Terlihat seorang gadis dengan kehidupan yang selalu menderita karna cercaan orang tuanya dan saudaranya tapi gadis itu tetap bangkit hingga suatu hari sang ibu pun memanggilnya .
" ANARA KESINI KAMU CEPAT " ucap sang ibu berteriak
' iya bu nara kesana ' nara membalas ucapan sang ibu , sesampainya di kamar sang ibu nara pun mengetuk pintu
Tok tok tok
' masuk ' ucap sang ibu
Nara pun masuk ke dalam kamar ibunya dan bertanya ada apa sang ibu memanggil nya
' ada apa bu ' nara bertanya dengan bingung sebab ia tak mengetahui apa kesalahan nya ' kau harus pergi ke kota untuk memenuhi biaya kehidupan kita atau jika tidak aku akan menikah kan mu dengan anak juragan ' ucap sang ibu pada nara dan itu membuat nara membeku di tempat hingga nara sadar jika ia di beri pilihan oleh sang ibu dan nara pun menjawab ' t-tapi bu" ucap nara tergagap " apa kau tak mau , mau jadi anak durhaka kamu nara " ucap sang ibu pada nara tapi tiba tiba
tiba ada yang datang dia adalah sang kakak yg selalu menyiksanya " heh lo dasar jadi anak gk tau terima kasih banget sih udah di besar in sama ibu juga dasar di tau diri cih " ucap sang kakak begitu menusuk hingga nara pun menjawab ' tapi nara hanya lulus sma aja bu ' ucap nara pada sang ibu tapi sang kakak menyela ' itu bukan urusan saya itu urusan kamu' lo tuh jangan nyusahin ya kalau lu emang mau nikah sama anaknya juragan n bilang aja nggak usah masih bilang kalau lah Cuman Lisan SMA kalau nggak bisa kerja apa di sana ' ucap sang kakak pada Nara dengan kata-kata pedasnya ' tapi kok Kak aku juga nggak tahu kalau aku kerja di sana Aku nggak tahu mau kerja apa belum tentu kan aku diterima di perusahaan besar ya paling-paling cuman jadi pelayan di cafe' ucap Nara pada sang kakak Jika dia tidak mungkin diterima di perusahaan besar saat bekerja' hello hello tuh cuman alasan doang bilangnya gitu tapi aslinya mau nikah sama anaknya juragan kan sama siapa siapa namanya Aku lupa ucap sang kakak sambil bertanya pada sang ibu dan sang Ibu pun menjawab nama anak juragan Radit itu namanya Reno ucap sang ibu memberitahu pada sang kakak dan sang Kakak pun berucap lagi tak membiarkan Nara berkata satu kata pun Oh Anak Juragan Radit itu yang namanya Reno kan lama nikah sama dia mau nikah sama yang banyak istrinya itu Astaga yang rumahnya eh bukan banyak istrinya sih yang rumahnya itu dia tipe cowok kasar Iya gitu lo mau nikah sama dia si Ogah mungkin sama lo ya jelas sendiri sih lo itu kan jelek ucap sang kakak pada Nara yang membuat harga diri Nara terjatuh sehingga Nara membalas dengan kata-kata tak kalah pedas tapi aku nggak pernah menikah sama dia Kak Oke kalau kalian ingin aku kerja kalau kalian ingin aku membiayai kehidupan kalian Aku akan pergi ke luar kota Agar kalian di sini bisa mendapatkan kehidupan layak Agar kalian di sini bisa makan makanan enak dan aku akan mencari uang tapi ingat selama ini aku masih bisa diam Kakak cecak aku masih bisa diam Kakak ina-hina Kakak mempermainkan di depan teman-teman Kakak Kakak bilang aku ini adalah biang masalah ada ada comban tuh ada bentuk atau apapun itu aku diam selama ini tapi jika Kakak berani menghinaku lagi saat uang yang Kakak pakai itu uang dari hasil kerja keras aku Maka jangan salahkan aku kalau aku tidak pernah mengirimkan uang lagi pada keluarga kita ingat itu ucap Nara pada sang kakak dan juga dia melontarkan sindiran-sindiran pedas juga ancaman agar sang kakak tidak pernah berani lagi menghina dan mempermalukannya hingga sang Kakak pun berucap kembali oke siapa takut lagian lo juga nggak bisa menunya kehidupan gue ya Kalau cuman makan gue bisa makan ya paling enggaknya sih ikan ya walau kita jarang makan ikan ucap sang kakak pada Nara hingga pada akhirnya sang Ibu Pun menyerah dan berkata bahwa Nara harus berangkat esok hari Jika ia memilih bekerja di luar kota, oke kamu besok harus pergi ke luar kota untuk memenuhi kebutuhan ibu dan kakak kamu di rumah dan ingat kamu harus sering mengirimi uang untuk kami selama satu bulan dua kali jika tidak orang yang kamu sayangi akan dalam bahaya ucap sang ibu pada Nara dan juga Dia mengancam Nara Jika dia tidak mengirim uang maka apapun yang menjadi kesayangan arah itu yang akan menjadi imbasnya dan terkena bukan sama sang ibu..
