Suatu hari di kota jakarta, hidup lah 1 keluarga yg sangat kaya dan tajir, mereka keluarga wijaya dan yinggal di perumahan elit di sana.
Ada seorang ibu bernama ALIYENA WIJAYA dan ayah bernama ALQOI WIJAYA serta 10 anak laki² mereka yg sangat tampat dan sangat tajir, mereka terbilang keluarga yg sempurna karena memiliki kekayaan,kasih sayang, dan apa pun yg mereka mau pasti langsung di turuti, tapi sang ibu Aliyena sangat mengingikan anak perempuan tapi sudah 45 tahun usia nya dia tidak kunjung di kaurniai seorang putri.
Pada akhir nya Aliyena memutus kan untuk mengadopsi seorang putri untuk menemani nya di hari tua nanti, dia perjalanan Aliyena sangat senang karena akan memmiliki putri di rumah besar mereka.
"Apa momy yakin... mau mengadopsi adik perempuan?" Tanya Alvaro wijaya putra sulung mereka.
"Momy yakin sayang, lagi pula momy kesepian di rumah tidak ada yg menemani momy" keluh Aliyena.
"Tapi kan masih ada kami?" Tanya Aldo wijaya anak ke dua mereka.
"Iya momy tau tapi pas kalian sedang kerja atau sekolah momy sendirian, siapa yg mau menemani momy, jadi izin kan momy mengadopsi adik perempuan untuk kalian ya?" Tanya Aliyena.
"Iya momy... Kita izin kan kok!" Seru Alzho wijaya anak ke 6 mereka.
Saat mereka berhenti di lampu merah ada pemandangan menyayat hati yakni ada seorang ibu dan anak yg sedang mengemis di lampu merah tersebut, Aliyena pun menyuruh supir untuk berhenti di pinggir jalan dan turun untuk menghampiri anak dan ibu tersebut, kondisi cuaca saat itu sedang hujan rintik².
"Permisi..." sapa Aliyena dengan lembut, ibu dan anak itu tersentak karena takut kalau Aliyena adalah setugas yg akan mengusir mereka.
"Baik! Kami akan pergi... jangan sakiti kami!" Kata ibu itu lalu ingin pergi tapi langsung di hentikan oleh Aliyena.
"Aku bukan orang jahat... aku hanya ingin menanyakan apa kah kalian sudah makan?" Tanya Aliyena lembut.
"Kamu... bukan orang jahat?" Tanya ibu itu memastikan.
"Iya... saya orang baik, mau makan dulu?" Tanya ulang Aliyena, ibu daj anak itu mengangguk.
Mereka pun pergi ke sebuah tempat makan elit dan VIP hanya untuk mereka bertiga, karena ingin mengobrol dan sebelum mengobrol Aliyena memesan beberapa makanan untuk santapan dantai agar tidak tegang dan lebih santai, setelahmemesan pembicaraan pun di mulai.
"Kalau saya boleh tau siapa nama ibu dan anak nya?" Tanya Aliyena perlahan.
"Nama saya Arni sridahanti kalau anak saya bernama Alexa Putri, ada apa yg bu?" Tanya Arni.
"Saya cuma mau bertanya saja, nama anak nya cantik ya bu...😊" Puji Aliyena.
"Iya terimakasuh... kalau ibu siapa nama nya?" Tanya Arni.
"Kalau saya Aliyena Wijaya, panggil saja Yena atau langsung Aliyena" jawab Aliyena sopan.
"Ibu Al mau kekamar mandi dulu ya?" Alixa memita izin pada Arni.
"Iya sayang... hati²" jawab Arni dengan senyum yg tampak di paksakan.
Alexa pergi dari meja makan menuju ke kamar mandi dan meinggalkan Aliyena dan Arnu berdua di meja.
"Ibu Arni jadi gini... ibu butuh uang kan? Bagaimana Alexa buat saya dan ibu saya kasih 42 miliar untuk ganti nya, bagaimana apa ibu mau?" Tanya Aliyena.
Arni sempat terkejut mendengar nominal yg di tawarkan jadi tanpa pikir lanjang Arni menerimanya dengan senang hati.
"Ini kartu nya di sana ada 42 miliar terserah ibu gunakan untuk apa jadi Alexa r3smi milik saya" Aliyena memberikan kartu itu dan lanjut makan, sedang kan Arni gemetar setelah menyentuh kartj dengan nominal yg sebanyak itu.
Alexa pun kembali dari kamar mandi dan duduk di meja nya, dan lanjut makan dengan tenang, tiba² ibu nya menarik nya agak menjauh dari meja dan berbisik.
"Sekarang kamu tidak perlu ikut sama ibu lagi ya?" Tanya Arni.
"Maksud nya bu? Aku ikut siapa?" Tanya Alexa yg terkejut dengan kata² ibu nya.
"Kamu akan ikut sama tante yg itu okey? Jadi hidup kamu akan berubah, dan kamu gak perlu panas²an dan hujan²an, paham kan?" Kata Arni membuat Alexa terdiam di dalam pikiran nya hanya ada 2 kata 'aku dijual'. Dan Alexa hanya bisa mengangguk.
"Bagus... ayo kita lanjut kan makan nya setelah itu kamu gak bersama ibu lagi, pertemuan terakhir kita hanya di sini" kata Arni lalu menarik Alexa kembali ke meja.
