"Owh jadi hari ini adalah ulang tahun Chelsy," ucapku. Sembari pulang sekolah aku menyempat kan waktu untuk melihat kalender yang berada dibawah jam dinding rumahku.
Kali ini ulang tahun Chelsy jatuh pada hari kamis malam jum'at kliwon.
Karna tadi sekolah pulang pagi, aku langsung pergi menuju toko guna membeli kue untuk adikku yang usianya akan menginjak 15 tahun nanti.
Keinginanku aku akan memberikan kejutan pada pukul 00.00 malam hari.
Saat dijalan,aku bertemu dengan adikku.
"Kak Siskaaa!!!" teriak Chelsy dari kejauhan. Aku langsung mengendarai montorku secepat kilat.Karna kutak ingin ia tau rencanaku.
Pukul 18.30 aku sampai di rumah.
"Waduh sore sudah nabrak malam nih, Suasanaa hari ini sangat melelahkan sekaliii" ucapku sambil merebahkan tubuhku diatas ranjang.
Iyak hari ini sangat melelahkan sekali karna tadi setelah beli kue aku jalan jalan bentar mengelilingi kota.
Tok... Tok.... Tok.....
"Kak Siskaaa....."
"Tolong buka pintunya dong......!!!."
Rupanya terdengar suara ketukan. Dan ternyata itu adalah Chelsy.
"Masuk ajaaa, pintu ga dikuncii."
"Okay kak."
Chelsy membuka pintu lalu duduk disamping Siska.
"Pasti nanti kakak akan begadang malam lagi kan" Chelsy menebak.
"Kok tau."
"Tuh!!!" Chelsy melirik ke arah meja belajar Siska yang terdapat sebuah globe dan buku gambar.
"Knapa emang.Masalah,,,!!."
"Kak Siska itu yah udah kelas 1 SMA masih aja males ngerjain pr nya. Owh iyh kak lebih baik nanti kakak ndak usah begadang dulu."
"Knapa emang.Mau jadi pemerintah yang sukanya mrintah mrintah yah!!," jawabku sedikit bernada kasar, yang kusengajakan untuk memberi kejutan tengah malam nanti.
"Bukan gitu kak. Sekali aja untuk hari ini kakak jangan begadang malam. Nanti aku bantu selesain ngerjain pr deh."
"Yang bener!!" aku tak percaya.
"Apa alasanmu aku ga boleh begadang malam??."
"Kalo aku bilang ga boleh ya gaboleh pliss jangan ngelunjak deh!" sentak Chelsy.
"Tidak seperti biasanya dia seperti ini ,apa dia tau yah kalo malam nanti aku akan beri kejutan" batinku dalam hati.
"Iyh deh iyh. Dasar anak sok jadi pemerintah" ucapku membuat dia kesal.
"Terserah yah kakak mau ngomong apa tentang diriku, mau hina aku juga boleh. Intinya hari ini aku gamau kakak begadang malam dan satu lagi ketika kakak bangun tengah malam jangan lihat keatas titik."
Chelsy menatap tajam mataku ia terlihat serius.
"Lah knapa ga boleh lihat keatas. Misalkan kita tidur terlentang kalo bangun kan pasti ya lihat keatas.''
"Kan kita bisa lihat kekiri kek, kekanan kek. Pokoknya kakak jangan lihat keatasss!!! " Chelsy mengatakan dengan ngegas.
"Woyy gosah ngegas kalii. Udah nglarang nglarang gamau beri alasan, mana aku bisa percaya. Ga jelas banget sih."
"Mau kakak percaya atau tidak, intinya kalo bangun tidur jangan lihat keatas titik," ucap Chelsy bernada marah lalu pergi dari kamar Siska.
"Ga jelas banget sih tuh anak gila kali yah!" ucapku dan aku tak menghiraukan nya sekali.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 20.00 malam. Aku menuju meja belajarkubelajarku, menyelesaikan pr menggambar wilayah Afrika.
Mataku terasa penat "Udah pukul 23.57 nih masih ada waktu istirahat" ucapku sambil memejamkan mataku.
Kupejamkan mataku diatas meja belajar lalu aku ketiduran.
Aku terbangun karna aku mendengar sesuatu benda yang jatuh.
''Ada yang jatuh tapi gada bendanya" ucapku sambil melirik kelantai.
Aku mendengar seperti orang ketawa, aku mencari sumber suaranya.
"Jam 24.54 masih aja ada yang ketawa siapa sih bercanda malam malam inih" ujarku melihat jam tangan bewarna hitam dipergelangan tanganku.
