Di sebuah keluarga yang terpandang, hidup dua bersaudara yang sangat dekat.
Jimin, kakak laki-lakinya, dikenal sangat tampan, manis, dan memiliki wajah yang imut namun tetap gagah. Di sisi lain, ada Lyla, adik perempuannya yang cantik jelita, lembut, dan sangat menyayangi kakaknya.
Mereka adalah saudara tiri. Jimin adalah anak dari istri pertama Ayah mereka, sementara Lyla adalah anak dari istri kedua. Meski beda ibu, mereka dibesarkan dalam satu atap oleh Ayah mereka yang sangat kaya dan berwibawa, Mr. Seokjin.
Awalnya, hubungan mereka hanya sebatas kakak dan adik. Namun, seiring berjalannya waktu, tumbuh benih-benih perasaan yang tak seharusnya ada. Tatapan Jimin pada Lyla bukan lagi tatapan seorang kakak, melainkan tatapan seorang pria yang tergila-gila pada wanita yang dicintainya. Begitu juga dengan Lyla, ia merasa nyaman dan aman berada di dekat Jimin, perasaannya pun berubah menjadi cinta yang dalam.
Cinta yang Tumbuh di Balik Layar
Mereka mulai diam-diam saling mencintai.
Setiap kesempatan yang ada, mereka curi-curi pandang, saling kirim pesan mesra, dan bertemu di tempat-tempat tersembunyi. Jimin sangat protektif pada Lyla, dan Lyla selalu menjadi pendengar setia Jimin.
"Kak... kita ini saudara... salah rasanya aku merasa seperti ini pada Kakak," bisik Lyla suatu hari dengan mata berkaca-kaca saat mereka duduk berdua di taman belakang rumah.
Jimin memegang tangan adiknya itu erat-erat, menatapnya dalam.
"Aku tahu Ly... aku tahu ini salah di mata orang. Tapi aku gak bisa bohongin perasaanku sendiri. Kamu cantik, baik, dan kamu satu-satunya wanita yang bisa bikin jantung aku berdetak secepat ini. Beda ibu bukan berarti beda segalanya, kan?"
Lyla hanya bisa menangis dan mengangguk. Ia pun mencintai Jimin lebih dari apapun. Akhirnya, mereka membiarkan cinta itu tumbuh subur meski mereka tahu jalan yang mereka pilih ini sangat berbahaya dan dilarang oleh norma.
Hari demi hari, cinta mereka semakin dalam. Mereka berdua saling menjaga rahasia besar ini dengan sangat rapat. Hingga pada suatu titik, batas antara kakak dan adik itu perlahan pudar. Mereka saling memiliki sepenuhnya, melewati malam-malam panjang bersama, melupakan sejenak status mereka sebagai saudara, dan hanya menjadi sepasang kekasih yang saling mencinta. (Adegan intim dilewati)
Keberanian yang Berbuah Pukulan
Cinta yang mereka pendam akhirnya membuat Jimin tidak tahan lagi. Ia ingin terang-terangan. Ia ingin ayahnya tahu dan mengerti bahwa perasaannya tulus. Dengan penuh keberanian dan keyakinan yang tinggi, Jimin memutuskan untuk bicara empat mata dengan Ayahnya, Seokjin.
Suatu sore, di ruang kerja yang megah itu...
"Pah... aku mau bicara serius," kata Jimin dengan suara tegas, wajahnya tampan itu memancarkan kesungguhan.
"Bicara apa Nak? Ada masalah?" tanya Seokjin santai sambil membalikkan halaman buku.
"Aku mencintai Lyla, Pah. Bukan sebagai adik, tapi sebagai wanita. Aku ingin menikahinya. Aku ingin menjadikannya istriku. Aku mohon izinkan kami bersama," ucap Jimin lancar dan penuh harap.
Seketika ruangan itu menjadi hening membeku.
Wajah Seokjin berubah datar, lalu perlahan memerah menahan amarah yang meledak-ledak.
"PLAAAKKK!!!" 👋💥
Sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi mulus Jimin! Suaranya memekakkan telinga, membuat pipi tampan Jimin langsung memerah.
"GILA KAU JIMIN!!! APA YANG KAU BICARAKAN ITU?!" teriak Seokjin dengan suara gemetar. "LYLA ITU ADIK KANDUNGMU! MESKIPUN BEDA IBU, DIA TETAP SAUDARAH KANDUNG! DARAH DAGING KELUARGA KITA! BUKAN ORANG LAIN YANG BISA KAU GENDONG SEMBARANGAN!"
Jimin tidak mundur. Ia memegang pipinya yang panas, tapi matanya tetap menatap tajam.
"Tapi Pah, aku sayang dia! Dia juga sayang aku! Kenapa harus dilarang cuma karena status?!"
"DI LUAR SANA ORANG BISA TERTAWA PADA KITA! KITA KELUARGA TERHORMAT JIMIN! JANGAN BIKIN MALU! LUPAKAN PERASAAN GILA ITU!" hardik Seokjin. "ATAU KAU INGIN KUUSIR DARI RUMAH INI?!"
Perlawanan dan Rahasia Besar
Jimin keluar dari ruangan itu dengan hati yang terbakar. Ia kecewa, ia marah, tapi cintanya pada Lyla tidak luntur sedikitpun malah makin membara.
"Kalau Papa gak setuju... aku akan buktikan kalau cinta kami nyata," gumam Jimin dalam hati.
Ia menemui Lyla yang sedang menunggu dengan cemas.
"Kak... gimana tadi?"
Jimin tersenyum tipis, lalu memeluk adiknya itu erat.
"Papa marah besar, Ly. Dia tampar aku. Tapi aku gak nyerah. Kita akan buktikan kalau kita bisa bahagia. Mulai sekarang, kita harus lebih hati-hati."
Sejak hari itu, Jimin semakin bersikap keras. Ia tetap bersikap sopan pada ayahnya, tapi diam-diam ia semakin dekat dengan Lyla. Ia melindungi cintanya bagaikan harta yang paling berharga. Ia menentang aturan, menentang pandangan orang, dan menentang kata-kata ayahnya sendiri demi wanita yang ia cintai.
Mereka terus menjalani hubungan itu dengan sembunyi-sembunyi. Cinta mereka begitu kuat hingga tak ada yang bisa memisahkan. Hingga akhirnya...
Beberapa bulan kemudian, tubuh mungil Lyla mulai menyimpan rahasia terbesar mereka.
Tanpa sepengetahuan Seokjin, tanpa sepengetahuan siapa pun di rumah itu kecuali mereka berdua...
Lyla telah mengandung anak dari kakaknya sendiri.
Perutnya perlahan mulai membesar, tanda bukti nyata cinta terlarang mereka yang begitu pekat. Jimin sangat bahagia, ia memanjakan Lyla, menjaganya dari segala sesuatu, dan berjanji akan bertanggung jawab sepenuhnya meski harus menanggung malu atau diusir oleh ayahnya sendiri nanti.
Mereka kini memiliki ikatan yang jauh lebih kuat dari sekadar saudara atau kekasih. Mereka kini menanti kelahiran buah hati hasil cinta yang dilarang itu, siap menghadapi badai terbesar yang akan datang saat rahasia ini akhirnya terbongkar...
( TAMAT)