Jika anak anak pada umumnya akan mendapat hadiah yang manis saat usianya menginjak 17 tahun. Maka aku tidak.
.
.
.
.
.
DONGG...
Tepat pukul 12 malam jam rumahku berbunyi. Biasanya hari ulang tahun adalah hari di mana kamu akan merayakan pesta dan berbagi kebahagiaan. Anak anak akan mendapatkan kejutan istimewa, dan mungkin itu adalah hari yang tak akan mereka lupakan. Berbeda denganku. Aku tak diperbolehkan merayakan pesta ulangtahun.
Mereka tak pernah mengijinkanku untuk merayakannya, bahkan mungkin sekedar tiup lilin. Tapi...tidak hingga hari ini. Kali ini, dengan inisiatif kedua orang tuaku, aku merayakan pesta ulang tahun.
Mereka menggunakan seluruh keluargaku, tanpa teman temanku. Setidaknya, aku sudah cukup bahagia.
"Mah, Pah, kok kali ini kalian mengajak Sekar merayakan ulang tahun. Bukannya Sekar gak boleh, ya?" Tanyaku sambil menelengkan kepalaku. Aku binggung, tak hanya orang tuaku, bahkan mungkin seluruh keluargaku tak memperbolehkanku merayakan ulang tahun. Namun, kali ini berbeda.
"Selamat ulang tahun, Sekar" Mereka mengucapkan selamat dengan nada datar. Sebenarnya mereka ini ikhlas atau ikhlas?!
"Te-terimakasih"
"Ayo, makan kuenya" Mamaku menyuapkan sepotong kue kepadaku. "Aaa~"
"Emm...aaa~" Aku terpaksa menerima suapan itu. Tidak baik bukan jika aku menolaknya?
"Kalau gitu ayo buka kadonya" Papamu memberikan sebuah kado kecil.
Ini pesta atau bukan?! Suasananya begitu kaku, tak ada nyanyian ataupun canda tawa. Tak ada senyuman yang terlukis di wajah.
Aku hanya bisa tersenyum cangguh, tentunya aku tak akan menolaknya meski ini sedikit aneh. Ya, maklum saja kami sekeluarga tak tau sama sekali apa itu pesta ulang tahun.
"Kalau begitu, aku mau membuat doa permohonan" Harusnya sih, doa permohonan di lakukan setelah tiup lilin, ini malah setelah makan kuenya, hahaha.
"Semoga aku tak mengalami kejadian aneh" Entah apa yang ku pikiran, aku binggung, mengapa aku mengucapkan doa seperti itu. Yah... bagaimana lagi, yasudah lah.
"Kakak, ayo buka kado dari papa" Ujar adik laki-lakiku.
Aku pun membuka kotak kado dari Ayahku.
"AAAAHHH!!!"
BRUKKKK... Aku tak sengaja melemparkan kotak itu, aku terkejut melihat isinya. Bagaimana tidak, aku mendapatkan hadiah berupa jari jempol manusia.
Aku pun terjatuh dan duduk terdiam. Keluargaku pun hanya terdiam, dengan wajah tanpa ekspresi. Mungkin lebih cocok di sebut 'Mayat hidup'.
Tiba-tiba, sejumlah tangan datang dari bawah lantai rumahku. Tangan itu menarik seluruh anggota tubuhku untuk masuk kedalamnya.
"Papa! Mama! Adek! Semuanya, tolong!"
Aku berteriak meminta bantuan, namun mereka hanya menatapku biasa biasa saja. Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka?!
***
"Kak, nanti kalau kakak ulang tahun ke 17. Kamu akan melihat kenyataan"
Sebuah bayangan kecil terlintas di pikiranku. Aku ingat, dulu saat aku berusia 7 tahun, mamaku pernah memberitahuku akan hal ini.
Aku masih berusaha untuk terbebas dari cengkeraman tangan mayat hidup itu. Tubuhku serasa di grogoti.
"MAMA, PAPA, SEMUANYA!"
Berkali-kali aku memohon bantuan mereka, mereka hanya terdiam saja. Tubuhku sudah tak kuat menahan tangan tangan itu, sebentar lagi aku pasti akan di tarik kedalamnya.