"Kurang 6 menit lagi nih, apa aku siapkan dulu yah kuenya. Huaah ngantuk banget sih" aku berdiri dari kursi dengan merentangkan tubuhku.
"Bodoamat ah ngurusin orang gila yang ketawa malam malam, mendingan juga nyiapin kue" ucapku sendiri.
Suara ketawa masih saja terdengar, membuatku terganggu.
Bau bangakai yang sangat menyengat diiringi dengan suara ketawa yang sangat keras membuatku merinding.
Aku membuka jendela kamar ku agar bau busuk itu cepat pergi.
"Haduh kurang 1 menit lagi nih!" ucapku panik karna aku belum menyiapkan apa apa.
Terdengar suara sesuatu di atap. "Perasaan di rumah ini gada tikus" pikirku lalu aku menolehkan wajahku ke atas.
"Loh Chelsy kok kamu bisa melayang sih" ucapku pada Chelsy dan ternyata Chelsy lah yang dari tadi tertawa.
"Woy Chelsy bau kamu busuk banget sih. Tumben juga kamu pakai baju putih" aku terkejut dengan Chelsy yang bisa melayang diatas.Penampilannya juga tidak seperti biasanya.Chelsy yang tidak suka baju putih kini mengenakan baju putih. Wajah nya juga sangat dan sangat pucat.
"Hellow diajak ngomong dari tadi malah tertawa apanya sih yang lucu. Kamu itu Chelsy atau bukan sih" tanyaku padanya, tapi dia malah tertawa sangat kencang lebih kencang dari yang tadi. Wajah nya yang sangat pucat kini robek robek disertai darah, nanah, dan ulat yang keluar dari robekan wajahnya. Baju putih yang ia kenakan penuh dengan darah akibat dia tertawa sangat keras dan kencang.
"Ka... ka.... kaaa.... kamuuu...siapaaa?" ucapku sambil melangkah kan kakiku mundur kearah pintu.
"Akhuu adalah Chelsy hihihihihihi" ia mengatakan dengan tertawa.
"Aku tidak mengerti akan ini semua, kalo kamu Chelsy gigi dan kuku kamu kok bisa setajam dan seruncing itu" aku sangat bingung.
Chelsy yang melayang diudara berbaju putih penuh darah, bola matanya yang keluar, mukanya yang robek robek mengeluarkan darah, nanah, bercampur ulat dan suasana pukul 00.00 malam yang sangat dingin disertai suara tertawa menakutkan seperti kuntilanak, membuat bulu kudukku berdiri, tetesan darah bercampur nanah yang terus menerus keluar dari mukanya yang robek robek dan baunya yang sangat menyengat membuatku terasa pusing mual dan muntah.
Rasanya ingin berlari dari kamar ini namun apa daya. Seketika tubuhku terasa kaku, membuatku terjatuh dan terduduk di lantai.
Dia yang terus menerus tertawa membuat wajahnya semakin robek. Darah yang terus menerus mengalir dari wajahnya itu, membanjiri lantai kamarku, sehingga aku juga ketetesan darah bercampur nanah, yang membuat tubuhku membirumembiru, karna dari dulu aku sangat trauma dengan yang namanya darah.
"Ke... ke.... keeenapaaa..... kau me... mee... melakukan iniiii" kataku gugup.
"Inilah akibatmu kau yang tak menghiraukan apa kataku.''
" Taaa... taa... tapikan aku ingin memberimu kejutan."
"Aku tak ingin saudaraku menjadi sepertiku namun kau selalu mengeyel, dan inilah balasanmu kau akan menjadi sepertiku" ucapnya sambil mendekatiku.
Aku tak mampu mengeluarkan sepatah katapun karna dia sangat dekat denganku. Tangannya yang berada didepan leherku siap untuk mencekikku.
"Kakak aku adalah Chelsy. Chelsy yang tidak percaya akan hal gaib, yang selalu menganggapnya mitos kini berubah menjadi menyeramkan. Karna sebulan lalu aku telah dibunuh, tepat pada pukul 00.00 ini."
Chelsy mencekik kakaknya sendiri yaitu Siska yang masih kelas 1 SMA.
"Andai aku mendengarkan kata kata adikku, untuk tidak begadang malam, untuk tidak melihat keatas setelah bangun, apa lagi saat malam jum'at kliwon dimana para hantu berkeliaran kesana kemari ditengah malam. Aku sungguh sangat menyesal , dan kinipun aku tak ada di dunia nyata lagi."
"Dan mumpung nyawaku tersisa sangat sedikit sekali aku ingin mengatakan. Happy birthday Chelsy yang ke 15 tahun. Selamat ulang tahun untuk kamu yang berulang tahun hari ini!."