bersuami.
Bukannya apa, selain jadi janda banyak fitnah masalalu ku yg buruk membuatku trauma untuk jatuh cinta lagi.
Alasan ini juga untuk menjagaku dari orang orang yang berniat menggoda apalagi berbuat buruk.
Tp belakangan ini status masih bersuami ternyata kurang ampuh apalagi jika berhadapan dengan para komodo yang bermulut racun cinta rayuan maut mengandung dusta.
Aku bekerja sebagai ART di sebuah fila megah. Milik pasutri yang ramah baik hati dan sabar.
Pertama kali aku datang,aku di sambut dengan baik disini,si bapak yang pertama kali keluar,dengan senyum ramah beliau membantuku membawa tas koper ku yang lumayan berat,aku terharu akan kebaikannya.
Bukan hanya beliau bahkan dua anjing kecil ikut menyambutku dengan riang,sedangkan istrinya masih terlelap dalam tidur karna memang kedatanganku masih dalam suasana subuh petang.
Si bapak menunjukan tangga yg menuju kamarku sedangkan dia sendiri kembali ke kamarnya dh jalur tangga yang lain.
Karna aku masih bingung dan blm jelas tugas ku jadi aku rehat sejenak setelah itu aku mulai beberes apa yg aku lihat perlu di beres kan.Dengan dua anjing kecil menggemaskan menatap dan mendengus penasaran siapa dan sedang apa aku.
Setelah pukul sekitar jam 7 pagi suara wanita berparas cantik dan elegan memakai baju kantor terlihat megah dan berwibawa datang menghampiriku,dialah ibu Desi istri dari tuan Kris yang subuh pagi tadi menyambut dan membantku saat datang.
Wanita itu dengan senyum ramah dan juga sabar mulai berkenalan dan setelah itu menerangkan tugas apa saja yg hrs aku lakukan termasuk ikut menjaga dua anjing kecil yg subuh pagi tadi.
Singkat cerita
Beberapa hari kerja tidak ada yang aneh,sampai suatu saat aku d beri tahu Bu Desi kalau ia akan pindah rumah,dan aku di tugaskan sebagai pengawas.aku pun menyanggupi apalagi dapat bonus semangat empat lima dong.
Tp saat membantu mengemas barang tiba tiba tanganku terjepit lalu mengeluarkan darah banyak,Tuan kris yang kaget langsung menawarkan bantuan,aku pun mengikutinya.
Aku pikir paling hanya di kasih betadin sama hansaplas trs pake sendiri tp aku salah.
Tuan kris malah mengobati luka ku dengan sangat lembut,aku yg risih dan canggung apalagi Tuan kris membawaku ke dalam kamarnya.
Blm lagi saat Tuan kris beralasan takut bajunya kena noda alkohol dan betadin dia melepas bajunya,sedangkan aku gugup sangat takut kalau nantinya ibu salah paham.apalagi kita hanya berdua sekamar dengan pintu yang tertutup.
Tiba tiba tuan Kris mempertanyakan status ku,dia meragukan status ku,dia melayangkan banyak pertanyaan dengan lembut apakah aku bersuami atau janda,berapa kali menikah?lagi lagi aku bohong dan mengarang cerita aku SDH menikah selama lima belas tahun.dan Tuan Kris menatapku ragu,tapidia tak bisa memaksa.
Setelah selesai mengobati aku kembali mengelap koper yang nantinya akan di masukin baju baju suami istri itu.
Tiba tiba aku kaget karna Tuan Kris menggesrek tubuh bagian tengahnya ke pantat ku yg memang berposisi nungging sedang mengelap.
Aku bingung dan kaget,aku menoleh Tuan Kris hanya senyum tak bersalah,tapi kemudian aku berfikiran positif karna tuan Kris hanya lewat kebetulan nabrak saja pikirku tak mau macam macam.
Setelah sesaat kemudian Tuan Kris membuka dus di dalam dus itu salah satunya ada tiga jenis lipstik yg warnanya cantik.
Tuan Kris menatap benda itu lalu menatapku,"sini Ra cobain." katanya mengayunkan jari memanggil lembut.
"Enggak ah tuan." Tolakku dengan hati segan.
"Udah sini,sini cepet." Ucap Tuan Kris memaksa. Karna aku tak mendekat ia pun menarik tanganku lalu mengunci pinggulku dengan kuat. Posisinya dia duduk di ranjang dan aku berdiri.
"Tuan saya pakai sendiri aja tuan." Tolakku sembari berusaha melepas lingkaran tangan tuan Kris.
Nnt lanjut ....