Angin segar pagi berhembus dari timur, matahari mulai menyinari kegelapan, pertanda aktivitas manusia akan dimulai.
Mulai dari mandi, memasak, makan dan bekerja. Banyak hal yang manusia lakukan saat pagi hari datang.
Arya Subianto, seorang arkeolog muda yang saat itu mendapat panggilan tugas untuk meneliti dan mencari bebatuan kuno. Rumor yang beredar terkait batu kuno sering dikatikan dengan pemberian sang dewa, namun Arya tidak gampang percaya dengan rumor murahan seperti itu.
Ia menelusuri berbagai tempat dan mendapat banyak barang dari zaman dahulu, namun baru kali ini ia mendengar barang yang katanya pemberian dewa.
"Ini lucu, mereka benar-benar percaya jika ini pemberian dewa?" Ujarnya sembari tertawa.
Sesampainya di sana, Arya menggunakan alat bernama Metal Detector, Alat untuk mencari keberadaan logam. Arya yakin bahwa batu yang dimaksud pasti mengandung logam, daripada ia harus mencari dengan cara survey lapangan yang memakan waktu lama, ia lebih memilih menggunakan Metal Detector agar pencarian lebih efisien.
"Aku tidak mungkin mencari benda itu dengan susah jika ada alat yang membuatku nyaman" Ucapnya sembari mengeluarka tas berisi Metal Detector dari tasnya.
Ia mencari perlahan tapi pasti. Namun sudah 3 jam ia berputar-putar ia masih saja tidak menemukan di mana letak batu kuno yang dibicarakan itu.
"Apakah aku salah? Atau aku ditipu?" Gumamnya seraya meraba-raba tempat ia berpijak.
Ia hampir putus asa mencarinya, hingga hari gelap ia tak kunjung menemukan batu yang dimaksud itu. Kesal ia berlari kembali ke mobilnya dan segera tancap gas untuk pulang.
Baru saja menginjak gas, pandangannya teralihkan oleh tanah gersang yang luas. Ia spontan membelokkan setirnya.
Di sana terdapat pola aneh yang terukir, Indah namun mengerikan. "Apakah ini dibuat oleh manusia?" Ucapnya.
Ia berjalan pelan ke tengah pola aneh itu dan menemukan sebuah gundukan tanah. Ia mencurigai ada sesuatu di sana.
Perlahan ia mengambil benda aneh itu dan terkejut melihat drone berbentuk aneh.
Ia berpikir ini adalah drone militer yang sedang uji coba namun ada yang aneh dengan drone itu. Tidak ada baterai yang tertanam, ia bingung kenapa tidak ada bahan bakarnya juga.
"Ini drone modelan apa, ya? Aneh." Gumamnya.
Ia mengambil ponselnya dan memotret drone itu dan segera memostingnya ke Instagram dengan Caption "Guys ini apa, Ya? Drone-nya aneh dan unik, aku sudah menyelidikinya dan di dalam tidak ada bahan bakar atau batrai untuk tenaganya. Ini aneh"
Setelah mengunggah postingan itu, Instagramnya menjadi ramai pengunjung, banyak yang berpendapat dan berteoi "Ini Rekayasa elit global"
"Gambar Generate AI, Gue bisa ngebuat ini di ponsel gue"
"Itu alat pemusnah masal yang disediakan pemerintah kita agar mereka bisa korupsi sepuasnya, haha"
"Hey antek-antek Elit global"
Dan banyak reaksi dari warga internet lainnya.
Namun ada satu ilmuan bernama Dr. William Shake seorang fisikawan dan astronom terkenal yang tertarik membeli drone itu.
Arya mendapat pesan pribadi dari Dokter William untuk membeli drone itu untuk diteliti.
Kini drone itu laku seharga $7.000.000 yang membuat Arya pensiun dini dengan uang sebanyak itu.
Dr. William Shake menjadi pemilik resmi dari drone aneh ini dan ia akan segera meneliti di laboratorium miliknya.
Setelah pengiriman yang penuh drama:
Paket tertahan beacukai (Indonesia), Paket hilang karena ekspedisi-nya lupa mengambil di Malaysia,
Paket hampir dicuri (Mereka menggunakan pengiriman standar karna takut dicurigai pemerintah)
Akhirnya sampai juga ke tangan William di Amerika.
William lega karna paketnya sampai, ia sengaja tidak mengantarkan paketnya menggunakan kendalinya karena ia ingin meneliti drone ini sendiri di laboratoriumnya.
Masuk ke lab, ia mulai menyiapkan barang-barang untuk membongkar drone. Ini aneh, tidak ada skrup, tidak ada celah untuk dibuka, benar-benar datar.
William bingung bagaimana caranya untuk membukanya. Ia memutar otak, tapi ia tak berani untuk mengahancurkan drone ini.
"ini aneh, Insinyur mana yang bisa membuat benda aneh seperti ini?" gumamnya.
Ia tertawa kecil kemudian berlalu ke komputernya untuk mencoba menghubungkan melalui scan panjang.
23 jam berlalu.. scan berhasil.
William membuka data komputernya dan melihat apa yang ada di dalam.
Ia tertegun melihat isi di dalam drone itu, ia merinding. Ia keringat dingin melihat hasil scan komputernya, ia berharap yang ia lihat salah, bahkan ini harus menjadi kesalahannyang tidak nyata.
Ia membuka jurnalnya yang pernah ia tulis tentang meteorid bernama "Lazya arp 03" yang ditemukan di India.
Ia membaca seksama dan berharap ini salah.
"Ini tidak mungkin benar, kan?" Teriaknya sembari membaca jurnal lamanya.
Semakin ia membaca semakin merinding juga dia. Ia tidak menyangka dengan hasil akhir yang ia temukan.
Ia akhirnya terdiam, tatapannya kosong. Ia tak percaya namun ini kenyataannya. Ia benar-benar panik.
Ia mencoba menghempaskan drone itu, namun tidak ada yang terjadi.
"mustail, mengapa struktunya sama dengan Lazya Arp 03? Mengapa?" Teriaknya.
Ia langsung mengkalkulasikan dan mencari kemungkinan menggunakan komputer AI yang ia buat sendiri.
Perhitungan itu tepat berada di 900.000.000 Tahun Cahaya.
"Drone ini bukan buatan manusia, apalagi militer, ini adalah teknologi alien, Dan ini model lama" ucapnya berkeringat.
"Jika benar, kita berada dalam bahaya." Lanjutnya.
"Apakah kehidupan mereka di sana masih ada, atau sudah binasa?" Ucapnya
William menutup komputernya dan merahasiakan ini dari publik.
Terlihat di komputer yang terhubung dengan telescope james web, Di sana ada sebuah titik yang sedang berjalan, bukan bingang, bukan asteroid, bukan Meteorit. Benda itu berada di kejauhan 7.000.000 triliun KM dari bumi dan melesat dengan kecepatan 500.000.000KM/S. Dan benda itu menuju bumi.
Selesai.