**
Saya ingin membuat cerita ini karena ingin membalas kebaikan mereka yang sudah berpartisipasi untuk menyemangati orang-orang di sekitar.
Mereka juga rela membagikan waktu luang mereka hanya untuk membuat orang tersebut senang. Jadi saya ingin membuat cerita yang tidak seberapa berharganya ini untuk kalian sebagai ucapan terimakasih saya. Semoga suka ♥️
***
PARA PEMAIN:
— ★«♪♪ⓌⒶⓉⒾ♪♪»★ + Ma Jiaqi & Ding Chengxin.
— Aline [ig: park_mochi131027] + Jimin (BTS).
— Tompealla Kriweall 'TK + Song Joong Ki.
— Ig:(Whidie Arista)🦋 + Lee Min Hoo.
— ⛩️🏮C16(Lisaa-px🍀
— Miku Nakano + Lee Jung Suk.
— Bella Belvis
— Dewi Tyasari
● DISARANKAN MEMBACANYA SAMBIL MENDENGARKAN LAGU PIANO NYA "BTS BUTTERFLY."
****
— ★«♪♪ⓌⒶⓉⒾ♪♪»★ ▪ (Maafkan Aku).
***
"Aku mau kita putus!!"
"Apa?"
"Sepertinya kamu sudah mendengarnya dengan jelas."
"Ta-tapi kenapa? Kenapa kamu mau memutuskan hubungan ini?"
"Karena aku sudah tidak mencintaimu lagi."
Deg~
Jiaqi terdiam. Lelaki itu mendekatinya lalu memegangi tangan gadis di depannya dengan mata berkaca-kaca. Lelaki itu terus mencari-cari kebohongan yang di buat oleh orang terkasihnya.
"Wati, kamu bohongkan? Kamu hanya sedang bercandakan?"
Wati menggeleng cepat. "Aku sedang tidak bercanda." ucap Wati dengan arah matanya yang dia alihkan ke arah lain.
Jiaqi tau bahwa saat ini kekasihnya sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Jiaqi tau bahwa watinya tidak akan semudah itu melupakan perjalanan kisah mereka yang sudah 4 tahun mereka lalui.
Ini pasti ada sesuatu yang mengganggu pikiran kekasihnya yang mengharuskannya melakukan hal ini.
"Wati?"
Jiaqi melihat seseorang memanggil nama kekasihnya.. 'siapa dia?' batinnya. Jiaqi kembali menolehkan pandangannya ke arah Wati untuk meminta penjelasan. Jiaqi dapat melihat senyuman tulus yang diberikan Wati kepadanya akan tersirat senyuman sesak..
"Dia Chengxin, Kekasihku."
"....."
"Maaf Jiaqi."
"Jadi? Kamu memutuskan hubungan ini karena pria itu?"
"Aku mencintainya"
Jiaqi melepaskan genggamannya. Dirinya tidak mampu menahan air mata yang Ia coba untuk tidak menumpahkannya, namun dia gagal. Air mata itu berhasil lolos dari pipi halusnya.
"Jadi benar? kamu sudah tidak mencintaiku lagi? Heheee pergilah!! Aku tidak bisa menahanmu."
Wati berlalu dari hadapan Jiaqi dan menghampiri sosok pria yang bernama Chengxin. Dan meninggalkan Jiaqi yang Masih terdiam di tempatnya.
3 BULAN KEMUDIAN.
"Jiaqi. Tunggu!!"
"Ada apa kau menemuiku?"
"Aku hanya ingin memberitahukanmu sesuatu."
"Pergilah!! Aku tidak ingin mendengar apapun darimu." ucap Jiaqi dan hendak pergi dari hadapan orang yang sudah mengambil hati kekasihnya dulu.
"Meskipun ini tentang Wati?"
Langkah Jiaqi terhenti. Dan membalikkan badannya ke arah Dhengxin dengan wajah datar. "Kenapa dengannya?"
"Bisakah kamu ikut aku ke suatu tempat!?"
***
"Pemakaman? Apa maksudnya ini? Dimana Wati?" ucap Jiaqi yang memberikan banyak pertanyaan kepada Chengxin. Chengxin hanya mengabaikan pertanyaan itu dan hanya menunjukan ke arah pemakaman yang masih terlihat baru. Jiaqi pun mengikuti arah yang ditunjukan Chengxin padanya.
