Part#1
Cerpen by. Meen_YeoRi
Jam digital di pojok layar laptop menunjukkan pukul 00:47.
Kalea masih terjaga.
Lampu kamarnya dimatikan sejak satu jam lalu, menyisakan cahaya redup dari tablet dan layar ponsel yang sejak tadi tidak benar-benar ia tinggalkan.
Timeline Twitter bergerak pelan. Beberapa mutualnya masih ribut. Ada yang galau. Ada yang fangirling. Ada yang mengeluh tugas.
Namun Kalea hanya menatap kosong layar akunnya sendiri.
@.k_alea
Main account miliknya cukup ramai.
Isinya foto blur. Tweet random. Keluhan tugas. Kadang video kucing. Kadang fangirling idol.
Semua terlihat biasa. Ceria. Padahal sebenarnya tidak selalu begitu.
Karena kalau sudah malam seperti ini, Kalea biasanya pindah ke akun satunya.
Akun private (akun gemboknya).
Tempat paling jujur yang bahkan tidak bisa ia tunjukkan ke orang-orang terdekatnya.
Jarinya bergerak pelan.
Berpindah akun.
@.lelelean
Private account. 18 followers. Bio sederhana: «isinya keluhan manusia capek»
***
Kalea menghela napas kecil.
Hari itu cukup melelahkan.
Presentasi kelompok berantakan. Teman satu tim menyebalkan. Ditambah mamanya terus menanyakan nilai try out lewat chat sejak sore.
Kalea rebahan telentang.
Menatap langit-langit kamar.
Lalu mulai mengetik.
> @.lelelean : capek banget pura-pura kuat tiap hari :'(
Tweet terkirim.
Sunyi.
Kalea menatap layar tanpa ekspresi.
Biasanya tidak akan ada yang membalas.
Paling cuma mutual dekat yang me-like.
Dan memang benar.
Beberapa detik kemudian muncul dua likes.
Lalu satu notifikasi baru.
Direct Message.
Kalea mengernyit.
Nama akunnya asing.
@.nanonano
Foto profil hitam polos. Followers: 3. Following: 12.
Akun gembok juga.
Kalea membukanya sebentar.
Tidak ada tweet yang jelas. Hanya beberapa repost lagu dan satu tulisan:
> @.nanonano : tidur itu sulit kalau kepala terlalu berisik.
Aneh.
Tapi, entah kenapa familiar.
Kalea kembali ke notifikasi Direct Message.
---------------@.nanonano---------------
> @.nanonano : yaudah jangan pura-pura terus
Kalea otomatis mendengus kecil.
> @.lelelean : emang gampang?
Typing…
Typing…
Hilang.
Muncul lagi.
> @.nanonano : enggak. tapi capek dipendem sendiri juga gak enak.
----------------------------------------
Kalea terdiam.
Jempolnya menggantung di atas keyboard.
Aneh.
Padahal ini cuma akun random.
Tapi kalimatnya terasa terlalu tenang.
Tidak sok menghibur. Tidak lebay.
Dan justru itu yang membuat Kalea membalas lagi.
---------------@.nanonano---------------
> @.lelelean : lo sering begini juga?
> @.nanonano : hm
> @.lelelean : jawabnya singkat amat ㅠ.ㅠ
> @.nanonano : males ngetik panjang
> @.lelelean : nyebelin
> @.nanonano : sering dibilang gitu
----------------------------------------
Kalea tidak sadar bibirnya mulai membentuk senyum kecil.
Jam sudah hampir pukul satu pagi.
Tapi untuk pertama kalinya hari itu, kepalanya terasa sedikit lebih ringan.
***
Paginya, Kalea nyaris terlambat sekolah.
"YA AMPUN LEA CEPETAN!" suara mamanya menggema dari lantai bawah rumah.
"IYA MA!"
Kalea panik memasukkan buku ke dalam tas.
Rambutnya masih setengah basah. Sepatu belum terikat rapi. Dan ia bahkan belum selesai makan roti.
Hari Senin memang musuh semua siswa. Terutama siswa kelas sebelas seperti Kalea.
Tugas menumpuk. Ulangan mendadak. Dan guru yang tiba-tiba semangat memberi materi pagi-pagi.
Kalea berlari masuk gerbang sekolah beberapa detik sebelum bel masuk berbunyi.
"ASTAGA." Alyssa langsung menatapnya dramatis dari depan kelas. "Lo habis dikejar setan?"
"Lebih parah." Kalea duduk lemas. "Dikejar piket."
Alyssa tertawa. "Btw lo online sampe jam berapa tadi?"
"Jam satuan kayaknya."
"Pantes gue lihat akun gembok lo nyala terus. Curhat lagi?"
Kalea mengangguk kecil.
"Terus ada akun random balesin gue."
"Cowok?"
"Gak tau."
"Kalau fotonya item polos fix cowok."
"LOGIKANYA DARI MANA?"
