Hari ini langit terlihat mendung awan hitam menyelimuti,Sama seperti hati Jehan Saat ini begitu sedih dan suram Karena sahabatnya yang pergi meninggalkannya
"Jo,aku pikir kamu berbeda dari temanku yang lain yang hanya menhinaku,mereka pergi karena wajahku yang buruk rupa ini!tapi ternyata aku salah kamu sama saja seperti mereka pembohong, Jo jahatttt!" terisak Jehan di bawah langit yang mendung
Seakan ikut merasakan kesedihan yang Jehan alami,langit menitikkan air mata hujan turun beriringan dengan tanggis Jehan.kesedihannya begitu mendalam.
Keesokan harinya,hati Jehan belum sembuh masih sakit bagai di sayat sembilu.tapi Jehan harus bangkit tidak boleh lemah
"Bu,Aku berangkat dulu yach," pamit Jehan pada ibunnya.
"Kamu sudah tidak apa-apa nak?" tanya ibu khawatir.
"Emangnya aku kenapa,aku baik-baik saja kok bu!" jawab Jehan sambil berlalu.
"Ibu pikir kamu masih bersedih karena Jo pindah rumah," tanya ibu mulai lega
"Aku emang sedih bu tapi,aku juga harus bangkit kan.lagian mungkin Jo punya alasan kenapa pergi ninggalin aku!" Jehan memberikan semangat untuk dirinya sendiri.
Ibu tersenyum senang mendengar bahwa anaknya tidak lagi bersedih,memang selama ini hanya Jo yang mau berteman dengannya tanpa pedulikan luka di wajahnya...
Wajah Jehan tidak akan seperti ini kalau saja kebaran dulu tidak terjadi kebaran yang mana berebut nyawa ayah dan kakanya dan Jehan mengalami luka bakar dan membuat wajahnya tak cantik lagi,hingga banyak anak yang meledeknya.
Saat Jehan sedang di buly teman-teman waktu pulang sekolah Jo dateng membantunya,dan sejak saat itu Jo menjadi sahabatnya dan selalu melindungi,tapi kini Jo sudah pindah rumah tidak lagi ad yang lindungi Jehan,bagaimana harinya sekarang.
Sampainya di gerbang sekolah...
"Hei jelek minggir jangan halangi jalanku," kata cantika mendorong Jehan
"Iya minggir jelek,ngrusak pemandangan saja" tambah teman cantika.
Tapi Jehan belum bereaksi di masih berdiri di depan gerbang*andai ada Jo pasti dia akan bela aku,ga mungkin dia biarin aku di sakiti*tapi tidak kini Jo udah pindah aku harus berani,sampai kapan aku akan di buly*batinnya dalam hati
"Wah,rupanya dia bukan hanya punya wajah jelek ternyata dia juga tuli!" sambung cantika.
"Iya ya tuli dan jelek,sungguh malang!" temannya ikut menghina
"Hahaha...!" semua yang dengar tertawa.
"Hei,nama ku JEHAN bukan jelek dan tuli,lagian jalan begitu luas kenapa harus mengusikku,emang aku punya salah apa sama kamu!" Suara Jehan tegas.
"Wah,wah si jelek udah bisa bicara sekarang,aku pikir selain,jelek dan tuli ,dia juga bisu,ternyata tidak," Cantika mendekat
"Tadi kamu bilang siapa nama kamu?,Jehan ya.tapi aku tidak perduli bagiku namamu tetep JELEK!!" Cantika makin mengejek.
"Terserah,kamu mau panggil aku apa yang jelas jalan ini tempat umum aku bebas dong mau berada di mana.lagian aku ga akan takut lagi sama kamu Cantika," Jawab Jehan dengas tegas sambil berlalu.
"Gila dapet keberanian dari mana dia,bisa melawan Cantika?" kata teman Cantika
"Awas aja kamu Jehan aku bakalan Terus ngerjain kamu,sampai kamu takut untuk datang kesekolah." ancam Cantika.