Jiaqi membulatkan matanya terkejut saat melihat nama orang yang sangat dicintainya tertera di atas nisan yang bernuansa putih. Jiaqi segera mengambil kerah baju orang di hadapannya.
"Kamu sedang ingin main-main denganku hah?! Dimana Wati?"
"Maafkan aku, tapi Wati sudah tenang disurga."
"Bohong!! Brengsek!!"
BUG!!
Chengxin terjatuh saat mendapatkan pukul dari Jiaqi. Namun lelaki itu hanya tetap diam tanpa melawan pukulan Jiaqi. Karena Chengxin tau bahwa Jiaqi saat ini sedang terpukul.
"Cepat katakan dimana Wati?!! A-aku mohon." ucap Jiaqi memohon. Dengan air mata yang sudah mengalir.
"Maafkan aku." Chengxin hanya bisa minta maaf atas apa yang terjadi.
"Tidak mungkin!!" Jiaqi tersungkur di hadapan makam orang tercintanya. Jiaqi menangis sejadi-jadinya karena tidak percaya akan hal ini.
Chengxin yang merasa iba menghampiri Jiaqi yang sudah memeluk makam tersebut.
"Kamu tau kenapa Wati memutuskan hubungannya denganmu dan mengatakan bahwa dirinya mencintaiku? karena Wati mengidap kanker ganas yang mengharuskannya melakukan hal itu.. dia meminta bantuanku untuk berpura-pura menjadi kekasihnya agar kamu membencinya dan cepat melupannya.. itu karena Wati tidak ingin menjadi beban untukmu Jiaqi. Semua ucapannya dulu, itu semua bohong.. Dia masih sangat mencintaimu." Ujar Chengxin menjelaskan apa yang terjadi dengan mengusap bahu lawan bicaranya.
"Hiks.. maafkan aku."
Selesai..
Next >>>
__________________________________
— Aline [ig: park_mochi131027] ▪ (Kebahagiaan Yang Datang).
"Jimin, Apakah kau akan pulang awal?"
"Iya sayang. Setelah semuanya selesai aku akan segera pulang."
"Em, Baiklah. Aku akan menunggumu dirumah."
"Sampai ketemu di rumah. Aku merindukanmu."
Aline terkekeh mendengar suara suaminya yang sedang merindukannya. "Aku juga merindukanmu. Cepatlah pulang!"
Tut.. tut..
Panggilan pun berakhir. Aline hanya menujukkan senyuman yang mengarah pada perutnya yang Ia usap-usap lembut. 'Semoga jimin senang dengan kejutan ini' batinnya.
***
"Aku pulang!"
"Sayang? Aku pulang."
.........
"Kok sepi?" tanya jimin sendiri.. Jimin pun meletakkan tas yang Ia bawa ke meja ruangan tengah dan langsung mencari sosok yang di rindukannya selama di telepon tadi.
Jimin pun akhirnya menemukan sosok yang dicintainya sedang duduk dibelakang rumahnya yang terdapat taman luas nan indah yang membuat siapa saja merasa betah berada di sana.
"Sayang." ucap Jimin lembut yang langsung memeluk sang istri tercintanya dari belakang.
"Kau sudah pulang."
"Iya. Dan aku tidak menemukan istriku menyambutku di depan." ujarnya seraya menampilkan wajah kecewa.
Aline terkekeh akan sifat suaminya yang menurutnya sangat menggemaskan itu.
"Maafkan Jimin. Aku tidak akan mengulanginya lagi." ucap Aline. Dan mendapatkan anggukan serta senyuman ketulusan dari sang suami..
"Kalau begitu aku kekamar dulu ya. Mau ganti baju." ucap Jimin dan melangkahkan kakinya namun ditahan oleh Aline.
"Tunggu!! Ada yang ingin aku sampaikan padamu."
Jimin menoleh dan menatap sang istri. "Apa itu sayang?"
Aline menyerahkan sebuah kotak yang di dalamnya terdapat sebuah test pack berwarna putih dengan dua garis merah yang terdapat disana.
"I-ini?" ucap Jimin dengan senyuman yang merekah.
"Iya Jim. Aku hamil."
Jimin pun langsung menghamburkan pelukannya kepada Aline istrinya. Jimin menangis bahagia karena sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ayah.
"Terimakasih sayang. Terimakasih." ucapnya di sela-sela tangisan yang tak kunjung menghentikannya..