Sepanjang obrolan dan dampai makanan mereka habis Alexa tidak bersuara hanya diam meatung,tidak ada satu kata pun sampai akhir nya mereka berpisah, saat Alexa melirik ke mata ibu tidak ada rasa kesedihan di sana hanya ada kesenangan karena sudah memiliki uang 42 miliar.
Alexa sudah di mobil bersama dengan Aliyena, saat Alitena ingin bertanya Alexa pasti membuang muka dan tanpak tidak suka dengan kehadiran Aliyena tapi Aliyena mengerti perasaan itu dan memahami Alexa karena Aliyena adalah dokter spesialis anak jadi Aliyena sangat mengerti perasaan Alexa saat ini.
Sesampai nya di mansion, mereka berdua di sambut oleh 10 laki² tampan dan Alqoi sang ayah.
"Selamat datang di kediaman WIJAYA!" Sorak maid dengan balon dan pernak pernik kecil warna warni.
"Ayo perkenal kan diri kalian kepada anggota keluarga kita yg baru!" Seru Aliyena.
"Selamat datang di kediaman wijaya, saya kepala rumah tangga Alqoi wijaya, panggil dad, ya?" Alqoi bersuara.
"Gue Alvaro wijaya putra sulu keluarga wijaya, salam kenal"
"Gue Aldo wijaya putra kedua keluarga wijaya, salam kenal adik"
"Gue Alfin wijaya,putra ke tiga, salken"
"Gue Aldi wijaya, putra ke empat, selamat datang"
"Gue Alzzi wijaya, putra ke lima, salam kenak ya?"
"Gue Alzho putra ke enam, hai👋"
"Gue Alvero wijaya putra ke tujuh, salam kenal"
"Gue Alzha wijaya putra ke delapan, hemmm😊"
"Gue Alchiko wijaya putra ke sembilan, salam kenal yg adik kecil"
"Akhir nya gue punya adik, kalau gue putra bungsu nama gue Alzheno wijaya, gue suka sama anak kecil"
"Nama aku Alexa putri-"
"WIJAYA, ALEXA PUTRI WIJAYA" potong Alqoi.
"Baik, om" kata Alexa menunduk.
"Kok panggil om? Dad!" Seru Alqoi.
"Yes dad!" Teriak Alexa dan seketika dia malu dan menutup wajahnya dengan tangan.
Perkenalan pun selesai!
Mereka kini menjadi keluarga yg aktif dan sejahtera karena keberadaan Alexa rumah yg dulu nya sunyi kini sangat ramai karena Alexa seringkali membuat abang² tertawa terbahak². Alexa yg kini berusia 10 tahun di sekolah kan di SDN ALEXANDER SCHOOL, dan mendapat banyak teman.
11 tahun kemudia...
Saat Alexa habis meeting di kantor nya dia tidak sengaja berpapasan dengan Sosok yg tidak asing dan tiba² saja ibu paruh baya itu memeggang bahu nya dan hal itu membuat Alexa mundur.
"Ibu siapa ya?" Tanya Alexa penasaran karena wajah ibu itu yg gampat tidak asing.
"Jadi keluarga baru mu itu telah, membuat mu melupakan ibu?" Tanya Arni.
"Kau... ibu?!" Teriak Alexa tapi bukan nya memeluk ibu nya Alexa malah memasang wajah dingin terhadap ibu kandung nya sendiri.
"Kenapa ibu di sini? Mana duit hasil menjual ku?" Tanya Alexa dingin.
"Kok kamu berubah sayang... ini ibu kamu, ibu tidak akan melakukan hal semacam itu" bela Arni.
"Ibu tidak perlu mengelak lagi, Alexa sudah tau semua nya... kini tidak ada lagi yg bisa meragasiakan hal seburuk itu" kata Alexa tajam
"Kamu sekarang beraji ngelawan ya?! Kamu dirhaka sama ibu, Alexa!" Bentak Arni.
Alexa tertawa getir, tawa yg sangat tajam dan penuh kesedihan.
"Durhaka? Kalau aku durhaka kenapa ibu ada di sini, bukan nya pergi mencari anak yg kini ibu buang sudah berbeda, Alexa yg dulu sudah mati, kini tinggal Alexa yg sekarang" jelas Alexa tenang.
"Berani kamu ngomong seperti itu, Alexa!" Bentak Arni mencoba menakit²i Alexa tapi Alexa sama sekali tidak bergeming, dan tatapn nya tenang, dingin dan tajam.
"Iya aku berani ngomong seperti ini karena ada seseorang ibu kandung yg seharus nya menjaga anak nya malah membuang nya demi uang, sedang kan keluarga ku yg sekarang malah menyayangi ku apa ada nya, anak yg kau buang ini adalah CEO, kau seharus nya malu karena menujukan wajah mu di depan anak mu yg kamu buang!" Emosi Alexa mulai terpancing.
"Jangan cari aku lagi, aku sudah muak melihat wajah mu yg menjijikan itu" Alexa pergi dan menaiki mobil nya dan melaju sangat kencang meninggalkan Arni sendirian dan berteriak.
Kini Arni ingin mencari tapi Alexa selalu berhasil menghindari Arni, dan saat Arni meninggal pun Alexa sama sekali tidak merasa sedih atau pun menangis, karena Alexa yg duku sudah mati di gantikan dengan Alexa yg sudah kuat dan tahan banting.