Ke esokan harinya
Nara berangkat dulu Bu Ibu di sini baik-baik aja ya sehat selalu doain marah semoga Nara bisa mendapatkan pekerjaan yang baik di sana Dan juga bisa membuat kalian bahagia di sini ucap Nara pada sang Ibu dan menyalami tangan seribu dan sang Ibu Pun berucap kau hati-hati di perjalanan menuju kota jika sudah sampai kabari ya Ibu ucap sang ibu pada Nara dan Nara pun berucap kembali Iya Bu......... Sesampainya di kota Nara mencari kos-kosan dengan uang yang tersisa yang ia bawa dari desa hingga pada akhirnya Nara menemukan kos-kosan yang harganya murah dan terjangkau dan juga dekat dengan suatu Cafe yang akan nara lamar pekerjaannya...... Permisi Bu ucap Nara pada seorang ibu-ibu dan ibu-ibu itu pun menjawab Iya ada apa Do Ada apa neng ucap ibu-ibu itu dan Nara pun berucap kembali boleh numpang tanya nggak bu yang punya kos-kosan ini siapa ya Soalnya saya mau tinggal di sini untuk beberapa waktu ke depan ucap Nara pada ibu-ibu itu dan ibu-ibu itu pun menjawab Oh ini kosan punya saya kamu mau tinggal di sini ya tanya ibu-ibu itu dan Rara menjawab iya soalnya saya di sini mau merantau dan cari pekerjaan buat membiayai kehidupan keluarga saya di kampung Kalau boleh tahu harga kos-kosannya sebulan berapa Tanya Nara pada ibu-ibu pemilik kos dan ibu pemilik kos pun menjawab Oh kalau sebulan itu 300.000 kamu mau tinggal di sini ya do kalau mau tinggal di sini di sini memang tinggal satu kamarnya jadi kamu bisa langsung menempatinya ucap ibu pemilik kos tersebut Iya Bu saya mau tinggal di sini ucap Zahra mau balas Whatsapp ibu kos dan ibu pemilik kos pun menjawab Ya sudah jika begitu ini kuncinya itu bisa kamu tempatin hari ini juga ucap sang Ibu pemilik kos memberikan kunci pada Nara dan Nara pun berucap Oh iya terima kasih Bu dan Ini uangnya Rp300.000 ya Bu ucap Nara pada sang pemilik kos dan sang pemilik kos pun menjawab iya 300.000 Neng Oh iya neng kalau ada apa-apa Kalau dan juga kalau ada kekurangan Bilang aja sama saya rumah saya ada di kosan Utara paling ujung rumahnya ha dap Selatan ucap pemilik kos tersebut pada Nara dan Nara menjawab baik bu terima kasih juga atas infonya kalau begitu saya masuk terlebih dahulu ucap Nara pada pemilik kos kos San....... keesokan harinya Nara pun mendatangi cafe yang ia lihat kemarin untuk melamar pekerjaan hingga ia sampai di Cafe tersebut Dara masuk ke dalam Cafe dan bertanya pada kasir Apakah masih ada pekerjaan di sini Permisi mbak ucap Nara pada kasir tersebut pun menjawab iya ada yang bisa saya bantu ucap kasir tersebut pada Nara dan Nara pun menjawab di sini ada lowongan pekerjaan nggak Mbak ucap Nara pada kasih tersebut dan kasir tersebut pun menjawab Oh iya ada tapi saya nggak tahu juga langsung tanya aja pada manajernya ya ucap kasir tersebut pada nara dan Nara pun menjawab boleh minta tolong ajarin ke manajernya nggak Mbak dan kasir itu pun menjawab boleh Ayo kalau begitu.... sesampainya