Aline hanya menggangguk dengan senyuman terharu. Karena hal inilah yang mereka tunggu-tunggu sejak pernikahannya yang sudah berjalan 5 tahun tanpa adanya buah hati. Dan kini akhirnya kebahagiaan mereka menjadi sempurna karena kehadiaran janin di dalam perut aline..
Aline sangat bersyukur bisa mendapatkan suami seperti Jimin.. Karena sang suami terus mendukungnya dan memberikan kepercayaannya pada Aline..
Selesai.
Next >>>>
___________________________________
— Tompealla Kriweall 'TK ▪ (Kesalahpahaman Berujung Bahagia).
Tompealla aku sebut Ella aja ya biar enak nulisnya.
***
Ella menangis di dalam kamarnya saat dirinya melihat Song Jung Ki kekasihnya sedang berduaan dengan gadis lain. Ella merasa terpukul dengan apa yang di lihatnya tadi.. Dirinya tidak menyangka bahwa kekasihnya akan mengkhianatinya seperti ini.
"Hiks.. kenapa? Kenapa hal ini terjadi padaku?" Ella memukul-mukul dadanya yang serasa amat sakit.
CLING..
Ponsel Ella berbunyi..
bunyi tersebut menandakan bahwa ada panggilan masuk untuknya.. Ella mengambil ponselnya dan melihat siapakah yang memanggilnya..
° My Love ♥️ ° nama yang tertera di layar ponselnya.. Ella pun mengusap air matanya dan segera mengangkat ponsel tersebut agar di seberang sana tidak menunggu lama.
"Halo!"
"Ada apa?"
"Sayang, apakah besok kau ada waktu luang?"
'Apa ini saatnya?' batin Ella. dia berusaha untuk tidak terisak agar kekasihnya tidak mengetahui bahwa dirinya sedang menahan tangis.
"Iya. Besok aku tidak ada acara apapun."
"Ada yang ingin aku sampai padamu.. Besok aku akan menjemputmu."
"Em."
"Sampai jumpa besok sayang."
Tut.. tut..
Sambungan pun terputus.. Ella pun menjatuhkan ponselnya ke bawah tempat tidurnya.. Dia tidak tau apa yang akan dia lakukan saat Song Jung Ki kekasihnya meninggalkannya karena wanita lain..
Apakah malam ini adalah malam terakhirnya sebagai kekasih Song Jung Ki.
"Hiks.."
***
Ella berdiri terdiam di dekat jendelanya. Dirinya menatap kekasihnya dari arah dalam.. Melihat Song Jung Ki tengah menunggunya. Ella menundukkan kepalanya seraya tersenyum getir.
Ella pun melangkahkan kakinya menuju pintu luar yang terdapat kekasihnya. Song Jung Ki tersenyum lembut melihat kedatangannya. Entah kenapa Ella merasa bingung dengan sifat kekasihnya ini yang masih terlihat menunjukkan perhatian serta senyuman tulus yang selalu di berikan Song Jung Ki padanya.. Padahal sebentar lagi kekasihnya ini akan memutuskan hubungannya.
"Sudah siap?"
Ella mengangguk..
>>>>
"Kenapa kau membawaku kesini?" ucap Ella. Dirinya terkejut melihat pemandangan pantai yang di hadapannya sudah disuguhi tempat duduk yang di dekorasi bernuansa romantis.
"Jung Ki. I-ini apa?"
Song Jung Ki pun berlutut di hadapan Ella dengan meraih tangan kekasihnya dan mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah. "Maukah menikah denganku? Aku ingin menghabiskan waktu tua ku bersama denganmu Ella."
"Aku meminta bantuan Suhai temanku untuk mengatur semua ini."
Ella meneteskan air matanya saat mendengar sang kekasih mengucapkan kata 'Menikah.' dan kesalahpahaman bahwa sang kekasih telah mengkhianatinya.
"Hiks.. Iya aku mau."
Song Jung Ki pun berdiri dengan senyuman yang terlihat di wajahnya.. Lalu memasangkan cincin itu ke jari manis Ella.. Ella pun segera memeluk kekasihnya erat..
Selesai..
Next >>>>
_________________________________
— Ig:(Whidie Arista)🦋 ▪ (Sekelebat Bayanganmu).
***
"Mau sampai kapan kamu seperti ini Whid?"
"Sampai dia kembali."
BRAK!!! Suara hentakan meja yang membuat seisi cafe menoleh.
"CUKUP WHIDIE!! LEE MIN HOO SUDAH MENINGGAL 3 TAHUN YANG LALU DAN KAU HARUS MERELAKANNYA!" bentak dari seorang Sara teman baiknya Whidie. Sara hanya tidak habis pikir dengan jalan otak temannya ini.
