Aku selalu merasa ada yang kurang, seperti aku tidak pernah bisa membuat ibuku benar-benar bahagia. Dia selalu tersenyum dan mengatakan aku adalah anak terbaik, tapi aku bisa melihat kebenaran di matanya. Aku bisa merasakan kekosongan di balik kata-katanya.
Setiap kali aku mencoba berbicara tentang perasaanku, dia langsung mengalihkan topik atau bahkan marah. Aku merasa seperti aku tidak boleh merasa sedih atau tidak puas. Aku mulai mempertanyakan apakah aku yang salah, apakah aku yang terlalu sensitif.
Hingga suatu hari, aku menemukan diary ibuku di lemari. Aku tidak sengaja membacanya, tapi apa yang aku temukan membuatku merasa seperti dunia ini runtuh... 💔
Di diary itu, ibuku menulis tentang betapa dia menyesali telah memiliki aku. Dia merasa terjebak dalam pernikahan yang tidak bahagia dan aku adalah hasil dari kesalahan. Dia tidak pernah merasakan cinta yang tulus untukku, dan merasa seperti dia hanya berpura-pura menjadi ibu yang baik.
Aku merasa seperti dihantam badai. Aku tidak bisa percaya apa yang aku baca. Aku merasa seperti aku tidak ada, seperti aku hanya bayang-bayang di hidupnya. Aku ingin menangis, tapi aku tidak bisa. Aku hanya bisa duduk di sana, membeku.
Ibuku masuk ke kamar dan melihat aku memegang diary-nya. Dia terlihat seperti ketakutan, tapi aku tidak peduli lagi. Aku hanya ingin tahu satu hal: "Ibu, apakah itu benar? Apakah ibu tidak pernah mencintaiku?" 😔
Ibuku terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi dia tidak bisa. Dia hanya bisa terdiam, dan aku bisa melihat air mata di matanya. Aku merasa seperti aku ingin berteriak, tapi aku tidak bisa. Aku hanya berlari keluar dari kamar, meninggalkan ibuku sendirian.
Aku berlari tanpa tujuan, sampai aku tidak bisa berlari lagi. Aku jatuh ke tanah, menangis tanpa suara. Aku merasa seperti aku tidak ada lagi, seperti aku hanya hantu yang tidak diinginkan.
Setelah beberapa jam, aku kembali ke rumah. Ibuku masih di kamar, menangis. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan, atau apa yang harus aku lakukan. Aku hanya duduk di luar kamar, mencoba memahami semua ini.
Tiba-tiba, ibuku keluar dan memeluku. "Aku salah, anakku. Aku tidak tahu bagaimana menjadi ibu yang baik. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu, meskipun aku tidak tahu bagaimana mengekspresikannya." 💔
Aku tidak tahu apa yang harus aku rasakan. Aku hanya memeluk ibuku kembali, dan kami berdua menangis bersama. Aku tidak tahu apakah semuanya akan baik-baik saja, tapi aku tahu bahwa kami akan mencoba bersama.
Dari hari itu, ibuku mulai berubah. Dia mulai membuka diri dan berbicara tentang perasaannya. Aku juga belajar untuk memahami dan memaafkan. Kami masih memiliki masalah, tapi kami menghadapi mereka bersama, sebagai keluarga.
Aku sadar bahwa cinta tidak selalu sempurna, tapi itu selalu bernilai untuk diperjuangkan. Dan aku tahu bahwa ibuku mencintaiku, meskipun dia tidak tahu bagaimana mengekspresikannya. 😊