Ceritaku bermula saat aku lulus SMK , aku berpacaran dengan seorang kakak kelasku sendiri,
Sebut saja namanya kak Devan. Sebenarnya awal perkenalan kita sudah dimulai sejak aku duduk dibangku kelas 1 SMK sementara dia duduk dikelas 3 SMK .
Kami terpaut usia 2 tahun, awalnya kami hanyalah sebatas kakak-adik kelas tingkat sekolah, kami sering bertemu di aula sekolah bahkan dikantin dan sejak kami berdua lulus, kami sudah tidak pernah bertemu lagi.
2 tahun sejak perpisahan kelulusan sekolah, tiba-tiba Kak Devan mengirimiku undangan pertemanan melalui BBM MESSANGER. Lalu dengan hati penasaran aku terima undangannya, dan benar saja dia adalah kakak kelasku dulu yg sudah lama tidak terdengar kabarnya.
Setiap hari kak Devan mengirimiku pesan dan sejak saat itulah hubungan kami mulai dekat, awalnya kak Devan hanya menganggapku sebatas teman biasa namun pada saat itu tiba-tiba kak Devan menyatakan perasaannya, aku sempat gugup dan tidak percaya bahwa dia menyukaiku sejak lama. Namun karena kesungguhan dan kejujurannya, akupun mulai percaya dan menerima dia sebagai kekasihku.
Hubungan kita berjalan harmonis selama bertahun-tahun lamanya, dari aku yg hanya seorang pengangguran sampai pada akhirnya jadi pekerja kantoran dan pada saat itu Kak Devan menjadi seorang mahasiswa. Hubungan kita berjalan selama 5 tahun lamanya , kami berdua sudah saling mengenal orang tua masing-masing dan sampai akhirnya pada suatu hari, tibalah sebuah pertemuan keluarga tapi hanya ada keluargaku karna pada saat itu bertepatan dengan acara halal bihalal, aku ingin mengajak kekasihku untuk bertemu dengan keluarga besarku namun pada saat itu dia menolak, dengan alasan dia sedang ada acara juga. Akhirnya terpaksa aku sendiri yg datang ke acara halal bihalal keluargaku. Melihat aku hanya datang seorang diri, sontak semua keluarga besarku menanyakan keberadaan kak Devan, dan mereka mulai mempertanyakan tentang hubungan kami. Awalnya aku sempat bingung menanggapi pertanyaan dari keluargaku, karena kak Devan tidak pernah mau menjawab setiap kali aku menanyakan tentang arah hubungan kami. Lalu pada waktu itu, tiba-tiba ayahku memberiku Kode keras untuk harus segera meninggalkan kekasihku dan mulai menjalani kehidupan baru lagi. Hancur sekali perasaanku ketika aku mulai mengatakan kalimat perpisahan itu pada kekasihku. Tapi karena ini adalah keputusan terbaik akhirnya kami berdua sepakat untuk saling berpisah. Berat sekali rasanya menjalani kehidupan tanpa dia! Setiap hari terasa kosong tanpa kehadirannya, sebenarnya aku masih mencintaimu.
Ucapnya.. tapii kini semua kemesraan itu telah berubah. Kami berdua menjalani kehidupan masing-masing, aku masih sibuk dengan segala rutinitas pekerjaanku dan begitupula dengannya. Sejak saat itu kami sudah tidak pernah lagi saling menghubungi.
Setelah 1 tahun putus, aku berkenalan dengan seseorang yg sampai sekarang menjadi Suamiku.
Entah kenapa meskipun sekarang aku sudah menikah dan dia sudah memiliki kekasih, semua kisah tentangnya masih terngiang jelas di ingatanku.
Apa rasa cinta itu masih ada? Atau hanya ilusi belaka karna terlalu memikirkannya?
Entahlahh… yg jelas pada saat ini, aku ingin memulai kehidupan baru, membuka lembaran baru bersama dengan suamiku , aku ingin sekali mengubur dalam-dalam semua kenangan itu. Karena aku tau jika memang aku orangnya, aku akan diusahakan untuk segera dilamar namun hal itu tidak pernah terjadi, dan skrg aku malah dinikahi oleh pria lain yg jauh lebih siap darinya.
Cinta itu memang penuh dengan segala plot twistnya tapi apapun yg terjadi nantinya, aku tetap ingin menjaga keutuhan rumah tanggaku dan aku tidak ingin mengingat masa laluku lagi.
Semoga nantinya diapun begitu :)