di ruang manajer kasih itu pun mengetuk pintunya tok tok tok dan dengan suara dari dalam ruangan mempersilahkan mereka masuk......... hingga pada akhirnya Nara pun mendapatkan pekerjaan walau ia sendiri jarang mendapatkan uang dari hasil jerih payahnya dan datanglah nama yang diberikan oleh teman-temannya karena mereka mengetahui tentang kehidupan darah Mereka memberi nama pada Nara dengan nama si gadis tangguh walau kehidupan tak mengizinkannya bahagia..... 5 tahun berlalu Nara pun pulang ke desanya saat ia mendapatkan kabar bahwasanya ibu nya jatuh sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit sesampainya Nara di desa dan Nara pun masuk ke dalam rumahnya darah segera mencari ibunya Ibu Ibu di mana Ibu ucap Nara berteriak di dalam rumah hingga sang Kakak pun berkata kau kira ini hutan Ya teriak-teria nggak jelas Ibu ada di dalam kamarnya dia lagi sakit-sakitan perawat sana ucap sang kakak pada Nara dan Nera pun segera berlari ke kamar sang ibu untuk menghampiri sang ibu didorong dengan kasar oleh sang ayah karena dia penyakitan Nara yang melihatnya pun langsung berteriak ayah apa yang Ayah lakukan pada ibu ucap Nara pada sang ayah dan ayah Dara pun menjawab Dia saja sudah sakit-sakitan begitu masih saja kau anggap ibumu ucap sang ayah dan menatap tajam pada sang ibu dan harapan kembali berucap Tapi walau begitu dia tetap ibu yang aku sayangi Dia adalah wanita yang telah melahirkan aku ayah ucapnya sambil matanya berdelai air mata dan ayahnya pun menjawab Ibu kayak gitu Kalau kerjaannya cuman diam di rumah nggak bisa masak lagi ucap ayahnya pada Nara hingga suatu hari kondisi sang Ibu tidak memungkinkan lagi karena kondisinya semakin hari semakin lemah dibawa ke rumah sakit pun percuma karena kata dokter penyakitnya sudah di stadium terakhir Penyakit apakah yang dialami Bu Nara yaitu penyakit kanker otak hingga Pada suatu hari sang Ibu dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter dan pada saat itu pula tepat pada pemakaman sang ibu Nara pun berucap ibu kenapa ibu meninggalkanku Bukankah Ibu sudah berjanji bahwa ibu tidak akan pernah menyakiti orang yang aku sayangi dan ibu tahu siapa orang yang paling aku sayangi di dunia ini yaitu ibu ucap Nara di pemakaman sang ibu langit waktu itu juga sudah membendung dan rintik hujan pun turun hingga hujan turun dengan lebat membuat Nara basah semua dan akhir cerita dari Nara adalah saat ia menemui seorang laki-laki yang benar-benar mencintainya tanpa memandang kondisinya dan mencintainya apa adanya laki-laki itu bernama Vian dia adalah anak kota sekaligus tempat dia bekerja dan sudah mencintainya Sejak pertama kali Nara bekerja di cafe itu dan berakhir mereka menikah dan mempunyai seorang anak anak perempuan bernama Vira sambungan kata dari sang Ibu dan sang ayah vianara sekaligus ini adalah akhir dari cerita Si Gadis tangguh dengan Segala Luka Yang dia tanggung sendiri