Alyssa terkekeh puas.
Belum sempat Kalea membalas, suara kursi bergeser terdengar dari belakang.
Kael masuk kelas.
Seperti biasa. Cowok itu pakai hoodie abu-abu, earphone sebelah dan ekspresi datar.
Cowok itu berjalan santai ke kursinya di pojok belakang tanpa melihat siapa pun.
Dan seperti biasa juga, setengah isi kelas otomatis memperhatikannya.
Kael memang cukup terkenal di sekolah.
Bukan karena aktif organisasi. Bukan juga karena ramah.
Justru karena terlalu dingin.
Jarang bicara. Jarang ikut bercanda. Tapi nilai bagus. Main basket. Dan entah kenapa punya aura menyebalkan yang membuat banyak orang penasaran.
"Tuh pacar lo datang," bisik Alyssa.
"Ih apaan sih." Kalea langsung menyenggol lengan sahabatnya.
"Lo tiap dia lewat langsung diem."
"Karena dia serem."
"Padahal ganteng."
"ALYSSA."
Alyssa ngakak.
Kalea mendesah pelan.
Jujur saja, Kael memang ganteng.
Tapi tipenya terlalu sulit didekati. Dan mereka bahkan tidak pernah benar-benar ngobrol.
Paling hanya sebatas,
"Geser dikit."
atau
"Bukunya ketinggalan."
Sudah.
Selesai.
Namun anehnya, saat Kalea melihat Kael duduk sambil memainkan ponsel di belakang sana, ia tiba-tiba teringat satu hal.
> hm
Cara membalas chat akun @.nanonano semalam.
Pendek. Dingin. Singkat.
Mirip seseorang.
Kalea langsung menggeleng keras.
"Apaan sih Lea?" tanya Alyssa bingung.
"Gak papa."
Mana mungkin, dari sekian banyak manusia di Twitter, masa iya akun random itu Kael?
Mustahil.
***
Jam istirahat kedua.
Kantin sekolah penuh seperti biasa.
Kalea duduk bersama Keira sambil mengaduk es teh.
"Lea," panggil Alyssa.
"Hm?"
"Itu Kael ngeliatin meja kita dari tadi," katanya santai.
Kalea spontan tersedak. "Hah?!"
"Tuh," tunjuk Alyssa dengan dagunya.
Kalea refleks menoleh.
Dan benar.
Kael berdiri di dekat kasir kantin sambil memegang minuman botol.
Tatapannya mengarah ke meja mereka.
Atau lebih tepatnya, ke Kalea.
Dada Kalea langsung aneh sendiri.
Namun sedetik kemudian Damar datang menepuk pundak Kael sampai cowok itu mengalihkan pandangan.
"Nah kan bukan lihat gue." Kalea langsung kembali duduk normal.
Alyssa menyipit curiga. "Tapi tadi jelas—"
"Lo halu," sela Kalea.
Alyssa mendengus, "iya deh."
Kalea berusaha terlihat santai.
Padahal kepalanya mulai overthinking sendiri.
Apalagi saat ponselnya tiba-tiba bergetar.
Notifikasi Twitter.
Dari akun gembok.
> @.nanonano followed you
Kalea membeku.
"Kenapa?" tanya Alyssa.
Kalea menoleh pelan, "akun random semalam follow gue."
"Terus?"
"Gue deg-degan sendiri anjir."
Alyssa langsung merampas ponsel Kalea.
"SINI GUE CEK."
"WOI JANGAN RANDOM FOLLOW BALIK!"
"TENANG."
Keira membaca profil akun itu cepat.
Lalu mengernyit.
"Ih aesthetic banget bio-nya."
"Mana?"
> @.nanonano «tidur terlalu malam bikin hati gampang bocor»
Kalea diam.
Kalimat itu, bagus.
Dan sekali lagi terasa familiar.
Entah kenapa.
"Lea," panggil Alyssa.
"Hm?"
"Menurut gue ini cowok, deh."
"Dari mana lagi logika lo?"
"Cowok galau biasanya suka bikin bio beginian."
Kalea tertawa kecil.
Namun beberapa detik kemudian notifikasi baru muncul lagi.
DM request.
Dari @.nanonano.
Kalea langsung menatap layar tanpa berkedip.
Jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat.
"BUKA WOI," desak Keira.
"GUE TAKUT."
"LEA PLEASE INI SERU BANGET."
Dengan ragu, Kalea membuka DM itu.
Pesannya singkat.
Sangat singkat.
---------------@.nanonano---------------
> @.nanonano: udah makan?
----------------------------------------
Kalea membeku.
Lalu tanpa sadar menoleh ke arah belakang kantin.
Kael masih berdiri di sana.
Sambil memainkan ponselnya.
Dan tepat di detik itu, ponsel Kael masuk ke saku.
Cowok itu berjalan pergi.
Meninggalkan Kalea yang sekarang mendadak tidak bisa berpikir normal.