Lalu, tiba-tiba Adikku menarikku, ia membantuku. Mesti senyuman terlihat sedikit seram. Aku yakin, mereka bukan keluargaku!
"Riri, ayo bantu kakak"
Ya... Riri, adalah namanya. Seorang anak perempuan dengan kuncir dua di sampingnya.
"Kakak"
"RAWWWRR"
"Aaahh"
Apa yang terjadi? Ku mohon bantu aku!
Ia menancapkan giginya di leherku, dan mengoyak-ngoyak tubuhku. Ia tak jauh berbeda dari hewan buas. Tubuhku bersimbah darah.
Dan mereka, masih sama saja, ingin sekali aku meminta bantuan, tapi kepada siapa? Teleponku berasa jauh dariku, aku tak bisa menggapainya.
Akhirnya...Tidak! Mereka membuka mulut mereka, air liur itu menetes hingga ke lantai lantai, dan membasahinya. Perlahan, belatung-belatung kecil keluar dari tubuh mereka. Matanya mengeluarkan darah, kulitnya membusuk, hanya terlihat tulang tulangnya. Serta hawa dingin menyelimuti sekitar.
Apa yang akan mereka lakukan padaku?!
"Tolong... Tolong Sekar"
Itu tak berhasil, mereka malah menghampiri tubuhku yang sudah terkoyak, dan ikut memakan tubuhku bersama Adikku. Mereka tak pantas di sebuah keluarga!
"Tolonggg!!!"
Akhirnya sebuah bantuan datang, mungkin Tuhan menolongku. Sebuah angin datang, dan menghempas seluruh orang orang yang menggerogoti tubuhku.
Aku terburu-buru bangun untuk kabur, mesti jalanku sudah goyang. Rumahku berada di pelosok, pastinya akan sudah mencari bantuan.
Mana hari sudah gelap, tak ada satupun alat penerangan yang aku bawa. Aku tak tau apakah mereka mengejarku atau tidak.
Tubuhku berjalan sempoyongan, sebentar lagi pasti akan ambruk.
BRUKKK...
Kakiku tak kuasa menopang tubuhku. Bau darahku yang menyengat, nampaknya mengundang mereka untuk datang.
Aaaaa...
Benar benar mirip mayat hidup.
"Sekar, sekarang kamu sudah tau tujuan kamu hidupkan? Tujuanku tak lebih menjadi pengorbanan untuk Dewa Setan nanti. Jiwamu akan Papa persembahan, dan kamu akan menjadi istrinya. Berterimakasihlah pada Papa" Tanpa rasa kasian, ia mengatakan dengan nada datar. Orang tua macam apa itu?!
"Enggak, kenapa kalian semua jahat kepada Sekar. Sekar kan anak yang baik" Aku merengek-rengek. Tubuhku tersandar pada sebuah pohon besar.
Aku tak dapat kabur, mereka telah mengelilingiku dan membentuk lingkaran di sekitarku dan pohon beringin besar itu.
Mereka memasang lilin mengelilingiku dan menyalakannya. Serta membacakan mantra aneh.
"Tu es dux noster"
"Os meum es, Deus,"
"Domine dominus noster daemonium"
"A-a-apa yang kalian lakukan?"
Aku memberontak dan ketakutan. Apa yang mereka lakukan.
"Kamu harusnya berterima kasih" Papa datang menghampiriku sembari membawa sebuah belati dengan bola permata di tengahnya.
JLEBBB!!!
"Pa-pa-papa..."
"Mulai sekarang kamu adalah Permaisuri raja iblis. Buatlah dia senang, agar hidup Papamu ini menjadi tenang"
"Ka-kalian...Ja-hat"
Dan begitu juga dengan nyawaku yang telah berakhir di detik ini. Kini aku menjadi Permaisuri dari raja iblis, sosok yang di sembah oleh orang tuaku. Entah apa yang akan terjadi di kehidupanku kedepannya. Aku hanya bisa menyerahkan semuanya pada takdir.
[End]
Selamat ulang tahun untuk kamu yang berulang tahun hari ini!
Semoga di berikan keberkahan dan kebahagiaan. Berbahagialah di hari yang bahagia ini🎉🎉
Happy Birthday for U!
By Lisaa Lisaya