***
Setiap hari Cantika memang menjalankan niat jahat mengerjain Jehan dari menaruh kecoa dalam tas,menyenbunyikan buku tugasnya sampai di hukum pa guru,mengunci Jehan dalam kamar mandi,dan masih banyak lagi kejahilan Cantika ke Jehan
Kadang ada perasaan lelah dalam hati Jehan karena ga kuat menghadapinya sendiri,ingin rasanya Jehan berhenti sekolah dan diam di rumah saja,tapi semua niat Jehan terkalahkan karena Jehan punya impian menjadi sukses untuk memberbaiki kondisi keluarganya.semua itu Jehan lalui tanpa menyerah.hingga kini Jehan lulus dengan nilai bagus.saatnya Jehan mancari kerja.
***
"Bu aku berangkat dulu cari kerja,doain aku yach bu," pamit Jehan pada ibunya
"Iya Sayang hati-hati semoga kamu berhasil,doa ibu menyertaimu" kata ibu mencium kening Jehan.
Setelah berpamitan Jehan berangkat,kesana kemari,Dari satu kantor ke kantor lain Jehan datangi tak satupun kantor yang sedang menerima karyawan baru,kecewa,lelah,dan putus asa campur jadi satu.akhirnya Jehan masuk ke sebuah kafe untuk minum dan istirahat sejenak.
Jehan tidak sadar kalau sedari tadi ada seorang cowo yang memperhatikannya dari dalam kafe.sampai saat Jehan masuk kafe dia tidak sadar kalo si cowo telah memesan air minum untuknya.belum lama Jehan duduk dan hendak pesan,pelayan menghampirinya membawa jus jeruk.
"Silakan nona,ini minumnya!" kata pelayan meletak gelas di meja
"Lho saya baru saja mau pesan kok udah datang aja minumnya!" kata Jehan heran.
"Tuan yang disana yang memesanya untuk anda," pelayan menunjuk ke dekat jendala.
Jehan melihat ke arah yang di tunjuk pelayan,seorang cowo sedang duduk dan melambai ke arahnya Jehan tidak kenal dengannya Hanya membalas lambaian sambil tersenyum,pria itu pun mendekati Jehan.
"Hallo nona kenalin saya Andri," sapanya melambaikan tangan.
"Oh saya Jehan,terima kasih atas minumnya ," Jehan membalas urunan tangannya.
Mendengar nama gadis itu,Andri teringat cerita dari temannya,di lihat Jehan dari atas ke bawah*Jehan,ciri -cirinya pun sama atau mungkin dia orang itu*Batin Andri,
"Boleh saya duduk di sini!" tanya Andri.
"Oh tentu saja boleh silakan tuan," Jehan mengijini.
Setelah dapat ijin Andri pun duduk,betapa terkejutnya andri melihat kalung yang di kenakan Jehan penasaran dia bertanya.
"Sepertinya nona sedang kelelahan ada ap!" tanyanya basa-basi
"Aku sedang melamar kerja,tapi tidak satupun kantor yang menerima" jawabnya kecewa.
"Oh Nona sedang cari kerja rupanya,kebetulan sekali teman saya baru saja buka sebuah kantor dan lagi butuh karyawan,kalo nona mau saya kenalin" tawarnya
"Benarkah,sungguh aku mau,tapi sebelumnya tolong Panggil Saya Jehan saja,biar lebih akrab" katanya.
"Oh seperti itu baiklah,boleh saya tanya satu hal" tanya lagi.
"Silakan mau tanya apa!" kata Jehan
"Itu kalung kamu cantik sekali beli di mana?" tanyanya
"Oh ini,ga tau beli dimana karena sebenarnya ini pemberian teman kecil saya,katanya ini benda spesial miliknya,dia berikan ke saya untuk bukti kalo dia bener-benar tulus mau bersahabat ma saya dan tidak akan meninggalkan saya,tapi semua bohong,dia sama aja kaya yang lain pergi entah kemana dan tidak tau kabarnya sampai sekarang" jawab Jehan,tidak sadar air matanya menggalir.