"Kau tidak tau Sar. Bagaimana Lee Min Hoo berusaha menolongku waktu itu.. Dia rela di tabrak karena hanya ingin menolongku. Disaat dirinya terpelanting menubruk kendaraan lain dia masih menunjukan senyumannya padaku dan berkata bahwa dia baik-baik saja. DAN SEKARANG KAU MENYURUHKU UNTUK MELUPAKANNYA!!" ucap Whidie disertai bentakan di bagian akhir.
Sara hanya terdiam melihat Whidie yang sekarang sedang menahan tangisannya.. 'Apa yang aku lakukan?' batin Sara.
Sara pun menghampiri Whidie yang terduduk dengan wajahnya ditutupi oleh kedua tangannya. "Maafkan aku Whidie. Sungguh aku tidak tau kejadian sebenarnya."
Segeralah Sara menarik tangan Whidie dan memeluknya kedalam pelukannya..
"Hiks.. Tolong jangan paksa aku untuk melupakannya!" seru Whidie disaat tangisannya mulai terdengar.
***
"Min Hoo?"
"Sayang. Aku mohon berbahagialah dirimu. Masa depanmu masih panjang. Jangan pernah menunjukan tangisan ini disaat kau menyebutkan namaku.. Karena itu terlalu sakit untukku."
"Mi-min Hoo."
"Berbahagialah demi aku." ucap pria itu lalu menghilang meninggalkan Whidie yang sedang meneriakinya.
"Lee Min Hoo" Whidie terbangun dari tidurnya.. Whidie mengucap air matanya yang entah sejak kapan mengalir.
"Min Hoo aku sangat merindukanmu hiks."
Selesai...
Next >>>>
____________________________________
— Miku Nakano ▪ (Cinta Pertama).
***
Aku Miku Nakano yang saat ini sedang menempuh pendidikan SMA yang sama dengannya. Aku sengaja memilih bersekolah di sekolah ini lantaran Cinta Pertama ku sedang menempuh pendidikannya disini.
Cinta Pertama? Dia Lee Jung Suk. Yah sosok yang berdiri di tengah lapangan sebagai ketua kelas itu adalah Cinta Pertamaku. Sosok pria yang pernah menolongku dari kejaran para preman yang ingin menyentuhku 1 tahun lalu.. Dialah Lee Jung suk sosok yang saat ini ku kagumi sekaligus sosok pahlawanku.. Tapi.. sepertinya dia tidak pernah melihat ke arahku.
Aku tau aku tidak ada apa-apanya ketimbang cewek-cewek yang selalu mengejarnya. Selalu memberinya air saat dirinya sedang kehausan.
>>>
Pada saat itu Miku sedang terburu-buru karena dirinya sudah telat masuk kelas lantaran Ia bangun kesiangan al-hasil dirinya harus berlarian. Dan saat itu juga Miku tidak sengaja menabrak Seorang yang ingin ke toilet.
"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menabrakmu.. Aku hanya sedang terburu-buru maaf." ucap Miku dan segera berlari tanpa melihat siapa yang di tabraknya.
"Tu-tunggu."
Panggil seseorang itu.. Yang tak bukan adalah Lee Jung Suk. Pria itu tersenyum ke arah gadis yang menabraknya tadi yang sudah tak terlihat. "Miku Nakano."
Bell sekolah pun berbunyi menandakan waktu pulang telah tiba. Miku yang telah selesai dengan pelajaran yang menurutnya membuat kepalanya sakit itu pun membereskan buku-bukanya dan melesat keluar..
Saat menuju gerbang sekolah gadis itu di kagetkan dengan adanya pria yang Ia sebut 'Cinta Pertama' sedang berdiri agak jauh di hadapannya. Karena grogi Miku pun Berniat untuk berbalik arah..
"Tunggu!!"
Miku terdiam saat dirinya mendengar panggilan 'Cinta Pertama'nya itu. Keringat pun berhasil mengalir dari pelipisnya saat langkah kaki mengarah ke arahnya. Dan sampai pria itu di hadapan gadis yang sedang menunduk itu.
"Maaf jika aku membuatmu takut."
Miku segera mendongak dan menggeleng. "Ti-tidak kok. A-aku hanya sedang lapar. Iyah sedang lapar." pengakuan Miku justru mendapatkan kekehan kecil dari arah lawannya.
