Waktu itu aku jadi anak kost didaerah Semarang pingiran kota, tepatnya daerah pelabuhan Tanjung mas.
Rumah kost yang aku tempati lebih sering terkena rob atau banjir akibat air laut yang pasang. Bangunan rumah yang sudah tinggi tidak terlalu membantu karena rembesan air tetap bisa masuk melalui celah-celah lantai dan dinding. Kadang bau air got yang tidak sedap pun sampai masuk ke dalam kamar, sungguh tidak nyaman.
Tapi karena daerah perkampungan inilah yang terdekat dari area pelabuhan tempatku bekerja mau tidak mau terpaksa aku harus bertahan sebelum menemukan tempat yang lebih nyaman.
Suatu malam saat sedang tidur, kakiku terasa ada yang menyengol. Tentu saja aku kaget dan terbangun, tapi aku tidak melihat siapa pun karena aku seorang diri dikamar. "Ahhh, cuma mimpi." Kataku dalam hati dan kembali tidur.
Baru terpejam kaki terasa ada yang menyengol lagi, bahkan sekarang jari kaki merasa sakit karena digigit gigi yang runcing. Aku berteriak dan terbangun, tapi kembali tidak ada siapapun selain diriku sendiri. Dengan rasa takut dan jantung berdetak kencang aku melihat jari kaki yang masih terasa perih karena terluka dan berdarah! Tentu saja aku bingung, jika ini mimpi kenapa lukanya nyata?
Aku hampir menangis karena takut, tapi apa itu yang bergerak-gerak dalam selimutku?
Dengan cepat aku menyibak selimut yang ada diatas kasur, dan ternyata seekor tikus sebesar kucing jantan melotot tajam kearahku. Spontan aku berteriak sangking kagetnya, aku pikir hantu atau sejenisnya yang mengigit jari kaki ternyata seekor tikus besar atau werok yang mencari kehangatan.