"Rupanya dia orang yang sangat spesial ya buat kamu,!" tanyanya lagi
"Tentu saja karena dia yang selalu buat saya kuat dan percaya diri,karena cuma dia yang menerima keadaan saya ini,,oh maaf ya saya jadi curhat masalah saya!" kata Jehan.
Andri jadi makin yakin bahwa Jehanlah gadis yang di cari temannya,di mulai dari ceritanya yang sama sampai kalungnya Jehan sama kaya yang di pakai gadis dalam poto di ruangan temannya,dan ternyata setelah sekian lama Andri mencari keberadaan Jehan akhirnya ketemu.
"Gpp,yaudah yuk kita segera ke tempat teman saya,jangan tunda lagi," Andri mengajak Jehan.
Setelah membayar tagihan pesanan,merekapun naik mobil menuju tempat yang di maksud,sesampainya di tempat itu.betapa terkejut Jehan melihat gedung megah yang bertuliskan huruf J&J.
"Hayo masuk Jehan," ajak andri.
"Iya,ini kantor temanmu?" tanya Jehan sambil jalan
"Iya," jawab Andri singkat
"Sebenernya siapa temen kamu,terus kenapa nama kantornya J&J," Jehan penasaran.
"Sebentar lagi kamu juga bakalan tau," jawabnya lagi sambil menaiki lift.
Jehan bertanya-tanya dalam hati teringgat satu kata yang pernah di uncapkan Jo waktu dulu.
*JeJe kamu mau ga menikah denganku kalo sudah besar nanti?"*aku bakalan buat kantor sendiri dan menulis nama kita berdua dan aku akan memajang poto kita waktu kecil,agar kita selalu ingat kenangan ini*kata Jo.
Air mata Jehan menetes mungkinkah...
Tring suara lift berbunyi menyadarkan lamunan Jehan,saat pintu lift terbuka Jehan dan Andri segera keluar dan menuju suatu ruangan,Jehan kembali terkejut di pintu ruangan ini pun tertulis huruf J&J.
"Ayo silakan masuk" kata Andri kepada Jehan
"Lho kamu sih tidak ikut masuk" tanya Jehan
"Tidak ini ruangan pribadinya bos,dia bakal marah kalo ada yang masuk selain orang tertentu." jawabnya berlalu meninggalkan Jehan.
Sebenarnya Andri boleh masuk keruangan itu karena Andri teman baiknya,dengan ragu-ragu Jehan membuka pintu setelah Andri mengetuknya.
Betapa terkejutnya Jehan saat di dalam ruangan terlihat banyak sekali poto-poto Jehan waktu kecil bersama Jo,Jehan pun menanggis melihatnya,ternyata Andri mengenali kalungnya dari poto-poto ini dan Andri sengaja membawanya untuk bertemu dengan Jo.
"Gimana Ndri apa kamu udah dapet kabar tentang JEJE," Kata pria yang sedang duduk menghadap tembok yang ternyata adalah Jo.
Jehan tidak menjawab dia masih terbawa hatinya yang terharu dengan yang dia lihat,Jo tidak melupakannya selama ini.
"Andri kok di tanya diem aja?" panggil Jo sambil berdiri.
"Siapa kamu?kenapa ada di ruangan saya,di mana Andri ,,keluar?" teriak Jo tidak mengenali Jehan karena penampilannya telah berubah,
Jehan diam bukannya menjawab dia malah lari memeluk Jo.
"Aku pikir kamu udah lupain aku,ternyata aku salah,aku kangen Jo" kata Jehan menanggis
"Jehan ini kamu,sungguh ini kamu akhirnya kita bertemu lagi,aku mana mungkin lupain kamu maafin aku pergi waktu itu!" Jo membalas pelukan Jehan.
sejak pertemuan itu kini Jehan tidak lagi bersedih,Jo menepati janjinya melamar Jehan dan mereka pun menikah dan hidup bahagia untuk selama-lamanya...kini Jehan percaya bahwa setiap perpisahan pasti ada pertemu,dan setiap penderitaan pasti ada kebahagiaan.
***___TAMAT__***
💘Terimakasih💘