"Polos sekali."
Deg~
"Miku? Kau Miku kan? Orang yang pernah ku tolong satu tahun lalu?"
'Kok dia tau kalau aku pernah di tolongnya?' batin Miku lalu menatap sosok pria tampan di depannya ini.
"Aku tau itu kamu. Karena itu aku ingin mengatakan satu hal padamu."
"A-apa?"
Diraihnya tangan Miku yang otomatis membuat si pemilik tangan tegang.
"Maukah Kau menjadi pacarku? Selama ini aku terus mencarimu. Hingga saat ini aku menemukanmu dan aku tidak akan melepaskannya lagi."
Miku terdiam.. Apakah ini sebuah mimpi untuknya?
"I-iya aku ma-mau."
Selesai..
Next >>>>
___________________________________
— Bella Belvis ▪ (Kisah Diantara Pertemanan).
***
"Bell aku menyukaimu."
"Maaf jika ini membuatmu tidak nyaman nantinya, tapi aku tidak ingin menahannya lagi. Aku mencintaimu Bella."
...
Ucapan itu terus mengiyang-iyang di kepala Bella. Ucapan yang tidak seharusnya Ia dengar dari salah satunya. Gadis itu tidak tau apa yang harus Ia lakukan.. Ia tidak ucapan apa yang harus dia ambil.
Sebenarnya di satu sisi mungkin Bella memiliki perasaan kepada salah satu temannya yang bernama Aidan Gallagher.
Aidan Gallagher sendiri merupakan orang asing asli (Amerika) yang tinggal di komplek yang sama dengan Bella. Aidan pindah karena mengikuti kedua orang tuanya yang menjalani bisnis di indonesia sejak dirinya masih di usia 12 tahun.. Dan pada saat itu Aidan bertemu Bella dan Jodi tengah bermain ayunan di taman kompleknya.. Aidan pun bergabung dengan mereka..
Untuk Jodi sendiri dia merupakan teman masa kecilnya Bella.. Sehingga tidak dapat dipungkiri kedekatan mereka berdua seperti apa.
Namun. Seiring berjalannya waktu tanpa di duga dan juga tanpa di sangka-sangka. Mereka memiliki perasaan lebih terhadap teman dekatnya.
Jodi sendiri telah menyukai Bella sejak diri masih kecil. Dia juga menyukai Bella karena kepolosan dan keceriaan gadis itu berikan kepadanya.. Sehingga membuatnya untuk tidak menyukai gadis tersebut..
Untuk Aidan sendiri dia tidak tau sejak kapan perasaannya tumbuh pada Bella. Pria bermata biru itu hanya merasa sangat sakit jika melihat kedekatan Bella dan juga Jodi.
Nah Untuk Bella sendiri gadis berambut pendek itu menganggap Jodi hanya teman karibnya saja. Namun sangat berbeda dengan Aidan.. Bella selalu memerhatikan pria bermata biru itu sejak Ia bertemu dengan Aidan di taman kompleknya.
Sehingga membuat ketiganya harus mengetahui perasaan masing-masing.
Jodi yang menyukai Bella.
Aidan yang juga menyukai gadis itu.
Sedangkan Bella? Bella menyukai temannya yang baru masuk kedalam kehidupannya selama 8 tahun terakhir.. Iya Bella menyukai Aidan.
"Apa yang aku lakukan sekarang."
"Aku tidak mungkin menyakiti salah satu dari mereka."
Sehingga hari di saat penentuan.. Bella harus memilih salah satu dari mereka dan harus melihat salah satunya sakit hati.
"Jadi siapa yang ingin kau pilih Bell?" suara Jodi membuyarkan lamunan Bella yang sejak tadi hanya terdiam.
"Maaf. Aku tidak dapat memilih salah satu dari kalian. Aku menyukai kalian sebagai temanku.. Tentu saja aku tidak ingin salah satu dari kalian harus merasakan sakit hati dari ucapanku."
"Jadi. Kau tidak memilih kamu berdua?"
Bella mengangguk. "Maafkan aku."
Kedua pria di hadapannya pun hanya tersenyum getir. Terlihat jelas wajah kecewa mereka.
'Maafkan aku Jodi, Aidan. Aku hanya tidak ingin membuat persahabatan kita rusak.' batin Bella.
SELESAI.
Untuk DEWI TYASARI DAN JUGA LISA. maaf ceritanya akan kaka buat di cerpen berikutnya. Maaf ya.