Tokyo, Jepang
Di bawah lampu neon Shinjuku yang berwarna-warni, Shee berdiri sebagai ikon kecantikan. Sebagai artis blasteran yang sedang naik daun di Jepang, wajahnya ada di mana-mana. Namun, malam itu di sebuah restoran mewah, hatinya hancur.
"Shee, listen to me lah," ucap Ndot, kekasih sekaligus sutradara yang melambungkan namanya. Aksen Melayu Ndot keluar saat dia sedang mendesak. "This new project in Kyoto is big. You must sign it now, okay? Jangan banyak tanya."
Shee menatap kontrak itu dengan ragu. "Ndot-san, demo... (tapi...) kontrak ini bilang aku harus menyerahkan seluruh hak citraku padamu selamanya? Is this even legal?"
Ndot tersenyum manis, senyum yang selama ini menipu Shee. "Trust me, baby. I do this for our future. Arraseo?"
[Saudari yang Terlupakan]
Di pinggiran kota Nara yang tenang, Lebag, saudari kembar Shee, hidup sederhana sebagai perawat lansia. Berbeda dengan Shee yang glamor, Lebag lebih suka ketenangan kuil dan pohon sakura.
Suatu hari, Ndot mendatangi Lebag. Dia berpura-pura sedih. "Lebag-san, tasukete kudasai! (tolonglah!). Shee sedang depresi berat di Tokyo. Dia tak mau makan, tak mau syuting. Only you can save her career by pretending to be her for a week."
Lebag yang penyayang langsung luluh. "Honto desu ka? (Benarkah?) Kesiannya Shee... baiklah, saya ikut ke Tokyo. Anything for my sister."
[Jaring-Jaring Tipu Daya]
Di Tokyo, Ndot memaksa Lebag bekerja layaknya robot. Dia menggunakan Lebag untuk menandatangani dokumen-dokumen keuangan yang tidak pernah Shee setujui. Ndot berencana menguras harta Shee dan kemudian membuang kedua saudari kembar itu.
"Ndot, why you treat me like this? Saya bukan artis, saya penatlah!" protes Lebag dengan aksen Melayunya yang kental saat kelelahan setelah syuting 18 jam.
Ndot membentak, "Shut up! Just do your job or I'll make sure Shee never works again in this country!"
Sementara itu, Shee yang asli disekap di sebuah apartemen tersembunyi, diberitahu oleh anak buah Ndot bahwa Lebag telah mengkhianatinya dan mencuri posisinya sebagai artis.
[The Warm Embrace]
Suatu malam yang dingin di Tokyo, Lebag berhasil menemukan kunci apartemen tempat Shee disekap. Dengan keberanian yang tersisa, ia menyelinap masuk.
Saat pintu terbuka, Shee tampak pucat dan ketakutan. Ia melihat Lebag dan sempat ingin berteriak karena mengira itu adalah musuh. Namun, melihat air mata di mata kembarannya, Shee luluh.
Lebag langsung memeluk Shee dengan sangat erat. Sebuah pelukan hangat penuh kepedulian yang meruntuhkan semua dinding prasangka.
"Onee-chan... gomen ne... (Kakak... maafkan aku...)," Lebag terisak di bahu Shee. "Dia tipu saya. Dia cakap kakak sakit. I didn't mean to take your life."
Shee menangis, membalas pelukan adiknya dengan kekuatan yang sama. "I know now, Lebag. I know... Lelaki itu memang syaiton. He used our bond to destroy us."
[Pembalasan dan Keluarga]
Keduanya menyadari bahwa kekuatan mereka adalah pada kemiripan mereka. Mereka bertukar peran kembali untuk menjebak Ndot. Di acara konferensi pers film terbaru Ndot, "Shee" (yang sebenarnya Lebag) memancing Ndot untuk mengakui semua penipuannya di depan mikrofon yang masih menyala.
"So, Ndot-san," pancing Lebag dengan nada tenang, "You really thought you could play with two sisters and get away with it?"
Ndot yang merasa di atas angin tertawa sombong. "Of course! You twins are so naive. I own you both now!"
Seluruh ruangan hening. Rekaman suara itu tersiar langsung ke seluruh Jepang. Polisi Tokyo (Keisatsu) segera merangsek masuk ke panggung.
[Musim Semi yang Baru]
Ndot akhirnya dideportasi dan dipenjara atas tuduhan penipuan berat. Shee memutuskan untuk berhenti dari dunia artis yang penuh kepalsuan.
Kini, mereka berdua tinggal bersama di sebuah rumah kayu kecil di pedesaan Jepang. Tidak ada lagi lampu kamera, hanya suara angin di antara pohon bambu. Mereka belajar bahwa di dunia yang penuh tipu daya laki-laki, hanya pelukan tulus seorang saudari yang bisa menyembuhkan luka terdalam.